26/02/2026
Kesiapan Laboratorium Balai Veteriner Lampung untuk Pengujian Circo Virus pada Babi dengan Metode PCR
Dalam forum tersebut, tim laboratorium memaparkan alur pengujian PCR, mulai dari proses penerimaan sampel, ekstraksi materi genetik, amplifikasi DNA, hingga interpretasi hasil uji. Selain itu, dibahas p**a penguatan jaminan mutu laboratorium, termasuk penerapan kontrol positif dan negatif untuk memastikan validitas dan akurasi hasil pengujian.
Kepala Balai Veteriner Lampung, Suryantana, dalam arahannya menegaskan bahwa kesiapan laboratorium bukan hanya soal kelengkapan alat, tetapi juga komitmen terhadap kecepatan, ketepatan, dan akuntabilitas hasil uji. “Pengujian PCR untuk Circo Virus ini merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan diagnostik yang responsif dan berbasis risiko. Kita harus memastikan setiap hasil yang dikeluarkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat di lapangan,” ujarnya.
Suryantana juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas diagnostik ini merupakan langkah strategis dalam menghadapi dinamika penyakit hewan yang terus berkembang. “Balai Veteriner Lampung harus menjadi laboratorium rujukan yang andal, tidak hanya dalam ketepatan hasil, tetapi juga dalam kecepatan pelayanan. Deteksi dini melalui metode PCR menjadi kunci dalam mencegah kerugian ekonomi yang lebih besar pada sektor peternakan babi,” tegasnya.
Dengan kesiapan ini, Balai Veteriner Lampung diharapkan mampu memperkuat sistem surveilans penyakit babi serta memberikan dukungan teknis kepada pemerintah daerah dan pelaku usaha peternakan dalam rangka menjaga kesehatan ternak dan stabilitas produksi