Balikpapan Clinical Hypnotherapy

Balikpapan Clinical Hypnotherapy Kami hadir untuk membantu siapa saja yang membutuhkan pertolongan guna melepaskan EMOSI NEGATIF yang mengganggu dan menghambat kehidupan Anda saat ini

Dharma Wiriya Terang adalah seorang terapis hipnoterapi yang telah berpengalaman melakukan terapi terhadap banyak klien selama 5 tahun. Selain belajar hipnoterapi, Dharma Wiriya Terang juga mempelajari Behavioral Analyst, EFT (Emotional Freedom Technique), Ego State Therapy, ICT (Instant Change Tehnique) dan juga Graphology (analisa tulisan tangan).

07/12/2017

JAUHKAN ANAKMU DARI KEMUDAHAN
(Rhenald Khasali)

Seorang mahasiswi mengeluh. Dari SD hingga lulus S-1, ia selalu juara. Namun kini, di program S-2, ia begitu kesulitan menghadapi dosennya yang menyepelekannya. Judul tesisnya selalu ditolak tanpa alasan yang jelas. Kalau jadwal bertemu dibatalkan sepihak oleh dosen, ia sulit menerimanya.

Sementara itu, teman-temannya, yang cepat selesai, jago mencari celah. Ia menduga, teman-temannya yang tak sepintar dirinya itu "ada main" dengan dosen-dosennya. "Karena mereka tak sepintar aku," ujarnya.

Banyak orangtua yang belum menyadari, di balik nilai-nilai tinggi yang dicapai anak-anaknya semasa sekolah, mereka menyandang persoalan besar: kesombongan dan ketidakmampuan menghadapi kesulitan. Bila hal ini saja tak bisa diatasi, maka masa depan ekonominya pun akan sulit.

Mungkin inilah yang perlu dilakukan orangtua dan kaum muda: belajar menghadapi realitas dunia orang dewasa, yaitu kesulitan dan rintangan.

Hadiah Orangtua

Psikolog Stanford University, Carol Dweck, yang menulis temuan dari eksperimennya dalam buku The New Psychology of Success, menulis, "Hadiah terpenting dan terindah dari orangtua pada anak-anaknya adalah tantangan".

Ya, tantangan. Apakah itu kesulitan-kesulitan hidup, rasa frustrasi dalam memecahkan masalah, sampai kegagalan "membuka pintu", jatuh bangun di usia muda. Ini berbeda dengan pandangan banyak orangtua yang cepat-cepat ingin mengambil masalah yang dihadapi anak-anaknya.

Kesulitan belajar mereka biasanya kita atasi dengan mendatangkan guru-guru les, atau bahkan menyuap sekolah dan guru-gurunya. Bahkan, tak sedikit pejabat mengambil alih tanggung jawab anak-anaknya ketika menghadapi proses hukum karena kelalaian mereka di jalan raya. Kesalahan mereka membuat kita resah. Masalah mereka adalah masalah kita, bukan milik mereka.

Termasuk di dalamnya adalah rasa bangga orangtua yang berlebihan ketika anak-anaknya mengalami kemudahan dalam belajar dibandingkan rekan-rekannya di sekolah.

Berkebalikan dengan pujian yang dibangga-banggakan, Dweck malah menganjurkan orangtua untuk mengucapkan kalimat seperti ini: "Maafkan Ibu telah membuat segala sesuatu terlalu gampang untukmu, Nak. Soal ini kurang menarik. Bagaimana kalau kita coba yang lebih menantang?"

Jadi, dari kecil, saran Dweck, anak-anak harus dibiasakan dibesarkan dalam alam yang menantang, bukan asal gampang atau digampangkan. Pujian boleh untuk menyemangati, bukan membuatnya selalu mudah.

Saya teringat masa-masa muda dan kanak-kanak saya yang hampir setiap saat menghadapi kesulitan dan tantangan. Kata reporter sebuah majalah, saya ini termasuk "bengal". Namun ibu saya bilang, saya kreatif. Kakak-kakak saya bilang saya bandel. Namun, otak saya bilang "selalu ada jalan keluar dari setiap kesulitan".

Begitu memasuki dunia dewasa, seorang anak akan melihat dunia yang jauh berbeda dengan masa kanak-kanak. Dunia orang dewasa, sejatinya, banyak keanehannya, tipu-tipunya. Hal gampang bisa dibuat menjadi sulit. Namun, otak saya selalu ingin membalikkannya.

