Apotek DUA FARMA Sidorejo

Apotek DUA FARMA Sidorejo Apotek Dua Farma Sidorejo lampung timur

31/12/2022

PENGUMUMAN
APOTEK DUA FARMA SIDOREJO UNTUK BESOK LIBUR YA. BUKA KEMBALI HARI SENIN ATAU TANGGAL 2.
Braja Asri Store tetep buka

31/08/2021

Dibutuhkan APOTEKER PEENANGGUNG JAWAB APOTEK untuk wilayah Lampung timur. Jika berminat hub 085213962988

31/08/2021

Dibutuhkan APOTEKER PENANGGUNG JAWAB APOTEK untuk wilayah lampung timur. Silahkan yg berminat chat langsung ke no 085213962988.

05/06/2020

PASIEN DIMAKAMKAN DG PROTOKOL COVID 19,TAPI TERNYATA HASIL SWAB NEGATIF ,KOK BISA?

Terkait banyaknya beredar broadcast mengenai protap penyelenggaraan jenazah covid Yang ternyata hasil swab tenggorokannya negatif.

1. Manifestasi infeksi Covid 19 itu luas. Dari infeksi paru(pnemonia) , stroke usia muda, gagal ginjal, gangguan irama jantung bahkan gangguan pencernaan,kulit dan mata. Semua karena masalah reseptor tempat hinggapnya virus Covid 19 yg tersebar diseluruh tubuh

2. Pasien yg datang ke IGD saat ini semua diwaspadai sebagai Covid 19 dulu. Terutama kasus kasus yg berhubungan dengan gangguan pernafasan. Kenapa? Diantaranya Agar petugas
waspada. Krn sudah banyak kasus nakes yg terinfeksi covid 19 karena tidak waspada. Atau "tertipu" gejala non spesifik pasien.

3. Utk kecurigaan Covid 19 sendiri dibangun dengan pemeriksaan objektif. Selain wawancara juga pemeriksaan fisik,dan penunjang (rontgen paru, cek darah -diff count) akan tetap semua ini baru sebatas perkiraan bukan diagnosis pasti.

4. Diagnosis pasti baru bisa tegak jika telah dilakukan swab tenggorokan. (PCR). Dan hasilnya baru keluar bervariasi tergantung fasilitas yg tersedia
didaerah,tst. Bisa hitungan hari sampai minggu.

5. Jika Pasien curiga Covid 19 bertahan sampai hasil swab Tenggorokannya keluar dan hasil negatif maka pasien dikeluarkan dari status curiga Covid 19 dan dimas**an ke status pasien biasa. Jika Qadarallah meninggal maka prosesi seperri biasa.

6. Jika sebelum hasil swab tenggorokan keluar Qadarallah pasien meninggal. Maka pasien masih berstatus PDP saat meninggal.dan pemusarannya melalui protokol penyakit menular yang ada (ada undang undangnya). Tujuannya agar tidak sampai menjadi sebab penularan bagi orang orang sekitar mayat.

7. Bukankah kalau pasien sudah meninggal maka tidak akan menular? Allahua'lam. Sampai saat ini para ahli masih mempelajari sifat dari virus ini. Artinya belum ada kepastian secara ilmiah bahwa cairan tubuh (mayit) atau bagian lainnya tidak akan menularkan kepada penyelenggara jenazah.

8. Kebanyakan kasus,hasil swab tenggorokannya baru keluar setelah beberapa waktu stlh pasien dimakamkan.

9. Yang banyak masyarakat tidak tahu,bahwa nakes pun berharap dan akan sangat lega jika ternyata hasil nya negatif. Kenapa? Karena jika pasien positif maka seluruh nakes yg kontak dengan pasien mesti menjalani tes swab tenggorokan. Krn bisa saja terinfeksi oleh virus sewaktu merawat pasien (ini sudah
banyak contohnya)

10. Bagi nakes saat ini, merawat pasien Covid 19 adalah "mimpi buruk". Bukan sebaliknya.

Dalam Protokol pemakaman yg ana saksikan, mayit tetap dikafani dan dishalatkan. Hanya mayit dibungkus ekstra utk perlindungan orang sekitar.

