Rahasia Sehat De Nature

  • Home
  • Rahasia Sehat De Nature

Rahasia Sehat De Nature Situs web yang menjual obat obatan herbal alami PT.DE NATURE INDONESIA GRUP

06/08/2021

Raja singa atau sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri. Gejala sifilis diawali dengan munculnya luka yang tidak terasa sakit di area kelamin, mulut, atau dubur.

Luka pada area kelamin yang menjadi gejala sifilis (sipilis) sering kali tidak terlihat dan tidak terasa sakit, sehingga tidak disadari oleh penderitanya. Meski demikian, pada tahap ini, infeksi sudah bisa ditularkan ke orang lain.

Tanpa penanganan yang cepat dan tepat, sifilis dapat merusak organ otak, jantung, dan beberapa organ lain. Pada wanita hamil, infeksi juga berbahaya karena dapat menyebabkan kondisi janin tidak normal, bahkan kematian bayi. Oleh karena itu, semakin dini diagnosis dan pengobatannya, semakin mudah sifilis disembuhkan.

Gejala Sifilis
Gejala sipilis atau sifilis digolongkan sesuai dengan tahap perkembangan penyakitnya. Tiap jenis sifilis memiliki gejala yang berbeda-beda. Berikut adalah penjelasannya:

Sifilis primer
Sifilis jenis ini ditandai dengan luka (chancre) di tempat bakteri masuk.
Sifilis sekunder
Sifilis jenis ini ditandai dengan munculnya ruam pada tubuh.
Sifilis laten
Sifilis ini tidak menimbulkan gejala, tapi bakteri ada di dalam tubuh penderita.
Sifilis tersier
Sifilis ini dapat menyebabkan kerusakan organ lainnya otak, saraf, atau jantung.
Penyebab Sifilis
Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri, yang menyebar melalui hubungan seksual dengan penderita sifilis. Meski demikian, bakteri penyebab sifilis juga bisa menyebar melalui melalui kontak fisik dengan luka yang ada di penderita. Melihat penularannya, sifilis rentan tertular pada seseorang yang sering bergonta-ganti pasangan seksual.

Diagnosis Sifilis
Untuk mengetahui seseorang menderita sifilis, dokter akan melakukan pemeriksaan berupa tes darah dan pengambilan cairan luka. Tes darah untuk mengetahui adanya antibodi untuk melawan infeksi, sementara pemeriksaan cairan luka guna mengetahui keberadaan bakteri penyebab sifilis (sipilis).

Pengobatan Sifilis
Pengobatan siflis atau raja singa ini akan lebih efektif jika dilakukan ketika tahap awal. Sifilis dapat diatasi dengan antibiotik p***silin. Selama masa pengobatan, penderita dianjurkan untuk tidak melakukan hubungan seks.

06/08/2021

Ini 4 Gejala Kamu Terkena Sifilis
Salah satu risiko yang akan kamu terima jika sering berganti-ganti pasangan dan sering melakukan hubungan intim yang tidak sehat adalah terserang penyakit kelamin. Kondisi ini pastinya sangat memalukan. Namun, kamu tidak boleh berlarut dalam hal tersebut.

Apabila kamu merasa tanda-tanda penyakit kelamin menyerang dirimu, cara paling tepat adalah untuk segera memeriksakannya ke dokter. Nah, berikut ini akan dibahas salah satu penyakit kelamin menular, yaitu sifilis.

Sifilis adalah penyakit yang biasa juga disebut infeksi menular seksual (IMS) dan penyebarannya paling umum akibat hubungan intim dengan orang yang sudah terinfeksi penyakit ini. Namun, penyakit ini juga ternyata dapat menyerang seseorang melalui cairan tubuh penderita, yaitu darah. Maka dari itu, penyakit ini juga dapat menyebar karena penggunaan jarum suntik yang kurang steril seperti penggunaan narkoba, tato, dan piercing. Bahayanya lagi, penyakit ini juga dapat ditularkan oleh ibu kepada bayi di dalam kandungan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, cara yang paling ampuh adalah segera memeriksakan diri saat gejala penyakit sifilis muncul. Gejala penyakit sipilis dapat terlihat beberapa minggu setelah bakteri treponema pallidum masuk ke dalam tubuh. Nah, ini gejala yang akan muncul pada penyakit sifilis:

Fase Primer— Dalam tahapan ini, gejala yang akan timbulkan adalah luka pada alat kelamin dan di sekitar mulut. Tampilan dari lukanya pun berbentuk seperti gigitan serangga tanpa rasa sakit dan bertahan selama 1 hingga 2 bulan. Dalam tahapan ini pun, penularan akan sangat mudah terjadi akibat hubungan intim.
Pada akhirnya, lesi ini akan sembuh tanpa meninggalkan bekas. Meskipun luka telah sembuh, bukan berarti sipilis juga menghilang. Pengidap juga masih bisa menularkan sipilis pada orang lain dalam kondisi ini. Luka juga dapat terjadi di bagian tubuh lain selain kelamin.

