12/03/2026
Semangat pagi selamat pagi selamat berkarya bagi Tuhan salam sejahtera salam sehat
JUMAT, 13 MARET 2026
KEANGKUHAN YANG MEMPERDAYAKAN
BE. 356:4-5
NA MALUNGUN DO ROHANGKU
Ndang marolat denggan basa, ni Jahowa na bonar
Diajarhon tu pardosa, dalan angka na tigor
Na serep marroha i, ditogihon tu na sonang
Na lambok marroha i, di diboan tu na torang
Hasintongan, asi roha, do dalanna sasude
Di sude na burju roha, mangoloi patikNa
Tuhan, ala goarMi, sesa ma sude dosangku
Ai mansai godang do i, lobi asa bilanganku.
BACAAN PAGI (MAZMUR 105:12-15)
BACAAN MALAM (MATIUS 13:24-30)
Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu: "Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?" (Obaja 1:3)
Sahabat yang dikasihi Tuhan Yesus! Ada cerita tentang seorang pengusaha sukses bernama Arman. Hartanya melimpah, usahanya berkembang di banyak kota. Apa yang ia inginkan dapat dibelinya dengan mudah. Namun seiring waktu, keberhasilannya membuat hatinya berubah. Ia mulai merasa tidak membutuhkan siapa pun. Orang-orang kecil dipandang rendah. Ia yakin, dengan uang dan kekuasaannya, segala sesuatu bisa diatasi. Sampai suatu hari, krisis melanda. Usahanya merugi, relasi menjauh, dan ia sadar bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan uang. Firman Tuhan dalam Kitab Obaja menegur bangsa Edom. Mereka tinggal di pegunungan berbatu yang tinggi, benteng alam yang sulit ditembus musuh. Mereka berkata dalam hati, “Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?” Keangkuhan dapat menjebak hidup kita. Kita bisa merasa tinggi karena jabatan, pendidikan, pelayanan, kekayaan, atau pengalaman rohani. Namun ketika hati tidak lagi bersandar kepada Tuhan, semuanya itu dapat runtuh dalam sekejap. Firman ini mengingatkan bahwa rasa aman bukan terletak pada posisi yang tinggi, melainkan pada hati yang rendah di hadapan Tuhan. Orang yang rendah hati menyadari bahwa keberhasilan, pencapaian dan kekuatan adalah pemberian Tuhan. Tuhan tidak menentang keberhasilan dan tidak melarang kita untuk berkembang. Tetapi Ia menentang hati yang meninggikan diri. Sebaliknya, Tuhan berkenan kepada orang yang rendah hati dan mau dibentuk. Kiranya kita belajar untuk tidak tinggal di “ketinggian kesombongan”, melainkan di “kedalaman kerendahan hati”. Sebab orang yang merendahkan hati di hadapan Tuhan akan ditinggikan. Amin