Ronsen Niskala Jro Dalang Badra

Ronsen Niskala Jro Dalang Badra Ronsen Niskala Bali Niskala, Pengobatan Tradisional Bali dengan pola pikir dan cara moderen.

๐—ฃ๐—˜๐— ๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—จ๐——๐—›๐—” ๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š " ๐—ฆ๐—ข๐—Ÿ๐—จ๐—ฆ๐—œ ๐—ก๐—œ๐—ฆ๐—ž๐—”๐—Ÿ๐—” ๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—”๐—ก๐—˜๐—ฆโŸ ๐—ง๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—งโŸ ๐—Ÿ๐—˜๐—ง๐—˜๐—› & ๐—”๐—ก๐—š๐—ž๐—˜๐—ฅ๐—๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—œ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ข๐—ป๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฒ ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—๐—ฟ๐—ผ ๐— ...
20/04/2026

๐—ฃ๐—˜๐— ๐—”๐—ฅ๐—œ๐—ฆ๐—จ๐——๐—›๐—” ๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š " ๐—ฆ๐—ข๐—Ÿ๐—จ๐—ฆ๐—œ ๐—ก๐—œ๐—ฆ๐—ž๐—”๐—Ÿ๐—” ๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—ก๐—š ๐—ฃ๐—”๐—ก๐—˜๐—ฆโŸ ๐—ง๐—˜๐—ก๐—š๐—˜๐—งโŸ ๐—Ÿ๐—˜๐—ง๐—˜๐—› & ๐—”๐—ก๐—š๐—ž๐—˜๐—ฅ

๐—๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—œ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ข๐—ป๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฒ ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—๐—ฟ๐—ผ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—•๐—ฎ๐—ฑ๐—ฟ๐—ฎโŸ ๐—–๐—น๐—ถ๐—ธ: ๐˜„๐—ฎ๏ฝก๐—บ๐—ฒ/+๐Ÿฒ๐Ÿฎ๐Ÿด๐Ÿญ๐Ÿฏ๐Ÿฏ๐Ÿต๐Ÿณ๐Ÿฒ๐Ÿฑ๐Ÿฑ๐Ÿฌ๐Ÿฑ/๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿญ๐Ÿฎ๐Ÿฐ๐Ÿฒ๐Ÿด๐Ÿด๐Ÿณ๐Ÿฒ๐Ÿฒ๐Ÿฎ

Ini Ciri Cirinya.......

Pekarangan merupakan sebuah istana kecil, untuk menikmati hidup dan melepas lelah setelah seharian kita beraktifitas. Namun untuk menjaga keindahan tersebut kita perlu tau jenis jenis pekarangan yang patut kita netralisir aura panesnya secara niskala.

Agar tidak rumah indah yang kita miliki, indah secara sekala, kok malah seisi rumah sering sakit, rejeki gali lobang tutup lobang, bertengkar, perselingkuhan, kekerasan, anak malas belajar, Anak tidak berbakti pada orang tuanya dan masih banyak kasus yang sering diadukan ke Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala.

Inilah karang yang patut Parisudha :

1). Karang Peumahan/Toko/ Warung/Kantor pada umunya yang tidak pernah diparisudha

2). Karang Karubuhan, Pekarangan Rumah Yang Berhadap-hadapan atau Berpapasan
Dengan Perempatan atau Pertigaan/Persimpangan Jalan. Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Membuat Penghuninya Terganggu Hal - Hal Mistis dan Bahkan Membuat Sakit Sakitan.

3). Karang Sandanglawe, Pekarangan Rumah Yang Pintu Masuknya Berpapasan Dengan Pekarangan Milik Orang Lain. Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Menjadi Sebab Akibat Penghuninya Sakit Sakitan dan Dihantui Kejadian Kejadian Mistis.

4). Karang Kuta Kabanda, Pekarangan Rumah Yang Diapit Oleh 2 (dua) Ruas Jalan atau Gang. Pertanda "Karang Panes" Pekarangan Yang Dianggap Tidak Baik dan Berpotensi Membawa Pengaruh Buruk Bagi Penghuninya.

5). Karang Sula Nyupi/Tusuk sate, Pekarangan Rumah Yang Berpapasan Dengan Jalan Raya atau Numbak Marga/Numbak Rurung. Karang Panes Yang Membuat Keluarga Sakit Sakitan, Merasakan Hawa Panas, Mendengar Suara Aneh Tengah Malam. Beberapa Orang Merasakan Dampak Itu, Namun Tidak Banyak Orang Yang Tau Bahwa Dampak Itu Disebabkan Karena Pengaruh Pekarangan Yang Ditempati.

6). Karang Gerah, Pekarangan Rumah Yang Terletak Dihulu Pura/Parahyangan. Pekarangan Ini Tidak Sengaja Berdampingan Langsung Dengan Pura atau Parahyangan. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Dalam Derita Kesusahan dan Sakit Sakitan.

7). Karang Wit Pura, Pekarangan Rumah Yang Dulunya Merupakan Bekas Bangunan Pura. Apakah Akibat Yang Ditimbulkan Dari Pekarangan Ini Jika Dihuni ? Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Menyebabkan Kesusahan, Sering Sakit Sakitan.

8). Karang Buta Salah Wetu, Pekarangan Rumah Yang Dimana Pernah Terjadi Kejadian Aneh Misal: Kelahiran Babi Berkepala Gajah, Pohon Kelapa Bercabang, Pisang Berbuah Melalui batangnya, dll. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Dalam Bahaya, Kesusahan dan Sakit Sakitan.

9). Karang Boros Wong, Pekarangan Rumah Yang memiliki 2(dua) pintu masuk sama tinggi dan sejajar. Pekarangan Yang Memiliki Aura Buruk Menurut Kepercayaan Hindu Bali. Dampak Yang Biasanya Akan Dialami Di Antaranya Adalah Sering Kehilangan Uang dan Sering Merasa Bingung.

10). Karang Suduk Angga, Pekarangan Rumah Yang Penyengkernya Dibatasi Oleh Pagar Hidup (tanaman) Dimana Akar-akarnya atau Tunasnya Masuk Ke Pekarangan Orang Lain. Karang "Suduk Angga" Tidak Sengaja Ingin Memperindang Halaman dan Batas Rumah Dengan Tetangga Dengan Menanam Pohon Perindang Namun Membawa Bencana Di Pekarangan Sendiri. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Dalam Derita, Kesusahan dan Kesakitan.

11). Karang Kalingkuhan, Pekarangan yang dikelilingi tanah atau rumah milik satu orang. Karang Kalingkuhan Merupakan Sebuah Pekarangan Yang Dapat Berpengaruh Buruk Bagi Penghuninya, Karena Merupakan Salah Satu Karang Panes. Penghuni Karang Ini Biasanya Merasa Ada Orang Yang Jalan Lewat/Berjalan Tengah Malam Di Halaman Rumah, Tapi Pas Di Intip Tidak Ada Siapaยฒ.

12). Karang Nemu Baya, Pernah ada pembunuhan/petumpahan darah. Karena Perbuatan Menyimpang Itulah Memunculkan Energi Energi Negatif Di Lingkungan Pekarangan. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Mulai Merasakan Derita Rejeki Tertutup dan Sakit Sakitan.

13). Karang Toya Baya, Pekarangan Rumah Yang Ada Darah Tercecer Tanpa Diketahui Penyebabnya. Karang Panes Yang Terkadang Tidak Disadari Oleh Penghuni Karang. Namun Akan Menjadi Sumber petaka Di Lingkungan Penghuninya.

14). Karang Lulut Baya, Pernah Ada LuLut Perak/Emas/Tembaga Muncul Dipekarang Rumah. Pertanda "Karang Panes" Menandakan Adanya Ketidaksempurnaan Pada Pekarangan dan Memerlukan Upacara Pembersihan Untuk Menetralkan Hal Negatif Yang Akan Datang, Seperti Sakit atau Bahaya. Beberapa Orang Merasakan Dampak Itu, Namun Tidak Banyak Yang Tau Bahwa Dampak Itu Disebabkan Karena Pekarangan Yang Ditempati.

15) Karang Bumi Sayogan/Panca Baya, Pernah ada kebakaran, pernah disambar petir, tiba tiba ada asap muncul di tanah, ada tawon tabuan sari diam sampe beranak. Merupakan Salah Satu Karang Panes Yang Diyakini Berpengaruh Buruk Bagi Penghuninya. Dampak Yang Biasanya Terjadi Di Antaranya Adalah Penghuninya Akan Sakit Sakitan.

16). Karang Leteh, Pekarangan Rumah Yang Pernah Terjadi Perselingkuhan,Kumpul Kebo, Hubungan Sedarah, Hubungan Sesama Jenis Oleh Penghuninya. Karena Perbuatan Menyimpang Itulah Memunculkan Energi Energi Negatif Di Lingkungan Pekarangan. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Mulai Merasakan Derita Rejeki Tertutup dan Sakit Sakitan.

17). Karang Layonan, Adanya Kematian Berturut turut Setiap Tahunnya. "Layon" Yang Artinya Jenasah atau Mayat. Dari Arti tersebut, Dapat Disimpulkan Karang Layonan Salah Satu Karang Panes Yang Meminta Tumbal Pada Penghuninya.

18). Karang Kirang, Karang Yang Tidak Sesuai Dengan Karang Sikut Satak. Karang Kirang Merupakan Salah Satu Karang Panes Yang Diyakini Berpengaruh Buruk Bagi Penghuninya. Dampak Yang Biasanya Terjadi Di Antaranya Adalah Penghuninya Akan Sakit Sakitan.

19 ) Warung Ketutup, Jika Tempat Usaha Sudah Dilihat Tutup Oleh Orang Lain.

20). Karang Desti, Penghuninya sering sakit silih berganti, dan dirumah itu ada yang belajar ugig/ilmu hitam. Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Dimana Lingkungan Rumah Dianggap Telah Dicemari atau Dipengaruhi Oleh Energi Negatif Dari Ilmu Desti. Biasanya, Penghuni Karang Hidup Dalam Kesialan, Sakit Sakitan dan Dihantui Kejadian Kejadian Mistis.

21). Karang Bhuta Dengen, Pekarangan Yang Mendatangkan Rasa Takut. Pekarangan Yang Menimbulkan Perasaan Kosong Perasaan Sepi, Kepada Penghuninya. Beberapa Orang Merasakan Dampak Itu, Hidup Dalam Bahaya Kesusahan dan Sakit Sakitan.

22). Karang Lebah Banyu, Pekarangan rumah yang posisinya lebih rendah diantara tetangga. Karena Letaknya Lebih Rendah Dari Pekarangan Tetangga Biasanya Mengalami Kebanjiran atau Di Banjiri Air Yang Asalnya Dari Luar Pekarangan. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Mengalami Kesialan Seperti " Hidup Kesusahan dan Sakit Sakitan".

23). Karang Asu Belang, Pekarangan rumah yang dimiliki oleh dua orang. Dimana Letak Rumah Antara Dua Orang Berbeda Ini, Lokasinya Selang Seling Satu Sama Lain. Biasanya, Penghuni Karang Merasakan Dampak Itu, Hidup Mengalami Kesialan Seperti " Hidup Kesusahan dan Sakit Sakitan".

24). Karang Teledu Ngiyah, Pekarangan Rumah Yang Dikitari Oleh Jalan Melingkar Di Sekelilingnya. Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Menjadi Sebab Akibat Penghuninya Sakit Sakitan dan Dihantui Kejadian Kejadian Mistis.

25). Karang Nanggu, Pekarangan Rumah Yang Letaknya Paling Pojok, Jauh Dari Pekarangan Lain. Karang "Nanggu" Yang Didepan dan Belakang Pekarangan Ini Tidak Ada Pekarangan Lain Lagi. Biasanya Penghuni Karang, Hidup Dalam Bahaya dan Kesusahan.

26). Karang Manyeleking, Pekarangan Rumah Yang Pintu Masuk Halamannya Berhadap-hadapan. Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Menyebabkan Sering Terjadi Pertengkaran dan Kesusahan.

27). Karang Kala Rau, Pekarangan Rumah Yang Memiliki Dua Pintu Masuk/Lebih. Karang Kala Rau Karena Ingin Praktik dan Memudarkan Akses Di Pekarangan Banyak Yang Membuat Pintu Ses**a Hati, Tanpa Memikirkan Dampak Negatifnya. Biasanya, Penghuni Karang Hidup Mengalami Kesialan Seperti Hidup Boros dan Kekayaan Habis Tanpa Terasa.

28). Karang Ngaluwanin, Pekarangan Rumah Yang Berada Timur atau Utara Pura, Banjar Ataupun Griya. Apakah Akibat Yang Ditimbulkan Dari Pekarangan Ini Jika Dihuni ? Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Menyebabkan Kesusahan, Sering Sakit Sakitan.

29). Karang Tumbak Tukad, Pekarangan Rumah Yang Langsung Di Tombak Sungai. Apakah Akibat Yang Ditimbulkan Dari Pekarangan Ini Jika Dihuni ? Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Menyebabkan Kesusahan, Sering Sakit Sakitan.

30). Karang Sadanglawe, Pekarangan Rumah Yang Pintu Masuknya Perpapasan Dengan Pekarangan Milik Orang Lain. Apa Yang Kemungkinan Akan Terjadi Jika Pekarangan Ini Dihuni? Inilah Salah Satu Karang Panes Yang Bisa Menjadi Sebab Akibat Penghuninya Sakit Sakitan dan Dihantui Kejadian Kejadian Mistis.

๐—๐—ถ๐—ธ๐—ฎ ๐—œ๐—ป๐—ด๐—ถ๐—ป ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ฃ๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—ข๐—ป๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฒ ๐——๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ป ๐—๐—ฟ๐—ผ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—•๐—ฎ๐—ฑ๐—ฟ๐—ฎโŸ ๐—–๐—น๐—ถ๐—ธ: ๐˜„๐—ฎ๏ฝก๐—บ๐—ฒ/+๐Ÿฒ๐Ÿฎ๐Ÿด๐Ÿญ๐Ÿฏ๐Ÿฏ๐Ÿต๐Ÿณ๐Ÿฒ๐Ÿฑ๐Ÿฑ๐Ÿฌ๐Ÿฑ

๐—”๐˜๐—ฎ๐˜‚ ๐—ฏ๐—ถ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด๐˜€๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—ธ๐—ฒ ๐—š๐—ฒ๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐˜‚๐—ฐ๐—ถ ๐—จ๐˜€๐—ฎ๐—ฑ๐—ต๐—ฎ ๐—”๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—•๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ก๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ

๐—ž๐—ข๐—ก๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—ง๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฆ๐—”๐—”๐—ง ๐—๐—”๐——๐—ช๐—”๐—Ÿ ๐—•๐—จ๐—ž๐—”

๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜€๐—ฎ & ๐—ž๐—ฎ๐—บ๐—ถ๐˜€ : ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿญ๐Ÿต:๐Ÿฌ๐Ÿฌ - ๐Ÿฎ๐Ÿญ:๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ฎ
๐—ฆ๐—ฎ๐—ฏ๐˜๐˜‚ & ๐— ๐—ถ๐—ป๐—ด๐—ด๐˜‚๏ฝก : ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿฌ๐Ÿต:๐Ÿฌ๐Ÿฌ - ๐Ÿญ๐Ÿฎ:๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ฎ

๐——๐—”๐—™๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—ง๐—”๐—ก๐—š๐—ž๐—œ๐—ŸโŸ ๐—ง๐—Ÿ๐—ฃ ๐˜„๐—ฎ๏ฝก๐—บ๐—ฒ/๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿญ๐Ÿฎ๐Ÿฐ๐Ÿฒ๐Ÿด๐Ÿด๐Ÿณ๐Ÿฒ๐Ÿฒ๐Ÿฎ

๐—•๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ผ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ปโŸ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐˜€โŸ ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ปโŸ ๐—จ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑโŸ ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—š๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๏ฝก ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐˜‚๐˜€๐—ฒ๐—ตโŸ ๐—Ÿ๐—œ๐—›๐—”๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—”๐—ก ๐—ก๐—”๐— ๐—”๏ฝก

19/04/2026
๐—Ÿ๐—”๐—›๐—œ๐—ฅ ๐—ช๐—จ๐—ž๐—จ ๐—ž๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก๐—ง๐—œ๐—ฅโŸ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐Ÿฐ ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐Ÿณ ๐—ž๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ถ โ€œ๐— ๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—žโ€โŸ ๐—–๐—ฒ๐—น๐Ÿฐ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐——๐—ถ ๐— ๐—”๐—ฅ๐—š๐—” ๐—”๐—š๐—จ๐—ก๐—š.๐Š๐š๐ฆ๐ข ๐†๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข ๐๐ž๐›๐š๐ฒ๐ฎ๐ก๐š๐ง ๐Ž๐ญ๐จ๐ง...
19/04/2026

๐—Ÿ๐—”๐—›๐—œ๐—ฅ ๐—ช๐—จ๐—ž๐—จ ๐—ž๐—จ๐—Ÿ๐—”๐—ก๐—ง๐—œ๐—ฅโŸ ๐—ง๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ๐˜ ๐Ÿฐ ๐——๐—ฎ๐—ฟ๐—ถ ๐Ÿณ ๐—ž๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐—ต๐—ถ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป ๐—œ๐—ป๐—ถ โ€œ๐— ๐—˜๐—Ÿ๐—œ๐—žโ€โŸ ๐—–๐—ฒ๐—น๐Ÿฐ๐—ธ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ ๐——๐—ถ ๐— ๐—”๐—ฅ๐—š๐—” ๐—”๐—š๐—จ๐—ก๐—š.

๐Š๐š๐ฆ๐ข ๐†๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข ๐๐ž๐›๐š๐ฒ๐ฎ๐ก๐š๐ง ๐Ž๐ญ๐จ๐ง & ๐๐ž๐ง๐ž๐›๐ฎ๐ฌ๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ฅ๐ข๐ค ๐–๐ฎ๐ค๐ฎ ๐Š๐”๐‹๐€๐๐“๐ˆ๐‘, ๐’๐ž๐ฌ๐ฎ๐š๐ข ๐‡๐š๐ซ๐ข ๐Ž๐ญ๐จ๐ง๐š๐ง (๐๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฌ๐ฌ๐š๐ฅ ). ๐Ž๐“๐Ž๐๐€๐ ๐Œ๐”๐‹๐€๐ˆ ๐Œ๐ˆ๐๐†๐†๐”, ๐Ÿ๐Ÿ” ๐€๐๐‘๐ˆ๐‹ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ” โ€“ ๐’๐€๐๐“๐”, ๐Ÿ ๐€๐๐‘๐ˆ๐‹ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”.

๐๐ž๐ง๐๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ๐š๐ง ๐๐š๐ง ๐ˆ๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐“๐ฅ๐ฉ/ ๐–๐€ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ“ ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ• ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“ ๐Ÿ•๐Ÿ•๐Ÿ’/ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ ๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ” ๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ• ๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ

Jangan pernah menyepelekan otonan, karena disini sejatinya awal sukses dan seimbangnya kehidupan manusia sekala niskala. Karena dalam pebayuhan otonan kita mempersembahkan saji pada jiwa yang reinkarnasi dalam tubuh. Serta memberi persembahan pada Nyapa Papat yang menemani kita hidup dan mengantar kita nantinya.

Kita sering kesana kesini sembahyang, tapi terkadang lupa untuk mempersembahkan Upakara pada Sang Hyang Paran numadi/Sang Maha Jiwa. Jadi tentu jiwa kita akan tidak mengalami kesetabilan sekala niskala. Hingga jiwa tidak tenang, males belajar, males bekerja, males sembahyang dan lain sebagainya.

Selain itu juga, kita sering bangga makan enak, tapi Nyama Papat yang kita ajak lahir tidak pernah kita suguhkan apa apa, tentu akan menjadi masalah yang sangat besar terkait kesetabilan hidup sekala niskala. ( Masak diajak saja, tak pernah dikasi upah, kita pun jengkel kalau di perlakukan seperti itu).

Padahal Nyama Papat inilah yang menjaga kita setiap hari dan menjaga kita saat tidur sampe mengantarkan kita nanti ke alam nirwana. Tapi kita sering mengabaikannya, hingga hidup kita seolah sendiri tidak ada yang membantu, susah, rejeki jauh, banyak masalah dan kesakitan.

Menurut Wacakan Kelahiran Ini Merupakan Gambaran Hidup Wuku Kulantir.

WUKU KULANTIR :
Dewa Betara Langsur,
Pengawak teja,
Pohon kayunya Ingas dan Kayu Rangdu.
Burungnya Perkutut dan Serindit,
Binatang Rase,
Lintang Kukus,
Gedung tertutup berguling
Lumbung rusak.

Tabiat atau sifatnya : keras kemauannya, keburu nafsu, ingatan menghitung hitung miliknya, s**a tidur, s**a berdebat/bertarung, pintar memikat hati orang, menyerah kepada nasib, tak dapat menyimpan uang, selalu tiba kes**aran, tetapi dengan lekas mendapat pertolongan, sebarang kehendaknya agak malang, kena fitnah, Saklek kata katanya, tidak punya pendirian tetap.

Gedung Tertutup dan Berguling, s**a menghamburkan uang kurang perhitungan, sering kali berbohong/Selingkuh. Kematiannya karena jatuh di jalan atau dari ketinggian.

OTONAN JATUH PADA :

REDITE PON, KULANTIR โ€“ MINGGU, 26 APRIL 2026
Hasil Pewacakan: S**a Berdiskusi, Pandai Deplomasi, Pandai Menyembunyikan Perasaan, Kadang Sulit Menyetabilkan Emosi, Sering Berpoya Poya & Menyiksa Diri. Untuk menebus karma masa lalu dari efek kelahiran ini, perlu dilaksanakan pebayuhan oton, mendapatkan Penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.

SOMA WAGE, KULANTIR โ€“ SENIN, 27 APRIL 2026
Hasil Pewacakan: Teliti, Hati Hai Dalam Segala Tindakan, Bicaranya Keras, Sekali Marah Sulit Dipadamkan, Banyak Menderita, Hidup Dalam Penyesalan. Untuk menebus karma masa lalu dari efek kelahiran ini, perlu dilaksanakan pebayuhan oton, mendapatkan Penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.