Dan utk diketahui,para petugas yg membantu penyelenggaraan jenazah curiga covid 19 .Sampai hasil swab tenggorokan pasien keluar harus menjalani isolasi. Jika negatif maka petugas baru dibolehkan p**ang. Jika positif maka petugas yg menyelenggarakan harus juga menjalani swab tenggorokan agar tidak menjadi agen penyebaran virus.

Semoga bisa menjelaskan duduk perkaranya

Manfaat pepaya.. Ayo kita makan pepaya...
29/05/2020

Manfaat pepaya.. Ayo kita makan pepaya...

05/04/2020

SEMUA KARENA KEBOHONGAN MU...

Bayangkan :

Kamu (penderita COVID) mendatangi ruang emergency rumah sakit dengan keluhan batuk Dan demam (belum Ada hasil tes Kalo Kamu positive covid). Kamu menyangkal bahwa Kamu habis melakukan perjalanan luar kota bahkan dengan keluarga mu. Kamu masuk ruang emergency dimana Ada 10-15 orang pasien lain Dan 8-10 orang tenaga medis (perawat & dokter). Trus Kamu akhirnya dirawat inap di ruangan bersama dengan 20 orang pasien lain Dan 4-5 perawat per sift.

Dua hari kemudian, tanda Dan gejala semakin memburuk, 3 pasien yang terpapar di ruang emergency juga mempunyai gejala yg memburuk tanpa bisa dijelaskan penyebabnya. Kamu akhirnya memutuskan untuk mengatakan yang sebenarnya kepada petugas kesehatan, BAHWA KAMU BARU PULANG DARI PERJALANAN LUAR KOTA.
Kamu dinyatakan POSITIVE COVID.
Kamu yang menyebabkan semua tenaga medis yang terpapar harus dikarantina, harus meninggalkan rumah sakit mungkin yang tersisa hanya kurang dari 20 orang saja, memaksa RS menempatkan hanya 2 perawat untuk 20 pasien termasuk KAmu.
Tenaga medis mengalami dilemma. Begitu banyak pasien yang sekarat Dan mati, termasuk pasien2 yang terpapar olehmu.

Kemudian salah satu anggota keluargamu mengalami sesak nafas Dan harus di intubasi bernafas dengan menggunakan ventilator. Keluargamu bahkan mengalami tanda Dan gejala yang lebih buruk dari yang KAmu Alami.

SEMUA ITU DIKARENAKAN KAMU TELAH BERBOHONG.

Informasi yang Anda berikan SANGAT Penting bagi dokter2 Dan perawat.
Jadi BERHENTILAH BERBOHONG & TETAP KOOPRATIF

Kejujuran Anda Bisa MEMUTUS Mata Rantai COVID



🙏🙏

Belum lagi keluarga2 tenaga medis yg mgkn sdh ikut terpapar 😥😥

!!
Covid bukan penyakit menular yg terjadi disebabkan akibat perilaku yg Tercela, tp penyebaraanya yg sgt Mudah terpapar, maka Tolong Jujur krn 1org saja bisa menyebabkan penularan yg signifikan dan tdk terbendung !!
INI DEMI MEYELAMATKAN DUNIA🙏🙏🙏🙏


Nih saya kasih warning ya. Terutama buat para "ahli" yang s**a campur-mencampur pakai feeling dia tanpa dasar yang jelas...
30/03/2020

Nih saya kasih warning ya. Terutama buat para "ahli" yang s**a campur-mencampur pakai feeling dia tanpa dasar yang jelas, tanpa mengetahui sifat kimia yang dia campur, dan efek dari campuran yang ditimbulkan.

