Berbagi Sehat

  • Home
  • Berbagi Sehat

Berbagi Sehat berisi tentang info kesehatan dan juga konsultasi

07/06/2018

*Psikologi Anak*

Self Acceptance yang baik pada anak bukan berada pada angka nilai ujiannya yang baik, tetapi bagaimana orang tua menerima si anak apa adanya dengan positif dan rasa syukur.

22/05/2018

Bahaya menggunakan high heels...!!!
Terlihat Cantik penting tapi Sehat jauh lebih penting. Sayangilah tubuh kita. Karena ia Asset tak ternilai dari Yang Maha Kuasa. ☝️

20/04/2018

Cara keluar dan masuk dari dan ke dalam mobil yg baik dan ergonomis, sehat utk tubuh terutama bagian tulang belakang. Mulailah dari sekarang.
Terkadang HAL yang SEPELE, itu lah sebenarnya PENYEBAB keluhan anda saat ini.

29/12/2017

Ayo....byk bergerak...banyak beraktifitas......hidup sehat tergantung bagaimana perilaku kita......Open your mind....Positif Thingking......Add Friend....do everything that you like....be Positif......

So jangan mau kalah dgn para Ibu2/bapak2 lansia ni ya......😍👌👌

21/10/2017

Psicology Series :

A Motivation

Siapa yang bersungguh sungguh dia akan berhasil....😇😇😇

Copy:

Barusan saya nonton video di TED.com dari Angela Lee Duckwoorth yang memaparkan temuannya tentang rahasia sukses dari hasil studinya terhadap para murid yang diasuhnya.

Ia menemukan bahwa tidak ada kaitan antara tingginya IQ dengan kesuksesan anak-anak di sekolah. Satu kesamaan yang dimiliki oleh mereka yang sukses itu adalah mereka memiliki “grit”, yaitu kualitas diri yang sabar dan pantang menyerah, mau berjuang dalam jangka panjang mengejar target atau impiannya. Grit adalah ibarat lari maraton yang membutuhkan daya tahan, kesabaran dan kekuatan mental.

Ia pun melakukan penelitian di sebuah lokasi pelatihan militer dan mencari siapa yang akhirnya berhasil menduduki posisi tinggi berdasarkan “grit” ini. Hasilnya konfirm. Mereka yang punya grit berhasil mencapai posisi yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak memilikinya meski pun didukung oleh nilai atau IQ yang tinggi.

Temuan tentang “grit” ini menarik mengingat beberapa waktu lalu saya membaca buku How The Children Succeed oleh Paul Tough yang menemukan bahwa “grit” adalah salah satu karakter unggul yang dimiliki oleh anak-anak yang sukses dalam kehidupannya.

Sekolah www.kipp.org menggunakan pendekatan ini yang didapatnya dari hasil studi Dr. Martin Seligman. Pendekatan ini digunakan karena sebelumnya mereka berhasil mengantarkan 90% murid masuk ke college dengan beasiswa. Sekolah ini adalah sekolah untuk anak-anak kurang beruntung di Amerika yang isinya adalah anak-anak single parents, broken home, miskin, imigran. Mereka bersaing dengan anak-anak dari sekolah swasta dan kaya dan berhasil mengungguli mereka.

Namun, setelah berhasil masuk college ternyata hanya 20% dari mereka yang berhasil lulus. Sekolah ini mencari tahu penyebabnya dan akhirnya bertemu dengan Dr. Seligman dan mengemukan bahwa kurangnya faktor “grit” menjadi salah satu penyebabnya.

Kemudian sekolah ini menggunakan pendekatan Dr. Seligman ini dan menjadikan kipp.org sekolah unggul dan menjadi benchmark di seantero Amerika. Sekarang sekolah ini sudah punya 150 cabang. Saya menemukan kasus sekolah ini karena ditulis secara khusus di buku Outlier-nya Gladwell dan tentu saja, Paul Tough.

Kembali ke rahasia sukses tadi.

Selain “grit” ada karakter lain yang diperlukan, yaitu “growth mindset” yang secara khusus ditulis di buku Mindset oleh Carol Dweck. Growth mindset adalah cara berpikir bahwa segala sesuatu itu mungkin/bisa dilakukan melalui kerja keras, pembelajaran dan sebagainya. Lawannya adalah fixed mindset, yaitu cara berpikir bahwa segala sesuatu itu sulit berubah karena memang sudah begitu “dari sononya”.

Contohnya, banyak orang yang pintar secara akademik di sekolah namun gagal di kehidupan nyata. Sebaliknya, banyak orang yang bodoh secara akademik namun sukses dalam kehidupannya. Saya punya banyak ilustrasi teman-teman yang seperti ini. Ada teman yang saking “bodohnya” di bangku kuliah, pernah saya lihat memukul-mukul kepalanya karena tidak mampu menyelesaikan soal ujian. Sekarang, kehidupannya sebagai wirausaha – pilihan untuk mereka yang punya nilai jelek di bangku kuliah dan tidak laku di dunia kerja – jauh lebih sukses ketimbang teman lain yang secara akademik lebih “pintar”.

Mungkin penjelasannya adalah, teman yang “bodoh” ini menyadari kekurangannya dan ibarat gelas ia seperti gelas kosong yang selalu siap diisi. Jadi, setiap bertemu hambatan ia bertanya ke sana ke mari, minta bantuan dan pendapat orang lain dan sebagainya. Tanpa sadar ia menjadi berkembang. “Kebodohannya” justru menjadi bahan bakarnya untuk terus bertanya dan mencoba tantangan baru karena ia belajar dari mencoba dan belajar dari kesalahan.

Berbeda dengan mereka yang “pintar” dan merasa gelasnya sudah penuh dan sulit diisi. Ia punya prinsip atau pendapat yang sulit diubah oleh orang lain. Ia merasa caranyalah yang terbaik tanpa mempertimbangkan banyak cara lain yang lebih baik. Bahkan ia rela bertahun-tahun menggunakan caranya yang sebenarnya salah itu karena gengsi untuk mengakui bahwa ada cara lain yang lebih mumpuni. Ia pintar tapi punya fixed mindset yang akhirnya menghalangi kemajuannya sendiri.

Success is my right, kata Andrie Wongso. Sukses itu adalah hak semua orang tanpa terkecuali apakah mereka itu bodoh atau pintar, miskin atau kaya, pria atau wanita, tua atau muda, pribumi atau non pribumi, asalkan mereka punya grit dan growth mindset.

comment
dari kiriman seorang teman
in life

22/04/2017

Gangguan pada bagian leher sebagai efek dari menunduk terlalu lama, contoh bermain hp terlalu lama....(posisi yg tidak ergonomis pada bagian leher)

01/03/2017

Make a baby comfort.....
Bila ragu atau mngalami kesulitan....silahkan dapat mnghub ahlinya...

*DOKTER antara profesi dan harapan* (ingin menjadi dokter? / back to nawaitu)Menjadi dokter bukan untuk menjadi kaya.......
04/02/2017

*DOKTER antara profesi dan harapan* (ingin menjadi dokter? / back to nawaitu)

Menjadi dokter bukan untuk menjadi kaya.....
Menjadi dokter bukan untuk pujian dan prestise karena profesinya yang (kelihatannya) hebat....

tetapi menjadi dokter adalah berarti dirimu (termasuk diriku)....sudah siap menempatkan 1 kakimu di Syurga....dan 1 kakimu diNeraka.....
siapkah?
.

Ingin tahu tentang seputar penamaan obat dan manfaatnya.....yuks...simak ulasan berikut ini.....
28/01/2017

Ingin tahu tentang seputar penamaan obat dan manfaatnya.....yuks...simak ulasan berikut ini.....

** Mengenal Botol Plastik Bekas Untuk Wadah Minuman Anda **Di dalam kehidupan kita sehari-hari sering sekali kita temuka...
26/01/2017

** Mengenal Botol Plastik Bekas
Untuk Wadah Minuman Anda **

Di dalam kehidupan kita sehari-hari sering sekali kita temukan berbagai macam jenis minuman yang telah dikemas dalam berbagai macam bentuk botol plastik. Botol plastik tersebut dikemas dengan bermacam-macam bentuk yang bagus, unik dan lucu, sehingga memancing konsumen untuk menyimpan dan memakainya kembali untuk tempat penyimpanan atau wadah air minum dirumah.

Tetapi tahukah anda bahwa botol plastik yang kita jadikan wadah ulang untuk wadah air minum kita ternyata merupakan wadah dalam bentuk kemasan sekali pakai saja, artinya kita tidak dianjurkan untuk menggunakannya kembali sebagai wadah ulang air minum kita. Jenis material untuk membuat botol plastik tersebutlah yang menjadi dasar tidak dianjurkannya kembali penggunaan ulang botol plastik sebagai wadah air minum kita.

Apabila anda perhatikan kembali botol plastik bekas yang menjadi wadah minuman anda, maka anda dapat melihat simbol atau kode berupa simbol segitiga yang didalamnya terdapat angka dan ada kode huruf dibawahnya yang menunjukkan jenis plastic untuk bahan membuat botol minuman tersebut. Simbol dan kode ini juga yang menandakan bahwa botol plastic tersebut dapat di daur ulang sehingga tidak menjadi sampah, tetapi tidak untuk wadah minuman.

The Society of Plastic Industry di Amerika Serikat, membagi kode kemasan plastik menjadi 6 jenis material :

Jenis 1 : PET/PETE (Poly Ethylene Terephathalate)
Jenis 2 : HDPE (High Density Poly Ethylene) Jenis 3 : PVC (Poly Vinyl Chloride)
Jenis 4 : LDPE (Low Density Poly Ethylene) Jenis 5 : Poly Propylene
Jenis 6 : Poly Styrene
Jenis 7 : Other (jenis plastik lain selain 6 jenis tersenut diatas).

Di masyarakat wadah air minum dalam kemasan yang beredar terbagi 2, yaitu: kemasan sekali pakai dan kemasan yang dapat diisi ulang.

Untuk kemasan sekali pakai misalnya wadah air minum dalam kemasan yang berbentuk gelas 240 ml, botol 330 ml dan 1500 ml. Wadah berbentuk gelas terbuat dari Poly Prophylene (PP) sedangkan botol terbuat dari Poly Ethylene (PET). Keduanya sudah memenuhi persyaratan peraturan pangan di Indonesia dan aman digunakan tetapi wadah ini tidak dianjurkan untuk dipakai ulang.

Sedangkan kemasan yang dapat dipakai ulang berbentuk kemasan 5 galon dan botol gelas 380 ml. Botol galon terbuat dari plastik jenis Poly Carbonate (masuk jenis 7 atau Other). Kemasan tersebut dikembalikan untuk melewati beberapa proses pembersihan dan sanitasi untuk memastikan kebersihannya. Penggunaan botol galon itupun ada batasnya, yaitu 30 kali pemakaian saja.

" Management Stress "Stress atau Tekanan dapat bersumber dari beberapa hal. Dari pekerjaan, kehidupan sehari-hari, kelua...
25/01/2017

" Management Stress "

Stress atau Tekanan dapat bersumber dari beberapa hal. Dari pekerjaan, kehidupan sehari-hari, keluarga, dll. Selama kita masih hidup dan bernafas, maka Stress atau Tekanan akan selalu menghampiri baik pada tubuh ataupun jiwa.

Hidup tidak melulu untuk bekerja, ada saatnya tubuh dan jiwa kita butuh istirahat. Demikian sebaliknya. Tubuh dan Jiwa perlu juga untuk Stress, untuk apa untuk memacu adrenalin dan motivasi menerima tantangan. Tetapi menjadi masalah ketika Stress tsb berlebihan. Untuk itu perlu keseimbangan diantara keduanya....

to be continue....

24/01/2017

Address


30134

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Berbagi Sehat posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

  • Want your practice to be the top-listed Clinic?

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram