27/12/2025
Susah Dapat Kerja karena Loker Langka? Atau Cara Carinya yang Kurang Tepat?
Isu “susah dapat kerja” dan “lowongan makin langka” sering banget terdengar. Tapi kalau ditarik lebih dalam, pertanyaannya bukan cuma ada kerja atau tidak, melainkan bagaimana cara kita mencari kerja.
Faktanya, banyak orang dengan latar belakang berbeda bisa dapat kerja tanpa orang dalam, murni lewat teknologi dan job portal.
Kerja Tanpa Orang Dalam Itu Nyata
Beberapa contoh nyata yang sering ditemui:
Lulusan SMA bisa kerja di Janji Jiwa Jakarta setelah melamar lewat JobStreet.
Teman disabilitas diterima di Tokopedia Care, melamar langsung lewat website resmi
Lulusan SMK dari Pontianak bekerja di KKV Jakarta, apply lewat job portal.
Orang Indonesia kerja sebagai Special Service Assistant di Hamad International Airport, Doha, melamar lewat website Qatar Airways.
Bahkan ada yang lulusan SD bisa kerja sebagai waiter, murni dari job portal.
Crew resto Bakmi di Jakarta mengaku melamar pakai ijazah Paket, apply online lewat JobStreet dari luar kota.
✈️Semua punya satu kesamaan:
👉 tidak pakai orang dalam
Perusahaan Juga Nyari Karyawan Lewat Job Portal
Bukan cuma pencari kerja yang pakai teknologi, perusahaan juga begitu.
●Lowongan Asisten Pribadi (minimal SMP, gaji sampai 5 juta) dipasang di Glints.
●Admin stok yang akhirnya direkrut adalah tuna rungu, iklannya dipasang di job portal.
●Usaha di Jakarta bisa dapat karyawan dari Tuban, karena prosesnya online.
Artinya, lokasi, latar belakang, bahkan keterbatasan fisik bukan penghalang utama kalau caranya tepat.
Teknologi Membuka Peluang, Tinggal Mau atau Tidak
Orang di kampung bisa kerja di kota besar.
Orang dari luar daerah bisa kerja di Jakarta atau bahkan luar negeri.
Kuncinya: memanfaatkan teknologi secara maksimal.
Kalau ada yang bilang “susah dapat kerja”, coba ajak refleksi sebentar
Coba Tanyakan Ini ke Diri Sendiri ;
●Sudah berapa kali melamar lewat job portal?
●Sudah puluhan kali, atau baru 1–2 kali?
●Masih nunggu info dari teman?
●Padahal loker online update setiap hari.
Hanya melamar di bidang yang itu-itu saja?
Takut keluar dari zona nyaman, pesimis harus pakai orang dalam?
CV dan cara melamar pakai strategi atau asal template?
Merasa usia jadi penghalang?
Pekerjaan level rendah memang mudah tergantikan, tapi pengalaman manajerial dan skill justru makin dicari seiring usia.
Seperti chef—makin berpengalaman, makin mahal ratenya.
Takut scam tapi belum benar-benar mencoba?
Takut loker palsu, tapi top up judol lancar?
Peluang Datang ke yang Terus Mencoba
Peluang kerja tidak datang ke orang yang hanya mencoba sekali dua kali lalu menyerah.
Kalau baru melamar sedikit, tidak dapat panggilan, lalu pilihannya cuma mengeluh dan rebahan—ya wajar kalau hasilnya nihil.
Teknologi sudah membuka pintu selebar-lebarnya.
Tinggal satu pertanyaan terakhir:
👉 mulai dari cari info yang tepat.
📥 Download Aplikasi Media Sosial dari korea Dagachi di Play Store dengan siatem Ai dan sudah auto Translate 16 bahasa SEKETIKA.ini link nya biar mudah.
👇👇
https://dagachi.ai/share/app/?share_id=6684
https://dagachi.ai/share/app/?share_id=6684
Siapa tahu, peluang besar lo berikutnya datang dari sana.
👉 Kamu mau terus mencoba dengan strategi, atau berhenti di alasan?