Anak-anak yg paham ilmu kimia saja ga pernah melakukan kek gini. Produsen bahan dan material (khususnya desinfektan, untuk kasus ini) ga pernah ada kasih statement anjuran bahan dia dicampur dengan produk atau bahan lain kan?

Kenapa malah kita yang ga ada kompetensinya lantas menentukan campuran desinfektan itu aman? Pemutih aja setahu saya ga boleh dicampur deterjen kok. Penggunaan selama ini saja harus terpisah kan. Soalnya pemutihnya juga ga akan efektif krn kena sifat deterjen.
Jadi mencampur jg blm tentu bagus, bisa jd material aktifnya ga bekerja maksimal.

Jangan sampai juga:

" Covid-19 terhindar, tapi bahan kimianya bikin anda modyarrr "
Anda memang akhirnya bisa membunuh kuman dan virus, tapi anda sendiri juga kena akibat bahan yang anda pakai.



Saran:
1. Pilih salah satu saja. Pake karbol ya karbol aja. Pakai pemutih ya pemutih aja. Pake pembersih lantai, ya pembersih lantai aja.
Begitu p**a kayak antiseptik yg udah saya bahas. Alkohol 70% ya alkohol 70%. Dettol/chloroxylenol, ya dettol aja (maaf sebut merek). Propanol ya propanol.

2. Lihat petunjuk / instruksi pemakaian. Kalau produk yang sudah resmi dan berijin, pasti ada petunjuknya.

Pahami lah definisi desinfektan itu apa, antiseptik itu apa.
Selama belum paham, ya susah.... pasti ada potensi salah menggunakan, salah penanganan, salah aplikasi (karbol buat cuci sendok makan...what the hell ? Ada yg pake campuran pemutih (natrium hipoklorit/sodium hipoklorit) buat hand sanitizer? Astaghfirullah 😥...trus ada yg liatin foto petugas nyemprot desinfektan ke wajah...seriously, guys... klo seperti itu, I think you are the killer, not the virus).

Btw, saya juga ga rekomen pakai formalin ya. Jujur, itu ngga rekomen....kita bukan mayat yg mau diawetkan.

Dan buat yg punya peliharaan, mohon hati2...amankan peliharaan anda saat melakukan disinfeksi. Kasihan hewan ngga tau apa-apa trus akhirnya mati hanya krn kena paparan disinfektan.

Lu boleh takut sama virus. Gue juga takut virus. Kita juga harus waspada.
Tapi adalah hal yang lebih bodoh dari rasa takut, bila karena bahan kimia yg dipakai trus diri lu sendiri atau orang lain malah yang kena akibatnya.

Saya ga peduli mau itu petugas, dinas, atau instansi apapun,..kalau anda tidak tahu bahaya campuran desinfektan yang anda pakai, jangan anda korbankan orang lain dengan kebodohan dan ketidaktahuan anda. Kalau memang ada yang mau membantah, silakan, tapi saya minta bukti dasar ilmiah dan info toksisitas dari campuran yang anda buat seperti apa (terutama gas klorin yang potensial muncul dari campuran). Kita debat dengan argumentasi ilmiah, jangan cuma katanya-katanya aja. Saya ga mau orang banyak jadi korban keteledoran dan kekonyolan segelintir orang yg ga tau apa2 soal bahan kimia.
Anda tahu ga, kalau gas klorin dari campuran yg anda buat itu terhirup dan mengiritasi membran mukosa saluran pernafasan, itu akan memperburuk situasi? Covid-19 akan lebih mudah menginfeksi. Paham? Membran mukosa saluran pernafasan itu proteksi pertama terhadap kontaminan termasuk mikroba. JANGAN TAMBAH KORBAN LAGI ! Tindakan bodoh anda hanya akan menambah banyak korban !

Dipikir pakai bahan kimia sama kek bikin es campur....