ANGGARA KLIWON, KULANTIR โ€“ SELASA, 28 APRIL 2026
Hasil Pewacakan: Sifatnya Ramah, Bicaranya Menarik, Pemurah, Pikirannya Sering Keruh,Sering Kebingungan, Terkadang S**a Mencari Kesalahan Orang Lain, Kalau Wanita Bisa Meninggal Saat Melahirkan, Kalau Lelaki Bisa Mati Salah Pati, Wajib Dibayuh Oton & Melik Diruwat Khusus Dalang Samirana. Mendapatkan Pengkukatan Asta Pungku, Sudhamala & Gangga Amerta.

OTONANNYA BERTEPATAN DENGAN HARI โ€œKAJENG KLIWONโ€, SEBAIKNYA MELAKSANAKAN PEBAYUHAN, ITU SUDAH LUMBRAH DAN HARI BAIK.

BUDA UMANIS, KULANTIR โ€“ RABU, 29 APRIL 2026
Hasil Pewacakan: Hidup Sederhana, S**a Menolong, Mudah Mendapat Teman, Adil Dan Bijaksana, Sering Nemu Kesulitan, Hidup Selalu Sedih & Ancaman Penyakit Niskala Dari Keluarga Yang Iri. Tergolong Kelahiran Melik, Sebaiknya Dibayuh Oton Dan Melik, Serta Diruwat Khusus Dalang Samirana. Mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala, dan Gangga Amerta.

WRASPATI PAING, KULANTIR โ€“ KAMIS, 30 APRIL 2026
Hasil Pewacakan: Acuh Tak Acuh Dengan Sesuatu, Berkemauan Keras, Tinggi Cita Citanya, Sanak Keluarga Rukun Padanya, Boros, Sering Menyinggung Perasaan, Sering Menjadi Tempat Perlindungan Orang Kesusahan, Sering Terlimbat Pertengkaran, Kwalitas Diri Rendah, Banyak Memiliki Masalah. Untuk menebus karma masa lalu dari efek kelahiran ini, perlu dilaksanakan pebayuhan oton, mendapatkan Penglukatan Urip Pemanumadian dan Gangga Amerta.

SUKRA PON, KULANTIR โ€“ JUMAT, 1 MEI 2026
Hasil Pewacakan: Budi Pekertinya, S**a Bergaul, Pendiam, Mempunyai Sifat Tenggang Rasa, Hidupnya Boros, S**a Memperlihatkan Kelebihannya, Pendiriannya Tidak Tetap, Sering Bimbang Berduka Cita, Rentan Bercerai/ Bisa Menduda & Menjanda. Tergolong Kelahiran Melik, Sebaiknya Dibayuh Oton, dan Melik, Serta Diruwat Khusus Dalang Samirana. Mendapatkan Penglukatan Asta Pungku, Sudhamala dan Gangga Amerta.

OTONANNYA BERTEPATAN DENGAN HARI โ€œPURNAMAโ€, SEBAIKNYA MELAKSANAKAN PEBAYUHAN, ITU SUDAH LUMBRAH DAN AGAR TIDAK APREMADE DEWA

SANISCARA WAGE, KULANTIR โ€“ SABTU, 2 MEI 2026
Hasil Pewacakan: Pendiriannya Terkadang Kaku, S**a Membantah, Terlibat Perkelahian, Cemburuan, Bisa Kaya Tapi Kikir, Tidak Senang Dijanjikan, Senang Mencari Gara Gara, S**a Berdebat, Jika Berkeluarga Meninggal Salah Satu. Tergolong Kelahiran Melik, Sebaiknya Dibayuh Oton Dan Melik, Serta Diruwat Khusus Dalang Samirana. Mendapatkan penglukatan Asta Pungku, Sudhamala dan Gangga Amerta.

Untuk Menetralisir efek negative kelahiran tersebut, perlu diadakan pebayuhan oton Mendapatkan Penglukatan Urip Pemanumadian, Gangga Amerta dan Asta Pungku Jika Ada Unsur Meliknya, Oleh Seorang Dalang Samirana.

PELAYANAN UMAT DI GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA : Pengobatan Segala Penyakit Niskala, Pewacakan Kelahiran, Pebayuhan Oton, Penebusan Melik, Megedong Gedongan, Menek Kelih, Pewintenan, Pengidep Hati, Pemarisudha Karang dll.

Meboya Mekada Nemu Sengkala โ€œNasi Sudah Menjadi Buburโ€
TIPS MEBAYUH OTON YANG BAIK SECARA NISKALA. Banyak orang mebayuh oton asal cepat, asal dekat, ulah pragat dan murah. Namun yang perlu sangat diperhatikan dalam urusan niskala bukanlah itu. Agar apa yang dilaksanakan tidak percuma, hal hasil tidak ada efek niskalanya. Karena upacara itu hanya sebatas seremonial biasa saja.

Salah satu hal yang sangat penting harus diperhatikan ialah Taksu Tempat dan Taksu Pinandita/Pemangku yang melaksanakan upacara. Untuk mengecek tempat dan taksu yang muput baik. CIRINYA TEMPAT ITU SELALU RAMAI DAN BANYAK DICARI ORANG.

Ibarat warung makan, kalau sudah ramai pembelinya, pasti makanan disana enak dan memuaskan. Karena pakaian putih, pandai memantra tak jaminan semua menjadi baik secara niskala. Karena pakain putih bisa dibeli, buku pun bisa dibeli. Namun TAKSU hanya milik Tuhan/Sesuwunan, yang diberikan pada orang orang tertentu saja. Serta orang mataksu pasti akan selalu dicari banyak orang.

๐๐€๐†๐ˆ ๐“๐„๐Œ๐€๐๐Ÿ ๐˜๐€๐๐† ๐ˆ๐๐†๐ˆ๐ ๐Œ๐„๐‹๐€๐Š๐’๐€๐๐€๐Š๐€๐ ๐๐„๐๐€๐˜๐”๐‡๐€๐ ๐ˆ๐๐ˆ ๐’๐„๐‚๐€๐‘๐€ ๐Œ๐€๐๐ƒ๐ˆ๐‘๐ˆ ( ๐๐”๐Š๐€๐ ๐Œ๐€๐’๐’๐€๐‹ ), ๐’๐„๐’๐”๐€๐ˆ ๐‡๐€๐‘๐ˆ ๐Ž๐“๐Ž๐๐€๐.

๐Š๐š๐ฆ๐ข ๐†๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐Š๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข ๐๐ž๐›๐š๐ฒ๐ฎ๐ก๐š๐ง ๐Ž๐ญ๐จ๐ง & ๐๐ž๐ง๐ž๐›๐ฎ๐ฌ๐š๐ง ๐Œ๐ž๐ฅ๐ข๐ค ๐–๐ฎ๐ค๐ฎ ๐Š๐”๐‹๐€๐๐“๐ˆ๐‘, ๐’๐ž๐ฌ๐ฎ๐š๐ข ๐‡๐š๐ซ๐ข ๐Ž๐ญ๐จ๐ง๐š๐ง (๐๐ฎ๐ค๐š๐ง ๐Œ๐š๐ฌ๐ฌ๐š๐ฅ ). ๐Ž๐“๐Ž๐๐€๐ ๐Œ๐”๐‹๐€๐ˆ ๐Œ๐ˆ๐๐†๐†๐”, ๐Ÿ๐Ÿ” ๐€๐๐‘๐ˆ๐‹ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ” โ€“ ๐’๐€๐๐“๐”, ๐Ÿ ๐€๐๐‘๐ˆ๐‹ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”.

๐ˆ๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ ๐๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ๐š๐ง ๐“๐ฅ๐ฉ/๐–๐€ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ ๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ” ๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ• ๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ / ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ“ ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ• ๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ“ ๐Ÿ•๐Ÿ•๐Ÿ’

๐๐ˆ๐’๐€ ๐‰๐”๐†๐€ ๐Š๐Ž๐๐’๐”๐‹๐“๐€๐’๐ˆ ๐‹๐€๐๐†๐’๐”๐๐† ๐Š๐„ ๐†๐„๐ƒ๐Ž๐๐† ๐’๐”๐‚๐ˆ ๐”๐’๐€๐ƒ๐‡๐€ ๐€๐†๐”๐๐† ๐๐€๐‹๐ˆ ๐๐ˆ๐’๐Š๐€๐‹๐€

๐‰๐€๐ƒ๐–๐€๐‹ ๐๐”๐Š๐€ :

๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฌ๐š & ๐Š๐š๐ฆ๐ข๐ฌ : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐Ÿ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š

๐’๐š๐›๐ญ๐ฎ & ๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐ŸŽ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š

๐‹๐Ž๐Š๐€๐’๐ˆ ๐”๐๐€๐‚๐€๐‘๐€ : ๐๐”๐‘๐ˆ ๐˜๐€๐ƒ๐๐˜๐€ โ€“ ๐‰๐š๐ฅ๐š๐ง ๐‘๐š๐ฒ๐š ๐๐ฒ๐ฎ๐ก ๐Š๐ฎ๐ง๐ข๐ง๐  โ€“ ๐Œ๐š๐ฌ โ€“ ๐”๐›๐ฎ๐ โ€“ ๐†๐ข๐š๐ง๐ฒ๐š๐ซ โ€“ ๐๐š๐ฅ๐ข โ€“ ๐ฌ๐ž๐›๐ž๐ฅ๐š๐ก ๐“๐ข๐ฆ๐ฎ๐ซ ๐’๐ž๐ญ๐ซ๐š ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐€๐๐š๐ญ ๐๐ฒ๐ฎ๐ก ๐Š๐ฎ๐ง๐ข๐ง๐ , ๐‹๐ˆ๐‡๐€๐“ ๐๐€๐๐€๐ ๐๐€๐Œ๐€

18/04/2026

Kami Gelar Kembali Bayuh Oton & Melik Wuku KULANTIR, Saat OtonannyaMINGGU, 26 APRIL 2026 โ€“ SABTU, 2 APRIL 2026Pendaftaran Tlp/ WA 085 337 255 774/ 081 325 103 688 Jangan pernah menyepelekan otonan, karena disini sejatinya awal sukses dan seimbangnya kehidupan manusia sekala niskala. Karena dalam p...

๐—›๐—”๐—•๐—œ๐—ฆ ๐—ก๐—š๐—˜๐—ช๐—”๐—ฌ๐—”๐—ก๐—šโŸ ๐—๐—ฅ๐—ข ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ก๐—š โ€œ๐—ฆ๐—˜๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—งโ€Pembaca Terhormat, KISAH NYATA KALI INI , saya akan menceritakan kisah hidup tiang ...
18/04/2026

๐—›๐—”๐—•๐—œ๐—ฆ ๐—ก๐—š๐—˜๐—ช๐—”๐—ฌ๐—”๐—ก๐—šโŸ ๐—๐—ฅ๐—ข ๐——๐—”๐—Ÿ๐—”๐—ก๐—š โ€œ๐—ฆ๐—˜๐—ž๐—”๐—ฅ๐—”๐—งโ€

Pembaca Terhormat, KISAH NYATA KALI INI , saya akan menceritakan kisah hidup tiang sendiri Jro Dalang Badra, tentang beberapa hal niskala dan perjalanan hidup awal mula ngayah menjadi penolong umat dalam urusan penyakit niskala.

Belasan Tahun silam, ketika tiang masih bujangan dan mengenyam pendidikan jurusan pedalangan di SMKI Bali, yang kini bernama SMK N 3 S**awati, merupakan awal kisah takdir kehidupan tercampur dalam lautan dunia niskala.

Awal mulanya sebenarnya tidak sedikitpun terngiang dalam sanubari, untuk menjadi seorang Dharma Usadha/Pengobat Niskala. Namun hari itu, berkata lain, takdir itu datang menjadi suratan kharma yang harus dijalani walau harus selalu menghela nafas keberatan dalam dada.

Hal kisah ketika itu, tiang mendapatkan tugas untuk ngayah mendalang Wayang Gedog, di sebuah desa yang masih dalam wilayah Ubud, Gianyar. Dengan senang dan bangga tiang berangkat ke tempat itu untuk mendalang.

Namun, tanpa disadari dan diketahui sedikitpun karena waktu itu saya belum mengerti yang namanya dunia niskala. Sampai di tempat mendalang tiang seperti biasa disuguhi, kopi jajan dan lain sebagainya sebagai penyanggra/penyambutan. Setelah waktunya tiba, tiang pun mulai pergelaran Wayang Gedong Tersebut.

Entah apa yang terjadi waktu, awalnya tiang merasa sedikit pusing โ€œ Duhโ€ฆkenapa dunia terasa ada gempa. Apakah saya kecapean, atau tengsi saya turunโ€ itu tanya dalam hati ketika itu. Namun pergelaran masih tetap berlangsung karena baru dimulai ceritanya.

Pada pertengahan cerita, tiang pun merasa semakin aneh โ€œ badan terasa panas, telinga terasa berdengung, dan terasa ada sesuatu dari bawah tempat duduk ngewayang. Seperti ada yang menyedot dari bawah, perut tiang mendadak terasa melilit, orang zaman dulu bilang โ€œ Bol Sedot Liak โ€œ. Tiang pun sudah gundah hati dan konsentrasi sudah buyar pinginnya segera pulang saja.

Dengan energi yang pas pas'an tiang pun berhasil menyelesaikan pentas itu, dan tiang langsung pulang. Dikasi jamuan makan pun tiang tolak, dengan alasan tak enak badan. Dikasi sesari waktu itu, Rp 700.00, tiang hanya ambil 2 ratus untuk para penabuh, dan 500 yang merupakan bagian tiang, langsung tiang puniakan disana, karena niat kesana ngayah, bukan diupah.

Sampai dirumah tiang pun minta dibelikan obat, dan tiang pun dikerok dan dipijit oleh ibu tiang sendiri, karena bapak yang merupakan seorang balian, sudah berpulang saat tiang kelas 1 SD. Namun sampai sepuluh hari, bolak balik ke dokter dengan penyakit yang tidak jelas. Karena sampai di dokter sembuh dan sampai rumah terasa malah tambah parah. Hidup terasa aneh, seperti sekarat dalam kubangan kematian.

Kemudian, tiang pun diatarkan ke seorang pengobatan niskala, sesampai disana, setelah ngaturan pejati, pengobatan itu berkata โ€œ DADOS DALANG NGIH? โ€œ. Tiang terkejut karena tiang tak kenal dan belum pernah bercerita tiang seorang dalang. Dalam kebingungan tiang menjawab โ€œ Ngihโ€. Kemudian pengobatan itu bilang โ€œ ne mara guru rupaka sane suba ngalahin/meninggal wawu rawuh meriki, nikene ngiringan nambanin. Akeh tetamian/pusaka sane nenten wenten kayun ngemargiang. Amen tusing nyak liu anak lakar mresideyang mintonin rikala ngayah ngewayang, siwireh ipidan dugas guru rupaka ngiringan, anak liu ngelah musuh โ€œ.

