RS Khusus Jiwa Dharma Graha

RS Khusus Jiwa Dharma Graha RS Khusus Jiwa Dharma Graha Melayani Pasien Mental, Narkotik & Geriatrik

RS Khusus Jiwa Dharma Graha merupakan pengembangan dari Yayasan Rehabilitasi Mental, Narkotik dan Geriatrik Asrama Dharma Graha yang berlokasi di Ciganjur Jakarta Selatan. Sejak beroperasinya Yayasan Asrama Dharma Graha yang didirikan pada tahun 1989 terus mengalami peningkatan, permintaan akan pelayanan terus meningkat sehingga perlu untuk mengembangkan fasilitas tersebut. Dengan melihat perkembangan yang ada dan adanya permintaan masyarakat akan pelayanan dan penanganan yang lebih profesional, maka pada tahun 1999 mendirikan Rumah Sakit di wilayah Bumi Serpong Damai ( BSD ) Serpong – Tangerang-selatan yang di beri nama Rumah Sakit Khusus Dharma Graha. Didirikan diatas lahan ± 10.000 M2, mulai beroperasi pada tanggal 15 Oktober tahun 2000, pada awalnya dengan kapasitas 25 Tempat Tidur, Seiring dengan perkembangannya sampai saat ini kapasitasnya menjadi 60 Tempat Tidur. Hingga saat ini RS Khusus Jiwa Dharma Graha telah banyak menangani pasien Mental, Narkotik, dan Geriatrik dari berbagai wilayah di indonesia. Sebagai suatu badan pelayanan kesehatan Rumah Sakit Khusus Dharma Graha menyediakan Fasilitas pelayanan khususnya bagi pasien dengan gangguan Mental, Narkotik dan Geriatrik, RS Khusus Jiwa Dharma Graha akan selalu memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. RS Khusus Jiwa Dharma Graha memulai memberikan pelayanan berdasarkan Izin Penyelenggaraan Rumah Sakit dari Kepala Kantor Wilayah Departemen Kesehatan Propinsi Jawa Barat No: YM.1.02.1.7.2.1422 tanggal 05 Oktober 2000. Dengan pelayanan yang diberikan mencakup pelayanan Konsultasi, Pengobatan/Perawatan dan Rehabilitasi bagi pasien dengan gangguan Mental, Narkotik dan Geriatrik. Pada tahun 2002 mendapat rekomendasi dari Dinas Kesehatan Propinsi Banten dengan Nomor: 554/2309/XI/2002 . Kemudian pada tanggal 04 Maret tahun 2003 telah mendapatkan Izin Tetap dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dengan nomor: YM.02.04.2.2.856, selanjutnya hingga saat ini RS Khusus Jiwa Dharma Graha tetap memberikan pelayanan bagi pasien gangguan Mental, Narkotik dan Geriatrik. Pada tanggal 24 Maret 2009 telah mendapatkan izin perpanjangan (I) melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : HK.07.06/III/1001/09.

20/02/2014

Jadwal Poli Rawat Jalan :
Dr. Yenny Dewi P, SpKJ (K)
Jum'at , 21 Februari 2014 Jam 10.00 s/d selesai

16/01/2014

Semangat Baru Jiwa Baru di Tahun 2014, Semoga Menunjukan Progres yg lebih Baik

Daily activities at RS Khusus Jiwa Dharma Graha
20/12/2013

Daily activities at RS Khusus Jiwa Dharma Graha

Aktivitas Poli Umum
20/02/2013

Aktivitas Poli Umum

07/02/2013

We Need's Controling : emotion, Action & Behaviour

07/02/2013

Semoga harapan Baru Tersebut segera Terealisasi

Last Day With Coas Faculty Medicine Tarumanagara University
11/10/2012

Last Day With Coas Faculty Medicine Tarumanagara University

11/10/2012

Terapi Tertawa

Tertawa itu sehat dan mudah dilakukan. Maka tertawalah karena tertawa juga dapat membantu penyembuhan penyakit, seperti stres, depresi, atau gangguan halusinasi.

Tentu tidak sembarang tertawa bisa dilakukan untuk mengatasi masalah-masalah kejiwaan tersebut. Ada terapi khusus untuk itu. Namanya terapi tertawa, seperti dilakukan oleh Rumah Sakit Khusus Kejiwaan Dharma Graha di Jalan Astek No. 17, Lengkong Gudang Timur, BSD. RSKJ Dharma Graha bahkan telah mengenal terapi tertawa sejak 1990-an.

Selain membuat seseorang merasa bahagia, tertawa juga dapat membantu penyembuhan bagi penderita skizofrenia (schyzofrenia). Penyakit yang dialami penderita skizofrenia ini meliputi penyakit depresi, gangguan halusinasi, gangguan emosi, dan susah tidur.

Di RSKJ Dharma Graha, penderita skizofrenia mendapatkan terapi tertawa sebanyak tiga kali setiap pekan oleh para terapis. Tidak semua penderita gangguan jiwa bisa mengikutinya. Terapi tertawa hanya boleh diikuti oleh mereka yang sudah mulai stabil mental atau emosinya, bisa berkomunikasi dengan baik, tahu siapa dirinya atau namanya, dan bisa beraktivitas.

Mulanya, sekitar 30 orang dikumpulkan di tengah lapangan. Mereka semua membentuk lingkaran dan berpegangan tangan. Terapis yang berada di tengah peserta terapi memberikan perintah kecil untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu. Setelah itu mereka diberi rangsangan tertawa terlebih dahulu dan memberikan senyuman untuk meregangkan otot-otot wajah.

Terapis pun memberikan rangsangan tertawa di mana para peserta mengikuti kata yang dikeluarkan terapis. "Ha-ha-ha, hi-hi-hi, hu-hu-hu," begitulah para terapis mengajarkan kepada para peserta. Hal ini dilakukan agar otot-otot wajah tidak kaku. Setelah itu, mereka dipersilakan untuk tertawa lepas tanpa menggunakan rangsangan. Terapi tertawa ini pun dilakukan selama 30 menit.

Menurut salah satu terapis, Saiful Anam, berpegangan tangan dapat memberikan energi kepada teman sesamanya untuk tertawa. "Ketika temannya tidak tertawa atau tertawanya kurang, maka teman lainnya harus membantunya tertawa dengan memberikan energi lewat genggaman tangannya," kata Saiful. Tertawa itu ditularkan. Melalui kontak mata juga bisa membantu rangsangan tertawa karena itulah dilakukan dalam bentuk melingkar.

"Tertawa itu suatu hal yang menular. Ketika orang lain tertawa kadang kita akan ikut tertawa juga. Dalam terapi tertawa untuk membuat bagaimana mereka melakukan tertawa secara lepas, tidak ada yang tersinggung, dan tidak ada yang merasa ditertawakan," tambah Saiful.

Menurut Saiful, orang dengan gangguan jiwa yang mengikuti terapi tertawa, perasaan dan fungsi mentalnya tidak tumpul. Mereka akan mudah dikendalikan, bahasa non-verbal akan lebih mudah diterimanya saat bersosialisasi, dan gangguan emosi lebih terkendali. Semua itu menunjang proses pengobatan para penderita skizofrenia menjadi lebih baik.

Saiful mencontohkan salah satu penderita di RSKJ Dharma Graha. Waktu pertama masuk, penderita itu mengalami gangguan emosi, halusinasi, dan sulit tidur. Setelah ikut terapi tertawa, ada perubahan pola perilaku pada diri penderita. Saiful menargetkan waktu sekitar 100 hari untuk para penderita ini untuk bisa mulai mengontrol diri, memiliki perasaan yang lebih bahagia, dan perasaan dapat diterima dalam kelompok.

Saiful mengatakan, saat terapi tertawa, otak kita mengeluarkan zat melatonink, selatonink, dan endorfin. Zat-zat yang dikeluarkan itulah yang membuat kita bahagia.

Pada awalnya terapi tertawa memang dianggap aneh. Namun, saat dilihat dari segi manfaatnya, sebagian kelompok mulai melakukan terapi ini. Terapi tertawa tak hanya untuk penderita gangguan jiwa, tapi juga untuk siapa pun pada semua usia. Terkecuali pada penderita penyakit TBC karena takut menular, jantung, dan glukoma, penyakit mata yang ditakutkan berbahaya saat terjadi tekanan wajah atau mata saat tertawa.

Bagi orang pada umumnya, terapi tertawa membuat letupan emosinya lebih terkendali. Artinya, orang tersebut tidak mudah marah dan jika marah sesuai pada situasi dan kondisinya. Ha-ha-ha...

10/10/2012

Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia RS Khusus Jiwa Dharma Graha

Kunjungan RSJ Islam Pd. Kopi Jakarta Timur Rabu, 19 Juli 2012
24/07/2012

Kunjungan RSJ Islam Pd. Kopi Jakarta Timur Rabu, 19 Juli 2012

Survei Pelaksanaan Akreditasi 5 Pelayanan Tgl 25-27 Juni 2012
28/06/2012

Survei Pelaksanaan Akreditasi 5 Pelayanan Tgl 25-27 Juni 2012

Pelatihan Internal RS :1. Kegawadaruratan Psikiatri Oleh : dr. Rosmalia Suparso, SpKJ (Ketua PDSKJI Cab. Banten)2. Bantu...
24/05/2012

Pelatihan Internal RS :
1. Kegawadaruratan Psikiatri Oleh : dr. Rosmalia Suparso, SpKJ (Ketua PDSKJI Cab. Banten)
2. Bantuan Hidup Dasar (BHD)/Basic Life Support (BLS) oleh : dr. Tri Waluyo (dr. Umum RS Khusus Jiwa Dharma Graha)

Address

Jalan Raya Astek No. 17 Lengkong Gudang Timur, BSD City Kota Tangerang-selatan
Tangerang
15321

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RS Khusus Jiwa Dharma Graha posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to RS Khusus Jiwa Dharma Graha:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram