19/12/2025
Yang paling menjauh dari ilmunya orang alim itu ya orang-orang yang ada di dekatnya.
Ada fenomena yg kurang baik tapi sudah umum terjadi, dimana masyarakat itu lebih respek, ngajeni, dan menghormati kepada Ustadz atau Kyai yang jauh yang mungkin hanya mereka undang setahun sekali pas PHBI. Padahal di majlis ini nyaris tidak ada ilmu fardhu ain atau kifayah yg mereka dapatkan.
Sedangkan kepada Ustadz lokal yg rutin mengajarkan kepadanya ilmu2 fardhu ain, ilmu yang g boleh ada sutupun orang yg g tahu, mereka acuh dan terkesan merendahkan. Yg umurnya setara akan menganggapnya sebagai teman, yg di atasnya akan menganggapnya sebagai adek, dan yg tua akan menganggapnya sebagai anak. Ada yg rela menempuh perjalanan jauh, bahkan sampai luar kota, untuk hadir di majlis dzikir atau ilmu, tapi g mau hadir dengan majlis yg ada di samping rumahnya.
Maka sangat wajar kalau ada maqolah:
ﺃﺯﻫﺪ اﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ اﻟﻌﺎﻟﻢ أهله ﺟﻴﺮاﻧﻪ
Orang yang paling menjauh dari ilmunya orang alim itu adalah keluarga dan tetangganya.
Hal tersebutlah yg menjadi sakah satu faktor kenapa pemahaman masyarakat kita begitu2 saja, tidak ada peningkatan, ilmu seolah-olah menjauh, padahal sebagian dari mereka sangat giat hadir di pengajian umum.
Sebagian Arifin berkata:
ﻛﻞ ﻣﻘﺪﻭﺭ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﺰﻫﻮﺩ ﻓﻴﻪ ﻭﻛﻞ ﻣﻤﻨﻮﻉ ﻣﻨﻪ ﻣﺮﻏﻮﺏ ﻓﻴﻪ
Segala sesuatu yang dapat kamu capai, maka kamu akan merasa tidak peduli dengannya, dan segala sesuatu yang tidak dapat kamu capai, maka kamu akan merasa sangat ingin memilikinya.
Imam Mawardi berkata:
ﻗﺎﻝ اﻟﻤﺎﻭﺭﺩﻱ: ﻓﺈﺫا ﻗﺮﺏ ﻣﻨﻚ اﻟﻌﺎﻟﻢ ﻓﻼ ﺗﻄﻠﺐ ﻣﺎ ﺑﻌﺪ ﻭﺭﺑﻤﺎ اﻧﺒﻌﺜﺖ ﻧﻔﺲ اﻹﻧﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﺑﻌﺪ ﻋﻨﻪ اﺳﺘﻬﺎﻧﺔ ﺑﻤﻦ ﻗﺮﺏ ﻣﻨﻪ ﻭﻃﻠﺐ ﻣﺎ ﺻﻌﺐ اﺣﺘﻘﺎﺭا ﻟﻤﺎ ﺳﻬﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﻭاﻧﺘﻘﻞ ﺇﻟﻰ ﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺨﺒﺮﻩ ﻣﻠﻼ ﻣﻦ ﺧﺒﺮﻩ ﻓﻼ ﻳﺪﺭﻙ ﻣﻄﻠﻮﺑﺎ ﻭﻻ ﻳﻈﻔﺮ ﺑﻄﺎﺋﻞ.
Apabila seorang Alim telah dekat denganmu, maka janganlah engkau mencari (ilmu dari) orang yang jauh darimu. Terkadang jiwa manusia cenderung mencari (ilmu dari) orang yang jauh darinya karena meremehkan orang yang dekat dengannya, dan menuntut sesuatu yang sulit karena menganggap remeh apa yang mudah baginya, serta berpindah kepada orang yang belum penah dia dengar ucapannya karena bosan dengan orang yang ada di dekatnya. Maka, ia tidak akan mendapatkan apa yang dicarinya dan tidak akan memperoleh manfaat sedikit pun.
Jika dari sisi masyarakat sikap ini adalah sebuah kesalahan, karena seharusnya mereka lebih bisa menghormati Ustadz2 lokal yg mengajarinya cara wudhu, sholat, dan lainnya. tapi dari sisi Ustadz lokalnya ini merupakan sunnatulloh yg menjadi ujian baginya. Jika dia bisa tetap ikhlas mengajar dan berdakwah meskipun masyarakat terkesan meremehkannya, maka dia mendapatkan derajat yang tinggi di sisi Alloh.
ﺃﻭﺣﻰ اﻟﻠﻪ ﻓﻲ اﻹﻧﺠﻴﻞ ﺇﻟﻰ ﻋﻴﺴﻰ: ﻻ ﻳﻔﻘﺪ اﻟﻨﺒﻲ ﺣﺮﻣﺘﻪ ﺇﻻ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﻩ
Allah mewahyukan dalam Injil kepada Isa: Tidaklah seorang Nabi kehilangan kehormatannya, kecuali di daerahnya sendiri.
Abul Abbas al Mursi berkata:
ﻭﻗﺎﻝ اﻟﻌﺎﺭﻑ اﻟﻤﺮﺳﻲ: اﺑﺘﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻫﺬﻩ اﻟﻄﺎﺋﻔﺔ ﺑﺎﻟﺨﻠﻖ ﻟﻴﺮﻓﻊ ﻣﻘﺪاﺭﻫﻢ ﻭﻳﻜﻤﻞ ﺃﻧﻮاﺭﻫﻢ ﻭﻳﺤﻘﻖ ﻟﻬﻢ اﻟﻤﻴﺮاﺙ ﻟﻴﺆﺫﻭا ﻛﻤﺎ ﺃﻭﺫﻱ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻬﻢ ﻓﺼﺒﺮﻭا ﻛﻤﺎ ﺻﺒﺮ ﻣﻦ ﻗﺒﻠﻬﻢ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺇﻃﺒﺎﻕ اﻟﺨﻠﻖ ﻋﻠﻰ ﺗﺼﺪﻳﻖ اﻟﻌﺎﻟﻢ ﻫﻮ اﻟﻜﻤﺎﻝ ﻟﻜﺎﻥ اﻷﺣﻖ ﺑﺬﻟﻚ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺑﻞ ﺻﺪﻗﻪ ﻗﻮﻡ ﻫﺪاﻫﻢ اﻟﻠﻪ ﺑﻔﻀﻠﻪ ﻭﻛﺬﺑﻪ ﺁﺧﺮﻭﻥ ﻓﺤﺠﺒﻬﻢ اﻟﻠﻪ ﺑﻌﺪﻟﻪ
Allah menguji kelompok ini (para alim/shalih) melalui perlakuan makhluk-Nya demi meninggikan derajat mereka, menyempurnakan cahaya mereka, dan mewujudkan bagi mereka warisan (kenabian), agar mereka disakiti sebagaimana orang-orang sebelum mereka disakiti, lalu mereka bersabar sebagaimana orang-orang sebelum mereka bersabar. Seandainya kesepakatan seluruh makhluk untuk membenarkan (mempercayai) seorang alim adalah sebuah kesempurnaan(bagi si alim), niscaya Rasulullah ﷺ adalah orang yang paling berhak atas hal itu. Namun kenyataannya, sebagian kaum membenarkannya karena Allah memberi mereka petunjuk dengan karunia-Nya, sementara yang lain mendustakannya karena Allah menghalangi mereka dengan keadilan-Nya.
Monggo saling muhasabah.
والله أعلم بالصواب.
Repost : Muhibbur Rukhos