28/01/2026
Pernah nggak sih Ayah Bunda merasa si Kecil kok “berbeda” responsnya?
👂 Ada yang tutup telinga rapat-rapat cuma karena dengar suara blender.
🥦 Ada yang pilih-pilih makanan banget (picky eater) karena nggak s**a tekstur lembek.
🏃♂️ Atau malah ada yang kayak “nggak ada capeknya”, lari sana-sini dan s**a menabrakkan diri ke benda?
Hati-hati, bisa jadi itu adalah tanda sensori anak belum terintegrasi
Apa itu Sensori Integrasi? Bayangkan otak kita seperti “polisi lalu lintas”. Tugasnya mengatur informasi dari indera (penglihatan, pendengaran, sentuhan, hingga keseimbangan) untuk direspon dengan tepat.
Pada anak dengan gangguan sensorik, “lalu lintas” di otaknya sedang macet atau kacau. Akibatnya, mereka merasa dunia ini terlalu berisik, terlalu tajam, atau justru kurang menantang bagi mereka. Itulah yang memicu Tantrum sebagai bentuk pertahanan diri.
Kabar Baiknya: Lewat Terapi Sensori Integrasi (SI), kita bisa membantu otak si Kecil “merapikan” lalu lintas informasi tersebut. Hasilnya? Anak jadi lebih tenang, fokus meningkat, dan emosinya lebih stabil. 🌈
Coba cek slide di atas, mana nih tanda yang paling sering muncul pada si Kecil? Tulis di kolom komentar ya, kita diskusi bareng! 👇