Ekklesia Community

Ekklesia Community Forum berbagi kasih dan sukacita iman. Segala kemuliaan hanya untuk TUHAN.

18/07/2014

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan."
(Amsal 4:23)

13/07/2014
30/06/2014

"Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,
karena dari situlah terpancar kehidupan."
[Amsal 4:23]



GOD BLESS

03/04/2014

Sebesar apa pun persoalan atau pergumulan yang kita hadapi, hendaklah sebagai orang percaya untuk tetap bersyukur pada TUHAN.

Karena barangsiapa diantara kita yang tengah berbeban berat,
"Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian kemari oleh angin."
(Yakobus 1:6)

Tetap teguhkan iman kita kepada TUHAN.

Ingatlah!
Sukacita sejati itu datangnya dari TUHAN, dan kuasa-NYA tak pernah berubah.
"YESUS KRISTUS tetap sama, baik kemarin maupun hari ini dan sampai selama-lamanya."
(Ibrani 13:8)

Jadi apa lagi yang kita tunggu?
Apa lagi yang kita ragukan?

"Marilah kepada-KU, semua yang letih lesuh dan berbeban berat, aku akan memberikan kelegaan kepadamu."
(Matius 11:28)

"Berserulah kepada-KU, maka AKU akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui."
(Yeremia 33:3)

***Selamat pagi;

***Selamat beraktivitas;

GOD BLESS

02/04/2014

Seberat dan sepahit apapun pergumulan yang kita alami, tetaplah bersyukur, dan berhentilah bersungut.
Tetaplah bertahan, teruslah bersabar, jadilah tegar sampai TUHAN datang menolong.
Karena;
{Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencoban-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab ALLAH setia dan karena itu IA tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai IA akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.}
(1 Korintus 10:13)

Janganlah bersedih bahkan meratapinya. Tetapi;
{Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan ALLAH kepada barangsiapa yang mengasihi DIA.}
(1 Yakobus 1:12)

Dan perlu diingat!
{Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari ALLAH!" Sebab ALLAH tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan IA sendiri tidak mencobai siapa pun.}
(Yakobus 1:13)

Tetap semangat dan setia bersama TUHAN.

GOD BLESS

10/02/2014

MELAYANI TUHAN: Rajin dan Tidak Malas
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 10 Februari 2014

Baca: Roma 12:9-21

"Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." Roma 12:11

Jika saat ini kita beroleh kesempatan dan kepercayaan untuk terlibat dalam pelayanan pekerjaan Tuhan mari kita lak*kan dengan sungguh-sungguh. Sering kita jumpai banyak orang Kristen yang tidak menunjukkan kesungguhannya dalam melayani Tuhan: ogah-ogahan, malas dan asal-asalan dalam melayani. Kalau sudah berkomitmen untuk melayani maka kita harus memiliki kemauan untuk bekerja. "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor," (ayat nas), artinya kita harus melayani Tuhan dengan rajin.

Rajin berarti sungguh-sungguh bekerja dan berusaha dengan giat. Tidak ada kerugian sama sekali jika kita melak*kan segala sesuatu dengan rajin, bahkan Alkitab mencatat ada banyak berkat yang tersedia bagi orang-orang rajin. "Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya." (Amsal 10:4), "Tangan orang rajin memegang kekuasaan, tetapi kemalasan mengakibatkan kerja paksa." (Amsal 12:24). Rajin adalah salah satu kunci meraih keberhasilan. Orang yang rajin pasti tidak menunggu sampai besok apa yang bisa dikerjakan hari ini; orang yang rajin pasti berusaha menggunakan setiap kesempatan untuk melayani Tuhan dengan sebaik-baiknya. Sebaliknya orang yang malas pasti punya seribu satu alasan untuk lari dari tanggung jawab dan menghindari tugas. Alkitab menyebut orang yang malas sebagai orang yang jahat di mata Tuhan karena telah menyia-nyiakan kesempatan dan kepercayaan yang diberikan kepadanya.

