24/11/2018
Harga Bermain dengan Anak
Ada yang pernah melihat sesi terapi okupasi atau terapi wicara?
Apa sih yang mereka kerjakan di dalam ruangan?
Bermain.
Hingga saking "hanya" bermainnya, orangtua yang melihatnya bisa jadi mempertanyakan, kenapa hanya diajak bermain? Gitu doank kok mahal banget sih bayarnya?
Karena bermain memang sangat berharga.
Anak mendapatkan banyak manfaat ketika bermain. Di antaranya:
✔ Kontak mata
Ketika bermain, dia akan banyak melakukan kontak mata dengan orangtua. Saat kontak mata terjadi, orangtua mudah mendapatkan perhatian anak. Kelekatan dengan orangtua mudah dibangun.
✔ Mendengar
Selanjutnya, saat bermain, anak mendengar banyak kata dari orangtua. Dalam hal ini, kemampuan bahasa reseptif anak sedang diasah. Contoh saat membuat prakarya seperti di gambar, anak akan mendengar kosakata gunting, lem, flanel, hijau, merah, tempel, lengket, kancing, dll.
✔ Memahami instruksi
Di saat yang bersamaan, anak belajar memahami instruksi.
Kancingnya tempel di atas.
Gunting flanel berwarna kuning.
Dst.
✔ Mengekspresikan bahasa
Jika semua tahapan di atas dikuasai, anak-anak akan masuk pada tahap mengekspresikan bahasa.
Ini baru dalam aspek berbahasa. Masih banyak manfaat lainnya dalam aspek sosial emosional, aspek kognitif, aspek seni, aspek spiritual, dan aspek fisik yang bisa anak dapatkan dalam proses bermain.
Lho, ini 'kan mudah. Orangtua bisa ajak main sendiri.
Betul sekali.
Yang jadi masalah adalah ada orangtua yang tidak sengaja melewatkan kesempatan emas ini. Karena ternyata saat mengajak anak bermain, yang dilakukan adalah mengawasi anak bermain.
Anak-anak sibuk dengan permainannya, orangtua sibuk dengan kegiatan lainnya. Menemani bermainnya sambilan.
Itulah yang dihargai dari sebuah sesi 1x terapi. Menjadi teman bermain tanpa intervensi dari sang terapis selama 60 menit lamanya.
Bagi anak, bermain itu kegiatan yang sangat penting dan serius. Maka, sebaiknya orangtua juga menjadikan ini sesuatu yang penting dan serius. Beri jadwal khusus untuk bermain dengan anak tanpa intervensi memasak, menyapu, melongok media sosial, membalas chat di WA, dll.
Bayangkan, jika kegiatan bermain ini dilakukan bersama orangtua, terapis anak yang utama, yang hampir 24 jam bersama anak? Berapa banyak sesi terapi yang bisa dikerjakan?
Maka benarlah adanya jika Albert Einstein menyebutkan:
Play is the highest form of research.
Hilda Lussiana Wahyudi