Kunci The Power

Kunci The Power Kunci The Power"
Adalah Laku Spiritual Hakikat Hidup. Mengenal Dzat Maha Suci Hidup. Secara Pribadi dan Mendalam. Secara Mendalam dan Pribadi.

Permanently closed.

Meniti Jalan Kembali Kepada Asal Usul Sangkan Paraning Dumadi Dan Mengenal Dzat Maha Suci-Tuhan.

15/01/2026

Kematian Itu Pasti👉Tidak ada satupun manusia, yang bisa menghindar darinya🙏dan ada 3 rahasia penting, yang sering di abaikan bahkan lupakan.

1, Adalah Waktu;
Kita tidak pernah tahu, kapan kematian datang, bukan menunggu tua, bukan menunggu sakit, karena muda, bahkan balita sekalipun serta sehat pun, bisa dijemput kematian, maka menunda tobat, adalah terlalu berisiko.

2. Adalah Tempat;
Tidak ada yang tahu, dimana ajal kematian akan menjemput, bisa di rumah, di perjalanan, bahkan saat sedang beraktivitas, karena itu,
jaga selalu kebersihan otak, hati dan kelamin, dimanapun kita berada.

3. Adalah Cara;
Kita juga tidak tahu, dalam keadaan apa, kita akan mati, dan di sinilah, letak ketakutan yang sebenarnya, bukan takut mati,
melainkan takut mati, dalam
keadaan buruk dan tidak siap.

Sampurnaning Pati Lan Urip, bukan datang tiba2x, dan bukan tanpa upaya, la adalah buah dari;
1. Wahyu Panca Ghaib yang di praktekan menggunakan sikap dan sipatnya Wahyu Panca Ghaib itu sendiri, yaitu Wahyu Panca Laku.
2. Melayani Alam Semesta diluar diri, sebagai wujud Pengabdian kepada Alam Semesta didalam diri.
3. Menjaga Kebersihan Tiga Singgasana, yaitu; Baitul Makmur (otak atau pikiran) Baitul Mukharam (hati atau bathin) Baitul Muqaddas (kelamin atau syahwat).
4. Disiplin dan Konsisten me-Laku-kan Patrap Samadhi.
5. Senantiasa selalu menggunakan dan mengandalkan Jati Diri (wahyu panca ghaib) sedang dan dalam keadaan apapun, tidak Meremehkan, Mencurigai, tidak menduakan.
Karena sebab, bagaimana kita menjalani kehidupan, maka begitulah kematian nantinya.

Kematian bukan akhir cerita kehidupan, melainkan awal dari
perjumpaan antara Alam Semesta didalam dan diluar Diri Sejati, Maka sesungguhnya, barang siapa yang bisa mau, mempertahankan "Manunggal Jati" Sesungguhnya Tidak Mati, Melainkan Selamat Dengan Sempurna🔐Ttd; Wong Edan Bagu🇲🇨
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Kamis, Tgl 15 Januari 2026, Pukul 21:32 pm WIB🙏❤🙏

15/01/2026

KITA DATANG KE DUNIA INI ENTAH UNTUK YANG KEBERAPA KALINYA DENGAN 2 TUJUAN;
1. MENYELESAIKAN HUTANG KARMA, DIKEHIDUPAN LAMPAU YANG BELUM TUNTAS.

2. MELAKSANAKAN TUGAS SUCI DARI ALAM SEMESTA DAN PARA LELUHUR, YANG HARUS KITA KERJAKAN, DAN TIDAK BISA DITOLAK.

KALAU TIDAK, AKAN MENDERITA, KARENA HARUS MENGULANGINYA LAGI, DIKEHIDUPAN BERIKUTNYA,
MAKA KENALILAH DAN JALANILAH DENGAN KESADARAN CINTA KASIH SAYANG, PERJALANAN HIDUPMU.