Kemalasan berbicara tentang rendahnya motivasi seseorang untuk melak*kan pekerjaan, atau keengganan seseorang untuk melak*kan sesuatu yang seharusnya ia bisa lak*kan. Malas berarti menolak tugas, tidak disiplin, tidak tekun dan tidak produktif. Mustahil kita bisa mewujudkan segala keinginan dan cita-cita jika masih 'memeluk erat' rasa malas. Ada tertulis: "Oleh karena kemalasan runtuhlah atap, dan oleh karena kelambanan tangan bocorlah rumah." (Pengkotbah 10:18). Selagi ada waktu mari kita melayani Tuhan dengan rajin, jangan malas.

"...dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia." 1 Korintus 15:58
Posted by Air Hidup Blog at 1:00 AM No comments: Links to this post
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook
Sunday, February 9, 2014
MELAYANI TUHAN: Kerendahan Hati
Disadur dari Renungan Harian Air Hidup, edisi 9 Februari 2014

Baca: Markus 10:35-45

"dan barangsiapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya." Markus 10:44

Tuhan Yesus memberikan teladan yang luar biasa bagaimana seharusnya seorang Kristen melayani. Saat jamuan menjelang hari raya Paskah, Tuhan Yesus dan para muridNya berkumpul, namun tidak seorang pun dari antara mereka yang mau saling melayani. "Lalu bangunlah Yesus dan menanggalkan jubah-Nya. Ia mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkannya pada pinggang-Nya, kemudian Ia menuangkan air ke dalam sebuah basi, dan mulai membasuh kaki murid-murid-Nya lalu menyekanya dengan kain yang terikat pada pinggang-Nya itu." (Yohanes 13:4-5).

Membasuh kaki orang biasanya dilak*kan oleh orang yang paling rendah jabatannya, tapi Tuhan Yesus rela melak*kanya. KataNya, "Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu; sebab Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." (Yohanes 13:14-15). Memiliki kerendahan hati seperti Yesus adalah syarat mutlak yang harus dimiliki setiap orang percaya, dan pelayanan adalah cara yang paling efektif menghasilkan sifat rendah hati. "Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati." (Yakobus 4:6).

Kalau kita rindu pelayanan kita berkenan kepada Tuhan kita harus membuang sifat sombong dan belajar untuk rendah hati; jadi jangan buru-buru menyebut diri kita sebagi pelayan Tuhan, sebab karakter yang baik itulah yang akan menentukan kualitas pelayanan kita. Sering dijumpai ada banyak orang Kristen yang terlibat dalam pelayanan tapi memiliki karakter yang kurang baik. Jika demikian, bagaimana kita bisa menjadi berkat? Kita juga tidak boleh menilai kerohanian seseorang dari talenta atau karunia yang dimiliki, tetapi dari buah yang dihasilkannya. "Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Jadi dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka." (Matius 7:17, 20).

Seberapa banyak buah-buah Roh yang kita hasilkan itulah yang terpenting dan terutama, bukan aktivitas pelayanan semata!

"HIDUP ITU ADALAH PILIHAN DAN HIDUP ADALAH KASIH KARUNIA ALLAH"Dalam perjalanan hidup, seringkali kita sebagai umat manu...
09/05/2013

"HIDUP ITU ADALAH PILIHAN DAN HIDUP ADALAH KASIH KARUNIA ALLAH"

Dalam perjalanan hidup, seringkali kita sebagai umat manusia sering mengalami masalah. Entah itu menyangkut ekonomi, studi/pekerjaan, percintaan, dsb. Sehingga tak jarang, melalui masalah itu menjadi satu kesempatan terbesar bagi sang penguasa kegelapan, yaitu iblis untuk masuk dalam kehidupan kita.

Oleh karena tuntutan ekonomi, sebagian orang nekad untuk mencuri, bahkan sampai membunuh sesama. Padahal, dalam kesepuluh Hukum Taurat sendiri jelas-jelas telah menyatakannya. (Keluaran 20 1:17).

