20/07/2022
Bekam atau hijamah merupakan salah satu warisan pengobatan yang sudah ada di masa Rasulullah Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dan menjadi salah satu pengobatan yang disarankan oleh beliau sebagai salah satu ikhtiar terhindar dari penyakit, maka bisa dikatakan bekam merupakan living sunah untuk hidup sehat. Rasulullah Muhammad sudah melakukan bekam sesaat sebelum peristiwa Isra’Mi’raj “ Tidaklah aku melewati satu malaikat pada malam aku di Isra kan, kecuali mereka semua berkata kepadaku, “Lalukanlah hijamah wahai Muhammad.”
Sejarah lain ditemukan bekam sudah di kenal di Mesir kuno dengan ditemukannya kitab kedokteran Papyrus Ebers ditulis 1550 SM yang berisi menuliskan tentang bekam. Peradaban Islam kemudian menjelaskan manfaat bekam, Hadis Riwayat Dailami “ Ali bin Abi Thalib, “ Jibril datang kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wassalam dengan perintah berbekam pada titik al akhdain (urat leher) dan al kahil (Pundak).”
Bekam di Indonesia diatur dalam PMK 61 tahun 2016 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Empiris. Bekam dilakukan di Indonesia juga sejak dahulu, menggunakan tanduk kerbau sebagai alat pengekopannya. Negeri Tiongkok juga sebagai negeri yang mengembangkan bekam sebagai TCM (Traditional Chinese Medicine). Bukti empiris tidak bisa dibantah dengan manfaat yang bisa diambil dari terapi bekam. Tindakan pada bekam membutuhkan sayatan yang sangat halus, untuk mengeluarkan darah kemudian dilakukan pengekopan dengan alat kop bekam. Kebersihan dan sterilnya alat harus dijaga, agar tidak menimbulkan hal yang merugikan orang yang sedang dibekam termasuk bahan habis pakai seperti jarum atau pisau saya dan sarung tangan agar keselamatan dalam tindakan menjadi prinsip dasar dalam tindakan bekam.
Bekam sendiri ada istilah bekam basah maupun bekam kering. Bekam basah menjadi perhatian khusus karena termasuk tindakan invasive, dimana tindakan tersebut mempunyai risiko, karena dilakukan perlukaan dan sayatan, maka kajian tentang riwayat penyakit menular yang dapat ditularkan lewat darah harus benar-benar ditanyakan dan diketahui. Jika melihat sejarah kitab kuno kedokteran tadi, sangat mungkin ketrampilan tersebut sudah dilakukan oleh para dokter terdahulu dan sudah masuk dalam kurikulum pembelajaran kedokteran kuno.