Ini ada contoh kasus di berita.

https://hot.liputan6.com/read/4007220/berbahaya-ini-akibatnya-jika-mencampur-cairan-pembersih-lantai-sembarangan

Kepada Ibu Tyas Ummu IffaRahma , saya mohon ijin capture komentar pengalamannya ya biar yang lain juga tidak kena imbasnya.

Update:

Pencegahan agar tidak keracunan klorin:

1. Selalu membaca dan mengikuti petunjuk penggunaan produk.
2. Tidak mencampur bahan kimia berbahan dasar klorin dengan produk atau zat lain secara asal.
3. Mengenakan pakaian atau peralatan sesuai yang diinstruksikan pada produk.
4. Tidak menggunakan klorin di area tertutup tanpa ventilasi udara.
5. Menyimpan produk di tempat yang aman dan tepat serta jauh dari jangkauan anak-anak.

Bagaimana bila ada yang terhirup gas klorin yang toksik ?

1. Bawa korban ke area udara terbuka sesegera mungkin (pastikan penolong juga aman, pakai masker atau penutup hidung).
2. Jika penderita muntah dalam posisi berbaring, miringkan kepalanya ke samping untuk mencegah ia tersedak.
3. Apabila penderita tidak responsif, napasnya terhenti, atau tidak bernapas, lakukan prosedur CPR selagi menunggu bantuan medis datang.

Ada bbrp info bilang bisa diberikan susu untuk menawarkan racun klorinnya (mohon dikoreksi bila hal ini salah).

Sumber:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/gejala-dan-mengatasi-keracunan-klorin/
https://www.alodokter.com/kenali-cara-mengatasi-racun-yang-tertelan

30/03/2020

Orang yg kena Covid 19 rata² orang yg ketakutan sehingga dia drop dan imun tidak keluar dan disitulah covid 19 masuk menyerang.

Ambil contoh anak kecil sangat jarang sekali yg kena covid 19 di seluruh dunia. Hanya orang-orang dewasa yg imun nya turun gara² ketakutan, was-was, panik dan termakan berita berita hoax...!! Di daerah Wuhan sendiri saat ini sdh mulai normal kembali berkat peran media yg hanya memberitakan ttg orang² yang sudah sehat tanpa berita² kematian krn corona.
Berita² penyemangat juga gencar untuk membalik pola pikir warga agar tetap optimis. Orang² yg optimis ini secara alami imun tubuhnya akan kuat.

Pesan penyemangat penting untuk membalik pola pikir warga agar ttp optimis. Orang² yg optimis ini secara alami imun tubuhnya
Peran MENTAL di perlukan disini, selain cuci tangan dan social distancing dan berdoa

29/03/2020

Buat yg blm paham cb pahami dulu...
Org luar daerah yg dtg ke suatu daerah atau p**ang kampung, knpa ga di sarankan kerumah sakit atau ke puskesmas,, disuruh karantina mandiri,, dan lapor ke tenaga kesehatan via tlf kondisi nya smpai 14 hari kedepan..

Dikarenakan,, Untuk pemeriksaan mau tau positif apa ga virus, dia pembawa virus apa ga, apa dia akan menularkan atau ga,, harus b*k pemeriksaan, diantaranya:
Cek Laboratorium lengkap
Cek rontgen thorax
Cek swab tenggorokan
Cek HRCT atau MRI ctscan

Beberapa pemeriksaan tu ga tersedia dipukses atau rumah sakit,, bila tersedia pun blm tentu masyarakat sehat mau melakukan pemeriksaan trsbt yg biaya nya cukup lumayan,, paham ya...
Bila smpai ini blm paham cb tnyakan sendiri ke kepala dinas, bupati, gubernur, menkes, presiden sekalian..
pada sanggup ga menyediakan semua alat” untuk pemeriksaan tersebut ke daerah” puskes”...