Demikianlah, hal-hal sepele sering dibuat orang menjadi masalah besar. Banyak ilmuwan pintar, tetapi reaktif dan cepat tersinggung. Demikian p**a kalau orang sudah senang, apa pun yang kita inginkan selalu bisa diberikan.

Panggung Orang Dewasa

Dunia orang dewasa itu adalah sebuah panggung besar dengan unfair treatment yang menyakitkan bagi mereka yang dibesarkan dalam kemudahan dan alam yang protektif.

Kemudahan-kemudahan yang didapat pada usia muda akan hilang begitu seseorang tamat SMU. Di dunia kerja, keadaan yang lebih menyakitkan akan mungkin lebih banyak lagi ditemui.
Fakta-fakta akan sangat mudah Anda temui bahwa tak semua orang, yang secara akademis hebat, mampu menjadi pejabat atau CEO. Jawabannya hanya satu: hidup seperti ini sungguh menantang.

Tantangan-tantangan itu tak boleh membuat seseorang cepat menyerah atau secara defensif menyatakan para pemenang itu "bodoh", tidak logis, tidak mengerti, dan lain sebagainya.

Berkata bahwa hanya kitalah orang yang pintar, yang paling mengerti, hanya akan menunjukkan ketidakberdayaan belaka. Dan pernyataan ini hanya keluar dari orang pintar yang miskin perspektif, dan kurang menghadapi ujian yang sesungguhnya.

Dalam banyak kesempatan, kita menyaksikan banyak orang-orang pintar menjadi tampak bodoh karena ia memang bodoh mengelola kesulitan. Ia hanya pandai berkelit atau ngoceh-ngoceh di belakang panggung, bersungut-sungut karena kini tak ada lagi orang dewasa yang mengambil alih kesulitan yang ia hadapi.

Di Universitas Indonesia, saya membentuk mahasiswa-mahasiswa saya agar berani menghadapi tantangan dengan cara satu orang pergi ke satu negara tanpa ditemani satu orang pun agar berani menghadapi kesulitan, kesasar, ketinggalan pesawat, atau kehabisan uang.

Namun lagi-lagi orangtua sering mengintervensi mereka dengan mencarikan travel agent, memberikan paket tur, uang jajan dalam jumlah besar, menitipkan perjalanan pada teman di luar negeri, menyediakan penginapan yang aman, dan lain sebagainya. Padahal, anak-anak itu hanya butuh satu kesempatan: bagaimana menghadapi kesulitan dengan caranya sendiri.

Hidup yang indah adalah hidup dalam alam sebenarnya, yaitu alam yang penuh tantangan.

Dan inilah esensi perekonomian abad ke-21: bergejolak, ketidakpastian, dan membuat manusia menghadapi ambiguitas.
Namun dalam kondisi seperti itulah sesungguhnya manusia berpikir. Dan ketika kita berpikir, tampaklah pintu-pintu baru terbuka, saat pintu-pintu hafalan kita tertutup.

Jadi inilah yang mengakibatkan banyak sekali orang pintar sulit dalam menghadapi kesulitan.

Maka dari itu, pesan Carol Dweck, dari apa yang saya renungi, sebenarnya sederhana saja:
*Orangtua, jangan cepat-cepat merampas kesulitan yang dihadapi anak-anakmu.*

*Sebaliknya, berilah mereka kesempatan untuk menghadapi tantangan dan kesulitan.*

08/11/2017

PENDERITAAN

Oleh : YM. Bikkhu Sri Pannyavaro

Penderitaan itu sesungguhnya mirip-mirip dengan kebahagiaan. Hanya saja, kalau kebahagiaan menyenangkan, penderitaan itu menjengkelkan. Kebahagiaan dan penderitaan yg kita rasakan itu bisa luntur. Sama-sama tidak kekal dan sama-sama menjadi beban mental. Mirip-mirip sesungguhnya, hanya yang satu menyenangkan, yang satu menjengkelkan.

Memang menjadi kewajiban kita untuk mencari sebabnya, “Apakah yg menyebabkan saya menderita”?. Kemudian kita berusaha utk mengatasi. Dan kalau kita tidak bisa mengatasinya, atau tiba-tiba timbul perasaan yg tidak senang, biarkanlah saja. Kita gunakan kesadaran kita, kita gunakan perhatian kita utk menyadari bahwa sekarang ini saya sedang tidak senang, sedang menderita, sedang jengkel, sedang marah, suasana batin kita sedang tidak baik. Kita sadari saja. Biarkan saja. Karena secara alami, secara natural, dengan tidak perlu ditangkal, tidak perlu disingkirkan, perasaan tidak bahagia, perasaan tidak senang itu, yg menjengkelkan itu, rasa bosan itu nanti juga akan bosan sendiri dan kemudian lenyap.