Mendengar semua itu tiang pun menatap langit, kemudian menunduk menyembunyikan air mata ini dengan membiarkannya terbuang ke pertiwi. Waktu itu perasaan sudah campur aduk, karena ada tugas berat yang telah ditakdirkan kedepan. Sedangkan tiang sendiri merasa tidak tau apa, apa, belum paham dengan urusan niskala.

Namun rasa jengah, untuk meneruskan warisan leluhur membuat tiang menyanggupi tugas itu. Dengan syarat tiang sudah selesai kuliah dan mendapat pekerjaan untuk menyambung hidup sendiri dan orang tua. Sambil Kuliah, tiang pun membekali diri dengan belajar ilmu pengobatan dan berguru pada tokoh tokoh spiritual. Kalau dihitung tiang sudah punya lebih dari 13 guru.

Entah apa yang terjadi, dengan ekonomi keluarga seorang gali lobang tutup lobang, tiang pun bisa menyelesaikan kuliah jurusan pedalangan di ISI Denpasar dengan predikat Come Loude. Kemudian dengan waktu yang singkat tiang pun diterima bekerja sebagai pegawai pemerintah di RRI Denpasar dalam hitungan hari. Serta dalam hitungan hari di bulan yang sama juga sudah ada orang datang kerumah untuk nunas tamba.

Hal ini pun tiang laksanakan, karena sudah merupakan semaya niskala yang akan dibawa mati dan takdir kehidupan yang harus dinikmati, walau harus nyawa taruhannya. Bermodal wawasan sebagai seorang dalang dan dikombinasikan dengan ilmu pengobatan niskala.

"๐Š๐„๐‡๐ˆ๐ƒ๐”๐๐€๐ ๐’๐„๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐๐„๐๐†๐”๐’๐€๐ƒ๐‡๐€ ๐๐ˆ๐’๐Š๐€๐‹๐€"

๐€๐๐š ๐๐ž๐ฉ๐š๐ญ๐š๐ก๐ง๐ฒ๐š :
๐Ÿ ๐’๐ž๐ฆ๐›๐ฎ๐ก, ๐Ÿ“ ๐Œ๐ฎ๐ฌ๐ฎ๐ก ๐˜๐š๐ง๐  ๐€๐ค๐š๐ง ๐ƒ๐š๐ญ๐š๐ง๐ .

๐’๐„๐Œ๐”๐€ ๐‡๐€๐๐˜๐€ ๐Š๐€๐‘๐Œ๐€ ๐˜๐€๐๐† ๐‡๐€๐‘๐”๐’ ๐ƒ๐ˆ๐‰๐€๐‹๐€๐๐ˆ ๐“๐ˆ๐ƒ๐€๐Š ๐๐ˆ๐’๐€ ๐ƒ๐ˆ๐‡๐ˆ๐๐ƒ๐€๐‘๐ˆ.

๐’๐ž๐›๐š๐ ๐š๐ข ๐Ž๐ซ๐š๐ง๐  ๐’๐ฉ๐ข๐ซ๐ข๐ญ๐ฎ๐š๐ฅ ๐Š๐ข๐ญ๐š ๐‚๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฉ ๐’๐ž๐ง๐ฒ๐ฎ๐ฆ๐ข๐ง ๐’๐š๐ฃ๐š, ๐Š๐š๐ซ๐ž๐ง๐š ๐Š๐ž๐›๐š๐ข๐ค๐š๐ง ๐ˆ๐ญ๐ฎ ๐€๐ค๐š๐ง ๐‰๐š๐๐ข ๐‡๐ฎ๐ญ๐š๐ง๐  ๐Š๐š๐ซ๐ฆ๐š, ๐˜๐š๐ง๐  ๐“๐ข๐๐š๐ค ๐€๐ค๐š๐ง ๐๐ž๐ซ๐ง๐š๐ก ๐“๐ž๐ซ๐›๐š๐ฒ๐š๐ซ๐ค๐š๐ง ๐’๐š๐ฆ๐ฉ๐ž ๐Ÿ• ๐Š๐ž๐ญ๐ฎ๐ซ๐ฎ๐ง๐š๐ง.

๐Š๐ˆ๐๐ˆ Gedong Suci Usadha Agung Bali Niskala ๐ƒ๐€๐ Puri Yadnya ๐’๐„๐‹๐€๐‹๐” ๐ƒ๐ˆ๐๐„๐๐”๐‡๐ˆ ๐๐„๐Œ๐„๐ƒ๐„๐Š ๐’๐€๐€๐“ ๐‰๐€๐ƒ๐–๐€๐‹ ๐๐„๐๐†๐Ž๐๐€๐“๐€๐ & ๐๐„๐๐„๐๐”๐’๐€๐ ๐’๐„๐†๐€๐‹๐€ ๐‰๐„๐๐ˆ๐’ ๐Œ๐„๐‹๐ˆ๐Š, ๐“๐ˆ๐ƒ๐€๐Š ๐’๐€๐‰๐€ ๐๐”๐‹๐”๐‡๐€๐ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐“๐€๐๐ˆ ๐‘๐€๐“๐”๐’๐€๐ ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐’๐€๐€๐“ ๐€๐ƒ๐€ ๐‡๐€๐‘๐ˆ ๐‡๐€๐‘๐ˆ ๐๐€๐ˆ๐Š ๐”๐๐“๐”๐Š ๐Œ๐„๐‹๐€๐Š๐’๐€๐๐€๐Š๐€๐ ๐๐„๐๐†๐‹๐”๐Š๐€๐“๐€๐. ๐’๐„๐‹๐€๐ˆ๐ ๐”๐Œ๐€๐“ ๐‡๐ˆ๐๐ƒ๐”, ๐“๐Ž๐‘๐ˆ๐’, ๐Ž๐‘๐€๐๐† ๐๐Ž๐ ๐‡๐ˆ๐๐ƒ๐” ๐๐€๐๐˜๐€๐Š ๐“๐€๐๐†๐Š๐ˆ๐‹ ๐‘๐ˆ๐๐† ๐’๐„๐’๐”๐–๐”๐๐€๐ ๐‘๐ˆ๐๐† ๐†๐„๐ƒ๐Ž๐๐† ๐’๐”๐‚๐ˆ & ๐๐”๐‘๐ˆ ๐˜๐€๐ƒ๐๐˜๐€.

๐—•๐—ถ๐—ผ๐—ฑ๐—ฎ๐˜๐—ฎ ๐—ก๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€๐˜‚๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ :
๐—ก๐—ฎ๐—บ๐—ฎ : ๐—๐—ฟ๐—ผ ๐— ๐—ฎ๐—ป๐—ด๐—ธ๐˜‚ ๐——๐—ฎ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—œ ๐—ก๐˜†๐—ผ๐—บ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ฑ๐—ฟ๐—ฎโŸ ๐—ฆ๏ฝก๐—ฆ๐—ป ( ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ฑ๐—ฎ ๐—ก๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ )
๐—”๐—น๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜ : ๐—š๐—ฒ๐—ฑ๐—ผ๐—ป๐—ด ๐—ฆ๐˜‚๐—ฐ๐—ถ ๐—จ๐˜€๐—ฎ๐—ฑ๐—ต๐—ฎ ๐—”๐—ด๐˜‚๐—ป๐—ด ๐—•๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—ก๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎ
๐—•๐—ฟ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ผ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ปโŸ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐˜€โŸ ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—จ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑโŸ ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—š๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฟ๏ฝก
๐—Ÿ๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—ผ๐—ป๐˜€๐˜‚๐—น๐˜๐—ฎ๐˜€๐—ถ ๐—ข๐—ป๐—น๐—ถ๐—ป๐—ฒ ๐—š๐—ฟ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐˜€ ๐˜„๐—ฎ๏ฝก๐—บ๐—ฒ/๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿญ๐Ÿฏ๐Ÿฏ๐Ÿต๐Ÿณ๐Ÿฒ๐Ÿฑ๐Ÿฑ๐Ÿฌ๐Ÿฑ

๐—ฃ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ฎ๐—ป ๐—จ๐—บ๐—ฎ๐˜ : ๐— ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ๐˜๐—ถ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ด๐—ฎ๐—น๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐˜ ๐—ก๐—ถ๐˜€๐—ธ๐—ฎ๐—น๐—ฎโŸ ๐—•๐—ฎ๐˜†๐˜‚๐—ต ๐—ข๐˜๐—ผ๐—ปโŸ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜€๐—ฎ๐—ป ๐— ๐—ฒ๐—น๐—ถ๐—ธโŸ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ช๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ธ ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐˜‚๐—ฟ๐—ผ๐—ปโŸ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ฏ๐—ฎ๐˜†๐˜‚๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐—ฒ๐˜๐—ฒ๐—บ๐—ผ๐—ปโŸ ๐—ฃ๐—ฒ๐—บ๐—ฏ๐—ฒ๐—ฟ๐˜€๐—ถ๐—ต๐—ฎ๐—ป ๐—”๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ ๐—ž๐—ฎ๐—ฟ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฒ๐˜/๐—ฝ๐—ฎ๐—ป๐—ฒ๐˜€โŸ ๐—ฑ๐—น๐—น๏ฝก

Foto Dokumentasi & Penjelasan Pribadi Jro Mangku Dalang Badra & Gedong Suci.

๐—Ÿ๐—”๐—›๐—œ๐—ฅ ๐—๐—จ๐— ๐—”๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—œ๐—ก๐—šโŸ ๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—•๐—จ๐—•๐—จ ๐—•๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—ก๐—š๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐˜ ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—ฟโŸ & ๐—ฅ๐—ฒ๐—ท๐—ฒ๐—ธ๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด Kelahiran jumat ...
17/04/2026

๐—Ÿ๐—”๐—›๐—œ๐—ฅ ๐—๐—จ๐— ๐—”๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—œ๐—ก๐—šโŸ ๐—Ÿ๐—œ๐—ก๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—•๐—จ๐—•๐—จ ๐—•๐—ข๐—Ÿ๐—ข๐—ก๐—š
๐—ฅ๐—ฒ๐—ป๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฆ๐—ฎ๐—ธ๐—ถ๐˜ ๐—ž๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ๐˜€ ๐—ง๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ฎ๐—ต ๐—จ๐—บ๐˜‚๐—ฟโŸ & ๐—ฅ๐—ฒ๐—ท๐—ฒ๐—ธ๐—ถ ๐—š๐—ฎ๐—น๐—ถ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—ง๐˜‚๐˜๐˜‚๐—ฝ ๐—Ÿ๐—ผ๐—ฏ๐—ฎ๐—ป๐—ด

Kelahiran jumat paing memang rentan menyisakan air mata terhadap kehidupan terutama masalah rejeki dan pengasilan. Orang lahir jumat paing sering mengalami kebangkrutan di tengah jalan dari segala usaha yang digelutinya. Namun tidak banyak yang tau tentang hal ini, dan kalau pun ada yang tau, ia akan pura pura tak percaya, biar gak kelihatan kuno.

Namun setelah kejadian, dan merasa itu benar, ia langsung kesana kemari ngaturan banten, memohon agar semua kembali pulih seperti semula. Tetapi terkadang itu sudah terlambat, ibarat nasi telah menjadi bubur.

Mencegah lebih baik dari mengobati, itu sangat berlaku pada kasus kelahiran Bubu Bolong ini. Maka dari itu bagi teman2/keluarga teman2 pembaca yang mempunyai Lintang Bubu Bolong, untuk segera mengadakan Penebusan, Agar efeknya tidak menjadi penyesalan di kemudian hari. Bagi yang sudah mengalami, efek dari Lintang Bubu Bolong, tiada kata terlmbat bagi yang memang mau berubah.

Efek Niskalanya, Rejeki, Morat Marit, Kesakitan Tengah Umur, Emosi Naik Turun, dan Keluarga Kurang Harmonis.

๐๐š๐ ๐š๐ข๐ฆ๐š๐ง๐š ๐œ๐š๐ซ๐š๐ง๐ฒ๐š ๐ฆ๐ž๐ง๐ ๐š๐ง๐ญ๐ข๐ฉ๐š๐ฌ๐ข ๐ก๐š๐ฅ ๐ฌ๐ž๐ฉ๐ž๐ซ๐ญ๐ข ๐ข๐ง๐ข? ๐’๐ข๐ฅ๐š๐ก๐ค๐š๐ง ๐Š๐จ๐ง๐ฌ๐ฎ๐ฅ๐ญ๐š๐ฌ๐ข๐ค๐š๐ง ๐๐ข ๐’๐„๐‚๐€๐‘๐€ ๐†๐‘๐€๐“๐ˆ๐’ ๐“๐‹๐/๐–๐€ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ”๐Ÿ“๐Ÿ“๐ŸŽ๐Ÿ“

๐“๐ž๐ซ๐ค๐š๐ข๐ญ ๐ข๐ญ๐ฎ ๐ฎ๐ง๐ญ๐ฎ๐ค ๐ฆ๐ž๐ง๐ž๐ญ๐ซ๐š๐ฅ๐ข๐ฌ๐ข๐ซ ๐ž๐Ÿ๐ž๐ค ๐ค๐ž๐ฅ๐š๐ก๐ข๐ซ๐š๐ง ๐๐ฎ๐›๐ฎ ๐๐จ๐ฅ๐จ๐ง๐ , ๐ค๐š๐ฆ๐ข ๐ค๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข ๐š๐ค๐š๐ง ๐ฆ๐ž๐ฅ๐š๐ค๐ฌ๐š๐ง๐š๐ค๐š๐ง ๐๐ž๐ง๐ž๐›๐ฎ๐ฌ๐š๐ง ๐‹๐ข๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐๐ฎ๐›๐ฎ ๐๐จ๐ฅ๐จ๐ง๐  & ๐Œ๐ž๐ฅ๐ข๐ค ๐‹๐š๐ข๐ง๐ง๐ฒ๐š, ๐Š๐š๐ฃ๐š๐ง๐  ๐Š๐ฅ๐ข๐ฐ๐จ๐ง ๐Ÿ๐Ÿ– ๐€๐ฉ๐ซ๐ข๐ฅ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”.

Kami menggelar acara penebusan ini setiap bulan secara bersama untuk menghemat biaya. Bagi yang tidak bisa melaksanakan secara bersama, kami juga bisa melaksanakan secara pribadi/mandiri, sesuai duasa yang ada.

BERIKUT INI KAMI AKAN JABARKAN RANGKUMAN BERBAGAI JENIS MELIK DARI BERBAGAI SUMBER. UNTUK DIPAHAMI DAN DIMENGERTI, SERTA DIJADIKAN ILMU PENGETAHUAN UNTUK KEHIDUPAN KE DEPAN.

