02/01/2026
PENTING...!!!
Apa yang Sebenarnya Terjadi, Ketika Kita Menghirup Dan Menghembuskan Napas...?!
Terlampau Banyak Sekali Yang Tidak Mengerti, Tidak Memahami, Dan Tidak Mengetahuinya;
Bahwa setiap tarikan napas, bukan hanya udara, melainkan perjalanan panjang, dari jutaan tahun, yang masuk ke dalam paru2x kita.
Oksigen yang kita hirup hari ini,
pernah menjadi air, menjadi bumi, api, angin, bahkan menjadi debu bintang yang jauh lebih tua dari umur bumi, Artinya;
Ketika kita sedang menghirup napas, kita tidak sedang
menghirup udara bahkan oksigen, melainkan sedang menghirup sejarah panjang alam semesta.
Jadi, oksigen yang masuk ke paru-parumu hari ini, pernah hidup sebagai daun yang menangkap cahaya pagi dan siang serta sore, pernah menjadi ombak yang memecah pantai, pernah menjadi nafas
hewan2x purba, yang sudah hilang dari bumi ini, dan jauh sebelum itu, unsur-unsurnya pernah terbentuk dari ledakan bintang, yang mati miliaran tahun lalu.
Dan mujizatnya, saat kita menyadari itu, napas terasa seperti salam lembut dari alam semesta, yang seakan berkata, "kamu tidak pernah sendiri sayangku" karena kamu
adalah, bagian dari segalanya tentang-Ku.
"SABDA ALAM SEMESTA"
Tarik napas pelan... panjang... Nikmati rasanya sejenak, lalu Hembuskan napas pelan... panjang... Nikmati rasanya sejenak, maka, kamu akan menyaksikan, bahwa kamu sedang terhubung, dengan seluruh kehidupan didalamku.
Jadi ketika kita bernapas, kita sebenarnya, sedang berbagi kehidupan, dengan seluruh bagian alam semesta, dengan pohon yang berdiri diam, dengan angin yang melintas tenang, dengan lautan yang tidak pernah berhenti bergerak, dengan gunung2x yang tidak pernah beranjak, dengan bintang2x yang menjadi asal dari atom di tubuh kita, bahkan menyelamatkan dan menyempurnakannya.
Napas kita bukan hanya gerakan biologis, la adalah jembatan halus, yang menghubungkan seluruh alam semesta didalam diri dan seluruh alam semesta diluar diri.
Dan Satu napas saja, sudah lebih dari cukup, untuk membuktikan, bahwa kita hidup dibumi ini, karena seluruh alam semesta, bekerja bersama dengan kita, sebab karena kita, adalah bagian paling utama dari alam semesta, dan alam semesta adalah bagian terpenting dari kita.
Caranya seperti apa dan bagaimana Pak WEB...?!
Seperti ini...!!!
Yang Kedua;
Ketika Patrap Samadhi Manunggal Jati, di ranah samadhinya, Gunakan Teknik Berikut ini; Bernapaslah menggunakan hidung, dan sadari napasnya, enak/tenang atau tidak tenang, seperti sengal atau ngos-ngosan, kalau napasnya sengal atau ngos-ngosan, tunggu sampai napasnya tenang/enak, tidak sengal atau ngos-ngosan, jika napasnya sudah enak/tenang, artinya tidak ngos-ngosan atau sengal...
Gunakan panca indera untuk memperhatikan keluar masuknya napas di hidung, sembari menekuk ujung lidah keatas, menempel di langit2x mulut, trus lakukan ini dan lakukan ini.
Sampai menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama, semakin berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, jika menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama sekali membesar, berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, maka hentikan memperhatikan napas dan lep***an menekuk lidahnya.
Kemudian;
Tarik napas panjang dan pelan menggunakan hidung, di ikuti dengan expresi batang tubuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasanya, kemudian hembuskan napas pelan dan panjang menggunakan mulut, di ikuti dengan expresi batang tabuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasannya.
Lakukan ini hingga tiga kali berturut-turut, Kemudian lep***an dan bebaskan, sembari nikmati rasanya seluruh tubuh, menggunakan kesadaran cinta kasih sayang hidup, maka akan menyaksikan menyatunya, atau terhubungnya atau manunggalnya diri dengan alam semesta seisinya.