Fase Sekunder — Tahap ini muncul sekitar 1 hingga 6 bulan (rata-rata sekitar 6 hingga 8 minggu) setelah infeksi pertama. Pastinya akan ada beberapa gejala yang berbeda pada stadium kedua ini. Ruam kemerahan bisa muncul tanpa disertai rasa gatal di bagian-bagian tertentu, seperti telapak tangan dan kaki, atau area lembap seperti skrotum dan bibir Miss V.
Gejala lain yang timbul antara lain demam, pembesaran kelenjar getah bening, sakit tenggorokan, sakit kepala, kehilangan berat badan, rambut rontok, dan nyeri otot. Perlu diketahui juga bahwa gejala dan tanda dari infeksi kedua sipilis ini akan hilang dengan sendirinya. Namun, bukan berarti penyakit ini akan hilang secara total dalam tubuhmu. Sebab, infeksinya akan berlanjut hingga stadium laten.



Fase Laten — Jika pengobatan masih belum tuntas atau tidak dilakukan sama sekali, maka akan masuk ke dalam tahap laten ini. Ini adalah tahapan setelah seseorang terinfeksi dan ruam pada tahap sekunder hilang. Pengidap tidak akan merasakan gejala apa pun dalam beberapa waktu (tahap laten). Bisa saja gejala bertahan hingga satu tahun atau bahkan 5-20 tahun.
Diagnosis yang akurat pada tahap ini hanya dapat dilakukan melalui tes darah, pengalaman seseorang, atau kelahiran anak dengan sifilis konge***al. Penularan akan terjadi pada tahap awal periode ini atau juga selama tahap laten ini terjadi, jika tidak ada gejala lain yang muncul.

Fase Tersier — Jika tidak diobati, tahap akhir ini mungkin akan muncul dalam waktu dini, yaitu 1 tahun. Selain itu, tahap ini juga bisa muncul kapan saja seumur hidup. Tahapan ini merupakan tahapan yang paling menular.
Pengidap akan merasakan gangguan serius pada pembuluh darah dan jantung. Ia juga akan mengalami gangguan mental, kebutaan, masalah sistem saraf, dan bahkan kematian. Komplikasi yang mungkin terjadi antara lain gummata (luka besar di dalam tubuh atau pada kulit), sifilis kardiovaskuler (yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah), dan neurosifilis (yang memengaruhi sistem saraf).

Nah, itu tadi gejala yang menunjukkan kamu terserang sifilis. Kalau kamu ingin tahu lebih banyak mengenai sifilis atau pun pertanyaan-pertanyaan seputar penyakit kelamin lainnya.

06/08/2021

Tanda-tanda Orang Terkena Raja Singa

Penyakit menular seksual (PMS) yang paling sering terjadi adalah sifilis alias raja singa. Sifilis ini biasanya banyak terjadi pada pria gay atau biseksual. Apa saja gejala dan tanda-tanda dari penyakit kelamin ini?

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Treponema pallidum bersifat kronis dan menahun. Bakteri ini masuk ke dalam tubuh ma**sia melalui selaput lendir (misalnya di va**na atau mulut) atau melalui kulit.

Sifilis berkembang dalam empat tahap, dan gejalanya bervariasi dengan setiap tahap. Tetapi tahapannya mungkin tumpang tindih, dan gejalanya tidak selalu terjadi dalam urutan yang sama.

berikut tahapan yang terjadi pada sifilis:

Sifilis primer
Tanda-tanda ini mungkin terjadi dari 10 hari sampai tiga bulan setelah terpapar bakteri Treponema.
Gejalanya:
Terjadi lesi kecil dan tanpa rasa sakit pada bagian tubuh tempat bakteri masuk, biasanya alat kelamin, rektum, lidah atau bibir. Luka kecil tapi bisa menyebabkan borok.
Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha
Bagian yang sakit akan sembuh tanpa pengobatan, tetapi infeksi sifilis tetap. Pada beberapa orang, sifilis kemudian bergerak ke tahap sekunder.

Sifilis sekunder
Tanda-tanda dan gejala sifilis sekunder mulai dua sampai 10 minggu setelah luka muncul dan mungkin termasuk:
Ruam kulit, yang sering muncul sebagai luka, merah atau coklat kemerahan, ukuran kecil, di manapun pada tubuh termasuk telapak tangan dan telapak kaki.
Demam
Kelelahan dan perasaan tidak nyaman yang samar
Rasa sakit
Kelenjar getah bening yang bengkak
Sakit tenggorokan
Kutil seperti luka di mulut atau daerah ge***al
Tanda-tanda dan gejala bisa hilang dalam beberapa minggu atau berulang kali datang dan pergi selama setahun.

