08/04/2014
PENGETAHUAN ORGAN-ORGAN DALAM
Cardio Vasculer (jantung dan pembuluh darah).
Jantung terletak diantara Paru-paru kanan dan kiri. Duduk pada Diafragma, berbentuk kerucut menyerupai jantung pisang.
Kedudukannya sedikit miring kekiri, pangkalnya berada di belakang tulang dada, sedangkan ujung jantung berada di dada kiri setinggi tulang iga ke-5-6 untuk pria tepat pada putting susu.
Jantung terbentuk dari otot jantung dan dibungkus oleh selaput jantung yang disebut Veri Cardium.
Selaput jantung terdiri dari 2 lapis, lapis luar disebut Veri Cardium Parietale dan lapis dalam disebut Veri Cardium Viserale. Diantara 2 selaput ini terdapat cairan kental yang berfungsi sebagai pelindung jantung. Otot jantung terdiri dari 3 lapis: Lapis luar disebut Epicardium (kulit jantung), lapis ke-2 Meocardium (otot jantung) dan lapis ke-3 Endocardium (otot jantung dalam). Endocardium ini berongga dan rongganya dibagi menjadi 4 ruang. Pertama rongga jantung dibagi menjadi 2 belahan yang dibatasi oleh skat yang disebut Sektum Curdis. Selanjutnya belahan kanan dibagi 2, yakni atas dan bawah. Yang atas disebut Atrium (serambi kanan) dan yang bawah disebut Ventrikel (bilik kanan).
Antara serambi kanan dan bilik kanan dibatasi oleh 3 klep yang dinamakan Valfula Tricusfidalis. Belahan kiri juga dibagi 2, bagian atas disebut Atrium Sinester (serambi kiri) dan yang bawah Ventrikel Sinester (bilik kiri). Yang kiri ini juga dibatasi oleh 2 klep disebut Valfula Bicusfidalis. Klep-klep itu dapat membuka dan menutup, membukanya kearah Ventrikel berfungsi untuk menahan agar darah yang sudah masuk ke ventrikel tidak dapat kembali ke Atrium.
Pada Ventrikel kiri keluar sebuah pembuluh darah bersih atau nadi utama disebut Aorta. Di Ventrikel Dexter terdapat pembuluh darah kotor dinamakan Arteria Fulmunalis. Di Atrium kiri ada pembuluh darah yang masuk ke jantung yaitu Vena Fulmunalis. Ini juga darah bersih. Sedangkan pada Atrium kanan masuk darah kotor ke jantung melalui Vena Kafa (pembuluh darah balik besar).
Jantung mempunyai gerakan, gerakan-gerakan itu adalah:
Kontraksi/sistule.
Pengenduran/diastole.
Lama kontraksi Ventrikel 0,3 detik, pengenduran 0,5v detik. Dengan cara ini jantung berdenyut terus-menerus selama hidup dan otot jantung mendapat istirahat ketika Ventrikel mengendur (0,5 detik).
Sirkulasi darah dikelompokan menjadi 4 kelompok, yaitu:
Sirkulasi sistemik: Adalah sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh melalui Aorta dan Arteria. Dari seluruh jaringan tubuh kembali ke jantung melalui Vena dan Vena Kafa.
Sirkulasi Fulmunal: Adalah darah kotor dari Ventrikel kanan menuju Paru-paru melalui Arteria Fulmunalis, di Paru-paru darah mengeluarkan Co2 dan uap air sebagai imbalannya darah mengambil oksigen dari Gelembung Paru sehingga darah menjadi bersih dan selanjutnya darah melalui Vena Fulmunalis ke jantung masuk ke Atrium kiri. Jadi darah didalam jantung adalah: Atrium kanan dan Ventrikel kanan darah yang sudah terpakai oleh jaringan-jaringan tubuh (kotor), sedang di atrium dan Ventrikel kiri darah bersih yang banyak mengandung oksigen.
Sirkulasi Portal: Adalah aliran darah dari lambung, usus, pankreas dan limpa yang dibawa oleh Vena Porte menuju hati dan dari melalui Vena Hepatika dialirkan menuju jantung.
Sirkulasi Koroner: Adalah cabang pertama dari aorta disebut Arteria Koronaria yang memberikan darah langsung pada jantung yang berarti arteria Koronaria inilah pensuplia makanan untuk jantung.
