Ronsen Niskala Jro Dalang Badra

Ronsen Niskala Jro Dalang Badra Ronsen Niskala Bali Niskala, Pengobatan Tradisional Bali dengan pola pikir dan cara moderen.

05/03/2026

๐ƒ๐ˆ๐“๐”๐ƒ๐”๐‡ ๐๐ˆ๐’๐€ ๐๐†๐„๐‹๐ˆ๐€๐Š
๐’ฆ๐’พ๐“ƒ๐’พ ๐’Ÿ๐’ถ๐’น๐‘œ๐“ƒ๐‘” ๐‘€๐‘’๐“‰๐‘’๐’ท๐“Š๐“ˆ๐’พ๐“ƒ ๐‘€๐‘’๐“๐’พ๐“€ ๐’Ÿ๐“Š๐“‡๐‘”๐’ถ

๐˜œ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜œ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ต๐˜ฎ๐˜ข ๐˜—๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ข ( ๐˜ž๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜“๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜™๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข ), ๐˜š๐˜ข๐˜ฃ๐˜ต๐˜ถ ๐Ÿ๐Ÿ– ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”,

๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜‘๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜›๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ž๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜‘๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜‰๐˜ฐ๐˜น๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข/๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ.

๐˜‹๐˜ข๐˜ง๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ž๐˜ˆ ๐˜‹๐˜”/๐˜ž๐˜ˆ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ ๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ ๐Ÿ–๐Ÿ—๐Ÿ— ๐Ÿ“๐Ÿ—๐Ÿ’ / ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ”๐Ÿ“๐Ÿ“๐ŸŽ๐Ÿ“

Free Pewacakan Oton & Melik Online
Clik : wa.me/+6281339765505

๐Š๐ˆ๐’๐€๐‡ ๐๐˜๐€๐“๐€, berawal kedatangan seorang ibu beberapa tahun yang lalu ke Gedong Suci di Bali Niskala. Waktu itu ia menanyakan tentang melik, ada bercak hitam di lidahnya. โ€œ Jro ada bercak hitam di lidah tiang kok dibilang melik, oleh seorang tetua di desa? โ€œ

Jro Dalang Menjawab โ€œ Ngih nika namanya Melik Durga, ciri cirinya bisa saja ada bercak hitam di lidah, atau garis hitam, atau lidahnya mesepak ( kayak ular ).

Orang melik ini konon umur 40 tahun ke atas, akan disangka bisa nengkleng/nesti/ngeliak. Karena dalam tubuhnya ada kekuatan pengliakan tersebut yang sewaktu waktu bisa mendatang hal negative. Saat diam dendam sama orang, iri sama orang, mengukutuk orang deket dengan orang melik dan anak kecil.
โ€œ Melik Durga yang paling keras, yaitu ada tanda hitam di ujung lidah, di pangkal lidah, dan di tembus ke leher belakang.

Selain itu kelahiran Kajang kliwon Pemelas Tali, Pemacakan Agung ( Somo Kliwon), Sabtu Kliwon, kebanyakan juga akan mengalami nasib seperti Melik Durga.

Konon Efek Niskalanya menjanda, anaknya meninggal 1, dan kedalih ( difitnah bisa ngeliak, dikeluarga bahkan desanya ).

Selain itu menurut pengalaman tiang ngayah driki, selain Melik Durga melik pawukon yang kena Rangda Tiga juga sering kasus yang sama. Melik Pawukon Rangda Tiga, ada di wuku Menail, Pujut, pahang, Wariga, Warigadian & Prangbakat.

Mendengar penjelasan ituโ€ Ngih..jroโ€ฆtapi kan tiang tak bisa ngeliak. Serta tidak mungkin belajar ngeliak. Apalagi ngeliakin orang. Kalau tiang sih berpikir positif saja.โ€

Mendengar jawaban itu Jro Dalang tersenyum โ€ dalam hidup ini bisa saja kita berpikir positif. Namun ada Sang Kharma & Takdir, yang kadang membuatkan kita menerima hal tidak baik, walau sudah selalu sembahyang dan berpikir positif. Karena manusia terikat karma masa lalu dan takdir dari kelahiranya.

Contohnya seperti tiang, sama sekali tak pernah berpikir jadi balian, tiang gak ngerti. Tiang seorang pegawai negeri, sekarang malah mengundurkan diri, dan harus ngayah. Tidak pernah terpikirkan tapi sekarang harus dijalankan dengan iklas. Kalau tidak hidup ini tidak akan mengalir semestinya. Banyak masalah dan beban saja yang datang.

Tugas niskala ini membuat tiang mengundurkan diri jadi pegawai negeri, dan ibu lihat sendiri orang kesini antre. Mungkin sudah takdir hidup dan karma kehidupanya yang harus tiang jalani.

Ibu kira tiang sakti? Enggak juga.

Tiang cuma ngayah menjelasakan hal hal yang bernuasa niskala. Masalah umat percaya atau tidak, itu sudah ada karma yang mengaturnyaโ€. Jelas Jro Dalang.

Itulah kisah beberapa tahun yang lalu, pertemuan Jro Dalang dengan seorang ibu yang Melik Durga. Namun ibu itu tetep tidak percaya, pada dirinya melik Durga. Serta ia membiarkan meliknya itu semakin keras, karena tidak ditebusin.

Singkat Cerita beberapa bulan yang lalu ibu ini datang lagi ke Gedong Suci, Katanya โ€œ Jroโ€ฆDalang, sakit keneh tiange. Masak tiang mempunyai mantu 2, Keduanya curiga bahwa tiang bisa ngeliak. Tiang dituduh nyakitin cucu tiang sendiri. Sakit hatin tiang Jro..โ€

Jro Dalang masih ingat pada Ibu ini, dan menjawab โ€œ Itulah takdir ibu ketika tidak mau mempecayai hal hal niskala. Dulu sudah tiang katakan ibu Melik Durga, harus segera ditebusin. Tapi ibu tidak mempercayainya.

Orang Melik Durga itu, tidak tak tau Nengkelng atau pun sengaja melajah nengkleng. Namun ada kekuatan itu di dalam dirinya. Nah ketika ia mengajak anak kecil ( cucu ) , anak kecil ini bisa langsung nangis atau sakit. Ketika anak ini sakit, lama sembuh di medis. Sudah pasti kalau lama tak sembuh orang tuanya akan panik, pasti dia akan menanyakan ke orang sane uning niskala. Nah saat di sini dah ibu yang KELIHATAN NYAKITIN.

Makanya di zaman sekarang masih saja banyak orang sakit, katanya amah liak, ini lah salah satu penyebabnya. Secara rasional mungkin orang belajar ngeliak sudah tidak ada, atau cuma 5% sekarang ini, sebagai penekun spiritual โ€œ

Melik Durga berefek ketika orang melik ini punya rasa iri dan dengki pada sesorang, otomatis kekuatan ini akan berjalan dan menyakiti orang yang di tidak sukai.