Sifilis laten
Bila tidak diobati karena tidak ada gejala, sifilis sekunder akan bergerak menjadi sifilis laten (tersembunyi). Tahap laten bisa berlangsung selama bertahun-tahun. Tanda dan gejala tidak akan pernah kembali, atau penyakit dapat maju ke tahap tersier (ketiga).

Sifilis tersier atau terlambat
Sekitar 15 sampai 30 persen orang terinfeksi sifilis yang tidak mendapatkan perawatan akan mengalami komplikasi yang dikenal sebagai sifilis tersier atau terlambat.

Pada tahap akhir, penyakit ini dapat merusak otak, saraf, mata, jantung, pembuluh darah, hati, tulang dan sendi. Masalah ini dapat terjadi bertahun-tahun setelah infeksi awal. Beberapa tanda dan gejala sipilis akhir meliputi:
Gerakan otot tidak terkoordinasi
Kelumpuhan
Kematian rasa
Kebutaan bertahap
Dementia atau pikun

Rute penularan yang paling umum adalah melalui kontak dengan orang yang terinfeksi sakit selama melakukan aktivitas seksual. Bakteri memasuki tubuh melalui luka kecil atau lecet di kulit atau selaput lendir. Sifilis menular selama tahapan primer dan sekunder, dan kadang-kadang dalam periode laten awal.

Pada kondisi yang jarang terjadi, sifilis dapat menyebar melalui transfusi darah yang terinfeksi, melalui hubungan langsung kontak dekat dengan lesi aktif (seperti selama berciuman), atau melalui ibu yang terinfeksi kepada bayinya selama kehamilan atau persalinan (konge***al sifilis).

Bakteri sifilis sensitif terhadap cahaya, udara dan perubahan suhu. Karena itu, orang tidak akan tertular sifilis karena menggunakan toilet yang sama, bak mandi, pakaian atau peralatan makan orang yang terinfeksi, atau dari gagang pintu, kolam renang atau kolam air panas.

Orang yang rentan terkena sifilis:
Terlibat dalam aktivitas seksual berisiko tinggi, termasuk hubungan seks tanpa kondom, hubungan seks dengan banyak pasangan, berhubungan seks dengan pasangan baru, atau berhubungan seks di bawah pengaruh obat atau alkohol
Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria (homoseksual)
Orang yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV).

06/08/2021

Penularan Sifilis Tak Hanya Lewat Hubungan Seks, Waspadai Jalur Lainnya
Penularan sifilis bisa terjadi melalui kontak seksual maupun tidak. Karena itu, Anda perlu kenali lebih jauh berbagai alur penularannya beserta cara mencegahnya untuk bisa menurunkan risiko.

Penularan sifilis paling sering terjadi karena berhubungan seksual dengan penderita
Penularan sifilis bisa terjadi melalui hubungan seksual
Cara penularan sifilis
Cara mencegah penularan sifilis
Penyakit sifilis atau raja singa masuk sebagai salah satu penyakit menular seksual. Namun, penularan sifilis juga dapat terjadi lewat cara lain selain kontak seksual.

Penularan dari ibu hamil ke janin adalah salah satu alur yang perlu diwaspadai. Begitu juga dengan penggunaan jarum suntik dan menyentuh luka sifilis yang terbuka di permukaan kulit.
Cara penularan sifilis
Sifilis disebabkan oleh bakteri yang bernama Treponema pallidum. Saat bakteri ini masuk ke tubuh, berbagai gejala dapat muncul, mulai dari demam hingga luka atau lesi di kulit. Fase penularan sifilis berada pada level tertinggi ketika lesi sudah muncul.
Saat seseorang bersentuhan dengan luka sifilis tersebut, maka bakteri bisa berpindah dari satu orang ke orang lain. Perpindahan bakteri tersebut bisa terjadi lewat beberapa cara, yaitu:

1. Lewat kontak seksual
Jalur utama penularan sifilis adalah melalui kontak seksual secara va**nal, a**l, maupun oral. Saat seseorang dengan luka siflis di alat kelaminnya melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi atau kondom, maka bakteri tersebut bisa dengan mudah berpindah ke pasangannya.
Beberapa hari setelah tertular, luka siflis bisa muncul di a**s, va**na, skrotum, p***s, hingga mulut. Bahayanya, orang yang mengidap sifilis sering tidak sadar memiliki luka di alat kelaminnya. Akibatnya, penyebaran bisa terjadi lebih luas terutama apabila ia sering berganti pasangan seksual.

2. Dari ibu hamil ke janin
Apabila ibu hamil mengidap sifilis, maka bayi yang dikandungnya bisa ikut tertular. Penyakit ini sangat berbahaya bagi bayi, karena berisiko menyebabkan gangguan pertumbuhan, kejang, hingga bayi lahir dalam keadaan meninggal dunia.
Bagi ibu yang tinggal di daerah dengan penularan sifilis tinggi atau rentan tertular sifilis, pemeriksaan sifilis harus dijalani secara berkala selama masa kehamilan.

