11/07/2021
COVID FRIENDLY - Behinds The Story
Memang belum ada penelitian ilmiah yang komprehensif dan mendetail yang dilakukan oleh para ahli medis, pakar herbal, periset simplisia terhadap khasiat jahe merah sebagai salah satu bahan untuk terapi pasien yang terpapar virus korona ini.
Akan tetapi sejak virus ini pertama kali masuk ke Indonesia, mayoritas orang menggantungkan salah satu harapan kesembuhannya dari paparan virus korona, menggantungkan harapan meningkatnya ketahanan tubuh terhadap serangan virus korona, adalah salah satunya dengan mengkonsumi jahe merah. Tentu saja harapan yang paling utama, kita gantungkan kepada sebenar-benarnya tempat, Sang Maha Pemberi Harapan dan Ketakutan, Roja' dan Khauf, tidak ada dua, apalagi tiga.
Jahe Merah Tuan Manoer, sudah hadir di Daratan China, tepatnya Shanghai dan Beijing, yang berjarak 11 jam perjalanan dari Wuhan, kota pusat penyebaran pertama virus ini, 1 bulan sebelum virus ini berepidemi di sana. Seolah-olah ini petunjuk, pertanda, atau sekedar dihubung-hubungkan saja, namun itulah fakta.
Saya, pada akhir bulan November 2019 yang melakukan perjalanan ke Shanghai & Beijing, mengalami gejala 99% terpapar virus ini, pada waktu itu Dokter Ahli penyakit dalam di RS. Prince Of Wales Hongkong, menyatakan saya kena virus Beijing, lebih dahsyat dari flu burung, dan menyarankan saya dirawat di Hongkong. Kenapa di Hongkong? Saya transit 2 hari sekembalinya dari Beijing, sebelum kembali ke Indonesia. Dokter sangat merekomendasikan penggunaan masker di dalam pesawat yang saya tumpangi, pada saat kembali ke Indonesia via Singapura, kalau tidak -seluruh penumpang di dalam pesawat akan tertular dengan virus Beijing yang saya bawa.
Beijing, propinsi Hebei merelakan pusat penyebaran virus ini ke kota Wuhan, propinsi Hubei, secara Beijing sudah duluan ngetop sebagai ibukota RRC. Dan ini sepertinya kelakar paling maksa di bagian akhir Cerang-Nasi, cerita ngarang penuh imajinasi ini.
Inti dari semua ini, jahe merah kami sudah berteman sejak awal virus korona ini mulai terdeteksi. Jahe merah murni, segar dan alami tanpa bahan pengawet apapun, siap seduh karena proses produksi sudah ditambahkan gula tebu pilihan, ataupun siap direbus/digodog untuk varian pure non-sugar, sehingga Diabetes-Friendly.
***