Sama juga ketika nanti berobat ke Balian, Orang Melik kelihatan nyakitin, padahal IA SING NAWANG APA. SALING KE MELAJAH NENGKLENG, TRI SANDYA 3 BAIK GEN SING HAPAL.โ€ Jelas Jro Dalang.

Ibu ini kini menyesal, dan dia pun melakukan penebusan melik itu, dan melebur kekuatan negative itu pada dirinya. Kemudian keluarga tersebut disuruh semuanya datang untuk diberikan penjelasan.

Anak dan menantunya ini pun datang bersama sama keluarga yang lain, dan Jro Dalang menjelaskan tentang melik durga itu di depan meraka, hingga mereka jadi mengerti dan tidak saling tuduh lagi.

KINI MEREKA SALING ASIH ASAH ASUH.

Ada Beberapa Jenis Melik, Melik Adnyana, Melik Ceciren, Melik Kelahiran.

MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak. Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan LIak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur.

Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau mangku kalau dia punya keturuan/waris mangku/balian dan senang belajar spiritual. Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnayana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkominikasi dengannya.

MELIK CECIREN, orang melik ceciren ada tanda dalam tubuhnya, terkadang di dunia niskala atau di sekala kelihatan nya.

TANDA TANDA MELIK CECIREN

1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.

2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.
3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.

MELIK KELAHIRAN, melik ini disebabkan oleh kelahiran manusia itu sendiri.

Diantaranya :
1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )
4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
5. Jempina ( anak lahir premature )
6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
11. Walika ( orang kerdil )
12. Wujil ( orang cebol )
13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara โ€“ perempuan โ€“ laki โ€“ perempuan )
17. Telaga Apit Pancoran ( laki โ€“ perempuan โ€“ laki )
18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
19. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )
20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )
22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )
23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )
24. Melik Rangda Tiga, Lahir Wuku Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Prangbakat
25. Melik Nemu Kala Pati, Wuku Tolu, Dunggulan, Menail, Dukut, Klawu
26. Lintang Bade, Wuku Ukir, Watugunung, & Kamis Pon
27. Melik Waspenganten, Wuku Tolu, Krulut, Dunggulan, Menail, Dukut

Selain kelahiran melik ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.

KELAHIRAN MENURUT WUKU :

Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.

KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA
,
Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.

Dari Kelahiran di atas menurut Wuku, Saptawara & Pancarawa, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll. Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya. Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke tempat, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.

PENEBUSAN LARE KEBEBUTAN DAN SALAH ARAN.

Penebusan ini untuk anak anak yang membandel,tidak mau menurut kata orang, tidak mau masuk sekolah dll. Salah aran yang dimaksud disini ketika nama seseorang memada mada dewa, Contoh misalnya namanya Dewa Acinta Putra atau Kadek Dewi Prabawati. Nama ini terkadang kurang baik bisa mendatangkan kebingungan, kesakitan, dan lain lain.

PENEBUSAN SALAH OTON

Menimnya pengetahuan orang tua di zaman serba moderen ini, membuat beberapa Orang Tua Salah menentukan Oton anaknya. Misalnya ketika ibu hamil masuk rumah sakit hari ni senin jam 11 malam, dan anaknya lahir jam 2 malam dihitung lahir hari selasa. Ini salah! Anak otonan nya hari Senin!!

๐๐ˆ๐’๐€ ๐‰๐”๐†๐€ ๐ƒ๐€๐“๐€๐๐† ๐Š๐Ž๐๐’๐”๐‹๐“๐€๐’๐ˆ ๐’๐€๐€๐“ ๐‰๐€๐ƒ๐–๐€๐‹ ๐๐”๐Š๐€

๐’๐ž๐ฅ๐š๐ฌ๐š : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐Ÿ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š
๐Š๐š๐ฆ๐ข๐ฌ : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐Ÿ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š
๐’๐š๐›๐ญ๐ฎ : ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐ŸŽ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š
๐Œ๐ข๐ง๐ ๐ ๐ฎ: ๐๐ฎ๐ค๐ฎ๐ฅ ๐ŸŽ๐Ÿ—:๐ŸŽ๐ŸŽ โ€“ ๐Ÿ๐Ÿ:๐ŸŽ๐ŸŽ ๐–๐ข๐ญ๐š

๐ˆ๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข/๐ƒ๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ ๐“๐ฅ๐ฉ ๐–๐€ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ๐Ÿ“๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ‘๐Ÿ”๐Ÿ–๐Ÿ– / ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ”๐Ÿ“๐Ÿ“๐ŸŽ๐Ÿ“

๐€๐‹๐€๐Œ๐€๐“ : ๐†๐„๐ƒ๐Ž๐๐† ๐’๐”๐‚๐ˆ ๐”๐’๐€๐ƒ๐‡๐€ ๐€๐†๐”๐๐† ๐๐€๐‹๐ˆ ๐๐ˆ๐’๐Š๐€๐‹๐€
๐๐š๐ง๐ฃ๐š๐ซ ๐๐ž๐ง๐ ๐จ๐ฌ๐ž๐ค๐š๐ง, ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐Œ๐š๐ฌ, ๐Š๐ž๐œ๐š๐ฆ๐š๐ญ๐š๐ง, ๐”๐›๐ฎ๐, ๐Š๐š๐›๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ž๐ง ๐†๐ข๐š๐ง๐ฒ๐š๐ซ. ๐’๐ž๐ฅ๐š๐ญ๐š๐ง ๐๐ฎ๐ซ๐š ๐ƒ๐ž๐ฌ๐š ๐๐š๐ง ๐๐ฎ๐ฌ๐ž๐ก, ๐‹๐ˆ๐‡๐€๐“ ๐๐€๐๐€๐ ๐๐€๐Œ๐€

05/03/2026

๐Š๐š๐ฆ๐ข ๐ ๐ž๐ฅ๐š๐ซ ๐ค๐ž๐ฆ๐›๐š๐ฅ๐ข

๐๐„๐๐„๐๐”๐’๐€๐ ๐Œ๐„๐‹๐ˆ๐Š ๐๐†๐ˆ๐๐†๐Š๐”๐ ๐€๐†๐”๐๐† & ๐–๐€๐˜๐€๐๐† ๐’๐€๐๐”๐‡ ๐‹๐„๐†๐„๐‘

๐‹๐ข๐ง๐ญ๐š๐ง๐  ๐๐š๐ง๐ž๐ฌ, ๐’๐š๐ฅ๐š๐ก ๐€๐ซ๐š๐ง, ๐’๐š๐ฅ๐š๐ก ๐–๐ž๐ญ๐จ๐ง, ๐๐ž๐ญ๐ž๐ฆ๐จ๐ง ๐๐ž๐ฆ๐ฎ ๐€๐ฅ๐š, ๐’๐š๐ฉ๐ฎ๐ก ๐‹๐š๐ซ๐š ๐๐ž๐ฆ๐š๐ง๐ฎ๐ฆ๐š๐๐ข๐š๐ง, ๐ƒ๐ฅ๐ฅ.

๐‘๐š๐ก๐ข๐ง๐š ๐“๐ฎ๐ฆ๐ฉ๐ž๐ค ๐–๐š๐ฒ๐š๐ง๐  - ๐’๐€๐๐“๐”, ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐Œ๐€๐‘๐„๐“ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”
๐ˆ๐ง๐Ÿ๐จ๐ซ๐ฆ๐š๐ฌ๐ข ๐๐ž๐ง๐๐š๐Ÿ๐ญ๐š๐ซ๐š๐ง ๐“๐ž๐ฅ๐ฉ/ ๐–๐€ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ ๐Ÿ‘๐Ÿ๐Ÿ“ ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ‘ ๐Ÿ”๐Ÿ–๐Ÿ–/ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ ๐Ÿ๐Ÿ’๐Ÿ” ๐Ÿ–๐Ÿ–๐Ÿ• ๐Ÿ”๐Ÿ”๐Ÿ

Berbicara mengenai melik tentu sudah tidak asing lagi dengan Jro Mangku Dalang Badra, yang merupakan seorang Dalang Samirana. Setiap hari kediaman Beliau, selalu didatangi oleh umat dari seluruh Bali & luar Bali untuk melaksanakan penebusan melik.
Tentu tersirat pertanyaan dalam hati semeton pembaca, kenapa Beliau dicari untuk melaksanakan penebusan melik ?

Apa Sebenarnya melik itu ?

Ketika kita berkaca pada tutur/nasehat leluhur terdahulu, โ€œ Cening Yening Pemanudian Cening Medaging Melik, Gelisin Tunasin Penglukatan Sudhamala Lan Asta Pungku, Mangda lantang Tuwuh Ceningeโ€.

Selain itu jika kita menyaksikan pergelaran Wayang Sapuh Leger, dalam sebuah lakon kawi dalang, sering juga diceritakan bahwa orang yang melik terlahir wuku wayang dan melik lainnya, akan tidak dimangsa oleh Ida Bhatara Kala ( Tidak Umur Pendek ) ketika sudah melaksanakan Pengruwatan oleh Seorang Dalang Samirana.
Karena merupakan sebuah Bisama Dari Ida Bhatara Kala, begini ceritanya dalam sebuah pertujukan kawi dalang Wayang Sapuleger โ€œ Ehh..Pwa Kita Dalang Samirana, apan ingulun pisalah anadah yeki saji, tetadah ingulan, penugran Bhatara Siwa, kesujatian jatma manusa pemanumadian wuku wayang muang melik, mangke ane bisama ingulan, maring dalang samirana. Yan ana manusa pemanumadian wuku wayang muang melik maring mercapada, yan sida angelaraken pengruatan maring dalamg samirana, natan ingulun ketadah, gentosange ikanang sajiโ€..

Artinya : โ€œ Ih..engkau Dalang Samirana, saya tersadar salah karena sudah memakan upakara Dalang Samirana ini, sesungguhnya makanan saya adalah orang lahir wuku wayang dan melik, atas anugrah Bhatara Siwa. Untuk menebus dosa/kesalahan ini, sebagai gantinya siapapun nanti yang terlahir wuku wayang dan melik, kalau sudah mendapatkan Pengruatan oleh dalang samirana, tidak akan saya makan lagi, ia akan jadi manusia yang berbudi dan panjang umurโ€.

Kalau dihitung dari tahun 2008 beliau sudah rutin mengadakan penebusan melik bersama tiap bulannya untuk meringankan biaya. Kalau dihitung cloternya sudah mencapai 204 cloter, rata rata peserta yang ikut 250 peserta โ€“ 500 peserta. Jadi kalau dipikir pikir, jam terbang Beliu menangani kasus orang melik sudah tidak perlu diragukan.

Selain itu tiap hari juga banyak umat datang untuk melaksanakan penebusan meliki secara pribadi. Ketika hari baik datang, Beliau sudah terbiasa mumput puluhan kali, dari jam 6 pagi sampe jam 5 :30 pagi dini hari besoknya. Umat yang sudah pernah mebayuh di Purnama, Tilem, Wuku Wayang dan hari baiknya pasti sudah pernah merasakan mendapat giliran jam 5 pagi. โ€œ Umat sering bilang begini โ€œ Padelam Jrone Pasti Leleh Gati, Sakewale Yensing Mula Titah Niskala, sing ada jatma normal sekuat nika. Pasti suba sakit dan menyerahโ€

Tapi sekarang sudah banyak tempat tempat yang melaksanakan penebusan melik massal, namun terkadang mendatang cerita baru di Puri Yadnya.

1. Sebut saja nama nya Gusde, sudah pernah metebusan melik ditempat lain/bukan seorang Dalang Samirana. Namun datang lagi ke Jro Dalang Badra. Ketika ditanya, begini jawaban orang tuanya, โ€œ anak tiang niki dumun sampun pernah metebusan melik Jro Dalang.

Sakewanten dugas niki tabrakan sampai niki tangannya patah, titiang mepeluasan, katanya penebusan melik anak tiang durung ketrima/temus ring niskala, duaning durung polih Penglukatan Asta Pungku & Sudhamala ring Dalang Samirana. Nika mawinan tiang jagi ngulang meriki metebusan, soalnya semeton di desa tiange sami metebusan melik drikiโ€.

2. Sebut saja namanya Kadek Ratih, datang dari pengujung barat Pulau Bali, perjalanan kurang lebih 4 jam sampai di Puri Yadnya, dan dapat waktu penebusan melik, kebetulan rainan Purnama dapat jam 5 pagi. Ketika ditanya โ€œ Dados saking joh metebusan melik meriki ? Polih jam 5 pagi ?

Jawabnya begini โ€œ Jarak ten dados halangan, polih seger nika sane paling utama. Pang ten kadi semeton tiange, takut ngetel payu mekebyos, lebihan hitungan ajak metebusan mriki dumun akhirne batal, mangkin anaknyane sampun melinggih ring Dewa Hyang ( Sudah meninggal dan diaben ).

3. Lain ceritanya dengan Pak Wayan Rudi, semua anaknya dari bayuh oton penebusan melik, menek kelih dilaksanakan di Puri Yadnya. Ketika ditanya, โ€œsampun sami anak alit mebayuh ? Bwihโ€ฆ anak tiang sami keupekaren driki.

Semeton ring desa akhweh taler ajak tiang mriki, duaning nakenan, cingake fotone di Fb. Bagi tiang pribadi, tiang sangat semangat ikut upacara driki, duaning โ€œ JEG NYUSUP MANTRANEโ€ Mantu tiang 3 tahun mandul, wusan mebayuh sampun hamil mangkin. Mebukti nika sekala niskala, artinya tak sekedar seremonial mantenโ€.

