17/05/2023
🔶 Dalam terbitan ini, saya ingin berbagi dengan Anda kasus seorang pasien hepatitis B kronis dalam tahap "HBeAg + Immune Clearance" yang menjalani pengobatan dengan kadar HBsAg, HBeAg, dan DNA HBV kuantitatif yang tinggi. ..telah mencapai pembersihan HBsAg melalui strategi pengobatan intermiten!
🔸 Pengenalan rekam medis
Nama pasien: Li XX
Jenis Kelamin : Pria
Umur: 26
Status: Kelelahan berulang, kurang nafsu makan
Riwayat medis: Didiagnosis dengan hepatitis B bertahun-tahun yang lalu, tetapi tidak menerima terapi antiretroviral, juga tidak melakukan skrining rutin untuk hepatitis b.
Riwayat keluarga: ayah meninggal karena kanker hati akibat VHB, ibu tidak menderita hepatitis B
Riwayat epidemiologi, riwayat pribadi, dll. Tidak ada yang spesial
🔸 Awal pengobatan : Juli 2020
🔸 Hasil tes sebelum perawatan:
Viral load: DNA HBV: 1,57 × 10^8 IU/mL;
Kuantifikasi HBsAg: 14706 IU/mL; HBsAb 0 mIU/mL;
HBeAg: 6560 COI (positif); HbeAb: 0 INH% (negatif);
Biokimia: ALT: 83 U/L; AST: 58 U/L;
Gambar: Peningkatan parenkim hati, perlemakan hati tingkat 1,
Pengukuran fibrosis hati: 10,5 kPa (F3);
🔻 Rencana perawatan: ETV + PEG --> ETV --> PEG
🔸Pantau proses perawatan:
▶️ Dalam 12 minggu pertama, menunjukkan bahwa DNA HBV, HBsAg, HBeAg menurun secara signifikan, ALT, AST meningkat.
- DNA HBV: 2,18 × 10 2 IU/mL;
- HBsAg > 2500 IU/mL; HBsAb: 0,1 mIU/mL;
- HBeAg: 5228,7 COI; HBeAb: 0 INH%;
- ALT: 117 U/L; AST: 78 U/L;
▶️ Pada 24 minggu, DNA HBV berada di bawah batas deteksi dan HBeAg terus menurun
- DNA HBV < 20 IU/mL;
- HBsAg > 2500 IU/mL; HBsAb: 0 mIU/mL;
- HBeAg: 1275,2 COI; HBeAb: 0 INH%;
- ALT: 323 U/L; AST: 134 U/L;
▶️ Pada 48 minggu, HBsAg dan HBeAg terus menurun, PEG IFNα dihentikan dan antivirus ETV dipertahankan.
- HBsAg: 1475,27 IU/mL; HBsAb: 0 mIU/mL;
- HBeAg: 16,22 COI; HBeAb: 47,3 INH%;
- ALT: 96 U/L; AST: 68 U/L;
Pada 60 minggu, HBsAg dan HBeAg sedikit menurun, dan HBeAb menjadi positif.
- HBsAg: 991,45 IU/mL; HBsAb: 0 mIU/mL;
- HBeAg: 7,6 COI; HBeAb: 52,4 INH%;
- ALT: 54 U/L; AST: 32 U/L;
▶️ Pada 72 minggu, HBsAg menurun secara signifikan, ALT dan AST kembali normal, ETV dihentikan dan monoterapi PEG IFNα dilanjutkan.
- HBsAg: 136,47 IU/mL; HBsAb: 0,1 mIU/mL;
- HBeAg: 2,7 COI; HBeAb: 55,7 INH%;
- ALT: 28 U/L; AST: 16 U/L;
▶️ Menjelang minggu ke 84, HBsAg hilang, HBeAg masih positif, ALT meningkat
- HBsAg: 0 IU/mL; HBsAb: 0,3 mIU/mL;
- HBeAg: 1,0 COI; HBeAb: 58,9 INH%;
- ALT: 150 U/L; AST: 84 U/L;
▶️ Pada minggu ke 96, klirens HBsAg dipertahankan, HBeAg menjadi negatif, serokonversi HBeAg tercapai, ALT dan AST menurun, penghentian obat dipantau, dan perubahan indeks berlanjut.
- HBsAg: 0 IU/mL; HBsAb: 0,9 mIU/mL;
- HBeAg: 0,6 COI; HBeAb: 56,2 INH%;
- ALT: 50 U/L; AST: 27 U/L;
🔶 Ringkas kasus untuk pemahaman yang lebih baik.
Pasien dalam kasus ini adalah pasien hepatitis B kronis yang baru didiagnosis dengan tahap "HBeAg+ Immune Clearance" dengan tingkat DNA HBsAg, HBeAg dan HBV yang tinggi.
Setelah 24 minggu pengobatan PEG IFNα + ETV, DNA HBV berada di bawah batas deteksi, dan HBsAg dan HBeAg tetap positif. Pada minggu ke 48, kadar HBsAg kuantitatif menunjukkan penurunan yang lambat.
Pasien kemudian menerima terapi intermiten, menahan PEG IFNα, dilanjutkan dengan monoterapi ETV dan, yang terpenting, memulihkan fungsi sel T CD8+ khusus HBV.
Pada minggu ke 72, ALT dan AST kembali normal, dan monoterapi PEG IFNα dimulai kembali ketika pasien dipulihkan ke sel T CD8+.
Ditemukan bahwa ketika PEG IFNa disuntikkan, peningkatan ALT terjadi selama pengobatan PEG IFNα, yang menunjukkan aktivasi fungsi kekebalan tubuh pasien dan menunjukkan efek terapeutik yang baik.
Menuju klirens HBsAg dicapai pada 12 minggu dan serokonversi HBeAg dicapai pada 24 minggu.