21/04/2026
Banyak orang masih berasumsi bahwa tubuh gemuk identik dengan sehat dan sejahtera. Anggapan ini muncul karena dulu kelebihan berat badan dianggap tanda “cukup makan” dan jauh dari kekurangan gizi. Padahal, secara medis, gemuk belum tentu sehat. Lemak berlebih, terutama lemak visceral di area perut, justru meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes tipe 2, hipertensi, jantung koroner, dan stroke. Jadi ukurannya bukan sekadar besar kecil badan, tapi komposisi tubuh dan kondisi metaboliknya.
Justru sebaliknya, kegemukan bisa jadi sinyal adanya masalah kesehatan tersembunyi. Seseorang bisa saja gemuk tapi mengalami malnutrisi karena pola makan tinggi kalori tapi miskin zat gizi, atau mengalami resistensi insulin tanpa disadari. Karena itu, indikator sehat yang lebih tepat adalah lingkar pinggang, tekanan darah, kadar gula darah, profil kolesterol, dan tingkat kebugaran, bukan berat badan semata. Sehat itu soal fungsi tubuh yang optimal, bukan soal ukuran baju.