Papus Papua Herbal

Papus Papua Herbal Tahu masa lalu, melihat hari ini, menggapai hari esok

 Im Jahre 1884 begleitete J. S. KUBARY, von den Palau-Inseln aus, O’KEEFE auf einer Fahrt nach den Mapia-Inseln, die am ...
26/04/2026


Im Jahre 1884 begleitete J. S. KUBARY, von den Palau-Inseln aus, O’KEEFE auf einer Fahrt nach
den Mapia-Inseln, die am 21. Januar in Sicht kamen. Wir erfahren zunächst von ihm, dass Mapia der bei
den Malaien übliche Name ist, Burat derjenige, welcher bei den Eingeborenen von Sonsol, Merir und Bur
gang und gäbe ist, während die Bewohner der Inselgruppe selbst sie Bunäi nennen.

Pada tahun 1884, J. S. KUBARY, dari Kepulauan Palau, menemani O’KEEFE dalam perjalanan ke Kepulauan Mapia, yang tampak pada tanggal 21 Januari. Dari dia kita pertama kali mengetahui bahwa Mapia adalah nama yang umum digunakan oleh orang Melayu, Burat adalah nama yang digunakan oleh penduduk asli Sonsol, Merir, dan Bur, sementara penduduk kepulauan itu sendiri menyebutnya Bunäi.

Gambar Penduduk Asli Pulau Bunai / Mapia

25/04/2026
25/04/2026

Kilas catatan dari Camat Camat OSIBA
ketika Suara dari Kaimana
Di bawah bayang-bayang kuasa Kolonial di Kaimana, Residen Fakfak, Tuan Eibrink Jansen, tak henti-hentinya menebar teror administratif. Ia terus mencecar saya dengan pertanyaan yang sama, menuntut mengapa saya tidak memasang mata-mata terhadap mereka yang berjiwa 'Merah-Putih' di Kaimana dan Arguni.

Namun, ia lupa satu hal mendasar: Saya adalah pelayan rakyat, bukan intelijen dari Pihak manapun saya adalah pelayan rakyat, seorang camat dari utusan pribumi, bekerja untuk rakyat, bukan untuk idiologi Kerajaan Belanda, Jepang atau Indonesia.

Prinsip Kemanusiaan di Atas Segelintir Loyalitas
Bagi saya, mereka bukan sekadar objek pengawasan; mereka orang Kaimana dan Arguni adalah darah dan daging saya sendiri. Bukan hak saya untuk membedah isi kepala mereka dan menghakimi identitas yang mereka peluk.

Apakah Anda pro-Indonesia?

Apakah Anda pro-Belanda?

Apakah Anda pro-Jepang, atau bahkan pengikut Iblis sekalipun?

Bagi saya, itu tak mengubah hakikat mereka sebagai manusia. Selama mereka menjaga harmoni dan menjauhi kriminalitas, mereka tetaplah rakyat saya yang sah. Saya menolak menjadi algojo ideologi bagi orang-orang yang bahkan tidak memiliki bukti kesalahan. Biarlah mekanisme negara yang kaku mengurusi paranoia mereka sendiri; saya memilih berdiri di sisi rakyat.

Gugatan terhadap Kemunafikan Kolonial
Puncak ketegangan terjadi saat Tuan Jansen menekan saya lebih jauh: "Mengapa Anda tidak memantau pergerakan RMS (Republik Maluku Selatan)?"

Saya menatapnya lurus dan bertanya dengan nada yang menggetarkan meja kekuasaannya:

"Yang Mulia Tuan Residen, izinkan saya bertanya balik: Apakah simbol-simbol RMS itu lahir dari rahim Kaimana, Fakfak, Biak, atau Jakarta? Tidak. Saya tahu pasti, semuanya diproduksi di Belanda! Jika tangan Belanda yang mencetaknya, maka sebenarnya Belanda jugalah yang menyulut api perpecahan ini."

Ultimatum untuk Tanah Papua
Jangan jadikan kami bidak dalam permainan catur global yang kotor. Jika Belanda terus bersiasat dan Indonesia terus menekan, janganlah menipu orang Papua dengan janji-janji palsu atau topeng kemerdekaan yang semu.

Akan jauh lebih jujur jika Belanda dan Indonesia bersekutu saja untuk memusnahkan kami semua. Habisi kami, ambil tanah kami, dan wujudkan rencana lama kalian yang telah terpendam berabad-abad: membiarkan rakyat Papua tergeser, hilang dari peta sejarah, dan terlupakan selamanya di bawah kaki kekuasaan kalian. catatan dari Arnold Mampioper Kepala Distrik di Kaimana

22/04/2026

Di Biak pada 24 Maret 1950, RONG (Radio-Omroep Nieuw-Guinea). pertama kali terdengar menggema di udara Papua, hal ini adalah sebuah keajaiban baru di Tanah Papua dalam hal teknologi komunikasi, selanjutnya Baru lima tahun kemudian, pada 30 September 1955, penyiaran yang diperbarui di Biak mulai beroperasi. Suara Frekwensinya menggema sekalipun jaman itu teknologi masih terbatas, tetapi Frekwensi radio RONG bisa terdengar sampai ke Kota kota lain di Papua. Konon katanya Kantor Radio tersebut dibuat dipinggiran pantai di Biak.

22/04/2026

Laporan Umum C.V. Golmand dari Keresidenan Belanda di Ternate
Pada awal tahun 1852, di Angardomo, sebuah wilayah di pesisir Nieuw Guinea, Mayor Saleh—saudara Sultan Tidore—menangkap seorang tokoh yang oleh pemerintah kolonial disebut sebagai nabi palsu, Korano. Ia juga dikenal sebagai Raja Sorok dari Kepulauan Mefoor, sebutan lama bagi wilayah Biak dan Supiori.
Pada bulan Agustus tahun yang sama, Korano dibawa ke Tidore. Di sana, melalui putusan Dewan Negara, ia dijatuhi hukuman satu tahun penjara, diwajibkan memeluk agama Islam, serta dilarang kembali ke tanah kelahirannya. Peristiwa ini kemudian dilaporkan secara resmi kepada pemerintah melalui surat tertanggal 18 Oktober 1852, nomor 42/1.
Penangkapan tersebut tidak semata-mata bersifat hukum, melainkan juga sarat dengan kepentingan politik kekuasaan kerajaan atas aktivitas ekonomi di Papua. Pada masa itu, wilayah perairan Papua kerap dilanda perampokan laut, sementara pengaruh Korano diketahui sangat kuat di kalangan masyarakat yang masih mempercayai kisah-kisah mitos dan tahayul.
Dalam catatan perdagangan, disebutkan bahwa komoditas unggulan dari Papua meliputi karet, kulit penyu, burung cenderawasih, serta teripang, dan kulit kayu masohi—hasil-hasil alam yang memiliki nilai tinggi dalam jaringan perdagangan regional saat itu.

Dengan Trivona Burdam – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉
21/03/2026

Dengan Trivona Burdam – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉

Pendapat CBH. Von Rosenberg tentang Peradaban orang Papua
16/03/2026

Pendapat CBH. Von Rosenberg tentang Peradaban orang Papua

15/03/2026

Nov Nyongmama

Dengan Pricillia Faradissa – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉
15/03/2026

Dengan Pricillia Faradissa – Saya baru saja diakui sebagai salah satu penggemar beratnya! 🎉

Address

Sauyas, Kompleks SMP Negeri 6 Pariem
Manokwari
98537

Telephone

+6281343070703

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Papus Papua Herbal posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Papus Papua Herbal:

Share