Banyak lagi kisah tentang hal seperti ini yang sudah sering ditulis di media sosial untuk menyadarkan dan memberikan pencerahan. Ini semua merupakan realita dan fakta, jika teman2 berkujung ke Puri Yadnya bisa di cek di buku tamu pendaftaran penangkilan Beliau, dan bisa juga di lihat di fb & Tikt0k โ€œ Puri Yadnyaโ€.

Pesan kami : urusan niskala, punya etika dan sesana masing masing, terkadang tidak bisa ditawar dengan ego manusia. Sebuah mantra bisa dihapalkan dan pakaian putih bisa dibeli. Namun Taksu itulah yang tidak bisa diberikan kepada sembarangan orang.

Makanya ada istilah โ€œ Tusing Karuan Ane Bisa Dadi โ€œ, artinya walaupun kita sepinter apapun kita dengan hal hal niskala, kalau tidak โ€œkeicen taksuโ€ dan tugas dari niskala, biasanya itu tidak akan menghasilkan apa apa.

Jro Dalang Badra, yang merupakan sarjana Pedalangan yang lulus dengan come laude ini, sebenarnya tidak ingin dan punya angan angan untuk menjadi pengusadha niskala. Beliau merupakan seorang pegawai negeri, yang harus pensiun dini di tahun 2019 untuk mengemban tugas niskala.

Beliau tidak memilih, tapi dipilih oleh โ€œalam nisโ€ ini untuk mengemban tugas ini. Beliau sudah berusaha menolak, tpi apa daya 10 hari Beliau pernah sekarat, hidup terasa mati, kalau minta mati juga tak mau mau meninggal.

Akhirnya Beliau menyanggupi tugas ini, untuk memberi pengruwataan Asta Pungku & Sudhamala, Taksuning Mpu Leger, Gegelaran Dalang Samirana. Itu sebabnya taksunya tidak putus putus, terbukti dari banyaknya umat yang selalu datang untuk berkonsultasi tentang hal hal niskala.

APA ITU MELIK ?

MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak.

Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan LIak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur.

Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau mangku kalau dia punya keturuan/waris mangku/balian dan senang belajar spiritual.

Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnayana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkominikasi dengannya.

TANDA TANDA MELIK CECIREN

1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.

2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.

3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.

MELIK KELAHIRAN:

1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )
4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
5. Jempina ( anak lahir premature )
6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
11. Walika ( orang kerdil )
12. Wujil ( orang cebol )
13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara โ€“ perempuan โ€“ laki โ€“ perempuan )
17. Telaga Apit Pancoran ( laki โ€“ perempuan โ€“ laki )
18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
19. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )
20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )
22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )
23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )
24. Melik Rangda Tiga, Lahir Wuku Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Prangbakat
25. Melik Nemu Kala Pati, Wuku Tolu, Dunggulan, Menail, Dukut, Klawu
26. Lintang Bade, Wuku Ukir, Watugunung, & Kamis Pon
27. Melik Waspenganten, Wuku Tolu, Krulut, Dunggulan, Menail, Dukut

Selain kelahiran melik diatas ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.

KELAHIRAN MENURUT WUKU : Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.

KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA, Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Coma Kliwon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.

Dari Kelahiran di atas, menurut Saptawara, Pancawa & Wuku, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll. Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya.
Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke Gedong Suci Usadha Agung Untuk Mewacakan Kelahiran, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.

ADAPUN PETEMON/PERKAWINAN YANG SEBAIKNYA DITEBUSIN, KALAU HASILNYA KURANG BAIK, MENURUT TENUNG SAPTAWARA .

1. PETEMON NEMU SAPTAWARA, PANCAWARA WUKU
Artinya jika hari lahir sama, atau Pancawara sama, atau wukunya sama.

2. PETEMON BEDA KASTA/BEDA SOROH
Artinya sepasang suami istri yang beda soroh/beda kasta.

3. MENIKAH NEMU RANGDA TIGA
Menikah Saat Wuku Rangda Tiga, Diantaranya Wuku Pujut, Pahang, Wariga, Warigadian,Prangbakat & Menail.

4. PETEMON WAS PENGANTEN
Menikah kena wuku wuku yang berisi was penganten, diantaranya Wuku Tolu, Dunggulan, Menail, Dukut, & Krulut.

5. PETEMON DUKA LARA
Artinya sepasang suami istri yang sering sakit sakitan, atau salah satunya sakit tak sembuh sembuh.

6. PETEMON LAWAS
Artinya sudah menikah lebih dari 25 Tahun.

7. PETEMON DUKANING LARE
Artinya susah punya anak/anaknya sering meninggal.

8. PETEMON PEWACAKAN NEMU KAON

Artinya, petemon yang hasil wacakannya tidak baik.
Diantarnya :

โ€ข Minggu - Minggu berakibat sering sakit-sakitan
โ€ข Senin-Senin berakibat buruk
โ€ข Selasa-Selasa berakibat buruk
โ€ข Rabu-Rabu berakibat buruk
โ€ข Jumat-Jumat berakibat melarat
โ€ข Minggu-Senin berakibat banyak penyakit
โ€ข Minggu - Selasa berakibat melarat
โ€ข Minggu-Kamis berakibat konflik
โ€ข Minggu-Jumat berakibat yuana, senang
โ€ข Minggu-Sabtu berakibat melarat
โ€ข Jumat-Sabtu berakibat celaka
โ€ข Senen-Rabu berakibat beranak wadon (perempuan)
โ€ข Senen-Sabtu berakibat rezekian
โ€ข Selasa-Jumat berakibat pisah/cerai
โ€ข Selasa-Sabtu berakibat sering konflik
โ€ข Kamis-Sabtu berakibat pisah/cerai

9. PETEMON NEMU MELIK
Artinya sepasang suami istri yang sama sama punya melik.

10.PERKAWINAN BEDA KASTA/BEDA SOROH โ€œ Panesโ€ Juga Sebaiknya Dibayuh Karena โ€œPanesโ€

11.PERKAWINAN DUDU SEMARA โ€œ artinya telah terjadi pengianatan/selingkuh juga sebaiknya dibayuh.

12. GAMYA GEMANA/ PERKAWINAN SEDARAH โ€panesโ€ juga sebaiknya dibayuh.

PEBAYUHAN LARE KEBEBUTAN DAN SALAH ARAN.
Pebayuhan ini untuk anak anak yang membandel,tidak mau menurut kata orang, tidak mau masuk sekolah dll. Salah aran yang dimaksud disini ketika nama seseorang memada mada dewa, contoh misalnya namanya Dewa Acintya Putra atau Kadek Dewi Prabawati. Nama ini terkadang kurang baik bisa mendatangkan kebingungan, kesakitan, dan lain lain.