Ada Beberapa Jenis Melik, Melik Adnyana, Melik Ceciren, Melik Kelahiran.

MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakaian Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak.

Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan LIak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur. Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau mangku kalau dia punya keturunan/waris mangku/balian dan senang belajar spiritual.

Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnyana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkomunikasi dengannya.

MELIK CECIREN, ORANG MELIK CECIREN ADA TANDA DALAM TUBUHNYA, TERKADANG DI DUNIA NISKALA ATAU DI SEKALA KELIHATAN NYA.

TANDA TANDA MELIK CECIREN

1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.

2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitarnya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.

3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.

MELIK KELAHIRAN, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.

Diantaranya :

1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungkan tali pusar )
4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
5. Jempina ( anak lahir premature )
6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
11. Walika ( orang kerdil )
12. Wujil ( orang cebol )
13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaudara โ€“ perempuan โ€“ laki โ€“ perempuan )
17. Telaga Apit Pancoran ( laki โ€“ perempuan โ€“ laki )
18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
19. Pipilan ( Lima bersaudara empat perempuan satu laki )
20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )
22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )
23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )
24. Melik Rangda Tiga, Lahir Wuku Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Orang bakat
25. Melik Nemu Kala Pati, Wuku Tolu, Dungulan, Menaik, Dukut, Klau
26. Lintang Bade, Wuku Ukir, Watugunung & Kamis Pon
27. Melik Was Penganten, Wuku Tolu Krukut, Dungulan, Menaik Dukut.

Selain kelahiran melik diatas ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.

KELAHIRAN MENURUT WUKU : Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.

KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA, Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Coma Kliwon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.

Dari Kelahiran di atas, menurut Saptawara, Pancawa & Wuku, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll.

ADAPUN LINTANG DAN KELAHIRAN YANG WAJIB DIBAYUH, KARENA โ€œ PANAS โ€œ

1. Orang yang Lintangan Bade ( Lahir Kamis Pon atau Wuku Watugunung dan Wuku Ukir )
2. Orang yang Lintangan Bubu Bolong. ( Lahir Jumat Paing )
3. Orang yang Lahir saat Tumpek, Tumpek Landep, Tumpek Kandang, dll
4. Lintang Salah Ukur ( Lahir Kamis Paing )
5. Lintang Prahu Pegat.( Kelahiran Jumat Pon )
6. Lintang Kala Sungsang ( Lahir Minggu Umanis )
7. Lintang Tangis ( Kelahiran Rabo Umanis )
8. Lintang Prahu Pegat ( Kelahiran Jumat Pon )

PENEBUSAN LARE KEBEBUTAN DAN SALAH ARAN
Pebayuhan ini untuk anak anak yang membandel,tidak mau menurut kata orang, tidak mau masuk sekolah dll. Salah aran yang dimaksud disini ketika nama seseorang memada mada dewa, contoh misalnya namanya Dewa Acinta Putra atau Kadek Dewi Prabawati. Nama ini terkadang kurang baik bisa mendatangkan kebingungan, kesakitan, dan lain lain.

PENEBUSAN SALAH WETON

Menimnya pengetahuan orang tua di zaman serba moderen ini, membuat beberapa orang Tua Salah menentukan Oton anaknya.

Misalnya ketika ibu hamil masuk rumah sakit hari senin jam 11 malam, dan anaknya lahir jam 2 malam dihitung lahir hari selasa. Ini salah! Anak otonan nya hari Senin!!

Kenapa?

Perhitungan waktu bali untuk menentukan kelahiran "kedas lemahe" artinya jam 6 pagi. Bukan jam 12 malam.Kalau secara nasional pergantian waktu memang jam 12 malam, makanya tahun baru berganti jam 12 malam.Tapi secara Hindu, pergantian waktu/tahun baru mulai jam 6 pagi. Makanya nyepi dan pergantian tahun baru caka itu mulai jam 6 pagi selesai jam 6 pagi.

Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya.
Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke Gedong Suci Usadha Agung Untuk Mewacakan Kelahiran, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.

๐๐€๐†๐ˆ ๐“๐„๐Œ๐€๐๐Ÿ ๐˜๐€๐๐† ๐“๐„๐‘๐†๐Ž๐‹๐Ž๐๐† ๐Œ๐„๐‹๐ˆ๐Š, ๐๐ˆ๐’๐€ ๐‰๐”๐†๐€ ๐ƒ๐€๐“๐€๐๐† ๐Š๐Ž๐๐’๐”๐‹๐“๐€๐’๐ˆ ๐’๐€๐€๐“ ๐‰๐€๐ƒ๐–๐€๐‹ ๐๐”๐Š๐€

๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฌ๐š : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐Ÿ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š
๐Š๐š๐ฆ๐ข๐ฌ : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐Ÿ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š
๐’๐š๐›๐ญ๐ฎ : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐ŸŽ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š
๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ: ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐ŸŽ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š

๐ˆ๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข/๐ƒ๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ ๐“๐ฅ๐ฉ ๐ฐ๐š.๐ฆ๐ž/๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ”๐Ÿ“๐Ÿ“๐ŸŽ๐Ÿ“ / 085337255774

๐€๐‹๐€๐Œ๐€๐“ : ๐†๐„๐ƒ๐Ž๐๐† ๐’๐”๐‚๐ˆ ๐”๐’๐€๐ƒ๐‡๐€ ๐€๐†๐”๐๐† ๐๐€๐‹๐ˆ ๐๐ˆ๐’๐Š๐€๐‹๐€
๐๐š๐ง๐ฃ๐š๐ซ ๐๐ž๐ง๐ ๐จ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ง, ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐Œ๐š๐ฌ, ๐Š๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง, ๐”๐›๐ฎ๐, ๐Š๐š๐›๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ž๐ง ๐†๐ข๐š๐ง๐ฒ๐š๐ซ. ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐ฎ๐ซ๐š ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐๐š๐ง ๐๐ฎ๐ฌ๐ž๐ก, ๐‹๐ˆ๐‡๐€๐“ ๐๐€๐๐€๐ ๐๐€๐Œ๐€.

๐’๐”๐Š๐’๐„๐Œ๐€ ๐๐€๐†๐šฐ ๐˜๐€๐๐† ๐“๐„๐‹๐€๐‡ ๐๐†๐„๐’๐‡๐„๐‘ ๐๐Ž๐’๐“๐šฐ๐๐†๐€๐ ๐šฐ๐๐šฐ, ๐’๐„๐Œ๐Ž๐†๐€ ๐’๐„๐Œ๐€๐Š๐šฐ๐ ๐๐€๐๐˜๐€๐Š ๐˜๐€๐๐† ๐ƒ๐šฐ๐’๐„๐‹๐€๐Œ๐€๐“๐Š๐€๐, & ๐’๐„๐‡๐€๐“ ๐’๐„๐‹๐€๐‹๐”, ๐’๐„๐‘๐“๐€ ๐’๐„๐‰๐„๐Š๐šฐ ๐Œ๐„๐๐†๐€๐‹๐šฐ๐‘ ๐ƒ๐€๐‘๐šฐ ๐’๐„๐†๐€๐‹๐€ ๐€๐‘๐€๐‡.

Address

Br Pengosekan, Mas, Ubud
Gianyar

Opening Hours

Tuesday 19:00 - 21:00
Thursday 19:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 12:00
Sunday 09:00 - 12:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ronsen Niskala Jro Dalang Badra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Ronsen Niskala Jro Dalang Badra:

Share

Category