Demi mengejar cita-cita dalam studi, para pelajar sering menjadi bimbang, dan lebih memilih jalan pintas dengan mencontek hanya untuk mendapatkan nilai terbaik. (Yakobus 1:6-7)

Begitupun dalam percintaan. Rasa cemburu, iri hati, sombong tak luput dari semua itu. (1 Korintus 13);

Manusia diciptakan ALLAH sebagai mahkluk yang sempurna, menurut gambar dan rupa ALLAH (Kejadian 1:26-27). Tapi, sebagai manusia kita seringkali tak mensyukuri akan Berkat dan Kasih Karunia yang telah diberikan-NYA.

Bila menghadapi pergumulan, kita sering putus asa, menjauhkan diri daripada-NYA dan bahkan sebagian orang tak segan untuk mengakhiri hidup.

TUHAN sempat berfirman keapada kita untuk tetap mensyukuri apapun keadaan kita, termasuk pergumulan yang kita hadapi tersebut. (Yakobus 1:2); Karena nantinya, segala sesuatu akan indah pada waktunya. (Pengkhotbah 3:11a).

Jadi berdirilah teguh, kenakanlah seluruh perlengkapan senjata ALLAH, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis. (Efesus 6:11)

Dan jangan sekalipun tersirat dalam benak bahwa pergumulan yang kita hadapi itu berasal dari DIA. (Yakobus 1:12-18).

Pergunakanlah Kasih Karunia yang ada dalam hidup kita. Janganlah takut, karena "...ALLAH memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban." (2 Timotius 1:7), dan yakinlah "...Roh yang ada dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada dalam dunia." (1 Yohanes 4:4b). Karena ada tertulis; "sebab semua yang lahir dari ALLAH, mengalahkan dunia. Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita. Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya, bahwa YESUS adalah Anak ALLAH?' (1 Yohanes 5:4-5).

Jadi oleh karena iman, hendaklah kita menjadi Pelaku-Pelaku Firman. Jangan berasumsi hanya nanti jadi seorang Pendeta, Gembala, Pastur, Penatua, dsb, barulah kita dapat menjadi seorang Pelaku Firman, melainkan apapun kondisi kita, siapapun kita dan profesi apapun yang kita geluti, kapanpun, dimanapun dan kepada siapapun itu, hendaklah kita menjadi Pelaku Firman. (Yakobus 1:22; 2:17).

Jangan kita gempar oleh hiruk-pik*k orang yang bersikap sentimentil, melainkan kita tunjukkan pada mereka, bahwa kuasa TUHAN itu sungguh besar. Dan jangan jadikan usia muda kita sebagai satu penghalang bagi kita untuk menyatakan kuasa-NYA. "Jadilah teladan bagi orang-orang percaya, dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu dan dalam kesucianmu." (1 Timotius 4:12).

Tentukan pilihan terbaikmu sesuai dengan Kasih Karunia yang telah TUHAN berikan

23/04/2013

AGAR TAK BOSAN DENGAN ALKITAB

Mungkin dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengutak-atik sesuatu, dan pada akhirnya kita sendiri tercengang dengan apa yang kita dapati...

Tapi...

Pernahkah kita sedikit mengutak-atik akan Alkitab...?

Coba deh kita sedikit mengutak-atik Alkitab kita.

Coba kita cari tahu tentang 5 hal berikut ini dulu:

-Ayat & bunyi ayat yang paling
Awal-Tengah-Akhir dari Alkitab;
-Pasal terpanjang dalam Alkitab;
-Pasal terpendek dalam Alkitab.

Selamat mencoba...

GBU

12/04/2013

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan,

dan ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan.

Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:3-5
*courtesy of PelitaHidup.com
Rasul Paulus telah memberikan pelajaran yang sangat berarti bagi kita melalui kehidupan yang dilaluinya. Secara manusia dia lebih banyak melalui penderitaan setelah dia menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat hidupnya dibanding ketika dia belum mengenal Kristus. Segala kebanggaan dan kebesaran di masa lalunya justru hanya dianggap sebagai sampah yang tidak berarti. Tetapi penderitaan yang dialaminya membuat dia bangga atas apa yang dijalaninya.

