15/02/2017
GILA..INI TERNYATA MENGAPA ORANG GILA MAKAN SEMBARANGAN TAPI JARANG SAKIT!!!
Ternyata yang menjadikan orang gila selalu fit dan jarang ditemui sakit adalah karena mereka bebas dari stres, depresi, tekanan batin dan tumpukan masalah yang menjadikan orang gila selalu fit dan jarang ditemui sakit adalah karena mereka bebas dari stres, depresi, tekanan batin dan tumpukan masalah yang notabene dari segi medis memang berpengaruh pada kondisi fisik.
Dengan rambut gimbal mereka, mereka hidup santai, gak mikir harga BBM naik, gak mikir korupsi meraja lela, gak mikir tagihan kredit motor dan mobil, dll.. mereka hidup bebas seperti burung.. free like a flying bird!
Lihat para koruptor, begitu ketangkep KPK mereka stres langsung pada sakit khan?? Hehehe.. Jadi nasehat ane, mari kita menjauhkan diri dari penyebab2 stres yang menjadikan tubuh kita rentan sakit.
kondisi over pressure atau stres yang bersifat kontinyu pada akhirnya akan melemahkan sistem metabolisme tubuh dan juga fisik.
contohnya simpelnya: sebagian besar mereka yg mengalami kebotakan, rata2 mereka yang sering memiliki beban pekerjaan yang mengutamakan kerja otak.. akhirnya kondisi fisik pada area sekitar otak menjadi terpengaruh.
Selain dari peran psikologis di atas, bisa juga terjadi kemungkinan secara biologis bahwasanya terjadi semacam mutasi yang memunculkan antibodi akibat mengkonsumsi toksin-toksin ringan yang ada pada makanan basi atau maka nan tidak higienis lainnya secara kontinyu.
Jadi seperti kasus serangga semacam nyamuk yang jadi lebih kebal terhadap obat nyamuk, atau hama yang menyerang tanaman pertanian yang jadi lebih kebal terhadap obat anti serangga.
Konsumsi toksin-toksin yang tidak sampai menyebabkan kematian akhirnya menjadikan tubuh mereka kebal terhadap toksin-toksin sejenis. Mirip dengan proses pembuatan vaksin atau anti toksin dari suatu penyakit.
Dan juga dengan minimnya kemampuan orang gila untuk menampilkan bahasa tubuh dan ekspresi yang mewakili kondisi fisik dan mental mereka, menjadikan mereka terlihat monoton dalam hal sikap perilaku.
Jadi misal orang normal sakit, mereka dapat menampilkan dan mengekspresikan diri bahwa mereka sedang sakit. Bahasa tubuh atau ekspresi ini tidak tampak pada orang gila semisal tubuh mereka dalam kondisi sakit secara biologis.
Ditambah lagi hilangnya kemampuan komunikasi verbal secara dua arah pada orang gila secara pada umumnya, menjadikan mereka tidak dapat mengingormasikan bahwa mereka sedang sakit.
Dan mungkin orang gila pun tidak menyadari bahwasanya mereka sedang sakit. Bayangkan kalau kita yang normal sedang sakit gigi, ekspresi kita akan megangin p**i, trus juga jadi lbh sensitif atau gampang emosi.
Berbeda dengan orang gila yg semisal mereka sedang sakit gigi, mereka tetap bisa senyam-senyum ga jelas, ga ada ekspresi megangin p**i dan mengaduh. Karena syaraf sensorik dan motorik mereka tidak dapat berkomunikasi dengan baik dengan otak sebagai processor dalam diri manusia.
Selain dari analisa faktor medis psikologis tentang jauhnya para orang gila dari kondisi stres (meskipun sebagian gila awalnya disebabkan oleh stres berat), disisi yang lain 'imunitas atau kekebalan' yang dimiliki mayoritas orang gila tentu saja tak mungkin dapat terjadi tanpa izin Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Itu adalah bentuk keadilan dari Allah kepada mahkluk-Nya yang dalam kondisi gila, sehingga mereka dapat tetap bertahan hidup dalam kondisi mereka tanpa pengawasan dan perawatan dari keluarga.
Selain itu diciptakannya orang gila dimuka bumi ini dapat menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang Allah berikan kepada kita. Alhamdulillah kita diciptakan seperti ini, bisa menikmati kehidupan normal.
Jadi, bagaimana cara kita untuk bisa tetap sehat?
--
Pertama, jaga kesehatan jiwa kita yang berarti hidari stress๐.
--
Kedua, atur pola makan dengan baik.
--
Ketiga, lakukan olahraga secara teratur.
--
Keempat, istirahat yang cukup.
--
Dan yang terakhir, konsumsi suplemen makanan yang dapat meningkatkan sistem imun hingga 437%.
PS. Tetaplah memposting hal-hal yang baik, sekalipun tidak ada yang bantu "ngeshare" ataupun ngasih "like", karena syarat diterimanya amal tidak memperhitungkan jumlah "share" dan "like" nya.
Boleh di "Share" jika setuju.