Gangguan-gangguan penyakit antara lain:
Karena penyempitan Arteria Koronaria menyebabkan jantung tidak mendapatkan makanan yang cukup akhirnya jantung menderita disebut penyakit jantung koroner.
Karena penyempitan arteria maupun Vena maka jalan darah tidak lancer sehingga jantung sebagai p***a bebannya bertambah berat jadi kerja jantung dipaksa. Akibat dari itu bila pembuluh darah tidak mampu lagi menahan maka pembuluh darah pecah yang dikenal dengan struk hemorijik. Kalau terjadi penyumbatan pada pembuluh darah sampai mengganggu fungsi syaraf, itu disebut struk non hemorijik.
Hepotensi: Karena Aorta Arteria kondisinya lemah/melebar dan kehilangan kelunturan, maka jantung akan mengalami penurunan daya kerja. Dengan demikian darah yang menuju keatas/kepala berat sehingga otak mengalami kekurangan suplai darah. Oleh sebab itu penderita mengalami penurunan tekanan darah (hipotensi) dan merasakan pusing tujuh keliling atau kunang-kunang pada pandangannya.
Jantung mendapatkan persyarafan oleh syaraf Aseleran sebagai pemacu kerja jantung dan syaraf Vagus sebagai penghambat/rem kerja jantung.
Paru-paru dan Bronchus.
Ma**sia memiliki dua buah paru-paru, letaknya di kanan-kiri dada. Duduk pada Diafragma, di sela-sela antara paru-paru kanan dan kiri bagian bawah adalah letak jantung, ruang itu yang disebut Mediastinum. Paru-paru kanan terdiri atas 3 lobus/bagian, yaitu Lobus Superior, Lobus Media**s dan Lobus Inferior. Paru-paru kiri terbagi atas 2 bagian, yaitu bagian superior dan inferior. Jadi paru-paru kanan lebih besar dari paru-paru kiri. Paru-paru juga dibungkus oleh selaput yang disebut Pleura. Pleura ini terdiri dari 2 lapis, lapis luar disebut Pleura Parietale, lapis dalam disebut Pleura Piseral. Paru-paru dibentuk oleh susunan glembung-glembung paru yang disebut Alviolar. Pada Alviolar inilah terjadinya pertukaran gas Co2 dan O2 yang dikerjakan oleh sel-sel darah merah atas bantuan Hemoglobin.
Paru-paru berfungsi antara lain:
Mengembang; guna menampung udara dari luar tubu.
Mengempis; untuk mengeluarkan udara kotor dari dalam tubuh.
Membersihkan darah yang telah dipergunakan oleh jaringan tubuh.
Saluran pernafasan sedikitnya ada 11 organ yang terlibat; organ-organ tersebut adalah:
Cavum Nasi (rongga hidung).
Pharynx (tekak).
Larynx (pangkal tenggorok).
Trakhea (batang tenggorok).
Bronchus (cabang tenggorok).
Bronchiulus.
Brochiulus Terminalis.
Bronchiulus Respiraturius.
Duktus Alveolaris.
Sakkus Alveolaris.
Alveolar.
Fungsi saluran pernafasan dibagi dalam 2 bagian, yaitu:
Saluran pernafasan bagian atas meliputi rongga hidung sampai Brochiolus Terminalis disebut saluran pernafasan atas. Pada saluran pernafasan atas ini tidak terjadi proses pertukaran gas, jadi udara hanya lewat saja.
Saluran pernafasan bagian bawah meliputi Bronchiolus Respiratorius sampai Alveolar, pada saluran pernafasan bawah ini terjadi pertukaran gas.
Gangguan-gangguan penyakitnya antara lain:
Influenza (batuk, pilek).
Pharyngitis (radang tekak).
Laryngitis (radang pangkal tenggorokan).
Bronchitis (radang tenggorokan).
Asthma bronchiale (sesak nafas karena menyempitnya broncus).
Pleoritis (radang selaput paru-paru).
Empisema paru-paru (paru-paru basah).
TBC (Tuber Cluse paru-paru).
Pneumonia (radang alveolar) biasanya penderita ini orang yang terkena penyakit flu burung, HIV dan atau TBC berat.
Sistem pencernaan.
Organ-organ yang berperan dalam proses pencernaan adalah:
Mulut (oris), gigi (dent), lidah.