3. Penggunaan jarum suntik tidak steril
Penularan sifilis melalui jarum suntuk yang tidak steril juga bisa terjadi. Sehingga orang-orang yang menyalahgunakan obat terlarang lewat jarum suntik berisiko terkena penyakit ini meski tidak berhubungan seksual dengan pengidap sifilis.
Penggunaan jarum suntik yang tidak steril juga bisa terjadi pada proses transfusi darah. Namun hal ini sangat jarang terjadi karena setiap orang yang ingin donor darah pasti melalui pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu.

4. Kontak langsung dengan luka sifilis
Cara terakhir penularan sifilis adalah lewat kontak langsung dengan lesi atau luka terbuka yang muncul akibat sifilis. Penularan lewat cara ini memang jarang terjadi. Namun bukan berarti Anda bisa menghiraukannya, terutama jika bekerja di bidang klinis, seperti di rumah sakit, puskesmas, ataupun fasilitas kesehatan lainnya.
Bakteri sifilis bisa masuk ke tubuh apabila luka yang tidak tertutup di tubuh Anda, bersentuhan langsung dengan lesi sifilis.
Perlu diingat bahwa penyakit ini tidak dapat menular lewat kontak biasa seperti berbagi makanan atau minuman, berpelukan, berpegangan tangan, bersin, atau batuk. Sifilis juga tidak menular apabila Anda menggunakan toilet duduk maupun handuk yang sama dengan pengidapnya.

Cara mencegah penularan sifilis
Untuk mencegah agar Anda tidak tertular sipilis, berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan.
Tidak melakukan hubungan seksual dengan pengidap sifilis
Menggunakan kondom saat berhubungan seksual, siapapun partnernya
Tidak bergonta-ganti pasangan seksual
Menghindari konsumsi obat-obatan terlarang
Menggunakan dental dam, saat melakukan oral seks pada wanita
Tidak menggunakan s*x toys bergantian
Menjalani pemeriksaan kehamilan secara berkala (pada ibu hamil)

Perbedaan HIV dan AIDS yang Perlu Anda Ketahui
Cegah Penyakit Menular Seksual dengan Vaksin HPV
Penyakit sifilis sangat menular dan bisa berkembang menjadi kondisi yang berbahaya. Namun, penyakit ini juga bisa sembuh dengan baik selama Anda memulai perawatan sejak dini.
Meski begitu, tentu mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, Anda tetap perlu mengetahui penyebab penularan sifilis agar bisa menghindarinya di kemudian hari.

06/08/2021

Penyakit Sifilis: Ketahui Penyebab, Gejala, dan Cara Mencegahnya
- Sifilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh sejenis bakteri yang dikenal sebagai Treponema pallidum.

Tanda pertama sifilis adalah luka kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit. Bisa muncul di organ seksual, rektum, atau di dalam mulut. Luka ini disebut chancre. Seseorang seringkali tidak langsung menyadarinya.

Penyakit sifilis dapat menjadi tantangan untuk didiagnosis. Seseorang dapat mengidapnya tanpa menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun.

Namun, semakin cepat ditemukan sifilis, semakin baik penanganannya. Sifilis yang tidak diobati dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan besar pada organ penting, seperti jantung dan otak.

Penyakit sifilis hanya menyebar melalui kontak langsung dengan pengidap sifilis. Sifilis paling mungkin menyebar selama aktivitas seksual oral, a**l, atau va**nal.

Orang jarang menularkan bakteri melalui ciuman. Hal itu tidak dapat ditularkan melalui berbagi toilet dengan orang lain, mengenakan pakaian orang lain, atau menggunakan peralatan makan orang lain.

Gejala Penyakit Sifilis
Dilansir dari Medical News Today, dokter mengkategorikan stadium sifilis dengan urutan primer, sekunder, laten, serta tersier. Berbagai gejala menentukan setiap tahap.

Penyakit ini bisa menular selama tahap primer dan sekunder dan, kadang-kadang, tahap awal laten. Sifilis tersier tidak menular, tetapi memiliki gejala yang paling parah.

Gejala primer
Gejala sifilis primer termasuk satu atau lebih luka sifilis yang tidak nyeri, keras, dan bulat, atau chancres. Ini muncul 10 hari hingga 3 bulan setelah bakteri masuk ke tubuh.

Chancres sembuh dalam 2-6 minggu. Namun, tanpa pengobatan, penyakit tersebut mungkin tetap ada di dalam tubuh dan berlanjut ke fase berikutnya.

Gejala sekunder
Gejala sifilis sekunder meliputi:

• luka yang menyerupai kutil oral, a**l, dan ge***al
• ruam tidak lengket, kasar, merah atau merah-coklat yang dimulai di batang dan menyebar ke seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan telapak kaki
• Nyeri otot
• demam
• sakit tenggorokan
• kelenjar getah bening bengkak
• rambut rontok tidak merata
• sakit kepala
• penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
• kelelahan

Gejala ini dapat hilang beberapa minggu setelah muncul pertama kali. Mereka mungkin juga kembali beberapa kali dalam periode yang lebih lama.

Tanpa pengobatan, sifilis sekunder dapat berkembang ke tahap laten dan tersier.

Sifilis laten
Fase laten bisa berlangsung selama beberapa tahun. Selama ini, tubuh akan menyimpan penyakit tanpa gejala.

Namun, bakteri T. pallidum tetap tidak aktif di dalam tubuh, dan selalu ada risiko kambuh. Dokter tetap menganjurkan pengobatan sifilis pada tahap ini, meski gejalanya tidak muncul.
Setelah fase laten, sifilis tersier dapat berkembang.

Sifilis tersier, atau sifilis lanjut
Sifilis tersier dapat terjadi 10–30 tahun setelah permulaan infeksi, biasanya setelah periode laten tanpa gejala.

Pada tahap ini, sifilis merusak organ dan sistem berikut:

• jantung
• pembuluh darah
• hati
• tulang
• sendi

Gummas juga bisa berkembang. Ini adalah pembengkakan jaringan lunak yang dapat terjadi di mana saja di tubuh.

Kerusakan organ berarti sifilis tersier seringkali dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, mengobati sifilis sebelum mencapai tahap ini sangatlah penting.

Neurosifilis
Neurosifilis adalah suatu kondisi yang berkembang ketika bakteri T. pallidum telah menyebar ke sistem saraf. Ini sering memiliki hubungan dengan sifilis laten dan tersier. Namun, itu dapat terjadi kapan saja setelah tahap utama.

Seseorang dengan neurosifilis mungkin asimtomatik untuk waktu yang lama. Atau, gejala mungkin berkembang secara bertahap.

Gejalanya meliputi :

• demensia atau perubahan status mental
• gaya berjalan abnormal
• mati rasa di ekstremitas
• masalah dengan konsentrasi
• kebingungan
• sakit kepala atau kejang
• masalah penglihatan atau kehilangan penglihatan
• kelemahan

Sifilis konge***al
Sifilis konge***al parah dan seringkali mengancam nyawa. Bakteri T. pallidum dapat berpindah dari wanita hamil ke janin melalui plasenta dan selama proses kelahiran.
Data menunjukkan bahwa tanpa skrining dan pengobatan, sekitar 70% wanita dengan sifilis akan mengalami hasil yang merugikan dalam kehamilan.

Hasil yang merugikan termasuk kematian dini janin atau neonatal, kelahiran prematur atau berat lahir rendah, dan infeksi pada bayi.

Gejala pada bayi baru lahir meliputi:

• pelana hidung, di mana pangkal hidung hilang
• demam
• kesulitan menambah berat badan
• ruam pada alat kelamin, a**s, dan mulut
• lepuh kecil di tangan dan kaki yang berubah menjadi ruam berwarna tembaga , yang mungkin bergelombang atau rata, dan menyebar ke wajah
• cairan hidung berair

Bayi yang lebih tua dan anak kecil mungkin mengalami:

• Gigi Hutchinson, atau gigi abnormal berbentuk pasak
• sakit tulang
• kehilangan penglihatan
• gangguan pendengaran
• pembengkakan sendi
• saber shins, masalah tulang di kaki bagian bawah
• jaringan parut pada kulit di sekitar alat kelamin, a**s, dan mulut
• bercak abu-abu di sekitar va**na luar dan a**s

Pada 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengukuhkan Kuba sebagai negara pertama di dunia yang sepenuhnya memberantas sifilis bawaan.

Bagaimana mencegah sifilis
Cara terbaik untuk mencegah sifilis adalah dengan melakukan seks aman. Gunakan kondom selama semua jenis kontak seksual. Selain itu, hal di bawah ini mungkin bisa dilakukan sebagai pencegahan dilansir dari Healthline:

Gunakan bendungan gigi (sepotong lateks persegi) atau kondom selama seks oral.
Hindari berbagi mainan seks.
Lakukan skrining untuk IMS dan bicarakan dengan mitra Anda tentang hasilnya.
Sifilis juga dapat ditularkan melalui jarum suntik bersama. Hindari berbagi jarum suntik jika menggunakan obat suntik.

Mengobati dan menyembuhkan penyakit sifilis
Sifilis primer dan sekunder mudah diobati dengan suntikan p***silin. Pen*silin adalah salah satu antibiotik yang paling banyak digunakan dan biasanya efektif dalam mengobati sifilis. Orang yang alergi terhadap p***silin kemungkinan akan diobati dengan antibiotik yang berbeda, seperti:

doksisiklin
azitromisin
ceftriaxone.dll

Jika Anda menderita neurosifilis, Anda akan mendapatkan p***silin dosis harian secara intravena. Ini sering membutuhkan rawat inap singkat di rumah sakit.

Sayangnya, kerusakan akibat sifilis lanjut tidak dapat diatasi. Bakteri dapat dimatikan, tetapi pengobatan kemungkinan besar akan berfokus pada mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan.

Selama perawatan, pastikan untuk menghindari kontak seksual sampai semua luka di tubuh Anda sembuh dan dokter memberi tahu Anda bahwa aman untuk melanjutkan seks.

Jika Anda aktif secara seksual, pasangan Anda juga harus diperlakukan. Jangan melanjutkan aktivitas seksual sampai Anda dan pasangan menyelesaikan perawatan.

06/08/2021

Kalau lagi ngobrolin penyakit menular seksual, apa yang ada di pikiran kamu? Bagi sebagian besar orang-orang di Indonesia, pengetahuan tentang jenis penyakit menular seksual yang ada sangatlah minim. Sebagian besar orang dapat menyebutkan HIV/AIDS sebagai penyakit menular seksual, namun tahukah kamu bahwa ada banyak sekali jenis penyakit kelamin berbahaya lainnya yang berisiko tinggi?

Mengenal Penyakit Kelamin dan Gejala Sipilis, Hingga Cara Pencegahannya
Apa Itu Penyakit Kelamin Sipilis
Salah satu jenis penyakit kelamin yang cukup berbahaya adalah sipilis. Sipilis adalah penyakit kelamin yang dikenal juga dengan nama Raja Singa. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang dapat menginfeksi kulit, mulut, alat kelamin, serta sistem syaraf.

Potensi penularan sipilis terjadi melalui kontak seksual dengan penderita sipilis, dan tidak hanya melalui penetrasi saja lho. Penyakit kelamin ini juga dapat menular melalui seks a**l dan seks oral.

Gejala Sipilis yang Perlu Diwaspadai
Gejala sipilis terjadi dalam beberapa stadium:

Stadium 1: Luka yang tidak terasa sakit di area di mana bakteri masuk ke tubuh.

Stadium 2: Demam, sakit kepala, nyeri sendi, hilangnya nafsu makan, munculnya ruam, sakit tenggorokan, kelenjar limpa membengkak, serta kelelahan.

Stadium 3: Kerusakan pada otak dan jantung, daya ingat menurun, mengalami kelumpuhan, masalah dengan keseimbangan tubuh.

Namun penting diketahui bahwa gejala-gejala di atas belum tentu muncul pada semua orang. Jika kamu mencurigai kamu terinfeksi sipilis atau penyakit menular seksual lainnya, segera periksakan dirimu untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Langkah-langkah Mencegah Penularan Sipilis
Untuk melindungi diri dari penularan penyakit kelamin sipilis, gunakanlah kondom setiap kali berhubungan seks, dan bersihkan organ intim setelah berhubungan seks. Selain itu, hindari seks bebas atau gonta-ganti pasangan agar kamu terlindungi dari bahaya sipilis.

06/08/2021

Sifilis adalah salah satu penyakit seksual menular yang cukup berbahaya. Jika tak mendapat penanganan yang sesuai, sifilis dapat menyebabkan kebutaan, artritis, kerusakan otak, dan lain-lain. Maka dari itu, mengetahui ciri-ciri penyakit sifilis adalah hal yang penting.

Sifilis disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Anda bisa terinfeksi bakteri itu saat melakukan kontak dekat dengan penderita sifilis. Selain melalui hubungan seksual, Anda bisa tertular sifilis melalui luka atau selaput lendir.

Setiap orang dapat mengalami gejala sifilis yang berbeda-beda. Biasanya, gejala muncul sesuai dengan tahapan sifilis yang sedang dilalui, yaitu sifilis primer, sifilis sekunder, sifilis laten, dan sifilis tersier.

Sifilis Primer
biasanya gejala pada tahap awal muncul 10 hingga 30 hari setelah tubuh Anda terinfeksi sifilis. Hal pertama yang biasanya Anda sadari adalah kelenjar getah bening di sekitar selangkangan mengalami pembengkakan.

Selain itu, muncul luka di kulit, tapi tidak terasa sakit. Kondisi itu biasanya tidak disadari oleh penderita, apalagi saat luka muncul di bagian va**na. Luka tersebut memang bisa sembuh dalam waktu tiga hingga enam minggu. Namun, bukan berarti Anda sembuh dari infeksi sifilis.

Sifilis Sekunder
Rambut rontok termasuk salah satu ciri-ciri penyakit sifilis sekunder.
Ciri-ciri penyakit sifilis selanjutnya muncul dua hingga 10 minggu setelah luka yang dijelaskan di poin sebelumnya muncul. Beberapa gejala yang bisa Anda alami adalah muncul ruam di kulit, demam, sakit kepala, berat badan turun, rambut rontok, dan lain-lain.

Meski gejala-gejala itu bisa sembuh dengan sendirinya, Anda tetap perlu memeriksakan diri ke dokter. Jika tidak, gejala itu akan kembali Anda alami. Anda juga bisa menyebarkan penyakit itu ke orang lain saat sifilis belum benar-benar terobati.