JIKA ADA SESEORANG, YANG MEMBENCIMU, BALASLAH DENGAN CINTA, JIKA ADA YANG MENFITNAHMU, BALASLAH DENGAN KASIH, JIKA ADA YANG MELUKAI, MEMBUATMU MENANGIS DAN MENDERITA, ATAU HAL HAL BURUK LAINNYA, BALASLAH DENGAN SAYANG.

KARENA IA, SEDANG MENAGIH
KARMA, DIKEHIDUPANMU, YANG LAMPAU, DAN KAMU HARUS
MEMBAYARNYA, HINGGA LUNAS, AGAR SUPAYA NANTI, TIDAK BERTEMU DAN MENGALAMINYA LAGI.

KALAU DALAM KEHIDUPAN,
TANPA KAMU SADARI, SELALU INGIN BERBUAT KEBAJIKAN, DENGAN TULUS, BERARTI KAMU, SEDANG MELAKSANAKAN
TUGAS SUCI DARI ALAM SEMESTA DAN PARA LELUHURMU.

MAKA SELESAIKAN TUGASMU ITU, SEBAGAI BENTUK PELAYANAN KEPADA ALAM SEMESTA DILUAR DIRI, DAN TANGGUNG JAWAB PENGABDIANMU, KEPADA ALAM SEMESTA DIDALAM DIRIMU.

INGAT...!!! DI DUNIA INI, ADA HUTANG BAGI SETIAP DIRI, YANG SEGERA DILUNASI, SAMPAI TUNTAS, DAN ADA TUGAS YANG HARUS DI SELESAIKAN, DENGAN MAKSIMAL, TIDAK PENTING DARIMANA KAMU DATANG, YANG TERPENTING DAN UTAMA ADALAH; KEMANA KAMU AKAN KEMBALI🔐Ttd; Wong Edan Bagu
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Kamis, Tgl 15 Januari 2026, Pukul 19:30 pm WIB🙏❤🙏

12/01/2026

Semua Sesuatu Yang Kita Dengar, Adalah Opini, Segala Sesuatu Yang Kita Lihat, Adalah Perspektif, "Jangan ikuti orang2x, yang hanya bercerita tentang Tuhan, ikutilah mereka, yang membuatmu bisa merasakan kenyataan Tuhan🙏❤🙏Setengah dari kehidupanmu, habis untuk menyenangkan orang lain, setengah lainnya, habis karena gelisah, memikirkan perkataan orang lain, hentikan permainan ini, kamu sudah lebih dari cukup bermain, kembalilah jiwaku, jangan habiskan waktumu, untuk bermain, mereka tidak tahu nilaimu, mengapa kau mencari setetes air, padahal kau sendiri adalah sungai lautan🔐Ttd; Wong Edan Bagu

10/01/2026

Ada kebiasaan awam dan umum, di dunia ini, yang sampai sekarang, saya belum mampu mengalaminya, Yaitu Tradisi Ulang Tahun Kelahiran...

Karena di hari kelahiran saya inilah, dulu ibu kandung yang sangat saya sayangi dan saya hormati, berjuang habis2xsan, antara hidup dan mati, bahkan jika diberi pilihan, jika dirinya tidak layak hidup, rela mati, asalkan anaknya, bisa lahir dengan selamat😭

Bagi kaum perempuan pada umumnya, mungkin ini hari kapok lombok, ketika melahirkan, teriak aduuuuuuhhhhh,,,, bangsaaaaatttt,,,, ampuuuuunnn,,,, kapok,,,, Setelah 2 hari p***a melahirkan, minta lagi, katanya untuk obat sakit, ini layak untuk dirayakan.