Kesengsaraan – Suffering

Begitu banyak kesengsaraan yang Paulus lalui ketika mengabarkan Injil ke seluruh dunia. Dia menerima begitu banyak penolakan dari pengkabaran Injil yang dilak*kannya. Dia menerima ancaman, aniaya, siksaan, musibah, dipenjara dan masih banyak penderitaan lainnya (2 Korintus 11:23-27).

“Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa;

kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.” 2 Korintus 4:8-9


Tetapi apa yang Paulus lalui itu tidak membuat dia berhenti melak*kan pekerjaannya. Ada kekuatan yang senantiasa membuat dia terus maju untuk melak*kan pekerjaanya. Dia tahu bahwa dia akan menerima sesuatu yang sangat mulia atas apa yang dia lak*kan pada saat itu. Bahkan Paulus berkata bahwa kita harus bermegah dalam kesengsaraan yang kita alami. Mengapa demikian?

“Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
*courtesy of PelitaHidup.com

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.” 2 Korintus 4:16-17

Terima ayat Alkitab melalui Facebook. Ayo gabung dengan lebih dari 32.000 member di page Pelita Hidup. Klik like berikut ini:

Paulus tahu bahwa dia akan menerima kemuliaan kekal yang jauh melebihi segala yang telah dia alami, miliki, dan dia lalui saat itu. Tidak ada yang lebih indah selain menerima kemuliaan dari Tuhan kita Yesus Kristus. Itulah yang membuat Paulus justru berbangga atas kesengsaraan yang dia alami.
*courtesy of PelitaHidup.com

Ketekunan – Perseverance

Kata “perseverance” berarti menanggung masa kesusahan dengan kesabaran dan ketahanan. Masa-masa susah yang dialami Rasul Paulus tidak hanya dialami dalam waktu sebentar saja. Bahkan menjelang akhir hidupnya Paulus hidup di penjara. Tetapi dia menanggung segala kesusahan itu dengan kesabaran. Bahkan Paulus juga menulis surat dari penjara kepada jemaat yang dia layani. Melalui surat itu dia tetap memberikan penghiburan, kekuatan dan doanya kepada mereka.

Memang tidak mudah menanggung masa-masa sulit yang sedang kita alami. Bahkan kita tidak pernah tahu seberapa lama hal itu akan kita alami. Tetapi ketika kita menjalaninya dengan tekun, dan menjalaninya dengan sikap hati yang tetap bersukacita dan memuji-muji Allah, maka kita akan tetap dapat bertahan menghadapi berbagai hal sulit apapun yang menimpa hidup kita.

“Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna,

sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,

dan dikuatkan dengan segala kekuatan oleh kuasa kemuliaan-Nya untuk menanggung segala sesuatu dengan tekun dan sabar,

dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang.” Kolose 1:9-12

Biarlah kita tetap mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa di surga, karena kesengsaraan yang kita alami akan membuat kita senantiasa tekun beribadah kepadaNya.
*courtesy of PelitaHidup.com

Tahan Uji – Character

“Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,

sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.

Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.” 1 Korintus 3:12-14

Rasul Paulus memberikan penjelasan kepada kita bahwa kehidupan kita ini bagaikan membangun sebuah bangunan. Kita dapat membangunnya dengan berbagai macam bahan, baik dari bahan yang sederhana hingga bahan yang kuat dan indah.

Bangunan yang sederhana akan mudah sekali hancur terbakar oleh api. Sedangkan bangunan yang terbuat dari bahan yang kuat akan lebih bertahan atas panasnya api.

Apa yang kita lak*kan dalam kehidupan ini juga akan diuji oleh panasnya api, yaitu melalui berbagai macam penderitaan yang kita alami. Ketika kita membangun kehidupan kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, maka hidup kita akan tahan atas panasnya api yang membakar.

