21/02/2026
"PENTING DAN WIGATI"
Saat ini hari Minggu tgl 22 Februari 2026, di Pesanggrahan ada kadhang perempuan, dari sulawesi selatan, yang sedang Manekung/Nggembleng, dengan penderitaan menanggung karma, dari para pendahulu keluarganya.
Hati saya menangis pilu, ingin rasanya ikut menanggung atau mengambil alih karma itu, namun karma tidak bisa ditanggung apa lagi diambil alih, oleh orang yang bukan keluarga, karena inilah saya membuat Artikel dibawah ini👇
10 "KARMA" Orang yang sering atau s**a bermain perempuan atau lelaki, tidak langsung, namun pasti datang👍
Berbicara soal Nafsu birahi perempuan atau lelaki; "karma" seringkali bukan datang dalam bentuk kejadian dramatis seperti di film, melainkan sebuah proses kehancuran dari dalam, yang perlahan, namun pasti merusak kualitas kehidupan pelakunya, bahkan seluruh keluarga dan anak cucunya, selagi belum terbayar lunas👍
Berikut adalah 10 bentuk "karma'atau konsekuensi psikologis dan sosial yang biasanya dialami oleh mereka yang sering dan s**a bermain perempuan atau lelaki👉
1. Kehilangan Kemampuan untuk Percaya diri (Projection);
Ini adalah karma yang paling nyata, karena dia tahu, betapa mudahnya ia berbohong, dia akan selalu curiga bahwa pasangannya (atau orang lain) melakukan hal yang sama, dia hidup dalam rasa was-was, gelisah, ragu, bahkan takut, yang dia ciptakan sendiri👉
2. Kehampaan Emosional yang
Permanen;
Bermain-main perempuan atau lelaki, memberikan
adrenaline rush sesaat, namun
setelah itu, pelakunya sering
merasa kosong, dia tidak pernah merasakan kedalaman hubungan yang sejati, karena dia selalu
berpindah-pindah, sebelum akar
cintanya tumbuh kuat👉
3. Rusaknya Reputasi dan
Kepercayaan Sosial;
Kepercayaan itu seperti kaca, sekali retak, tidak akan pernah bisa mulus utuh lagi, sekalipun dia
sudah berhenti, orang2x di sekitarnya (keluarga, teman rekan kerja) akan selalu memiliki keraguan, saat ingin mempercayakan sesuatu yang
besar padanya👉
4. Terperangkap dalam
Kebohongan Berantai;
Satu permainan perempuan atau lelaki, membutuhkan sepuluh
kebohongan, untuk menutupinya,
karma ini berupa stres mental, karena harus selalu menjaga skenario, agar tidak terbongkar, dengan begini, sudah pasti kehidupnya tidak pernah tenang👉
5. Kehilangan "Rumah atau tempat tinggal yang Sesungguhnya;
Dia mungkin masih memiliki fisik perempuannya atau lelakinya, namun dia kehilangan "jiwa" dari hubungan tersebut, rasa hormat dan kekaguman, dari perempuan atau lelaki yang tulus, adalah
sesuatu yang mustahil, didapatkan kembali, sepenuhnya setelah permainannya👉
6. Rasa dan Perasaan Bersalah yang Menghantui di Masa Tua;
Mungkin saat masih muda, dia merasa hebat, namun, saat usia senja dan energi mulai berkurang,
rasa dan perasaan bersalah, atas luka yang ia goreskan pada orang2x, yang tulus mencintainya, mengasihinya, menyayanginya, akan seringkali muncul, sebagai penyesalan yang sangat dalam👉
7. Penularan Pola ke Keturunan;
Secara tidak sadar, kalau belum punya anak dan cucu, perilaku ini, akan menciptakan trauma atau pola yang ditiru atau di tanggung oleh adik atau kakaknya, kalau sudah punya anak/cucu, akan ditiru atau di tanggung oleh anak2xnya dan cucu2xnya, melihat anak2xnya menderita, karena masalah hubungan di masa depan, adalah salah satu bentuk karma, paling berat bagi seorang orang tua👉
Nah kadhang kita yang sedang Manekung/Nggembleng di Pesanggrahan sekarang ini, ada di tahapan karma yang ke-7 ini🤜
8. Kehilangan Kesempatan
Mendapat Jodoh Sejati;
Orang yang berkualitas tinggi
dan setia serta tulus, (spiritual) biasanya memiliki insting yang kuat, mereka akan menjauh dari seseorang, yang memiliki rekam jejak s**a bermain perempuan atau lelaki, sehingga si pelaku akhirnya hanya akan menarik orang2x yang setipe" dengannya, yaitu sesama penyuka bermain perempuan atau lelaki👉
9. Kerugian Finansial dan Energi;
Bermain perempuan atau lelaki, itu "mahal" bukan hanya soal uang untuk makan, minum atau hotel, dan kuota untuk VC/WA, namun energi, waktu, dan fokus kerjapun, ikut terbuang sia2x, hanya untuk mengurus hubungan bermain perempuan atau lelaki, gelap seringkali membuat karier atau bisnis, bahkan spiritual jalan di tempat atau bahkan merosot dan hancur👉
10. Krisis ldentitas atau Jati Diri;
Lama kelamaan, kalau dia pelaku spiritual, dia akan lupa siapa dirinya, dari mana dirinya, untuk apa dirinya, dan hendak kemana diri, yang sebenarnya, karena pelaku spiritual maupun bukan👉
Dia akan menjadi ahli akting, yang kehilangan integritas, saat bercermin, dia tidak lagi melihat perempuan atau lelaji, yang bisa dia banggakan secara moral, sebagaimana gambaran kenyataan wujud Tuhan👉
(Begitu kejam dan mengerikannya Karma bukan? Namun sekejam dan sengeri apapun)
Ini Sebagai Refleksi;
Karma bukan tentang
pembalasan dendam, dari
orang yang disakiti atau di permainksn, melainkan
hasil alami, dari benih yang
ditanam sendiri🙏Hukum alamnya
sederhana; Kamu tidak bisa
membangun kebahagiaan, atau Keselamatan atau Kesempurnaan di atas Pondasi Nafsu Birahi🔐Ttd; Wong Edan Bagu🙏🤝🙏
Di Sitinggil Pesanggrahan Pesona Jagat Alit 2, Pilangrejo, Kec Juwangi, Kab Boyolali, Jawa Tengah, Hari Minggu, Tgl 22 Febr 2026, Pukul 06:30 am WIB🙏❤🙏