Namun bagi kaum ibu yang tercerahkan, pasti mengingat hari ini, adalah hari yang paling menyakitkan, bahkan mematikan jika tidak beruntung, dan sudah pasti, kedepannya akan lebih berhati-hati, supaya tidak asal mengandung, karena taruhannya adalah nyawa😭

Di Hari dan Bulan serta Tahun, dimana Sang Ibu, meradang sakit antara hidup dan mati ini, mempertaruhkan nyawanya, yang kalau tidak beruntung, bisa mati, bagaimana mungkin saya bersenang-senang merayakannya, dengan kue mewah, tiup lilin, sambil bersorak bernyanyi riang😭

Inilah sebabnya, kenapa ketika ada kadhang kinasih saya, memberikan kejutan, berupa ucapan di Hari Bulan Tahun kelahiran saya, saya pasti menangis, karena tidak mampu mengingat, kejadian ketika Ibu Mengalami Jihad melahirkan saya🙏😭🙏Ibuuuu,,, maafkan anak-Mu ini, yang belum bisa sepenuhnya mewujudkan harapan-Mu🔐Ttd; Wong Edan Bagi🙏🤝🙏Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Sabtu, Tgl 10 Januari 2026, Pukul 23:00 pm WIB🙏❤🙏

08/01/2026

SAINS TENTANG EYANG SABDA PALON & EYANG NAYA GENGGONG, Sang Pamomong Raja2x dan Ratu2x Nusantara "Filosofi Putero Kekudangane Romo"🇮🇩

Sejatinya SABDA PALON Adalah; Kebersihan Otak, Hati Dan Kelamin yang Terjaga, yang sewaktu-waktu akan Aktif, sebagai Titik Hotspot Cakra Otak,
Titik Hotspot Cakra Jantung, Titik Hotspot Cakra Kelamin, ketika Wicaksono mulai mabuk legitimasi🔐

Sedangkan Sejatinya NAYA GENGGONG Adalah; Cinta, Kasih, Sayang, yang sewaktu-waktu akan Aktif, sebagai Pikiran, Bathin, Syahwat dari Otak, Hati dan Kelamin yang terjaga kebersihannya, disaat Panguwoso mulai Dominan🔐

Dalam Sikon Manunggal Jati, Transformasi Antara Eyang Sabda Palon Dan Eyang Naya Genggong Sangatlah Sempurna, Namun keduanya tidak Jumeneng Secara Bersamaan, karena Kesadaran Dan Nurani atau Sanubari, jarang aktif diwaktu yang sama🔐

Maka Jangan Sowan Terhadap Eyang Sabdo Palon, Kalau Wicaksono-mu Masih Mabuk Legitimasi☝Dengan Sistem yang "Menindas" namun "Rapi"
Jangan Sowan Terhadap Eyang Naya Genggong, Kalau Panguwoso-mu Masih Dominan☝Dalam Sistem yang "Memanfaatkan" namun "Rapi"
🔐Ttd; Wong Edan Bagu
Di Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Kamis, Tgl 8 Januari 2026, Pukul 21:22 pm WIB🙏❤🙏

04/01/2026

Sok Gaul di Media Sosial, Kehilangan Diri di Dunia Nyata;
Pernah nggak sih, kita buka media sosial, lalu tiba-tiba merasa hidup kita "kurang"? Kurang keren, kurang jalan-jalan, kurang nongkrong di tempat mahal, kurang update.

Padahal sebelumnya kita baik-baik saja. Fenomena ini sering terjadi di tahun 2025, bukan karena hidup kita
berubah, melainkan karena standar kebahagiaan kita, diam-diam digeser oleh apa yang kita lihat di layar.

Di sinilah budaya ikut-ikutan mulai bekerja; pelan, halus, namun berdampak besar...

1. Media Sosial dan llusi Kehidupan Sempurna;
Di media sosial, yang ditampilkan hampir selalu versi terbaik dari hidup seseorang, senyum, liburan, barang mahal, nongkrong estetik, punya anak, punya istri, punya selingkuhan, punya rumah, punya pacar, pekerjaan.

Jarang ada yang pamer capeknya, utangnya, atau isi kepalanya, yang penuh tekanan, masalahnya, kita sering lupa, kalau itu cuma potongan kecil, bukan keseluruhan cerita.

Namun karena terus-terusan melihatnya, kita menganggap itu sebagai standar hidup normal, Akhirnya muncul pikiran: "Kok hidup gue gini-gini aja ya?"