Memang untuk org AWAM akan sush dimengerti tau nya mint diperiksa, atau ngomng masa nunggu da keluhan dl bru periksa atau nunggu mati dl baru periksa,,
Jenis virus berbeda” Bila org blm da gejala hasil akan terlihat normal,, namun virus akan mati saat antibodi kita terbentuk harapan nya saat 14 hari karantina mandrii, misal dia pembawa virus, dia tidak menularkan ke yg lain akan memutus mata rantai, kemudian dia bisa istrht untuk tubuh membentuk antibodi melawan virus tersebut,,makan yg cukup, hidup lbh bersih krn ga terpapar diluar, bisa berjemur terkena matahari, dll dll

Jadilah Manusia lebh bijak,, jgn selalu berkomentar negatif menjelekkan dan mencari kesalahan org lain,, bertanya lah yg sopan dan berkomentar lah yg baik,, krn dari Nakes dan dokter lah suatu saat kalian akan butuh bantuan..

Saat ni yg bisa dilakukan berdoa berjuang bersama melawan virus itu..

Mohon difahami ya..
22/03/2020

Mohon difahami ya..

19/03/2020

Untuk diperhatikan buat semua, apa fungsi libur 14 hari ya..

02/03/2020

Sosialisakan, jika gejala spt dibawah, segera ke rumah sakit jangan keliling ke puskesmas dll utk menghindari wabah.

*GEJALA INFEKSI VIRUS CORONA dari hari ke hari*

Hari 1 ~ Hari 3
- Gejalanya mirip dengan masuk angin
- Sakit tenggorokan ringan, sedikit sakit
- Tidak demam. Tidak lelah. Masih makan dan minum secara normal

Hari ke-4
- Sakit tenggorokan sedikit, mabuk badan.
- Mulai suara serak.
- Suhu tubuh berkisar antara 36,5 ~ (tergantung orang)
- Mulai anoreksia.
- Sakit kepala ringan
- Diare ringan

Hari ke 5
- Sakit tenggorokan, suara serak
- Tubuh panas ringan. Suhu dari 36,5 ~ 36,7
- Tubuh lelah, merasakan nyeri pada persendian

Tahap ini sulit dikenali sebagai infeksi dingin atau koroner

Hari ke-6
- Mulai demam ringan, sekitar 37
- Batuk dengan lendir atau batuk kering
- Sakit tenggorokan saat makan, berbicara atau menelan
- Kelelahan, mual
- Sesekali sulit bernafas
- Kembali, jari sakit yang teduh
- Diare, bisa muntah

Hari ke 7
- Demam lebih tinggi dari 37,4 ~ 37,8
- Batuk lebih banyak, dahak lebih.
- Nyeri dan nyeri tubuh. Kepala berbobot seperti batu
- Frekuensi nafas pendek tetap sama.
- Lebih banyak diare
- Muntah

Hari ke-8
- *Demam di dekat level 38 atau di atas 38*
- *Napas sulit, setiap kali bernapas dada terasa berat.* Mengeruntukan
- Batuk terus menerus, banyak bicara, bisu
- Sakit kepala, nyeri sendi, sakit punggung ...

Hari ke-9
- Gejala tidak berubah tetapi bertambah buruk.
- Demam berantakan
- *Batuk tidak mereda tetapi lebih buruk dari sebelumnya.*
- *Meski sudah berusaha, Anda masih kesulitan bernapas.*

Pada saat ini, tes darah dan rontgen paru-paru harus diambil untuk diperiksa

Address

Sukadana
34385

Opening Hours

Monday 08:00 - 21:00
Tuesday 08:00 - 21:00
Wednesday 08:00 - 21:00
Thursday 08:00 - 21:00
Friday 08:00 - 21:00
Saturday 08:00 - 21:00
Sunday 08:00 - 21:00

Telephone

+6285213962988

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Apotek DUA FARMA Sidorejo posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Apotek DUA FARMA Sidorejo:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category