Kasih, sukacita, ucapan syukur, rendah hati dan segala hal yang Kristus ajarkan merupakan dasar yang kuat bagi hidup kita dalam menghadapi berbagai macam kesengsaraan. Kita akan bertahan dalam segala ujian yang kita hadapi. Karakter yang kuat akan muncul dari kehidupan kita.

Dengan dasar yang kuat, maka semakin berat penderitaan yang kita alami justru akan membuat kita semakin memancarkan terang kasih Kristus melalui kehidupan kita. Oleh karena itu, marilah kita membangun hidup kita di atas dasar yang kuat, yaitu Yesus Kristus, agar karakter kita dapat terbentuk dengan sempurna melalui berbagai macam kesusahan dan penderitaan.
*courtesy of PelitaHidup.com

Pengharapan – Hope

“Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya?” Roma 8:24

Rasul Paulus memberikan pengertian bahwa pengharapan yang kita lak*kan bukanlah pengharapan karena kita telah melihat dan mengetahui bahwa kita akan menerima sesuatu. Tetapi pengharapan adalah penantian atas hal-hal yang belum pernah kita lihat.

Melalui berbagai ujian penderitaan dalam hidup kita, sehingga karakter Kristus terbentuk kuat dalam hidup kita, maka kita akan dapat memiliki pengharapan seperti yang dimaksud oleh Paulus. Kita akan tahu bahwa pengharapan itu tidak akan mengecewakan hidup kita, karena kasih Allah-lah yang menimbulkan pengharapan itu dalam hati kita.

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.” Roma 5:5

Berharap kepada manusia akan membawa kita kepada kekecewaan. Seberapa banyak kita berharap dari manusia, kekuatan sendiri, pekerjaan, bisnis dan apa yang kita lak*kan, dan kita malah mendapatkan kekecewaan?

Pengharapan kepada Allah tidak akan mengecewakan, tetapi justru akan memberi kekuatan bagi kita dalam menjalani setiap ujian kehidupan yang ada.

Kita dapat melihat betapa Abraham tetap berharap akan janji Tuhan, yaitu membuat keturunannya seperti debu tanah banyaknya dan seperti bintang-bintang di langit jumlahnya, walaupun dia belum memiliki anak pada saat umurnya seratus tahun.

Pengharapan yang kuat timbul dalam hati Abraham, karena dia telah memiliki karakter yang kuat di dalam Tuhan. Pengharapan itu benar-benar tidak mengecewakan hidupnya. Melalui anak dari darah dagingnya sendiri, yaitu Ishak, Tuhan membuat satu bangsa yang kuat yang pernah ada di muka bumi ini.

Marilah kita tetap memiliki pengharapan yang kuat kepada Kristus Yesus, supaya kita dapat memperoleh apa yang kita harapkan tepat pada waktu yang Tuhan nyatakan. Segala puji dan hormat dan kemuliaan hanya bagi Yesus Kristus, Tuhan Allah kita. Haleluya!


“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” 2 Korintus 4:18

11/04/2013

BAGAI RAJAWALI

“Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:31

Burung rajawali mempunyai sayap yang lebar. Bahkan yang terlebar yang pernah diukur adalah selebar 2,5 meter (8 feet). Burung rajawali dikenal dengan ketahanannya pada saat ia terbang. Walau diperlukan energi yang cukup besar untuk mengepakkan sayap pada awalnya, tetapi begitu dia terbang, dia hanya mengeluarkan energi yang sangat kecil.
*courtesy of PelitaHidup.com
Hasil penelitian menyatakan bahwa rajawali hanya memerlukan waktu rata-rata 2 menit untuk mengepakkan sayap dalam tiap jam waktu terbangnya. Rajawali dapat terbang lama tanpa perlu mengepakkan sayapnya.

Rajawali dapat terbang dengan melayang-layang di udara (gliding) ataupun terbang naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal/panas yang naik pada daratan terbuka. Sedapat mungkin dia menggunakan kedua teknik itu untuk dapat terbang tanpa perlu mengepakkan sayapnya. Dengan begitu dia hanya memerlukan energi yang sangat kecil untuk dapat terbang lama. Tidak hanya itu saja, rajawali dapat menempuh jarak rata-rata 75 hingga 125 mil. Jarak terjauh yang pernah ditempuh adalah 1100 mil.