Sifilis Laten dan Sifilis Tersier
Seperti yang telah dijelaskan, ciri-ciri penyakit sifilis sekunder yang diabaikan memang bisa hilang. Namun, bukan berarti infeksi bakteri dalam tubuh hilang. Kondisi itulah yang disebut dengan tahap sifilis laten.

Mengabaikan gejala sifilis justru akan membawa tubuh Anda ke tahao terakhir, yaitu sifilis tersier. Gejala-gejala pada tahap ini baru muncul 10 hingga 30 tahun setelah gejala pertama muncul. Sayangnya, kesehatan Anda dalam tahap ini bisa sangat terganggu. Misalnya, stroke, demensia, buta, dan lain sebagainya.

06/08/2021

Belum Tentu Bisa Dirasakan, Inilah Gejala Sipilis pada Wanita
Kenali dan tangani sebelum terlambat

Apakah Sipilis Itu?
Tahapan Sipilis dan Gejala Sipilis pada Wanita
Sipilis pada Wanita Hamil
Hindari Sipilis dengan Cara Ini
Jujur saja, kebanyakan orang tentu akan merasa malu jika terkena penyakit kelamin. Biasanya penyakit kelamin ini terjadi pada seseorang yang sudah aktif secara seksual.

Dengan demikian, penyakit kelamin mengindikasikan bahwa seorang pengidap tersebut kerap kali melakukan aktivitas seksual kurang sehat. Sehingga seseorang tersebut tertular bakteri dan menyebabkan penyakit yang merugikan kesehatan.

Salah satu penyakit yang menjadi momok adalah sipilis atau dikenal sebagai raja singa. Gejala penyakit ini bisa timbul atau tidak hadir sama sekali. Kok, bisa? Saatnya berkenalan lebih jauh dengan sipilis dan gejala sipilis pada wanita lewat artikel ini.

Apakah Sipilis Itu?
Dilansir dari fpa.org.uk, sipilis merupakan salah satu dari STI (Sexually Transmitted Infection) yang jika tidak ditangani dengan benar dan tuntas dapat menyebabkan masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Baca juga:Adakah Posisi Seks yang Dapat Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

Penyebab utama penyakit kelamin sipilis adalah bakteri bernama treponema pallidium. Seseorang yang aktif secara seksual dan sering berganti besar memiliki risiko lebih besar terkena sipilis. Bakteri ini tidak hanya bisa menginfeksi area kelamin, namun juga bisa menginfeksi kulit, mulut, dan juga sistem saraf penderita.

Ada berbagai gejala sipilis pada wanita yang biasanya timbul. Ada yang sangat ringan, ringan, berat, bahkan ada yang tidak merasakan gejalanya sama sekali. Sehingga seringkali seseorang yang tidak menularkan penyakit tersebut tidak menyadari bahwa ia telah terjangkit sipilis.

Tidak hanya melalui aktivitas seksual lewat va**nal, a**l, dan oral, sipilis juga bisa menulari orang lain karena bertukar s*x toys. Itulah sebabnya penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan seks sangatlah disarankan.

Pada beberapa kasus, sipilis juga bisa ditularkan karena transfusi darah atau jarum suntik. Meski demikian, hal ini sangatlah jarang terjadi.

Yang perlu diingat, sipilis tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet, berbagai kamar mandi, berbagi bathtub, aktivitas berenang, berbagi peralatan makan, atau dari memegang gagang pintu yang habis disentuh oleh penderita sipilis.

Baca juga: Apa Itu Penyakit Menular Seksual? Kenali Penyebab Umum Penyakit Ini!

Tahapan Sipilis dan Gejala Sipilis pada Wanita

Dijelaskan di fpa.org.uk, setiap gejala sipilis pada wanita dapat mengindikasikan tahapan sipilis yang sedang dialaminya. Setidaknya ada tiga tahapan sipilis yaitu tahap awal (tahapan primer dan tahapan sekunder), tahap laten, dan tahap akhir (dikenal juga sebagai tahap tersier).

Semakin dini tahapan sipilis, maka akan semakin mudah penyakit sipilis dapat ditangani.

1. Luka yang Tidak Memberi Sensasi Nyeri
Menurut mayoclinic.com gejala sipilis pada wanita yang pertama atau tahap primer khas dari sipilis adalah timbulnya luka kecil yang dinamakan chancre (SHANG-kur).

Luka kecil ini adalah penanda tempat di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Biasanya, sebagian besar orang yang terkena sipilis memiliki satu luka kecil. Namun ada juga sebagian orang yang memiliki lebih dari satu luka.

Yang menarik, dan luput dari perhatian, luka ini seringkali tidak menimbulkan nyeri atau sakit. Gejala sipilis pada wanita tahap awal ini pun seringkali tersembunyi di antara va**na dan re**um.