Yang Pertama;
Ketika Patrap Samadhi Manunggal Jati, di ranah samadhinya, Gunakan Teknik Berikut ini;
Tarik napas panjang dan pelan menggunakan hidung, di ikuti dengan expresi batang tubuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasanya, kemudian hembuskan napas pelan dan panjang menggunakan mulut, di ikuti dengan expresi batang tabuh, lalu berhenti sejenak, untuk menikmati rasannya.
Lakukan ini hingga tiga kali berturut-turut, Kemudian bernapaslah menggunakan hidung, dan sadari napasnya, enak/tenang atau tidak tenang, seperti sengal atau ngos-ngosan, kalau napasnya sengal atau ngos-ngosan, tunggu sampai napasnya tenang/enak, tidak sengal atau ngos-ngosan, jika napasnya sudah enak/tenang, artinya tidak ngos-ngosan atau sengal...
Gunakan panca indera untuk memperhatikan keluar masuknya napas di hidung, sembari menekuk ujung lidah keatas, menempel di langit2x mulut, trus lakukan ini dan lakukan ini terus.
Sampai menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama, semakin berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, jika menyadari ada hal didalam diri, yang semakin lama sekali membesar, berkembang, hingga memenuhi seluruh tubuh, dan tetap terus jangan berhenti, memperhatikan keluar masuknya napas di hidung, sembari menekuk ujung lidah keatas, menempel di langit2x mulut.
Sampai mengalami kehilangan napas, kehilangan detak jantung, kehilangan wujud batang tubuh, jangan ragu apa lagi takut, ketika mengalami ini, karena inilah yang dimaksud suwung atau kosong atau nol, (tidak ada apa2x, apa2x tidak ada) bertahanlah, maka akan menyaksikan pertemuan atau bertatap wajah dengan Sang Guru Sejati, atau Hidup.
Teknik yang pertama ini, hanya dapat di lakukan oleh yang sudah ahli, arti maksudnya, sudah mengenal dan menguasai napasnya, ketika bersamadhi, tidak boleh untuk latihan, atau tidak boleh dilakukan oleh yang belum ahli, karena risikonya, diri kita akan mengalami drop, karena kehabisan energi, akibat terhisap oleh alam semesta.
Lalu, agar supaya menjadi ahli, yang artinya mengenal dan menguasai napas! Bagaimana Pak WEB?!
Ya harus konsisten dan disiplin latihan, latihannya, ada di Teknik Yang Kedua diatas☝tadi, jika perlu, setiap Melakukan Patrap, ranah "Samadhinya" Menggunakan Teknik seperti Yang Kedua. (Pencerahan Selengkapnya) Simak Baik2x Vidio yang Berjudul Sang Guru Sejati - Manunggal Jati, Bagian Ke-1 dan Ke-2 di youtube putero romo channel.
Kalau Panjenengan Bingung dengan Percerahan ini, Berarti;
1. Pengabdianmu Jarang Tersadari, sehingga lebih banyak protesnya, ketimbang bersyukurnya.
2. Lakumu tidak lurus, sering belok kekanan atau kekiri, sehingga sering mampir di warung kopi.
3. Kesadaranmu tidak kontinyu dan tidak universal, sehingga tidak setia, sering ingkar, menghianat Wahyu Panca Ghaib, (jati dirimu sendiri), (ALIAS GAGAL LAKU SUCI) Mempertahankan Hasil Manekung/NggemBleng, (manunggal jati).
Karena Manekung atau NggemBleng atau Isra Mi'raj, tidak bisa diulang, tidak bisa di lakukan dua kali atau berulang kali, mungkin alam semesta masih memberimu kesempatan, maka "Bersucilah" Didepan Batara Wisnu dan Batari Laksmi serta Batari Sri, Di Situs Candi Belahan yang berlokasi di;
Dusun Belahan Jowo, Desa Wonosunyo, Kecamatan. Gempol, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, sesudah bersuci, kemudian lakukan Patrap Samadhi Manunggal Jati Yang Kedua.
Jikalau bingung tentang Situs Candi Belahan, Simaklah Baik2x Vidio Pencerahannya, yang berjudul; Jejak Sang Prabu Airlangga Di Bumi Lamongan, Bagian Ke-1, Ke-2 dan Ke-3, di youtube putero romo channel🔐
Ttd; Wong Edan Bagu
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Sabtu, Tgl 3 Januari 2026, Pukul 01:02 am WIB🙏❤🙏