2. lkut Tren Bukan Karena Butuh,
Melainkan Takut Ketinggalan;
Banyak orang beli barang, ikut gaya, nongkrong di tempat tertentu, bukan karena butuh atau s**a, melainkan karena takut dibilang nggak gaul.

Takut dianggap ketinggalan zaman, takut nggak relevan. Akhirnya apa?

Kita memaksakan diri. Rela ngutang, rela bohong, rela capek sendiri, demi sebuah unggahan yang mungkin, cuma dilihat sekilas lalu dilupakan.

3. Gaya Hidup Mewah yang
Sebenarnya Palsu;
Ironisnya, banyak gaya hidup "mewah" yang kita lihat itu sebenarnya rapuh, mobil bukan
punya, kopi mahal cuma buat foto, liburan hasil cicilan panjang, wajah ganteng, cantik, hasil filter.

Namun karena terlihat keren di feed, seolah semua itu sah dan patut dikejar, yang jarang disadari adalah; yang ditiru bukan kesuksesan, melainkan tampilan sukses. Dan itu jebakan serta palsu belaka.

4. Kehilangan Jati Diri;
Pelan-Pelan namun pasti, saat kita terlalu sibuk meniru orang lain, kita lupa bertanya: sebenarnya gue ini siapa? Dari mana? Untuk apa dan hendak kemana? Serta Apa yang gue s**a? Apa nilai hidup gue?

Kita mulai mengukur diri dari jumlah like, views, dan validasi orang lain, kalau nggak dipuji, merasa nggak berharga, kalau nggak update, merasa
tertinggal, sampai2x berani menjadikan pahala dan surya, demi untuk mendapatkan komentar dan like.

Di titik ini, jati diri bukan lagi sesuatu yang dibangun, melainkan sesuatu yang dikorbankan.

5. Tekanan Mental yang Sering
Dianggap Sepele;
Budaya ikut-ikutan yang pernah dan sering terjadi di tahun 2025 dan sebelumnya ini, bukan cuma
soal gaya hidup, namun juga soal
kesehatan mental.

Rasa dan perasaan sirik, iri, dengki, cemburu, minder
cemas, dan takut gagal, bahkan benci dan dendam serta fitnah, sering muncul, kita berlomba-lomba terlihat baik dan bahagia, padahal di balik layar, banyak yang kelelahan, media sosial, yang harusnya jadi tempat berbagi, malah jadi arena pembuktian diri tanpa akhir dan tanpa bukti ril.

6. Jadi Diri Sendiri Itu Tidak
Ketinggalan Zaman;
Perlu diingat, hidup bukan lomba
pamer, walaupun finisnya sama, tidak semua orang punya garis start yang sama, dan itu nggak
apa-apa.

Jadi, sederhana dan apa adanya, bukan berarti gagal, tidak ikut tren, bukan berarti kuno, justru, punya kendali atas diri sendiri, di tengah tekanan sosial, itu bentuk kedewasaan dan kemandirian, yang jarang dimiliki kebanyakan orang.

KESIMPULANNYA;
Mungkin di tahun 2026 inipun, budaya ikut-ikutan akan selalu ada, apalagi di era media sosial yang semakin canggih, namun kita punya pilihan: Mau ikut hanyut, atau tetap sadar dalam Laku Hidup?! Tidak salah terinspirasi, namun jangan sampai kehilangan diri sendiri.

Sebelum meniru hidup orang lain, coba tanya ke diri sendiri dulu; Apakah ini benar-benar gue, atau cuma topeng biar terlihat "pantas"? Dan di "akui"?

Karena pada akhirnya, hidup yang tenang dan jujur serta setia pada diri sendiri, jauh lebih bernilai dan bermakna, daripada gaya hidup palsu, yang cuma bertahan satu unggahan saja, Dan mari kita benar2x meninggalkan Tahun 2025, karena kita sedang berada di Tahun 2026 yang harus lebih baik dari Tahun 2025🔐Ttd; Wong Edan Bagu🇲🇨
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Minggu, Tgl 4 Januari 2026, Pukul 11:12 am WIB🙏❤🙏

PENTING...!!! Apa yang Sebenarnya Terjadi, Ketika Kita Menghirup Dan Menghembuskan Napas...?! Terlampau Banyak Sekali Ya...
02/01/2026

PENTING...!!!
Apa yang Sebenarnya Terjadi, Ketika Kita Menghirup Dan Menghembuskan Napas...?!

Terlampau Banyak Sekali Yang Tidak Mengerti, Tidak Memahami, Dan Tidak Mengetahuinya;
Bahwa setiap tarikan napas, bukan hanya udara, melainkan perjalanan panjang, dari jutaan tahun, yang masuk ke dalam paru2x kita.

Oksigen yang kita hirup hari ini,
pernah menjadi air, menjadi bumi, api, angin, bahkan menjadi debu bintang yang jauh lebih tua dari umur bumi, Artinya;
Ketika kita sedang menghirup napas, kita tidak sedang
menghirup udara bahkan oksigen, melainkan sedang menghirup sejarah panjang alam semesta.

Jadi, oksigen yang masuk ke paru-parumu hari ini, pernah hidup sebagai daun yang menangkap cahaya pagi dan siang serta sore, pernah menjadi ombak yang memecah pantai, pernah menjadi nafas
hewan2x purba, yang sudah hilang dari bumi ini, dan jauh sebelum itu, unsur-unsurnya pernah terbentuk dari ledakan bintang, yang mati miliaran tahun lalu.

Dan mujizatnya, saat kita menyadari itu, napas terasa seperti salam lembut dari alam semesta, yang seakan berkata, "kamu tidak pernah sendiri sayangku" karena kamu
adalah, bagian dari segalanya tentang-Ku.

"SABDA ALAM SEMESTA"
Tarik napas pelan... panjang... Nikmati rasanya sejenak, lalu Hembuskan napas pelan... panjang... Nikmati rasanya sejenak, maka, kamu akan menyaksikan, bahwa kamu sedang terhubung, dengan seluruh kehidupan didalamku.

Jadi ketika kita bernapas, kita sebenarnya, sedang berbagi kehidupan, dengan seluruh bagian alam semesta, dengan pohon yang berdiri diam, dengan angin yang melintas tenang, dengan lautan yang tidak pernah berhenti bergerak, dengan gunung2x yang tidak pernah beranjak, dengan bintang2x yang menjadi asal dari atom di tubuh kita, bahkan menyelamatkan dan menyempurnakannya.

Napas kita bukan hanya gerakan biologis, la adalah jembatan halus, yang menghubungkan seluruh alam semesta didalam diri dan seluruh alam semesta diluar diri.

Dan Satu napas saja, sudah lebih dari cukup, untuk membuktikan, bahwa kita hidup dibumi ini, karena seluruh alam semesta, bekerja bersama dengan kita, sebab karena kita, adalah bagian paling utama dari alam semesta, dan alam semesta adalah bagian terpenting dari kita.

Caranya seperti apa dan bagaimana Pak WEB...?!
Seperti ini...!!!

Yang Kedua;
Ketika Patrap Samadhi Manunggal Jati, di ranah samadhinya, Gunakan Teknik Berikut ini; Bernapaslah menggunakan hidung, dan sadari napasnya, enak/tenang atau tidak tenang, seperti sengal atau ngos-ngosan, kalau napasnya sengal atau ngos-ngosan, tunggu sampai napasnya tenang/enak, tidak sengal atau ngos-ngosan, jika napasnya sudah enak/tenang, artinya tidak ngos-ngosan atau sengal...

Gunakan panca indera untuk memperhatikan keluar masuknya napas di hidung, sembari menekuk ujung lidah keatas, menempel di langit2x mulut, trus lakukan ini dan lakukan ini.

Sampai menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama, semakin berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, jika menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama sekali membesar, berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, maka hentikan memperhatikan napas dan lep***an menekuk lidahnya.

Kemudian;
Tarik napas panjang dan pelan menggunakan hidung, di ikuti dengan expresi batang tubuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasanya, kemudian hembuskan napas pelan dan panjang menggunakan mulut, di ikuti dengan expresi batang tabuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasannya.

Lakukan ini hingga tiga kali berturut-turut, Kemudian lep***an dan bebaskan, sembari nikmati rasanya seluruh tubuh, menggunakan kesadaran cinta kasih sayang hidup, maka akan menyaksikan menyatunya, atau terhubungnya atau manunggalnya diri dengan alam semesta seisinya.

Yang Pertama;
Ketika Patrap Samadhi Manunggal Jati, di ranah samadhinya, Gunakan Teknik Berikut ini;
Tarik napas panjang dan pelan menggunakan hidung, di ikuti dengan expresi batang tubuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasanya, kemudian hembuskan napas pelan dan panjang menggunakan mulut, di ikuti dengan expresi batang tabuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasannya.

Lakukan ini hingga tiga kali berturut-turut, Kemudian bernapaslah menggunakan hidung, dan sadari napasnya, enak/tenang atau tidak tenang, seperti sengal atau ngos-ngosan, kalau napasnya sengal atau ngos-ngosan, tunggu sampai napasnya tenang/enak, tidak sengal atau ngos-ngosan, jika napasnya sudah enak/tenang, artinya tidak ngos-ngosan atau sengal...

Gunakan panca indera untuk memperhatikan keluar masuknya napas di hidung, sembari menekuk ujung lidah keatas, menempel di langit2x mulut, trus lakukan ini dan lakukan ini terus.

Sampai menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama, semakin berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, jika menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama sekali membesar, berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, dan tetap terus jangan berhenti, memperhatikan keluar masuknya napas di hidung, sembari menekuk ujung lidah keatas, menempel di langit2x mulut.

Sampai mengalami kehilangan napas, kehilangan detak jantung, kehilangan wujud batang tubuh, jangan ragu apa lagi takut, ketika mengalami ini, karena inilah yang dimaksud suwung atau kosong atau nol, (tidak ada apa2x, apa2x tidak ada) bertahanlah, maka akan menyaksikan pertemuan atau bertatap wajah dengan Sang Guru Sejati, atau Hidup.

Teknik yang pertama ini, hanya dapat di lakukan oleh yang sudah ahli, arti maksudnya, sudah mengenal dan menguasai napasnya, ketika bersamadhi, tidak boleh untuk latihan, atau tidak boleh dilakukan oleh yang belum ahli, karena risikonya, diri kita akan mengalami drop, karena kehabisan energi, akibat terhisap oleh alam semesta.

Lalu, agar supaya menjadi ahli, yang artinya mengenal dan menguasai napas! Bagaimana Pak WEB?!

Ya harus konsisten dan disiplin latihan, latihannya, ada di Teknik Yang Kedua diatas☝tadi, jika perlu, setiap Melakukan Patrap, ranah "Samadhinya" Menggunakan Teknik seperti Yang Kedua. (Pencerahan Selengkapnya) Simak Baik2x Vidio yang Berjudul Sang Guru Sejati - Manunggal Jati, Bagian Ke-1 dan Ke-2 di youtube putero romo channel.

Kalau Panjenengan Bingung dengan Percerahan ini, Berarti;
1. Pengabdianmu Jarang Tersadari, sehingga lebih banyak protesnya, ketimbang bersyukurnya.

2. Lakumu tidak lurus, sering belok kekanan atau kekiri, sehingga sering mampir di warung kopi.

3. Kesadaranmu tidak kontinyu dan tidak universal, sehingga tidak setia, sering ingkar, menghianat Wahyu Panca Ghaib, (jati dirimu sendiri), (ALIAS GAGAL LAKU SUCI) Mempertahankan Hasil Manekung/NggemBleng, (manunggal jati).

Karena Manekung atau NggemBleng atau Isra Mi'raj, tidak bisa diulang, tidak bisa di lakukan dua kali atau berulang kali, mungkin alam semesta masih memberimu kesempatan, maka "Bersucilah" Didepan Batara Wisnu dan Batari Laksmi serta Batari Sri, Di Situs Candi Belahan yang berlokasi di;
Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan. Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sesudah bersuci, kemudian lakukan Patrap Samadhi Manunggal Jati Yang Kedua.

Jikalau bingung tentang Situs Candi Belahan, Simaklah Baik2x Vidio Pencerahannya, yang berjudul; Jejak Sang Prabu Airlangga Di Bumi Lamongan, Bagian Ke-1, Ke-2 dan Ke-3, di youtube putero romo channel🔐
Ttd; Wong Edan Bagu
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Sabtu, Tgl 3 Januari 2026, Pukul 01:02 am WIB🙏❤🙏

26/12/2025

Setinggi Apapun Spiritualmu...
Sebenar Apapun Keyakinanmu...
Sesakti Apapun Ilmumu...
Sekuat Apapun Kedudukanmu...
Sehebat Apapun Sabarmu...
Sebanyak Apapun Hartamu...
Sepintar Apapun Pendidikanmu...
Seluas Apapun Wawasanmu...
Sejauh Apapun Tourismu...
Dan Sebaik Apapun Perilakumu...
Bahkan Sesempurna Apapun Wahyu Eka Buanamu, Wahyu Mahkota Ramamu, Wahyu Panca Ghaibmu...
Sudah Melakukan Kebaikan Apa..?!Untuk Alam Semesta, Yang Seumur Hidup Menampungmu...?!
Kalau Belum, Semuanya Itu Tidak Berguna, Tidak Ada Artinya, Tidak Ada Maknanya "PERCUMA" Kalau Sudah, Sekecil Apapun Alam Semesta Mengingatnya, Dan Akan Membayarmu Dengan Lunas, Di Siklus Kehidupan Akhir Dan Awal Ini🔐Ttd; Wong Edan Bagu
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Sabtu, Tgl 27 Des 2025, Pukul 04:00 am WIB🙏❤🙏

19/12/2025

Saat kita bernafas, sesungguhnya Alam Semesta menyapa;
Kehidupanmu bukan di masa lalu dan bukan di masa depan, melainkan di satu tempat sederhana, yaitu Jeda Napas saat sekarang ini, disini kita benar2x ada dan nyata2x ada🔐Ttd; Wong Edan Bagu🙏🤝🙏Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Sabtu, Tgl 20 Des 2025, Pukul 00:30 am WIB🙏❤🙏

16/12/2025

Otak Seseorang, tidak akan pernah Cerdas, kalau belum menghentikan Pikiran Buruk atau Negatif Tingking🔐Hati Seseorang, tidak akan pernah Tulus atau Ikhlas, kalau belum melep***an Batin yang terikat duniawi🔐Kelamin Seseorang, tidak akan pernah Puas, kalau belum meninggalkan keinginan di Puji dan di Hargai serta menuntut Balas Budi🔐Jiwa Seseorang, tidak akan pernah Tenang, kalau belum memanunggalkan Ego, Pamrih dan Arogan Diri🔐

Jangan Persulit Hidup-mu sendiri, dengan hal2x tersebut, waktu semakin singkat, umur
semakin berkurang, ajal semakin dekat. Sibukan Kehidupan-mu, untuk melayani Alam Semesta Diluar Diri-mu, sebagai wujud pengabdian-mu, kepada Alam Semesta Didalam Diri-mu🇲🇨
🔐Ttd; Wong Edan Bagu🙏🤝🙏
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Rabu, Tgl 17 Des 2025, Pukul 02:30 am WIB🙏❤🙏

Address

Jalan Raya Pilangrejo Juwangi Km 01, Gang Jenggolo, Rt/Rw 004/001, Ledok Kulon, Desa Pilangrejo, Kecamatan Juwangi
Boyolali
57391

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Kunci The Power posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Kunci The Power:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram