26/08/2019
MINYAK EUCALYPTUS
Ada yang sudah tahu apa itu minyak eucalyptus? Minyak eucalyptus, juga disebut eucalyptus essential oil, yang berasal dari pohon eucalyptus (ekaliptus), Pohon ini secara alamiah diklasifikasikan sebagai Eucalyptus Globulus.
Tak heran, hingga kini minyak eucalyptus juga telah digunakan secara luas di berbagai produk medis yang dijual bebas, seperti di apotek.
Eucalyptus adalah tumbuhan pendatang dari Australia. Suku Aborigin pun memanfaatkan minyak eucalyptus selama berabad-abad untuk penyembuhan.
Nama Latinnya Eucalyptus globules (Myrtaceae). Di Indonesia, pohon ekaliptus terdapat di tempat-tempat tertentu saja. Pohon ini antara lain ditanam di daerah Porsea, Sumatera Utara untuk kepentingan industri pulp (bubur kertas).
Pohon eucalyptus bisa mencapai ketinggian 100 meter (330 kaki). Pohonnya berwarna abu-abu kebiruan dan daunnya berwarna hijau. Orang harus berhati-hati jika ingin membuat perkebunan eucalyptus, sebab jenis pohon ini sangat menyerap air.
Maka pohon ini akan menguntungkan jika ditanam di daerah rawa atau paya-paya. Kemampuannya menyerap air akan mengurangi resiko penyakit malaria. Daun eukaliptus bisa dipanen untuk dibuat minyak obat.
Daun eucalyptus mengandung minyak cair (cineol) hingga 80%. Kandungan isi lainnya adalah Flavonoid, tannin dan resin. Khasiat ekaliptus antara lain sebagai antiseptic (pembasmi kuman), ekspektoran, pelancar darah lokal.
BERAGAM MANFAAT EUCALYPTUS BAGI KESEHATAN
Eucalyptus merupakan sejenis pohon yang daun dan minyaknya dapat digunakan untuk membuat obat. Meski butuh penelitian lebih lanjut, namun eucalyptus seringkali digunakan untuk penderita kondisi kesehatan tertentu, seperti asma, bronkitis, plak, gingivitis, serta kutu pada kepala.
Setelah daun eucalyptus melalui proses penyulingan, maka akan diperoleh minyak eucalyptus. Penggunaan minyak eucalyptus sangat luas, mulai dari produk farmasi, pengharum, antiseptik, hingga penggunaan di bidang industri.
Beberapa manfaat minyak eucalyptus antara lain:
1. Meredakan batuk, pilek dan bronchitis.
Menghirup uap minyak kayu putih dapat berfungsi sebagai dekongestan alami yang membantu melegakan Tidak hanya menghirup uapnya, eucalyptus dapat digunakan untuk mengobati batuk, pilek, sakit tenggorokan dengan mengusapkan minyak pada tubuh. Menurut beberapa penelitian, kombinasi khusus bisa digunakan untuk membantu mengatasi bronkitis yaitu minyak eucalyptus, ekstrak jeruk nipis, dan pinus.
2. Meringankan asma dan sinusitis.
Permasalahan pada saluran pernapasan seperti asma dan sinusitis kemungkinan dapat dibantu oleh minyak eucalyptus. Minyak ini tidak sekadar mengurangi cairan, namun juga membantu mencairkan dahak sehingga dapat lebih mudah dikeluarkan. Selain itu, minyak eucalyptus kemungkinan mengandung zat yang dapat menekan gejala asma. Namun, waspadai penggunaannya bagi penderita asma yang alergi eucalyptus.
3. Mengurangi nyeri sendi.
Sebuah penelitian menunjukkan, minyak eucalyptus dapat meredakan nyeri sendi. Obat bebas dalam bentuk krim dan salep yang populer digunakan untuk meredakan rasa sakit dari kondisi, seperti osteoarthritis dan rheumatoid arthritis mengandung minyak esensial ini.
4. Mengatasi bau mulut dan mengurangi plak gigi.
Minyak eucalyptus yang mengandung antibakteri dapat dimanfaatkan untuk mengatasi bau mulut yang banyak disebabkan oleh kuman. Selain itu, antibakteri dalam eucalyptus juga dapat mengurangi pembentukan plak dan kerusakan gusi. Disarankan agar memilih produk obat kumur dan pasta gigi yang mengandung eucalyptus untuk kesehatan gigi. Selain itu, Anda juga dapat mulai mengunyah permen karet yang mengandung ekstrak eucalyptus. Penelitian terkini menyebutkan, adanya kemungkinan penurunan plak gigi setelah mengonsumsi permen karet tersebut.
5. Membantu penderita sakit kepala merasa rileks.
Minyak eucalyptus mungkin tidak dapat membantu menyembuhkan sakit kepala, namun produk ini dapat membantu menenangkan, sehingga penderita dapat berpikir lebih baik.
6. Membasmi Kutu Rambut
Minyak eucalyptus dikenal sebagai penolak serangga dan pestisida alami, sehingga juga dapat dimanfaatkan sebagai pengobatan alami untuk mengusir kutu rambut.
7. Mengatasi Bruntusan, Jerawat dan Penuaan
Sebagai minyak yang dapat mengobati infeksi kulit, minyak eucalyptus memiliki sifat antibakteri. Untuk itu, eucalyptus dapat mempercepat penyembuhan sekaligus mengobati jerawat, sun spots, noda wajah, anti penuaan, dan eksim. Jika eucalyptus dikombinasikan dengan minyak zaitun atau minyak kelapa, minyak eucalyptus juga bisa dimanfaatkan sebagai tabir surya dan pelembap alami.
8. Mengatasai Pegal
Selain bersifat antibakteri, eucalyptus juga memiliki sifat analgesik dan anti-inflamasi. Minyak ini dapat memengaruhi respons sistem saraf pusat dan mengetahui rangsangan berbahaya. Anda dapat menggunakan minyak eucalyptus pada area tubuh yang terasa nyeri dan pegal. Selain itu, minyak ini juga dapat membantu menghilangkan stres dan rasa sakit.
9. Meningkatkan Fungsi Otak
Di beberapa sekolah luar negeri, minyak eucalyptus digunakan sebagai aroma terapi yang ditujukkan untuk meningkatkan kinerja siswa. Diketahui bahwa ternyata eucalyptus ini dianggap sebagai vasodilator. Maksudnya, eucalyptus dapat meningkatkan aliran pembuluh darah sehingga tak membebani jantung dalam memompa darah. Dengan begitu, banyak p**a kekuatan otot yang dapat meningkatkan fungsi otak.
10. Pembersih
Eucalyptus Essential Oil merupakan pembersih yang sangat baik untuk melunturkan lemak dan kotoran di kulit, sehingga dapat meremajakan tangan dan kaki. Campurkan garam laut dan beberapa tetes minyak eucalyptus untuk menghilangkan minyak dan kotoran di kulit.
11. Melawan kuman di usus
Meminum air putih yang sudah dicampur dengan beberapa tetes minyak eucalyptus dapat menghalangi banyak bakteri, mikroba, dan parasit yang muncul di berbagai bagian tubuh, terutama daerah yang rentan seperti usus besar dan usus. Penggunaan minyak eucalyptus juga dapat meringankan diare. Beri dua tetes minyak di perut bagian bawah, lalu pijat dengan gerakan berlawanan arah jarum jam.
12. Skincare & penyembuhan masalah kulit
Minyak eucalyptus bermanfaat untuk mengobati infeksi kulit dan membantu mempercepat penyembuhan. Sifat anti-inflamasi nya juga dapat meredakan gejala herpes. Bruntusan di wajah karena tidak cocok dengan product skincare olesi dengan minyak eucalyptus, hanya dalam waktu kurang dari 2 hari, bruntusan itu hilang.
13. Cepat sembuhkan luka
Luka karena tergores pisau, atau luka jatuh beri satu tetes minyak eucalyptus pada luka (tergantung besar kecilnya luka). Hasilnya, luka cepat kering, rasanya lebih perih daripada ditetesi betadine, tapi perihnya hanya sebentar. Bisa juga digunakan untuk beberapa jenis luka. Yang penting bersihkan luka dulu sebelum ditetesi eucalyptus.
Selain bermanfaat untuk kesehatan, ternyata eucalyptus juga bermanfaat dalam mengusir beberapa jenis serangga, termasuk nyamuk. Beberapa penelitian menemukan, menyemprotkan bahan mengandung eucalyptus dan ekstrak lemon mampu mengurangi gigitan serangga selama tiga jam.
CARA MENGGUNAKAN MINYAK EUCALYPTUS
Minyak eucalyptus memang memiliki khasiat yang ampuh untuk penyembuhan. Namun, jika minyak eucalyptus dikonsumsi dalam jumlah banyak, minyak ini justru bisa berubah menjadi racun, itu artinya justru akan menimbulkan beberapa bahaya.
Terlebih untuk orang-orang tertentu dengan sensitivitas alergi, minyak esensial eucalyptus dapat menyebabkan kontak dermatitis yang sangat berbahaya. Dermatitis yaitu kondisi kulit yang menyebabkan sensasi gatal dan pembengkakan.
Siapa yang DILARANG KERAS menggunakan eucalyptus essential oil? Yaitu wanita hamil, orang yang memiliki tekanan darah tinggi, serta penderita epilepsy serta minyak eucalyptus tidak dianjurkan untuk anak di bawah tiga tahun. Penggunakan eucalyptus oil terlalu sering dapat memicu sakit kepala.
Jadi, sebelum menggunakan minyak ini sebaiknya lakukan tes alergi terlebih dahulu. Dan jika akan digunakan sebagai langkah alternatif pengobatan dalam, berkonsultasilah dengan dokter
Semoga Informasi diatas bermanfaat bagi kita untuk menambah ilmu dan pengetahuan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih
Salam Sehat, Kaya dan Bahagia untuk kita semua.
Sumber : Webmd, Wikipedia.