08/12/2022
Mengutip dari guru guru warior KF saya. TULISAN dr. WIta, SpPD, KAI
Dosen FK UNAIR
Dokter spesialis penyakit dalam konsultan alergi imunologi
_KF Warrior_
*I love you*
Suatu ketika saya berpesan pada anak saya, sederhana saja. Lindungi prefrontal cortexmu dari chronic stress. Dia bertanya, how? You see, amygdala adalah sensor emosi yang mempengaruhi PFC. Chronic stress merusak PFC dan koneksi antara hipocampus dan PFC. Sweetheart, signature seorang laki-laki adalah PFC nya.
_Go on, ibuk_ he replied.
Then, sweetheart, stress di level sel, bisa langsung diinduce langsung dari perasaanmu yang sedih,marah, diteruskan ke PVN di otak untuk menaikkan tonus simpatis. Akibatnya? Berdebar-debar, nyeri ulu hati, badan sakit semua akibat banjir sitokin. Gampang sakit, nak.
_Apa lagi?_
Gula berlebihan merusak PFC. Insulin to glukagon ratio naik, produksi BHB untuk PFC turun, sweetheart.
_oh pantesan, abis banyak makan, sulit mikir, buk_
Yes, tradisi para pemimpin adalah membatasi makan.Tradisi para ulama adalah berpuasa. Satu-satunya yang harus ditaklukkan adalah dirimu sendiri, hawa nafsumu....I just want to say I love you, I love you more, I love you the most.
Lindungi PFC mu, with love and respect as always. Tons of love ❤️
_Emakmu._
Kata kuncinya (keyword)
- management stress yang baik (kontrol emosi dan hawa nafsu)
- diet rendah gula (karbohidrat)
- pembatasan jendela makan/ puasa (Intermittent fasting/ puasa Sunnah)
- tidur cukup (kurang tidur bikin otak stress)
- olahraga teratur (produksi endorfin yang bikin kita relax)
note :
- PFC (prefrontal cortex), amygdala, hippocampus, PVN (paraventricular nucleus) itu semua bagian otak kita
- BHB : betahidroxi butirat (keton) sebagai energi untuk otak pada metabolisme lemak, salah satu perannya bisa menurunkan sistem stress di otak kita