Itulah rahasia kekuatan dari burung rajawali yang naik terbang tinggi. Dia tidak akan pernah menjadi lelah karena dia tidak perlu menggunakan banyak energi untuk dapat terbang dalam waktu lama dan menempuh jarak yang jauh.


“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
*courtesy of PelitaHidup.com
Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.” Yesaya 40:29-31

Ketika kita berada dalam suatu masalah yang datang bertubi-tubi, kita dapat merasakan menurunnya kekuatan kita baik secara fisik maupun secara jiwa. Melemahnya kekuatan kita justru akan membuat kita semakin tidak berdaya dalam menghadapi masalah yang ada.
*courtesy of PelitaHidup.com
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita kunci untuk mendapat kekuatan dalam menghadapi berbagai masalah. Kuncinya adalah dengan menanti-nantikan Tuhan.

Menanti-nantikan Tuhan berarti bahwa kita terus berharap kepada Tuhan, mengarahkan mata hati kita kepada Tuhan, berdoa kepada Tuhan, membaca dan merenungkan Firman Tuhan, taat kepada perintah-perintahNya dan tetap memegang teguh iman pengharapan kita kepada Kristus.

Dengan menjaga persekutuan kita dengan Tuhan, kita akan berada dalam kondisi yang senantiasa menanti-nantikan Tuhan. Masalah yang ada tidak boleh menghalangi kita untuk tetap datang beribadah kepadaNya. Kita harus tetap mengiring Yesus apapun yang sedang terjadi.

Ketika kita melepaskan pengharapan kita kepada Yesus, maka kita akan semakin kehilangan kekuatan untuk dapat berjalan maju. Kekuatan fisik dan pikiran yang kita miliki tidaklah cukup untuk menghadapi semua beban, karena kita memiliki batas dalam kemampuan kita.

Rajawali tahu bahwa dia tidak perlu susah payah mengepakkan sayapnya terus-menerus. Dia hanya akan membuang-buang energinya ketika dia mengepakkan sayapnya terus-menerus. Tetapi dia menggunakan teknik melayang (gliding) dan naik (soaring) dengan memanfaatkan udara thermal.

Ketika kita datang pada Yesus dan senantiasa menanti-nantikan Dia, maka kita akan mendapatkan kekuatan yang baru. Kekuatan baru yang Tuhan berikan akan memampukan kita untuk bangkit berdiri menjalani apa yang ada di depan kita. Tuhan akan memberikan semangat baru, hikmat yang baru, sukacita yang baru, pengharapan yang selalu baru, agar kita dapat berdiri tegak dalam menjalani hidup ini.

Bagai rajawali yang tidak pernah lelah pada saat dia terbang, demikian juga halnya dengan kita yang menanti-nantikan Tuhan. Kita tidak akan pernah merasa lelah oleh karena Tuhan telah memberikan kita kekuatan yang baru. Kita dapat menghadapi masalah seberat apapun. Kita dapat keluar dari berbagai problema. Kita dapat menjalani kesusahan-kesusahan yang ada. Kita bahkan tidak menyadari bahwa begitu banyak hal ajaib yang telah kita lalui, oleh karena Tuhan telah memberikan kekuatan bagi kita untuk melalui semuanya itu.
*courtesy of PelitaHidup.com
Marilah kita tetap menanti-nantikan Tuhan, marilah kita tetap menjaga persekutuan kita dengan Tuhan, marilah kita datang kembali kepada Tuhan. TanganNya senantiasa terbuka bagi kita yang datang kepadaNya. Dia akan memberi kekuatan baru bagi kita. Haleluya!


“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

Pikullah k*k yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

Sebab k*k yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” Matius 11:28-30

09/04/2013

JANGAN TAKUT UNTUK BERMIMPI

Ada seorang pemuda yang hanya bekerja sebagai tukang sapu di sebuah perusahaan ternama. Pemuda itu begitu rajin dalam pekerjaannya dan tidak pernah mengeluh. Kita tentu menyadari bahwa upah seorang tukang sapu tidak sebesar upah seorang pegawai kantoran.

Pemuda itu selalu bersyukur dengan apa yang ia miliki. Dalam segala kekurangan, ia pun tidak pernah putus asa. Ia mempunyai mimpi bahwa suatu saat nanti dirinya akan menjadi seorang bos/pimpinan.

Selama bertahun-tahun, ia tetaplah menjadi seorang tukang sapu. Namun berkat ketekunan, kerajinan, dan doa, pada tahun berikutnya ia diangkat sebagai kepala kebersihan. Dia menjadi kepala dari seluruh cleaning servis. Dia tak lagi menjadi tukang sapu, sekarang dia hanya duduk dan menghadap layar komputer.

Orang yang rajin melak*kan hal-hal kecil, maka akan mendapatkan berkat dari ketekunannya tersebut. Saat perkara kecil mampu dilak*kan dengan baik, maka bersiaplah untuk perkara besar yang akan datang. Jangan takut untuk bermimpi, karena mimpi adalah tombak dari sebuah harapan.

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Lukas 16:10

09/04/2013

MINUM JAMU

Jamu merupakan minuman tradisional yang berasal dari Jawa. Jamu juga berfungsi sebagai obat herbal yang bisa menyembuhkan penyakit dan juga menjaga kebugaran tubuh. Tidak semua jamu itu manis, terkadang ada jamu yang paling berkhasiat namun rasanya sangat pahit.

Demikian juga firman Tuhan, tidak selamanya firman yang kita baca di alkitab maupun pada saat mendengarkan kotbah itu manis. Terkadang firman yang kita disampaikan itu sangat pahit dan banyak orang yang menolaknya.

Selain itu, sikap orang lain terhadap kita juga tidak selamanya manis. Mereka akan menegur kita bila memang kita melak*kan kesalahan. Terimalah teguran dan akuilah bahwa kita memang salah. Terimalah juga firman Tuhan dan resapilah sampai ke dalam hati.

Saat kita mau mengakui kesalahan dan menerima teguran, maka kita sesungguhnya sedang berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Teguran itu membangun, karena bila seseorang tidak mengasihi kita, tidak peduli terhadap kita, maka kita tidak akan mendapat teguran. Bersyukurlah bila kita masih memiliki orang-orang yang setiap saat selalu mengingatkan kita akan kesalahan-kesalahan yang kita lak*kan, karena itu semau adalah bukti kasih kepada kita.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.

2 Timotius 4:2

08/04/2013

ROH YANG SEHAT

Dua anak laki-laki sedang berjalan menuju ke sekolahnya pada pagi hari. Kebetulan kedua anak itu duduk berdampingan dalam satu kelas. Ada yang berbeda dari kedua anak tersebut. Salah satu diantara mereka terlihat sangat lemas, rupanya sedang sakit.

Saat jam pelajaran pun anak laki-laki yang sakit itu tidak dapat berkonsentrasi dengan baik sehingga ada beberapa nilai ujian yang jelek. Sedangkan pada saat berolah raga pun mendapat giliran terakhir dalam lomba berlari. Ternyata tubuh yang sehat itu mahal, karena dengan kesehatan yang baik, maka apa yang kita kerjakan menjadi lebih baik.

Sama halnya dengan roh kita. Bila roh yang kita miliki itu “sakit” maka akan dengan mudahnya kita terjerumus ke dalam dosa. Kehidupan kita pun menjadi bimbang dan tak tahu ke mana harus melangkah. Ketika kita sudah hilang arah, maka akan banyak berkat yang terlewat begitu saja.

