03/11/2020
Moringa oleifera adalah tanaman asli Asia yang tubuh di india, afika, dan negara - negara beriklim tropis lainnya. Sejak dulu , sebagian besar bagian tanaman ini telah digunakan sebagai obat herbal tradisional. Daun , bunga, biji dan akarnya dipercaya bisa mengatasi berbagai masalah kesehatan seperti diabetes , peradangan, infeksi bakteri, virus , maupun jamur, nyeri sendi, jantung , bahkan kanker.
Tanaman Moringa kaya akan vitamin dan mineral. Daunnya tersebut mengandung vitamin C 7 kali lebih banyak daripada jeruk dan kalium 15 kali lebih besar dibandingkan buah pisang. Moringa pun memiliki protein, asam amino, kalsium, serta zat besi yang membangun otot dan membantu tubuh menyembuhkan diri.
Kandungan daun kelor lain yang dapat Anda peroleh, termasuk vitamin B2, B6, beta karoten, magnesium, serta quercetin dan Chlorogenic acid yang bertindak sebagai antioksidan.
Tumbuhan ini bisa Anda temukan dalam bentuk suplemen, baik bubuk maupun kapsul. Sayangnya, kandungan nutrisi suplemen Moringa tersebut tidak sebanyak dan sekaya tanaman aslinya.
Meski punya nutrisi yang beragam, Moringa pun disebut-sebut memiliki zat antinutrien yang cukup tinggi. Antinutrien itu diduga bisa mengurangi penyerapan mineral dan protein.
Kelvin Halim, nutrisionis Jovee, menjelaskan bahwa antinutrien tersebut disebut dengan zat fitat. Selain pada daun kelor, zat fitat juga terdapat pada beberapa kacang-kacangan dan padi-padian serta sayuran berserat tinggi dan berdaun hijau tua.
“Biasanya zat fitat hilang dengan cara direndam dengan air panas dalam waktu lama, difermentasikan, atau dimasak hingga matang. Makanan tinggi protein dan mineral yang juga memiliki zat fitat sebaiknya mengonsumsi makanan tinggi vitamin C,” kata Kevin.
Antioksidan pada daun kelor mampu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, senyawa antioksidan pun dapat meningkatkan kekebalan tubuh Anda. Ada p**a bukti ilmiah yang menyatakan bahwa antioksidan daun kelor bisa membantu menurunkan tekanan darah tinggi serta mengurangi jumlah lemak tubuh.
Quercetin merupakan senyawa yang bertanggung jawab dalam menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi. Sementara chlorogenic acid yang juga ditemukan pada kopi, dapat menjaga kadar gula darah setelah makan.