Pharynx (tekak).
Larynx (pangkal tenggorokan).
Trakhea (batang tenggorok).
Oesophagus (kerongkongan).
Lambung (gaster). Lambung mempunyai pintu gerbang Cardia Ventrikuli dan pintu belakang dinamai Vilorus dimana makanan terus masuk ke Duodinum (usus dua belas jari).
Usus Halus; Ada dua bagian yaitu Yeyenum dan Ileum, panjang usus halus lebih kurang 7 meter.
Colon Ascenden (usus besar naik).
Colon Tranversum (usus besar melintang); dari kanan ke kiri lewat dibawah lambung.
Colon Discenden (usus besar turun).
Colon Sigmoid; dari Colon Discenden ke tengah bawah perut, selanjutnya di tengah-tengah perut bawah turun dan disebut re**um dan a**s.
Dimulut terjadi penghancuran makanan dengan cara dikunyah yang dikerjakan oleh gigi, proses ini banyak enzim yang berperan diantaranya enzim Maltose, Amilase dan Lipase. Enzim berfungsi membersihkan mulut, gigi dan membasmi kuman-kuman yang masuk melalui makanan. Di kerongkongan tidak ada proses pencernaan, jadi makanan hanya lewat saja. Tetapi dari Oesophagus sampai Colon, organ-organ ini mempunyai gerak pristaltik. Gerak pristalti, gerakannya seolah-olah memeras-meras makanan yang lewat berguna untuk menghaluskan makanan dan mendorong makanan agar terus berjalan maju. Dari Oesophagus makanan masuk ke lambung melalui Ventrikuli. Di lambung makanan berhenti untuk beberapa waktu antara 5 hingga 6 jam lamanya. Didalam lambung terjadi proses pencernaan yang dikerjakan oleh enzim-enzim lambung diantaranya adalah asam lambung (HCL) yang berfungsi membantu pristaltik, mematikan kuman-kuman yang masuk dan membangkitkan rasa lapar. Setelah makanan menjadi halus betul selanjutnya disebut bolus dan masuk ke Duodenum melalui Vilorus. Bahan makanan di lambung juga disemprot air empedu yang diperoleh dari saluran empedu (Doktus Kholedokus), air empedu ini berfungsi mencerna lemak dan membasmi kuman-kuman atau bakteri, memberi warna pada Vaeses juga mengurangi bau. Usus dua belas jari ini terletak pada dinding perut belakang, melengkung ke kiri dan memeluk kelenjar Pankreas. Bolus didalam Duodenum ini mendapatkan air dari pancreas yang disalurkan oleh Doktus Pankreaatikus, dan air ini mengandung enzim-enzim Trepsinogen, Amilasedan Lipase yang berfungsi untuk mencerna bolus juga menjaga bolus tidak basi. Kalau kekurangan air pancreas ini, maka bolus akan menjadi basi dan perut berbunyi seperti dikocok-kocok. Pangkal Usus Halus ada di kiri atas perut, didalam Usus Halus terdapat banyak jenis enzim diantaranya: Entrokinase, Amilase, Lipase dan enzim erecsin. Semua enzim saling bekerja sama untuk merubah bolus/makanan menjadi zat-zat yang mudah diserap oleh darah, yaitu:
Karbohidrat menjadi glukosa.
Protein menjadi asam amino.
Lemak menjadi zat lemak (lipid).
Semua zat-zat tadi ditambah fitamin, minral dan juga bakteri-bakteri yang belum dapat dimatikan diserap oleh darah dan dialirkan ke hati untuk diseterilkan. Proses pengiriman ini dikerjakan oleh Vena Mesentrika Superior Inperior. Selanjutnya bolus masuk ke Colon Ascenden melalui Katub Ileo Cekal yang terletak di perut kanan bawah kira-kira sepertiga jarak dari SIAS kanan ditarik ke puser, disitu juga terdapat Usus Buntu. Didalam Colon masih terjadi penyerapan oleh darah termasuk air yang belum terserap pada Usus Halus. Setelah bolus menjadi ampas, maka ampas ini dibusukan oleh bakteri Koli yang telah siap sebelum bolus masuk ke Colon. Ampas yang dibusukan itu akhirnya dicetak di Sigmoid dan Re**um kemudian dikeluarkan melalui a**s.
Gangguan-gangguan penyakit pada pencernaan, di mulut: Sariawan/scorput, penyakit ini disebabkan kekurangan fitamin C. Gingifitis (radang gusi), dentis (radang gigi), odontalgia (nyeri gigi).
Penyakit pada lambung adalah mulanya terlalu banyak asam lambung yang menyebabkan iritasi pada dinding lambung yang selanjutnya menjadi borok dan radang lambung (gastritis).
Di Usus Halus banyaknya cacing dapat dianggap sebagai penyakit karena cacing-cacing ini merebut zat-zat makanan yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh. Kalau cacing ini tidak diatasi atau diobati, maka si penderita akan terganggu pertumbuhan tubuhnya (kurus).
Tipes juga terjadinya di Usus Halus, Colera , radang usus halus (interitis).
Radang lambung juga dapat menjalar ke Usus Halus disebut Gastro Interitis.
Usus Halus dapat juga terlipat (sembelit) apabila Usus Halus dalam keadaan kosong kemudian melakukan kerja berat atau olahraga.
Penyakit pada Colon yang sering terjadi antara lain: Dicentri baksiler maupun amuba. Sedangkan pembuluh darah pada Re**um dan a**s mudah terjadi dilatasi (pengglembungan pembuluh darah), sehingga membuat lubang Re**um dan a**s menjadi kecil, bila faeses yang lewat terlalu keras, maka akan memecahkan pembuluh darah dan terjadilah infeksi. Penyakit ini disebut Hemroid (ambeyen).
Hati (Hepar).
Hati merupakan kelenjar terbesar pada tubuh ma**sia, letaknya di perut sebelah kanan atas dibawah Diapragma di belakang Arcus Kustarum kanan, bentuknya menyerupai kerang. Bagian atas hati melengkung dan tebal, sedangkan bagian bawah hati tipis dan melekuk ke belakang. Hati dibungkus oleh Simpai Hati. Hati dibagi menjadi 2 bagian atau lobus, yaitu lobus kanan dan lobus kiri. Lobus kanan lebih besar. Jaringan hati tidak banyak mengandung jaringan ikat, sela antara sel hati cukup renggang, oleh sebab itu otot hati keadaannya gembur. Di bawah lobus kanan hati terdapat kantung empedu (Vecika Velia), berfungsi menampung air empedu yang diproduksi oleh sel hati. Hati ditembus oleh Vena Kafa Inferior, yaitu vena yang terbesar yang seterusnya menembus diapragma dan bermuara di Atrium kanan jantung. Hati menerima darah untuk keperluan hidup dari Arteria Hepatika yang merupakan cabang dari Aorta Abdominalis (nadi perut).
Fungsi hati:
Membuat air empedu.
Tempat menyimpan darah.
Tempat zat-zat telur (protein) yang diperlukan untuk tubuh.
Tempat membuat zat-zat yang diperlukan untuk membuat sel-sel darah pada tulang sumsum merah.
Tempat untuk mematikan kuman-kuman penyakit yang datang dari usus.
Menetralisir racun-racun yang datang dari Usus Halus.
Gangguan-gangguan penyakit yang sering terjadi adalah Hepatitis. Hepatitis atau radang hati terdiri atas beberapa tipe:
Tipe A.
Tipe B.
Tipe C.
Tipe AB.
Tipe E.
Tanda dan gejalanya: Bagian-bagian tubuh yang berwarna putih menjadi kuning, mual-mual, pusing, suhu badan panas dan gairah hidup menurun.
Serosis adalah hati yang menyusut/mengecil, akibat serosis maka Vena Kafa Inferior terjepit sehingga darah balik yang membawa sampah-sampah pembakaran termasuk cairan tubuh tidak mampu melewati hati, hal ini menyebabkan Udema (penumpukan cairan tubuh) di kaki, tungkai dan sampai ke perut yang dikenal busung.
Lien (Limpa).
Limpa terletak di perut kiri atas, melekat di kiri lambung setinggi rusuk ke-10. Limpa adalah kelenjar, berfungsi menyimpan cadangan darah, sel-sel darah yang sudah mati. Kalau sel-sel darah yang sudah mati itu terlalu banyak, limpat membengkak sampai melalui Arcus Kostarum kiri. INi biasanya terjadi pada penderita penyakit malaria yang kronis (menahun), pembengkakan itu disebut dugalen dalam bahasa Jawa dan dugalen itu bisa diraba dari luar depan perut kiri atas.
Apabila tubuh dalam keadaan panas atau suhu udara lingkungan sangat panas, maka akan terjadi pembuluh darah tepi membesar (vaso dilatasi) sehingga pembuluh darah tepi mengalami kekurangan isi darah, yang menyebabkan tekanan darah menurun. Untuk menghindari agar tekanan darah tidak turun, maka Limpa mengeluarkan cadangan darahnya.
Ginjal (Ren).
Ma**sia mempunyai dua buah ginjal, besarnya sama dengan kepalan/tinju tangan kiri pemiliknya tetapi ginjal sedikit gepeng. Dua buah ginjal itu masing-masing melekat di kanan dan kiri Corpus Vertebrae Torax dan Lumbal, yang kanan setinggi Th11 sampai L1 atau L2, sedang yang kiri setinggi kira-kira Th12 sampai L2 atau L3. Ginjal dibagian luar berwarna merah, dibagian dalamnya berwarna pucat. Ginjal termasuk kelompok kelenjar Exokrin.
Proses yang terjadi di ginjal adalah:
Filtrasi (penyaringan/perembesan). Proses filtrasi ialah kejadian penyerahan cairan tubuh sisa pakai yang berarti membawa sisa-sisa pembakaran dari darah kepada ginjal.
Seleksi (pemilihan) zat-zat air yang masih dapat dipergunakan oleh tubuh dan zat-zat air yang sudah harus dibuang.
Reabsorsi (penyerapan kembali) ialah penyerapan kembali oleh darah cairan yang masih dapat dipergunakan oleh tubuh.
Exkresi, yaitu kejadian pembuangan air berikut kandungannya ialah: Urine (air seni). Kandungan air seni meliputi garam-garam, Urium, Asam Urine dan sisa-sisa bahan-bahan lain. Air seni dikeluarkan melalui dua buah ureter kanan dan kiri yang bermuara di kandung kemih (Vesica Urinaria) yang terletak sedikit diatas belakang Os P***s di tengah-tengah perut bagian bawah. Kalau air seni yang tertampung pada Kandung Kemih mencapai kurang lebih 300 CC, maka syaraf Autonum terangsang sehingga ma**sia ingin berhajat kecil (kencing). Dari Kandung Kemih air seni keluar melalui Uretra, ini hanya satu. Uretra milik pria panjangnya kurang lebih CM20 dan wanita CM4.
Penyakit yang sering terjadi adalah pembentukan batu dalam ginjal atau Kandung Kemih.
Genetal (kelamin).
Genetal pria.
Genetal pria terdiri dari dua bagian, yaitu:
Genetalia external (luar).
Pada bagian ini terdiri atas organ-organ: P***s terbentuk oleh golbus (bonggol/pangkal) ada dua kanan dan kiri, masing-masing melekat pada tulang duduk (os itci’i) selanjutnya bergabung menjadi satu sebagai badan p***s (corpus p***s). Corpus p***s bentuknya tidak rata tetapi tokak-tokak/breujul-brenjul, setelah badan z***r ialah leher z***r disebut Columna Glandis, paling ujung adalah kepala z***r (Gland P***s). Gland p***s terbungkus oleh kulit yang disebut Reposium. Dalam kondisi normal reposium ini sangat elastis sehingga Gland P***s dapat dikeluarkan untuk dibersihkan, tetapi ada kalanya ujung lubangnya sangat kecil sehingga Gland P***s tidak dapat dibersihkan, kondisi menyebabkan terbentuknya bahan-bahan kanker. Untuk menghindari bahaya itu, maka reposium harus dibuang dengan cara sirkumsisi (disunat).
P***s disyarapi oleh Nervus Cudendus yang berasal dari Plexus Lumbo Sakralis, mendapatkan suplai darah dari Arteria Cudenda dan darah baliknya oleh Vena Cudenda. Arteria Cudenda terletak di bagian dalam, sedangkan Vena Cudenda di bagian luar. Bila Nervus Cudendus mendapatkan rangsangan pisik maupun Psikis, maka secara otomatis arteria Cudenda memberi aliran darah banyak kepada p***s dan Vena Cudenda terdesak dari dalam sehingga Vena Cudenda menyempit, darah yang meninggalkan p***s sedikit, didukung juga oleh muskulus erector p***s (otot penegak z***r), maka p***s menjadi membesar, tegang dan keras, kejadian ini disebut ereksi. Apabila rangsangan itu hilang/terlupakan, maka darah melalui Vena Cudenda pergi dengan cepat dan p***s menjadi lembek. Organ lain yang termasuk genetalia externa adalah skrotum (kantung te**is).
Genetal internal (dalam).
Organ-organ yang berperan: Te**is berfungsi sebagai pembuat hormone testosterone/androsteron (sebagai hormone pertumbuhan laki-laki) dan memproduksi sperma. Tetis mempunyai saluran sperma yang disebut Doctus Defrent. Saluran sperma ini bermuara di pangkal uretra. Letak tetstis barada di dalam Sc***um. Di pangkal uretra terdapat dua kelenjar yaitu kelenjar prostat dan kelenjar seminalis/bvesicolosa. Kelenjar prostat bentuknya seperti cincin melingkari pangkal uretra, seminalis memanjang searah dengan uretra. Kedua kelenjar ini memproduksi air sperma (sement). Bila terjadi persetubuan ketika menjelang puncak, maka te**is mengirimkan sel sperma melalui Doctus Defrent ke pangkal uretra. Disini sperma akan menyentuh prostat dan seminalis, maka kedua kelenjar ini segera mengeluarkan skritnya yang disebut sement untuk mempercepat jalannya sperma. Te**is memproduksi sel sperma kurang lebih 60 juta sel per 24 jam.
Genetalia perempuan.
Organ-organnya bagian luar va**na, klitoris, persyarafan dan suplai darah sama dengan genetal pria. Akan tetapi karena terdapat perbedaan secara anatomis dan hormonal, maka apabila mendapat rangsangan baik pisik maupun psikis, kejadiannya berbeda.
Bagian dalam ialah rahim dan Ovarium. Ovarium memproduksi hormone estradiol/estrogen yang berpengaruh memaksakan sel telur dan mempengaruhi pertumbuhan klamin perempuan sekunder. Setelah terjadi ovulasi (lepasnya sel telur), maka glembung-glembung tempat telur tadi diisi oleh cairan kuning yang disebut badan kuning (corpus luteum). Badan kuning menghasilkan hormone progesterone yang bersama-sama estrogen mengatur pertumbuhan rahim dan merangsang pembentukan air susu (ASI). Hormon Relaktin yang berasal dari Pituitaria mempengaruhi mengundurnya otot-otot rahim sehingga memudahkan saat melahirkan.
Kelenjar Pankreas.
Pankreas terletak di dinding perut belakang di kiri atas dan dipeluk oleh duodenum. Kelenjar Pankreas berfungsi ganda karena bagian depan/kepala menghasilkan enzim pencernaan, yang sudah disampaikan pada hal system pencernaan.
Sedangkan bagian belakang/ekor pada pulau-pulau Langerhan menghasilkan hormone insulin yang berfungsi merubah zat gula (glucose) menjadi glekogen, dimana glekogen ini disimpan di otot, kulit dan jaringan-jaringan lain sebagai cadangan tenaga. Kekurangan insulin menyebabkan zat gula tidak dapat dirubah menjadi glekogen sehingga kadar gula di dalam darah tinggi, hal ini menimbulkan penyakit kencing manis (diabetes mellitus) dengan tanda-tanda: Cepat lapar, cepat haus, sering buang air seni dan banyak keringat.
Penyakit diabetes ada dua, yaitu diabetes mellitus dan diabetes insifidus yang disebabkan oleh kekurangan hormone anti deuritik juga yang dihasilkan oleh kelenjar Pituitaria.
Glandula Parathyroid (kelenjar anak gondok).
Paratheroid menghasilkan hormone Paratormon yang berfungsi mengatur kadar calsium (CA) dalam darah dan mengatur metabolisme fosfor. Kekurangan Paratormon akan mudah terkena penyakit teta**s dan pengeroposan tulang (osteo porosis). Kelebihan Paratormon akan mempercepat pembentukan batu dalam ginjal atau kandung kencing dan juga mempercepat tumbuhnya tulang baru (ostefit/pengapuran).
Kelenjar anak gondok menghasilkan hormone Paratormon sedangkan kelenjar gondok menghasilkan hormone teroksin.