PEBAYUHAN SALAH WETON

Menimnya pengetahuan orang tua di zaman serba moderen ini, membuat beberapa orang Tua Salah menentukan Oton anaknya.
Misalnya Ketika Ibu Hamil Masuk Rumah Sakit HARI SENIN Jam 11 malam, dan anaknya LAHIR JAM 2 MALAM Dihitung LAHIR HARI SELASA. INI SALAH!!!!!! ANAK OTONAN NYA HARI SENIN!!!!!
KENAPA?

Perhitungan waktu bali untuk menentukan kelahiran "kedas lemahe" artinya jam 6 pagi. Bukan jam 12 malam.

Kalau secara nasional pergantian waktu memang jam 12 malam, makanya tahun baru berganti jam 12 malam.

Tapi secara Hindu, pergantian waktu/tahun baru mulai jam 6 pagi. Makanya nyepi dan pergantian tahun baru caka itu mulai jam 6 pagi selesai jam 6 pagi.

๐—•๐—”๐—š๐—œ ๐—ง๐—˜๐— ๐—”๐—ก๐Ÿฎ ๐—ฌ๐—”๐—ก๐—š ๐—œ๐—ก๐—š๐—œ๐—ก ๐—œ๐—ž๐—จ๐—ง ๐—”๐—–๐—”๐—ฅ๐—” ๐—œ๐—ก๐—œ, ๐—•๐—œ๐—ฆ๐—” ๐——๐—”๐—™๐—ง๐—”๐—ฅ ๐—ž๐—ข๐—ก๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—ง๐—”๐—ฆ๐—œ ๐— ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—Ÿ๐—จ๐—œ ๐—ฆ๐—ž๐—ฅ๐—˜๐—ง๐—”๐—ฅ๐—œ๐—”๐—ง ๐—š๐—˜๐——๐—ข๐—ก๐—š ๐—ฆ๐—จ๐—–๐—œ ๐—ง๐—ฒ๐—น๐—ฝ/ ๐—ช๐—” ๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿญ ๐Ÿฏ๐Ÿฎ๐Ÿฑ ๐Ÿญ๐Ÿฌ๐Ÿฏ ๐Ÿฒ๐Ÿด๐Ÿด/ ๐Ÿฌ๐Ÿด๐Ÿญ ๐Ÿฎ๐Ÿฐ๐Ÿฒ ๐Ÿด๐Ÿด๐Ÿณ ๐Ÿฒ๐Ÿฒ๐Ÿฎ

๐—•๐—œ๐—ฆ๐—” ๐—๐—จ๐—š๐—” ๐——๐—”๐—ง๐—”๐—ก๐—š ๐—ž๐—ข๐—ก๐—ฆ๐—จ๐—Ÿ๐—ง๐—”๐—ฆ๐—œ ๐—ฆ๐—”๐—”๐—ง ๐—๐—”๐——๐—ช๐—”๐—Ÿ ๐—•๐—จ๐—ž๐—”

๐—ฆ๐—˜๐—Ÿ๐—”๐—ฆ๐—” : ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿญ๐Ÿต :๐Ÿฌ๐Ÿฌ โ€“ ๐Ÿฎ๐Ÿญ : ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ฎ
๐—ž๐—”๐— ๐—œ๐—ฆ : ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿญ๐Ÿต :๐Ÿฌ๐Ÿฌ โ€“ ๐Ÿฎ๐Ÿญ : ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ฎ
๐—ฆ๐—”๐—•๐—ง๐—จ : ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿฌ๐Ÿต:๐Ÿฌ๐Ÿฌ โ€“๐Ÿญ๐Ÿฎ : ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ฎ
๐— ๐—œ๐—ก๐—š๐—š๐—จ: ๐—ฃ๐˜‚๐—ธ๐˜‚๐—น ๐Ÿญ๐Ÿฒ:๐Ÿฌ๐Ÿฌ โ€“ ๐Ÿญ๐Ÿต : ๐Ÿฌ๐Ÿฌ ๐—ช๐—ถ๐˜๐—ฎ

๐—”๐—Ÿ๐—”๐— ๐—”๐—ง ๐—š๐—˜๐——๐—ข๐—ก๐—š ๐—ฆ๐—จ๐—–๐—œ ๐—จ๐—ฆ๐—”๐——๐—›๐—” ๐—”๐—š๐—จ๐—ก๐—š ๐—•๐—”๐—Ÿ๐—œ ๐—ก๐—œ๐—ฆ๐—ž๐—”๐—Ÿ๐—”
๐—•๐—ฎ๐—ป๐—ท๐—ฎ๐—ฟ ๐—ฃ๐—ฒ๐—ป๐—ด๐—ผ๐˜€๐—ฒ๐—ธ๐—ฎ๐—ป, ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐— ๐—ฎ๐˜€, ๐—ž๐—ฒ๐—ฐ๐—ฎ๐—บ๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป, ๐—จ๐—ฏ๐˜‚๐—ฑ, ๐—ž๐—ฎ๐—ฏ๐˜‚๐—ฝ๐—ฎ๐˜๐—ฒ๐—ป ๐—š๐—ถ๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ฟ. ๐—ฆ๐—ฒ๐—น๐—ฎ๐˜๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐˜‚๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ฒ๐˜€๐—ฎ ๐—ฑ๐—ฎ๐—ป ๐—ฃ๐˜‚๐˜€๐—ฒ๐—ต, ๐—Ÿ๐—œ๐—›๐—”๐—ง ๐—ฃ๐—”๐—ฃ๐—”๐—ก ๐—ก๐—”๐— ๐—” ๐—š๐—˜๐——๐—ข๐—ก๐—š ๐—ฆ๐—จ๐—–๐—œ ๐—จ๐—ฆ๐—”๐——๐—›๐—” ๐—”๐—š๐—จ๐—ก๐—š ๐—•๐—”๐—Ÿ๐—œ ๐—ก๐—œ๐—ฆ๐—ž๐—”๐—Ÿ๐—”

05/03/2026

๐Œ๐„๐Œ๐€๐‡๐€๐Œ๐ˆ ๐Œ๐„๐‹๐ˆ๐Š ๐€๐๐ˆ๐“ ๐–๐€๐๐†๐Š๐„

๏ผก๏ฝ„๏ฝ ๏ผซ๏ฝ๏ฝ„๏ฝ…๏ฝŽ๏ฝ‡๏ฝ๏ฝŽ ๏ฝ„๏ฝ‰ ๏ผซ๏ฝ…๏ฝŒ๏ผ ๏ฝ๏ฝ๏ฝ‰๏ฝŽ ๏ผฐ๏ฝ’๏ฝ‰๏ฝ ๏ผก๏ฝ”๏ฝ๏ฝ• ๏ผท๏ฝ๏ฝŽ๏ฝ‰๏ฝ”๏ฝ