Chancre, biasanya muncul pada tubuh seseorang yang terjangkit sipilis setelah 3 minggu terpapar bakteri treponema pallidium. Luka tersebut akan menghilang setelah 3-6 minggu dan menimbulkan bekas tipis.

Hati-hati, meskipun luka sudah sembuh, bukan berarti sipilis menghilang. Seorang wanita atau laki-laki dapat menularkna sipilis ke pasangannya yang lain saat berada di kondisi ini.

Selain timbulnya chancre, seseorang yang mengalami sipilis di tahap awal juga akan mengalami demam sekitar 38 hingga 38,1 derajat celcius.

2. Ruam pada Kulit
Munculnya ruam pada kulit adalah gejala sipilis pada wanita selanjutnya. Ruam ini bisa ditemukan di beberapa bagian tubuh secara tidak pasti atau random. Bentuknya bulat menonjol kecil dan cenderung kasar. Anehnya, tonjolan ini tidak menyebabkan gatal.

Biasanya ruam ini muncul di area telapak kaki atau telapak tangan. Inilah artinya tahapan sipilis yang dialami seseorang memasuki tahap sekunder karena tidak memperoleh pengobatan di tahap awal.

Bakteri yang terdapat pada sipilis sudah “bergerak” melalui darah dan memengaruhi area tubuh yang lain.


Lainnya, gejala sipilis pada wanita yang bisa saja dialami pada tahap sekunder adalah berat badan menurun, nyeri otot, rambut rontok dengan bintik botak alopecia sifilis, demam, sakit tenggorokan menyebabkan sakit saat menelan, hingga luka di mulut, luka di va**na, luka di a**s (masing-masing luka berukuran kurang lebih 1-3cm).

Luka ini akan muncul di area yang lembap seperti ketiak, selangkangan, atau mulut. Meski demikian luka ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Gejala ini bisa menghilang dalam beberapa minggu, namun akan kembali datang dan pergi selama setahun.

Jika tidak diobati dengan benar dan dibiarkan begitu saja, sipilis akan berkembang ke tahap laten. Tahapan ini bisa berlangsung singkat yaitu 1 tahun atau cukup lama yaitu 5-20 tahun.

Pada kondisi ini seseorang yang terkena sipilis bisa jadi tidak mengeluarkan gejala apapun, sehingga hanya bisa dibuktikan dengan tes darah.

3. Respon Sensorik Menurun
Gejala sipilis pada wanita selanjutnya adalah respon sensorik menurun sebagai akibat dari tahapan sipilis tahap ketiga atau tersier. Gejala ini terjadi karena sipilis menahun yang tidak diobati. Biasanya timbul setelah 10-30 tahun setelah infeksi sipilis berlangsung pertama kali.

Sipilis pada tahap ini juga dikenal sebagai neurosipilis. Ini adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada keterlibatan sistem saraf pusat dan perubahan fungsi neurologis.

Jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah sistem organ seperti kerusakan pada otak, meningitis, radang otak, sum-sum tulang belakang, tulang, dan persendian.

Gejala yang bisa diakibatkan dari tahap akhir sipilis termasuk masalah dengan pergerakan, kehilangan penglihatan secara bertahap dan bisa permanen (ocular syphilis), demensia, hingga kelumpuhan.

Infeksi sipilis tidak hanya terjadi pada pria dan wanita yang tidak hamil saja. Wanita hamil pun bisa saja mengalami infeksi sipilis.

Itulah sebabnya, Moms dan Dads perlu melakukan kesehatan awal terlebih dahulu sebelum melakukan program hamil. Sekarang, tes kesehatan pra nikah pun sudah bisa ditemukan di berbagai rumah sakit atau klinik terpercaya.
Hal ini untuk menghindari berbagai bakteri atau virus yang bisa jadi telah ada di pasangan masing-masing. Semakin awal menemukannya, artinya semakin dini juga Anda berdua bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Infeksi sipilis pada wanita hamil yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan merugikan kesehatan Moms dan kematian janin.

Baca juga: 20 Larangan untuk Ibu Hamil Muda, Penting!

Dilansir dariCenters for Disease Control and Prevention, Moms yang mengalami sipilis akan disarankan untuk melakukan tes skrining yang terus diulang hingga trimester ketiga.

Jika bayi yang terinfeksi sipilis lahir dan selamat, Si Kecil akan tetap mengalami kejang, kelainan organ, dan hambatan dalam perkembangannya kelak.

Lebih baik, diskusikan kondisi kesehatan Moms dengan dokter kandungan.

Berbagai akibat dan gejala sipilis pada wanita di atas tentu saja membuat semua orang bergidik.

Itulah penyebab, cara menghindar, dan gejala sipilis pada wanita yang harus Moms ketahui.
UNTUK KONSULTASI HUBUNGI KAMI:
WA : +62 821-3887-0980

Address

MAJENANG

53257

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Rahasia Sehat De Nature posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Rahasia Sehat De Nature:

  • Want your practice to be the top-listed Clinic?

Share