05/03/2026
Kenaikan kasus campak di Indonesia pada tahun 2026 memang cukup mengkhawatirkan. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, kasus suspek campak pada Januari 2026 meningkat tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, tercatat 63.769 kasus suspek campak, dengan 11.924 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 69 kematian. Sementara itu, hingga minggu ke-7 tahun 2026, tercatat 8.224 kasus suspek campak, 572 kasus terkonfirmasi, dan 4 kematian.
Faktor Penyebab Kenaikan Kasus Campak:
- Cakupan Imunisasi yang Belum Merata: Beberapa daerah memiliki cakupan imunisasi yang masih rendah, sehingga meningkatkan risiko penularan.
- Penularan dari Luar Negeri: Kasus impor dari Indonesia telah dilaporkan di Australia, menunjukkan potensi penularan internasional.
- Keterlambatan Deteksi dan Penanganan: Keterlambatan dalam mendeteksi dan menangani kasus campak dapat memperburuk situasi.
Langkah Pencegahan dan Penanganan:
- Imunisasi Campak-Rubella (MR): Imunisasi MR diberikan secara gratis kepada anak-anak pada usia 9 bulan, 18 bulan, dan sebagai penguat di kelas 1 Sekolah Dasar.
- Penguatan Surveilans: Meningkatkan pengawasan dan pelacakan kasus, terutama di wilayah yang menjadi fokus Kejadian Luar Biasa (KLB).
- Edukasi Masyarakat: Mengedukasi masyarakat tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan isolasi pasien
65