๐—ฃ๐—ฎ๐˜๐˜‚๐˜ ๐—ฆ๐—ฒ๐—ด๐—ฒ๐—ฟ๐—ฎ ๐——๐—ถ๐˜๐—ฒ๐—ฏ๐˜‚๐˜€๐—ถ๐—ป ๐—”๐—ด๐—ฎ๐—ฟ ๐—›๐—ถ๐—น๐—ฎ๐—ป๐—ด ๐—˜๐—ณ๐—ฒ๐—ธ ๐—”๐—น๐—ฎ ๐—ฃ๐—ฎ๐˜๐—ถ๐—ป๐˜†๐—ฎ

๐˜—๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ถ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ฆ๐˜จ๐˜ข๐˜ญ๐˜ข ๐˜‘๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜ช๐˜ด ๐˜”๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ช๐˜ฌ, ๐˜›๐˜ถ๐˜ฎ๐˜ฑ๐˜ฆ๐˜ฌ ๐˜ž๐˜ข๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐Ÿ๐Ÿ’ ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”. ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฆ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜‰๐˜ช๐˜ด๐˜ข ๐˜‘๐˜ถ๐˜จ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜‰๐˜ฐ๐˜น๐˜ช๐˜ฏ๐˜จ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜”๐˜ข๐˜ฏ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ณ๐˜ช, ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ญ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ด๐˜ข๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ด๐˜ฆ๐˜ด๐˜ถ๐˜ข๐˜ช ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜ฅ๐˜ถ๐˜ข๐˜ด๐˜ข ๐˜บ๐˜ข๐˜ฏ๐˜จ ๐˜ข๐˜ฅ๐˜ข/๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ฐ๐˜ต๐˜ฐ๐˜ฏ๐˜ข๐˜ฏ.

๐˜œ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜Ž๐˜ฆ๐˜ญ๐˜ข๐˜ณ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ฃ๐˜ข๐˜ญ๐˜ช ๐˜œ๐˜ฑ๐˜ข๐˜ค๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜ˆ๐˜ต๐˜ฎ๐˜ข ๐˜—๐˜ณ๐˜ข๐˜ต๐˜ช๐˜ด๐˜ต๐˜ข ( ๐˜ž๐˜ข๐˜ณ๐˜ข๐˜ฌ ๐˜’๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ถ๐˜ณ๐˜ฐ๐˜ฏ ๐˜“๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ฌ๐˜ข๐˜ฑ ๐˜ฅ๐˜ฆ๐˜ฏ๐˜จ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜—๐˜ฆ๐˜ฃ๐˜ข๐˜บ๐˜ถ๐˜ฉ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜š๐˜ฆ๐˜ฎ๐˜ข๐˜ณ๐˜ข ๐˜™๐˜ฆ๐˜ฌ๐˜ฉ๐˜ข ), ๐˜š๐˜ข๐˜ฃ๐˜ต๐˜ถ ๐Ÿ๐Ÿ– ๐˜”๐˜ข๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ต ๐Ÿ๐ŸŽ๐Ÿ๐Ÿ”.

Upacara Diperuntukan Bagi yang pernah keguguran/Mekiret, dari usia seminggu & seterusnya. Agar tidak ngerubeda kehidupan orang tuanya.

๐˜‹๐˜ข๐˜ง๐˜ต๐˜ข๐˜ณ ๐˜ฅ๐˜ช ๐˜ž๐˜ˆ ๐˜‹๐˜”/๐˜ž๐˜ˆ ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ ๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ ๐Ÿ–๐Ÿ—๐Ÿ— ๐Ÿ“๐Ÿ—๐Ÿ’ / ๐ŸŽ๐Ÿ–๐Ÿ๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ—๐Ÿ•๐Ÿ”๐Ÿ“๐Ÿ“๐ŸŽ๐Ÿ“

Free Pewacakan Oton & Melik Online
Clik : wa.me/+6281339765505

APA ITU MELIK APIT WANGKE ?

Pembaca yang terhormat, kali ini kami ketengahkan sebuah cat, dimana seorang anak muda yang takut menikah karena fakta yang dialaminya temannya yang sudah menikah duluan kehilangan pasangan hidupnya.

Tersirat dari penyebab niskalanya, karena sang istri mempunyai melik apit wangke.

Hal yang kami ketengahkan ini, hanya sebagian kecil, dari ratusan orang datang & konsultasi mengenai melik apit wangke.

Banyak yang telah terlambat metebusan karena ketidak percayaan, banyak juga yang terselamatkan, ketika mengetahui dirinya apit wangke dan segera melaksanakan penebusan.

Sebenarnya apa itu melik apit wangke??

Konon kabarnya, menurut petuah leluhur kita dahulu dan orang suci yang memahami tentang sastra kelahiran melik, melik apit wangke itu ada kadengan/tai lalat di kelamin seseorang.

Hal ini akan bikin rejeki sret, emosi tidak stabil, kekacauan dalam rumah tangga, dan kalau jelek nasibnya pasangan hidupkan akan meninggal. Kalau yang berisi kadengan yang pria, konon yang wanita pendek umur. Kalau yang kadengan wanita, pria yang pendek umur.

Kalau keduanya berisi kadengan ??

Biasanya yang tidak melaksanakan penebusan yang akan "kalah"/meninggal.

Tidak masuk akal bukan ???

Kami juga awalnya berpikir begitu, sama seperti teman2 yang membaca postingan ini.

Cuma masalahnya disini, ratusan orang sudah mengalami hal seperti ini, dan efeknya rata rata seperti itu.

Namun biasanya orang sombong biasanya berkata sperti ini โ€œ Cang melik apit je apit wangke, sing je kengken ?โ€.

Boleh saja kita berpikir seperti itu, sangat masuk akal dan logis.
Tapi hidup ini, tidak hari ini saja bukan ?

Sekarang tidak apa2, bagaimana kalau tahun depan kena masalah?
Ujung2nya kan penyesalan selalu datang terlambat.

Maka dari itu, tetuah leluhur kita juga sudah sangat baik โ€œ lebih baik mencegah daripada mengobatiโ€.

Berbicara mengenai melik tentu sudah tidak asing lagi dengan Jro Mangku Dalang Badra, yang merupakan seorang Dalang Samirana.
Setiap hari kediaman Beliau, selalu didatangi oleh umat dari seluruh Bali & luar Bali untuk melaksanakan penebusan melik.

Tentu tersirat pertanyaan dalam hati semeton pembaca, kenapa Beliau dicari untuk melaksanakan penebusan melik ?

Apa Sebenarnya melik itu ?

Ketika kita berkaca pada tutur/nasehat leluhur terdahulu, โ€œ Cening Yening Pemanudian Cening Medaging Melik, Gelisin Tunasin Penglukatan Sudhamala Lan Asta Pungku, Mangda lantang Tuwuh Ceningeโ€.

