30/04/2022
https://www.facebook.com/102846164904037/posts/504757978046185/
Obaja 1:3
Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu, di tempat kediamanmu yang tinggi; engkau yang berkata dalam hatimu:
"Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?"
Orang yang rendah hati dikasihi oleh Tuhan, dicari oleh Tuhan, bahkan juga akan ditinggikan oleh Tuhan.
Tuhan Yesus adalah teladan sempurna dalam hal merendahkan diri, DIA mengosongkan diri-Nya, merendahkan diri-Nya, dan taat sampai mati di atas kayu salib.
Kita pun juga harus menaruh pikiran dan perasaan yang sama, yaitu mau merendahkan diri kita di hadapan Tuhan. Salah satu hal yang dapat kita lakukan untuk merendahkan diri adalah dengan berdoa dan berpuasa; berpuasa untuk MERENDAHKAN DIRI di hadapan Allah memohon keamanan dari Tuhan untuk menghadapi perjalanan hidup untuk masa depan, dan untuk hal-hal yang akan kita hadapi.
Sebagai umat Tuhan kita harus belajar untuk merendahkan diri.
Kita harus mengakui dan menyadari bahwa kita tidak sanggup untuk melakukan segala sesuatu dengan kekuatan kita sendiri. Kita harus menyadari bahwa ada begitu banyak keterbatasan dan kemustahilan yang kita hadapi. Namun kita juga harus ingat dan mengakui bahwa ada Tuhan yang sanggup untuk menyelesaikan masalah kita, yang sanggup untuk memberikan pertolongan, yang sanggup untuk mengatasi dan menerobos segala kemustahilan yang ada di depan kita. Merendahkan diri berarti SADAR POSISI! Menyadari posisi kita yang terbatas dan posisi Tuhan yang tidak terbatas. Orang yang tidak mau merendahkan diri sangat dibenci oleh Tuhan; Allah menentang orang yang congkak.
Demikian jugalah kamu, hai orang-orang muda, tunduklah kepada orang-orang yang tua. Dan kamu semua, rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab:
“Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati.”
Dalam segala hal yang kita kerjakan ataupun kita rencanakan, sadarilah selalu bahwa ada andil Tuhan yang begitu besar di dalam semuanya dan kita mutlak memerlukan pimpinan Tuhan. Orang yang tidak mau merendahkan diri akan menjadi seorang pencuri, yaitu mencuri kemuliaan Allah, dengan mengatakan bahwa semuanya itu dari dirinya sendiri dan merupakan hasil kemampuannya semata.
Firman Tuhan mencatat bahwa keangkuhan hati akan memperdaya manusia sehingga apabila terus dibiarkan maka kelak orang itu akan merasa dirinya seperti Tuhan dan tidak ada lagi yang sanggup menurunkannya, inilah prinsip dosa Lucifer.
Yakin sepenuhnya bahwa Allah sanggup memberikan perlindungan yang sempurna.
Kita harus menyadari dan mengakui bahwa kita memerlukan perlindungan Tuhan. Orang yang menyadari bahwa segalanya dari Tuhan juga akan mengembalikan segala kemuliaan kepada Tuhan. Sadarilah posisi kita, sadarilah kemampuan kita, sadarilah kekuatan kita, dan rendahkanlah diri kita di bawah tangan Tuhan yang kuat.
Merendahkan diri adalah wujud nyata iman.
Seberapa rendah kita memposisikan diri kita akan merefleksikan seberapa tinggi kita memposisikan Tuhan dan hal itu HARUS dilakukan dengan IMAN, bukan hanya dengan perkataan mulut.
Di dalam kerendahan hati kita Tuhan akan melihat seberapa besar IMAN yang kita miliki.
Karena IMAN kita merendahkan diri, karena IMAN kita percaya bahwa Dia Maha Kuasa, karena IMAN kita menjunjung dan mengagungkan Tuhan setinggi-tingginya, dan karena IMAN kita akan diberkati dan ditinggikan Tuhan! Semakin kita merendahkan diri di bawah tangan Tuhan (dengan iman, dengan penuh pengertian, dan dengan penuh kesungguhan), maka semakin besar dan semakin limpah Tuhan akan mencurahkan berkat-Nya dan meninggikan kita.
Doa puasa bukanlah sarana ataupun usaha untuk memaksa Tuhan. Merendahkan hati bukanlah memaksakan kehendak. Justru ketika kita mengambil waktu untuk berdoa dan berpuasa maka kita sedang ingin mencocokkan kehendak dan rencana kita dengan hati Tuhan. Saat berdoa dan berpuasa kita merendahkan hati kita, tidak lagi memenuhi hidup ini dengan suara dan pikiran kita sendiri, menyediakan waktu lebih banyak untuk mendengar suara-Nya melalui doa dan pembacaan Firman Tuhan, dan saat itulah kita akan dimampukan untuk menjadi semakin peka dengan pimpinan Tuhan.
Inilah prinsip penting dalam merendahkan diri!
Tuhan Yesus juga pernah memohon sesuatu kepada Bapa-Nya di surga namun Tuhan Yesus tidak pernah memaksakan kehendak-Nya; Merendahkan diri berarti menyadari bahwa hidup yang kita hidupi saat ini bukan lagi kita sendiri yang berkuasa melainkan Kristus yang hidup dan memerintah di dalam kita; hidupku yang sekarang bukan aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.
Saat merendahkan diri dengan berdoa dan berpuasa maka Roh Kudus akan semakin nyata berbicara, mengingatkan, mencurahkan damai sejahtera-Nya, sehingga kita akan dimampukan untuk semakin mengetahui kehendak-Nya. Berpuasa tanpa berdoa dan bersekutu dalam Firman Tuhan tidak akan mendatangkan kuasa, tidak akan membawa berkat, dan tidak akan menghasilkan jalan keluar!
Sebab itu komitmen untuk berdoa dan berpuasa haruslah disertai dengan menambah waktu untuk berdoa, memuji Tuhan, dan bersekutu di dalam pembacaan Firman Tuhan.
Orang yang berpuasa belum tentu merendahkan dirinya. Namun orang yang benar-benar mau merendahkan diri akan mulai mengambil langkah untuk berpuasa seperti yang dikatakan oleh Firman Tuhan.
Berulang kali Firman Tuhan selalu mencatat bahwa orang yang merendahkan diri akan berpuasa.
Berdoa puasa dan merendahkan diri adalah suatu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan karena hakikat doa puasa adalah merendahkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat.
Kita harus benar-benar menyadari bahwa kita mutlak memerlukan penyertaan Tuhan. Rendahkanlah diri kita maka Tuhan akan memberkati dan meninggikan kita. AMIN.