Kesulitan itu kalau dihadapi, disadari, akan menjadi biasa. Karena semua itu adalah perubahan. Perubahan dari yg menyenangkan menjadi tidak menyenangkan, kita namakan penderitaan. Padahal kalau kita melihat, sebenarnya hal itu adalah proses perubahan semata.

Ada satu orang yg datang kepada seorang guru meditasi. Orang ini mengeluh, sekarang hidupnya sulit. Kalau dulu selalu mengantongi uang, minimal sepuluh ribu, sekarang seribu saja sulit, sekarang dihimpit hutang. Guru itu menjawab dengan sederhana, “ Itu karena anda belum terbiasa!”.

Jika Anda s**a dengan artikel diatas, silakan klik LIKE dan SHARE artikel ini agar memberikan manfaat bagi banyak orang.

Faktor yang Membuat Orang Belum Berhasil Mencapai ImpianBanyak orang pada awalnya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka...
07/11/2017

Faktor yang Membuat Orang Belum Berhasil Mencapai Impian

Banyak orang pada awalnya bermimpi bahwa suatu saat nanti mereka akan menjadi orang berhasil. Impian telah ditetapkan, namun sukses begitu sulit diraih. Apa yang membuat orang belum berhasil mencapai impiannya?

1. Tidak serius
Orang semacam ini hanya bicara dan tidak bertindak alias NATO (No Action Talk Only), NAPO (No Action Plan Only), NAFO (No Action Fear Only). Mereka hanya ingin sukses tetapi tidak bersedia melakukan kerja yang dibutuhkan.
Dengan menuliskan daftar impian, mereka sesungguhnya tahu bahwa mereka perlu melakukan suatu tindakan. Namun, mereka tidak mau, malas. Bahwa seseorang serius atau tidak terlihat dari tindakan yang ia lakukan, bukan dari kata-katanya.

2. Belum menerima tanggung jawab atas kehidupan mereka
Orang semacam ini menggunakan energi kreatifnya untuk membuat dalih panjang lebar tentang kegagalannya meraih kemajuan. Mereka cenderung menyalahkan orang lain, lingkungan, situasi, atau apa saja asalkan bukan diri mereka sendiri, sebagai penyebab kegagalan mereka.

3. Punya perasaan bersalah dan tidak berharga yang berurat-akar dalam diri mereka
Orang yang pernah gagal dan merasa bersalah atau dibesarkan dalam lingkungan yang negatif akan merasa tidak berharga untuk mencapai prestasi tertentu. Mereka akan berkata, “Apa gunanya?”, “Saya tidak cukup baik”, dan sebagainya.

4. Tidak menyadari pentingnya impian
Hati-hatilah jika Anda dikelilingi oleh orang-orang yang sekadar ikut-ikutan dan tidak melangkah ke mana pun dalam hidup mereka. Jika tidak, Anda hanya akan mengikuti para pengikut dan tidak melangkah ke mana pun juga.

5. Tidak tahu cara menetapkan tujuan
Pasalnya, mereka tidak pernah menerima petunjuk yang benar tentang bagaimana caranya. Atau, lebih parah lagi, mereka merasa sudah tahu caranya, padahal salah. Hidup orang semacam ini sesungguhnya ada dalam bahaya besar.

6. Takut ditolak atau dikritik
Ketakutan ini bisa bersumber dari masa pertumbuhan kita di masa kecil. Mungkin pada masa itu, kita pernah gagal atau tidak berprestasi seperti yang diharapkan oleh orangtua kita yang kemudian mengkritik kita. Rasa sakit ini bisa terbawa terus hingga dewasa dan bisa menjadi penghalang kita.
Ketakutan ini juga bisa disebabkan karena saat kita menceritakan impian kita, kawan kita berusaha menganulirnya dan berusaha meyakinkan bahwa kita akan gagal. Oleh karena itu, simpanlah impian Anda sebagai rahasia pribadi. Jangan sembarang membaginya kepada orang lain, kecuali kepada orang yang mau mengerti, menghargai, dan membantu Anda mencapainya.