Selain itu jika kita menyaksikan pergelaran Wayang Sapuh Leger, dalam sebuah lakon kawi dalang, sering juga diceritakan bahwa orang yang melik terlahir wuku wayang dan melik lainnya, akan tidak dimangsa oleh Ida Bhatara Kala ( Tidak Umur Pendek ) ketika sudah melaksanakan Pengruwatan oleh Seorang Dalang Samirana.

Karena merupakan sebuah Bisama Dari Ida Bhatara Kala, begini ceritanya dalam sebuah pertujukan kawi dalang Wayang Sapuleger โ€œ Ehh..Pwa Kita Dalang Samirana, apan ingulun pisalah anadah yeki saji, tetadah ingulan, penugran Bhatara Siwa,
kesujatian jatma manusa pemanumadian wuku wayang muang melik, mangke ane bisama ingulan, maring dalang samirana.

Yan ana manusa pemanumadian wuku wayang muang melik maring mercapada, yan sida angelaraken pengruatan maring dalamg samirana, natan ingulun ketadah, gentosange ikanang sajiโ€..

Artinya : โ€œ Ih..engkau Dalang Samirana, saya tersadar salah karena sudah memakan upakara Dalang Samirana ini, sesungguhnya makanan saya adalah orang lahir wuku wayang dan melik, atas anugrah Bhatara Siwa.

Untuk menebus dosa/kesalahan ini, sebagai gantinya siapapun nanti yang terlahir wuku wayang dan melik, kalau sudah mendapatkan Pengruatan oleh dalang samirana, tidak akan saya makan lagi, ia akan jadi manusia yang berbudi dan panjang umurโ€.
Kalau dihitung dari tahun 2008 beliau sudah rutin mengadakan penebusan melik bersama tiap bulannya untuk meringankan biaya.

Kalau dihitung cloternya sudah mencapai 204 cloter, rata rata peserta yang ikut 250 peserta โ€“ 500 peserta.

Jadi kalau dipikir pikir, jam terbang Beliau menangani kasus orang melik sudah tidak perlu diragukan.

Selain itu tiap hari juga banyak umat datang untuk melaksanakan penebusan meliki secara pribadi. Ketika hari baik datang,
Beliau sudah terbiasa mumput puluhan kali, dari jam 6 pagi sampe jam 5 :30 pagi dini hari besoknya.

Umat yang sudah pernah mebayuh di Purnama, Tilem, Wuku Wayang dan hari baiknya pasti sudah pernah merasakan mendapat giliran jam 5 pagi. โ€œ

Umat sering bilang begini โ€œ Padelam Jrone Pasti Leleh Gati, Sakewale Yensing Mula Titah Niskala, sing ada jatma normal sekuat nika. Pasti suba sakit dan menyerahโ€

Tapi sekarang sudah banyak tempat tempat yang melaksanakan penebusan melik massal, namun terkadang mendatang cerita baru di Puri Yadnya.

1. Sebut saja nama nya Gusde, sudah pernah metebusan melik ditempat lain/bukan seorang Dalang Samirana.
Namun datang lagi ke Jro Dalang Badra. Ketika ditanya, begini jawaban orang tuanya, โ€œ anak tiang niki dumun sampun pernah metebusan melik Jro Dalang.

Sakewanten dugas niki tabrakan sampai niki tangannya patah, titiang mepeluasan, katanya penebusan melik anak tiang durung ketrima/temus ring niskala, duaning durung polih Penglukatan Asta Pungku & Sudhamala ring Dalang Samirana.

Nika mawinan tiang jagi ngulang meriki metebusan, soalnya semeton di desa tiange sami metebusan melik drikiโ€.

2. Sebut saja namanya Kadek Ratih, datang dari pengujung barat Pulau Bali, perjalanan kurang lebih 4 jam sampai di Puri Yadnya, dan dapat waktu penebusan melik, kebetulan rainan Purnama dapat jam 5 pagi.

Ketika ditanya โ€œ Dados saking joh metebusan melik meriki ? Polih jam 5 pagi ?

Jawabnya begini โ€œ Jarak ten dados halangan, polih seger nika sane paling utama. Pang ten kadi semeton tiange, takut ngetel payu mekebyos, lebihan hitungan ajak metebusan mriki dumun akhirne batal, mangkin anaknyane sampun melinggih ring Dewa Hyang ( Sudah meninggal dan diaben ).

3. Lain ceritanya dengan Pak Wayan Rudi, semua anaknya dari bayuh oton penebusan melik, menek kelih dilaksanakan di Puri Yadnya.

Ketika ditanya, โ€œsampun sami anak alit mebayuh ?
Bwihโ€ฆ anak tiang sami keupekaren driki. Semeton ring desa akhweh taler ajak tiang mriki, duaning nakenan, cingake fotone di Fb.

Bagi tiang pribadi, tiang sangat semangat ikut upacara driki, duaning โ€œ JEG NYUSUP MANTRANEโ€ Mantu tiang 3 tahun mandul, wusan mebayuh sampun hamil mangkin. Mebukti nika sekala niskala, artinya tak sekedar seremonial mantenโ€.

Banyak lagi kisah tentang hal seperti ini yang sudah sering ditulis di media sosial untuk menyadarkan dan memberikan pencerahan.
Ini semua merupakan realita dan fakta, jika teman2 berkujung ke Puri Yadnya bisa di cek di buku tamu pendaftaran penangkilan Beliau, dan bisa juga di lihat di fb & Tikt0k โ€œ Puri Yadnyaโ€.

Pesan kami : urusan niskala, punya etika dan sesana masing masing, terkadang tidak bisa ditawar dengan ego manusia. Sebuah mantra bisa dihapalkan dan pakaian putih bisa dibeli. Namun Taksu itulah yang tidak bisa diberikan kepada sembarangan orang.

Makanya ada istilah โ€œ Tusing Karuan Ane Bisa Dadi โ€œ, artinya walaupun kita sepinter apapun kita dengan hal hal niskala, kalau tidak โ€œkeicen taksuโ€ dan tugas dari niskala, biasanya itu tidak akan menghasilkan apa apa.

Jro Dalang Badra, yang merupakan sarjana Pedalangan yang lulus dengan come laude ini, sebenarnya tidak ingin dan punya angan angan untuk menjadi pengusadha niskala.

Beliau merupakan seorang pegawai negeri, yang harus pensiun dini di tahun 2019 untuk mengemban tugas niskala.

Beliau tidak memilih, tapi dipilih oleh โ€œalam nisโ€ ini untuk mengemban tugas ini. Beliau sudah berusaha menolak, tpi apa daya 10 hari Beliau pernah sekarat, hidup terasa mati, kalau minta mati juga tak mau mau meninggal.

Akhirnya Beliau menyanggupi tugas ini, untuk memberi pengruwataan Asta Pungku & Sudhamala, Taksuning Mpu Leger, Gegelaran Dalang Samirana.

Itu sebabnya taksunya tidak putus putus, terbukti dari banyaknya umat yang selalu datang untuk berkonsultasi tentang hal hal niskala.

APA ITU MELIK ?

MELIK ADNYANA/WIDHI, Orang melik adnyana, biasanya diawali dengan mimpi mimpi ke Pura, Ketemu orang Pakain Putih, Ketemu Petapakan Bhatara ( Rangda atau Barong ), Mimpi bersenggama dengan orang tak dikenal/keluarga, Mimpi Mesiat dengan Leak.
Celakanya kalau dia ( orang melik ) kalah dalam mesiat lawan LIak, besok ia akan sakit dan bahkan meninggal saat tidur.

Orang melik adnyana biasanya berpotensi jadi Balian atau mangku kalau dia punya keturuan/waris mangku/balian dan senang belajar spiritual.

Kalau meliknya sudah keras, lama ditebusin orang melik adnayana ini akan bisa merasakan, atau bisa melihat Roh Halus, dan bahkan bisa berkominikasi dengannya.

TANDA TANDA MELIK CECIREN
1.MELIK CAKRA, Artinya Ada berupa salah satu sanjata dewata nawa sanga dalam tubuhnya, kadang hanya bisa dilihat tokoh spiritual atau kelihatan nyata di kulit.

2. Kadengan Apit Wangke, ada kadengan di kelamin/disekitaranya. Kadengan Celedung Nginyah ada di tengah tengah alis.

3.Sujenan Di Bokong, 4. Rambut Putih Hanya Beberapa Helai Tak Bisa Hilang, 5. Rambut Gimbal, 6 Jari Tangan/Kaki Lebih, 7. Lidah Poleng, 8.Isuan Lebih dari satu dll.

MELIK KELAHIRAN:
1. Orang yang lahir di Wuku Wayang
2. Anak Tunggal ( tak bersaudara )
3. Tiba sampir ( anak yang lahir berkalungfkan tali pusar )
4. Tiba Angker ( anak yang lahir berbelit tali pusar/tidak menangis )
5. Jempina ( anak lahir premature )
6. Margana ( anak lahir ditengah perjalanan )
7. Wahana ( anak lahir ditengah keramaian )
8. Julungwangi ( anak lahir tatkala matahari terbit )
9. Julungsungsang ( anak lahir tatkala tepat tengah matahari )
10. Julung sarab / julung macan / julung caplok ( anak lahir menjelang matahari terbenam )
11. Walika ( orang kerdil )
12. Wujil ( orang cebol )
13. Kembar ( dua anak lahir bersamaan dalam sehari )
14. Buncing / Dampit ( dua anak beda jenis kelamin lahir bersamaan dalm sehari )
15. Tawang Gantungan ( anak kembar selisih satu hari )
16. Pancoran Apit Telaga ( tiga bersaurdara โ€“ perempuan โ€“ laki โ€“ perempuan )
17. Telaga Apit Pancoran ( laki โ€“ perempuan โ€“ laki )
18. Sanan Empeg ( anak lahir diapit saudaranya meninggal )
19. Pipilan ( Lima bersaurdara empat perempuan satu laki )
20. Padangon ( Lima bersaudara empat laki satu perempuan)
21.Lulang ( Bersaudara 2, Keduanya Perempuan )
22. Luluta ( Bersaudara 3, Ketiganya Lelaki )
23. Kedukan ( Bersaudara 3, Ketiganya perempuan )
24. Melik Rangda Tiga, Lahir Wuku Wariga, Warigadian, Pujut, Pahang, Prangbakat
25. Melik Nemu Kala Pati, Wuku Tolu, Dunggulan, Menail, Dukut, Klawu
26. Lintang Bade, Wuku Ukir, Watugunung, & Kamis Pon
27. Melik Waspenganten, Wuku Tolu, Krulut, Dunggulan, Menail, Dukut

Selain kelahiran melik diatas ada juga beberapa kelahiran yang sangat memerlukan ruwatan khusus, untuk menetralisir efek negative kelahiran yang sangat lebih dominan mempengaruhi kelahiran seseorang.

KELAHIRAN MENURUT WUKU :

Diantaranya Wuku Sinta, Ukir, Kulantir, Gumbreg, Wariga, Warigadian, Sungsang, Dunggulan, Kuningan, Langkir, Medangsia, Pujut, Pahang, Merakih, Tambir, Medangkungan, Uye, Perangbakat, Bala, Wayang, Dukut, dan Watugunung.

KELAHIRAN MENURUT SAPTAWARA PANCAWARA

Diantaranya : Redite Umanis, Redite Pon, Redite Kliwon, Coma Paing, Coma Pon, Coma Kliwon, Anggara Umanis, Anggara Wage, Anggara Kliwon, Buda Umanis, Buda Wage, Buda Kliwon, Wraspati Umanis, Wraspati Pahing, Wraspati Pon, Wraspati Kliwon, Sukra Umanis, Sukra Umanis, Sukra Paing, Sukra Pon, Sukra Kliwon, Saniscara Umanis, Sanicara Wage, Sanicara Kliwon.

Dari Kelahiran di atas, menurut Saptawara, Pancawa & Wuku, sebenarnya ada yang indikasi melik, ada yang Lintang Panes, Membuat Rejeki Merosot, Kesakitan, Mandul dll.

Namun tidak bisa kami jelaskan satu persatu, karena terlalu panjang penjabarannya.

Untuk lebih jelasnya silahkan saja, datang ke Gedong Suci Usadha Agung Untuk Mewacakan Kelahiran, sambil Ngelereh Sewitra, Nanti kita bahas bersama sama.

BISA JUGA DATANG KONSULTASI SAAT JADWAL BUKA

Selasa : Pukul 19 :00 โ€“21 : 00 Wita
Kamis : Pukul 19 :00 โ€“21 : 00 Wita
Sabtu : Pukul 09:00 โ€“12 : 00 Wita
Minggu: Pukul 09:00 โ€“12 : 00 Wita

Informasi/Daftar Tlp WA 081231899594 / 081339765505
ALAMAT : GEDONG SUCI USADHA AGUNG BALI NISKALA
Banjar Pengosekan, Desa Mas, Kecamatan, Ubud, Kabupaten Gianyar. Selatan Pura Desa dan Puseh, LIHAT PAPAN NAMA.

Address

Br Pengosekan, Mas, Ubud
Gianyar

Opening Hours

Tuesday 19:00 - 21:00
Thursday 19:00 - 21:00
Saturday 09:00 - 12:00
Sunday 09:00 - 12:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ronsen Niskala Jro Dalang Badra posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Ronsen Niskala Jro Dalang Badra:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category