Berbeda halnya jika kita memiliki roh yang “sehat”. Roh yang sehat adalah roh yang berasal dari Allah. Bila kita bersekutu dan intim dengan Tuhan maka dengan sendirinya roh kita diperbaharui setiap hari. Roh yang sehat akan mengalahkan kesengsaraan dan kita akan hidup dalam damai sejahtera yang dari Tuhan.

Roh TUHAN akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan, roh pengenalan dan takut akan TUHAN

Yesaya 11:2

07/04/2013

MENYENTUH HATI-NYA TUHAN

Pernah saya mendapatkan sebuah nasihat dari seorang hamba Tuhan, “Kalau kamu menginginkan sesuatu jangan hanya berhenti di doa saja, tapi lak*kan tindakan iman sampai menyentuh hati-Nya Tuhan.”

Daud adalah salah satu contoh orang yang bias menyentuh hati-Nya Tuhan. Kenapa Daud bisa menyentuh hati-Nya Tuhan? Karena Tuhan berkenan kepada Daud, maka ia telah dilepaskan dari cengkeraman semua musuhnya dan dari cengkeraman Saul.

Daud adalah orang yang bias menyentuh hati-Nya Tuhan, sehingga Tuhan berkenan memberikan pertolongan, keselamatan dan anugerah yang luar biasa baginya. Demikian juga dengan hidup kita, kalau kita berjuang untuk menjadi orang yang bias menyentuh hati-Nya Tuhan, maka tangan Tuhan juga akan berkarya secara ajaib dalam hidup kita. Apa yang menjadi kebutuhan kita, akan Tuhan sediakan. Bahkan apa yang belum pernah kita pikirkan, itu pun juga disediakan Tuhan bagi kita.

Pertanyaannya sekarang, bagaimana cara menyenangkan hati-Nya Tuhan? Berikan persembahan yang terbaik yang kita miliki. Persembahan di sini bukan semata-mata hanya uang dan harta, tapi apa pun yang kita miliki yang layak kita persembahkan bagi-Nya. Milikilah sikap hati yang benar di hadapan Allah. Lak*kan perintah-Nya dan jauhi larangan-Nya. Milikilah iman yang tertuju hanya kepada Kristus. Yang terpenting bukan cara kita beribadah, bukan situasi saat beribadah, metode beribadah kita atau pun yang lainnya. Tetapi yang terpenting adalah hati yang selalu melekat kepada Kristus. Senangkan hati-Nya Tuhan agar kita dapat menyentuh hati-Nya.

“Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku. “

2 Samuel 22:20

06/04/2013

BIARKAN KUASA-NYA BEKERJA

Ada seorang anak kecil yang sangat sayang dengan tanamannya. Anak itu benar-benar sangat menjaga tanaman itu karena takut terserang hama. Mulailah ia memasukkan tanaman itu pada sebuah kotak dan menutupnya.

Seminggu kemudian ia mencoba melihat tanamannya. Betapa kagetnya saat di dapati tanamannya tidak tumbuh seperti yang ia harapkan. Tanaman miliknya begitu kerdil dan tidak subur. Kotak miliknya membuat sinar matahari terhalang sehingga tanaman itu tidak bisa bertumbuh dengan baik.

Begitu juga dengan kehidupan kita. Terkadang kita begitu takut dengan berbagai macam masalah yang ada. Kita mulai mencari perlindungan diri agar hidup kita tidak tersakiti. Ketakutan membuat kita lupa untuk berserah. Ketakutan membuat kita menjadi kurang percaya kepada Allah.

Biarkan kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan kita. Saat Tuhan sudah turun tangan dalam hidup kita maka bersiaplah untuk menjadi anak-anak yang berkemenangan dalam setiap permasalahan yang kita hadapi.

Tetapi karena kasih karunia Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang, dan kasih karunia yang dianugerahkan-Nya kepadaku tidak sia-sia. Sebaliknya, aku telah bekerja lebih keras dari pada mereka semua; tetapi bukannya aku, melainkan kasih karunia Allah yang menyertai aku.

1 Korintus 15:10

Address

Manado
Manado
95115

Telephone

082354993699

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ekklesia Community posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share