7. Mereka takut gagal
Inilah alasan paling dominan mengapa orang tidak membuat daftar impain mereka. inilah penghalang sukses paling besar dalam kehidupan orang dewasa. Inilah yang membuat orang tetap tinggal dalam zona kenyamanan yang sebenarnya tidak nyaman. Inilah sebabnya orang memilih “bermain aman” saja dan tidak berani mengambil risiko.

(dikutip dari buku Quantum Life Transformation)

[Sehat Bahagia dengan Hipnoterapi]Apakah Anda sedang memiliki banyak beban pikiran? Apakah Anda merasa stres bahkan depr...
05/11/2017

[Sehat Bahagia dengan Hipnoterapi]

Apakah Anda sedang memiliki banyak beban pikiran? Apakah Anda merasa stres bahkan depresi? Bagaimana cara menghilangkan beban pikiran tersebut? Well, tarik nafas sejenak, slow down.

Semua beban pikiran, stres dan depresi dimulai dari adanya masalah (ga mungkin kan tiba-tiba stres sendiri), karena itu langkah pertama yang harus dilakukan adalah memahami apa masalah Anda.

Memahami masalah

Sebenarnya sebagian besar dari orang yang stres atau memiliki beban pikiran sudah memahami dengan baik apa masalahnya, seperti masalah finansial, beban hutang, tanggungan keluarga, kesehatan, lingkungan, keamanan, apapun itu saya yakin merekalah yang paling mengerti masalahnya sendiri namun kita sering menundanya, membiarkannya semakin besar, malas, memiliki kebiasaan buruk yang sulit dihilangkan, dan akhirnya mencari pelarian yang semakin memperburuk keadaan sehingga masalah terus menggulung menjadi beban yang semakin sulit dihilangkan.

Sadari bahwa itu masalah Anda

Maka dari itu coba ambil kertas, TULIS masalah Anda sejujur-jujurnya, dan sadari bahwa itu adalah MASALAH ANDA. Banyak orang tidak bisa mengatasi beban pikiran/stres/depresi karena mereka menganggap itu semua disebabkan oleh faktor eksternal seperti keadaan, keluarga, orang lain, masyarakat, lingkungan, sistem, dan semacamnya. Menyalahkan keadaaan tidak akan pernah menghilangkan masalah tersebut, pilihannya hanya terus mengeluh atau terima bahwa itu semua memang masalah Anda dan move on.

Mulai pikirkan solusi ...



***chat WA ke 0812.5453.2008

03/11/2017

Hipnoterapi adalah suatu terapi yang dilakukan pada kondisi hipnosis. Seseoramg pada kondisi hipnosis menjadi mudah untuk mengevaluasi sebuah peristiwa yang menyakitkan karena ia dalam kondisi relaks. Ia juga mudah menerima dan menyerap sugesti dan pembelajaran baru dengan catatan hal itu sesuai dengan nilai hidup dan keyakinan yang ia pegang.

banyak yang bertanya ke WA 0812.5453.2008, apa manfaat hipnoterapi?
Berikut ini ada beberapa manfaat hipnoterapi dalam kehidupan antara lain sebagai berikut :

- Meningkatkan konsentrasi
- Meningkatkan kepercayaan diri
- Menghilangkan kekhawatiran
- Meningkatkan daya ingat otak
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Mempercepat proses penyembuhan seseorang ketika menderita sakit tertentu
- Hipnosis juga dapat dimanfatkan untuk mengurangi atau menghilangkan rasa sakit pada kondisi tertentu, seperti pada saat melahirkan
- Menangani bulimia
- Mengatasi masalah kesehatan karena faktor psikosomatis, dll
- Menghilangkan fobia
- Mengatasi rasa takut ketika berbicara didepan umum
- Dan masih banyak lagi lainnya.

Orang sukses dan gagal berbeda dalam cara mereka memanfaatkan energi. Setiap individu memiliki energi dalam jumlah terba...
02/11/2017

Orang sukses dan gagal berbeda dalam cara mereka memanfaatkan energi. Setiap individu memiliki energi dalam jumlah terbatas. Energi ini digunakan dalam menjalani hidup, berpikir, melakukan aktivitas, dll.

Orang gagal menghamburkan energi untuk hal-hal sepele, tidak penting, tidak bermanfaat, dan gagal fokus pada hal-hal penting dan besar. Energi mereka tercurahkan untuk terus memikirkan hal-hal yang tidak bermanfaat.

Orang gagal tidak cermat dalam menjaga cadangan energi mereka. Mereka menguras energi dengan berpikir negatif, membaca berita negatif, diskusi hal-hal negatif, nonton tayangan televisi negatif, dan bergabung dalam group media sosial negatif, bersahabat dengan orang-orang negatif.

Lain halnya orang sukses. Mereka mengarahkan energi untuk hal-hal produktif, berpikir, bekerja, menjalankan kegiatan yang terus mendekatkan mereka ke arah tujuan. Mereka menghindari gosip, cermat dalam memiliih teman, membaca hal-hal positif dan bermanfaat, tidak mau turut dalam negativitas orang lain, dan berpikir positif dan besar.

Demikianlah kenyataannya....

22/10/2017
Mencabut Masalah Perlu Hingga ke AkarnyaSeorang klien, sebut saja sebagai Bagus, usia 43 tahun, menjumpai saya untuk men...
20/10/2017

Mencabut Masalah Perlu Hingga ke Akarnya

Seorang klien, sebut saja sebagai Bagus, usia 43 tahun, menjumpai saya untuk mengatasi kebiasaan s**a marah, bahkan untuk hal-hal sepele. Bila marah, emosi Bagus meledak, ia teriak, mengucapkan kata-kata kasar, membanting barang, dan bahkan bisa memukul diri sendiri.

Di sesi wawancara, Bagus cerita bahwa ia telah berusaha mengatasi masalah ini dengan jumpa psikiater, psikolog, pendoa, konselor namun belum memberikan hasil seperti yang ia harapkan. Ia juga telah mengikuti berbagai pelatihan, ia sebutkan nama pelatihan dan pengajarnya, baca banyak buku pengembangan diri dan buku-buku terapi. Ia juga telah mencoba teknik penyembuhan diri seperti EFT, teknik pelepasan emosi melalui senam atau kejut fisik, hingga hipnoterapi. Ia juga telah mencoba teknik swish pattern, collapsing anchor, mengubah submodalitas, pembersihan aura, cakra, dan masih banyak lagi. Intinya, menurut Bagus, ia telah mencoba hampir semua cara namun tetap belum berhasil mengatasi masalahnya.

Bagus bertanya pada saya mengapa semua cara yang ia telah ia coba belum bisa berhasil mengatasi masalahnya. Saya jawab, saya tidak bisa komentar karena bukan bidang keahlian saya. Yang saya tahu, setiap teknik punya kelebihan dan keterbatasan. Saya hanya bisa memberi jawaban pasti setelah melakukan hipnoanalisis pikiran bawah sadarnya.
Biasanya, bila klien telah mencoba sangat banyak cara untuk mengatasi masalahnya namun belum juga berhasil, ada dua kemungkinan penyebab. Pertama, pendekatan atau teknik terapi yang ia gunakan tidak efektif. Kedua, ia belum siap berubah. Saya secara khusus menyiapkan pikiran bawah sadarnya, bukan pikiran sadar, untuk berubah dengan mengajukan pertanyaan Priming the Subconscious for Change dan melakukan elaborasi mendalam.

Bagus merasa sangat yakin kemarahannya ini berasal dari masa kecilnya, kelas satu SD, saat ia dipukul oleh temannya, padahal ia tidak berbuat salah. Dan ketika kejadian ini diketahui gurunya, bukannya menegur teman yang memukulnya, guru justru memarahi dan menyalahkan Bagus. Ini membuat Bagus marah sekali pada gurunya tapi ia tidak berani mengungkapkan perasaannya.

Saat saya tanya dari mana ia tahu atau yakin akar masalahnya adalah kejadian di kelas satu SD ini, Bagus mengatakan bahwa setiap kali ia marah, yang muncul selalu memori ini. Dan terapi yang telah ia lakukan, selama ini, fokus pada upaya untuk mengatasi kejadian ini. Memang setelah terapi ia merasa lega, nyaman. Namun beberapa hari kemudian, kambuh lagi. Ia bingung dan frustrasi dengan keadaannya.

Setelah merasa cukup mendapat informasi dari sesi wawancara, saya mulai melakukan hipnoterapi pada Bagus. Saya membimbing Bagus untuk masuk ke kondisi hipnosis dalam (profound somnambulism). Ini adalah kedalaman yang menjadi syarat untuk bisa melakukan hipnoanalisis, regresi berbasis afek, revivifikasi, teknik Ego Personality, mengaktifkan trance-logic, dan teknik-teknik intervensi lainnya dengan efektif.
Dengan teknik hipnoanalisis, khususnya regresi, pikiran bawah sadar Bagus mundur menelusuri garis waktu, melewati rangkaian lima kejadian. Pertama, ia mundur ke usia 12 tahun saat ia dikeroyok tiga temannya karena salah paham.
Kemudian, di usia 10 tahun, di kejadian ia dituduh mencuri uang temannya dan dipukul ibunya karena merasa malu, padahal Bagus tidak melakukan hal ini.

Mundur lagi ke usia 7 tahun, saat kelas satu SD, saat ia dipukuli temannya dan setelahnya dimarahi guru. Ini kejadian yang Bagus dewasa ceritakan sering muncul saat ia marah. Dan ternyata ini bukan akar masalah. Kemudian Bagus mundur ke usia 2 tahun saat ia melihat kedua orangtuanya ribut besar.
Bagus sangat ketakutan dan kasihan pada ibunya. Bagus marah pada ayahnya dan merasa tidak berdaya karena tidak bisa membantu dan melindungi ibu.

Terakhir, ia mundur ke masa dalam kandungan, sebagai janin berusia 2 bulan. Di kejadian ini, ibunya merasa sakit hati, marah, dan ribut besar dengan ayah Bagus karena sering p**ang malam dan berjudi. Dan yang lebih parah lagi, ayah Bagus mengadu pada ibunya, neneknya Bagus, dan si nenek ini ikut-ikutan memarahi ibunya Bagus. Ibu Bagus merasa tidak bisa menghadapi kedua orang ini akhirnya memendam perasaan marahnya. Dan tanpa ia sadari, kemarahan ini diserap oleh janin dalam kandungannya.

Saat Bagus lahir, tanpa ia sadari, di pikiran bawah sadarnya telah ada emosi marah yang cukup intens, yang berasal dari ibunya. Emosi ini mendapat penguatan lanjutan dari beberapa kejadian hingga akhirnya menjadi masalah, tanpa Bagus pernah tahu apa penyebabnya.

Untuk bisa benar-benar mengatasi masalah ini, saya membantu Bagus menyelesaikan satu demi satu kejadian, dengan cara menuntun dan mengarahkan Bagus mengeluarkan emosinya dengan cara yang aman, terkendali, hingga tuntas, dan melakukan rekonsiliasi dengan pelaku pada kejadian-kejadian ini.

Apakah sudah selesai sampai di sini? Oh, belum. Ini baru separuh jalan.

Untuk memastikan emosi pada lima kejadian ini, terutama pada kejadian paling awal, telah benar-benar tuntas teratasi, Bagus masih perlu melewati satu tahap lagi. Ini adalah tahap pemeriksaan final yang dilakukan pada pikiran bawah sadar untuk memastikan semua emosi negatif ini telah tuntas teratasi dan tidak ada Bagian Diri yang keberatan atas semua perubahan positif yang telah terjadi pada Bagus.

Ini tahap penting karena seringkali masih ada sisa emosi yang tidak lagi klien rasakan, karena telah sangat samar atau halus, dan bila tidak benar-benar bersih, ia bisa menjadi akar yang menumbuhkan kembali masalah serupa.

Usai terapi Bagus merasa sangat lega. Dan dalam sesi wawancara pascaterapi, Bagus menyatakan ia kini mengerti mengapa selama ini masalahnya tidak bisa tuntas teratasi. Ternyata, proses terapi yang ia lakukan selama ini bukan pada akar masalah. Dan ia sama sekali tidak menyangka kalau akar masalahnya berasal dari masa dalam kandungan. Total waktu yang dibutuhkan untuk terapi sekitar 3,5 jam.

Satu minggu kemudian Bagus memberi kabar bahwa ia sekarang sudah sangat nyaman. Ia tidak lagi mudah marah karena hal-hal sepele. Dan kalaupun marah, emosi marah atau kesal yang ia rasakan masih dalam batas yang wajar dan bisa ia kendalikan.

By: Adi W. Gunawan

Address

Jalan Syarifuddin Yoes Blok D No. 5 RT. 50
Balikpapan
76114

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+625428706602

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Balikpapan Clinical Hypnotherapy posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to Balikpapan Clinical Hypnotherapy:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram