17/02/2021
Hi Sahabat Tani Indonesia, apakabar semua masih tetap semangat bertani ya..
Ada berita apa nih di komunitas-komunitas petani?
Kalo di mimin si saat ini lagi banyak diskusi-diskusi menarik berkaitan dengan penggunaan pupuk organik vs pupuk sintetis (anorganik) mana si yang lebih bagus, dan sebaiknya petani seperti kita menggunakan yang mana, apakah menggunakan pure pupuk sintetis, atau 100% organik, mana yang lebih baik, apakah keduanya merupakan rivalitas yang tidak bisa akur?
Diskusi ini menjadi menarik lantaran keduanya sama-sama memiliki dasar yang kuat, penggunaan pupuk sintetis secara signifikan mampu meningkatkan hasil pertanian, sehingga petani menjadi lebih untung, dan minusnya memang, akan terjadi kemerosotan pada kualitas tanah.
Namun penggunaan 100% pupuk organik juga kadang menjadi kendala dimana peningkatan produksi tanaman tidak dapat langsung dirasakan, padahal petani ingin hasil yang lebih realistis dan menguntungkan. Meskipun disatu sisi penggunaan organik secara jangka panjang akan memberikan manfaat pada tanah yang lebih sehat dan subur.
Lalu bagaimana jika jalan tengah kita ambil, secara bertahap mengembalikan budaya kita dalam bertani, yang menggunakan 100% organik. Yaitu dengan cara mengkombinasi keduanya.
Jalan tengah dengan mengkombinasikan pupuk organik dan sintetis menjadi hal yang paling masuk akal, dimana kita secara bertahap mengurangi kerusakan pada tanah, dan juga tidak mengabaikan produksi tanaman, sehingga kita tidak boncos.
Nah mulai sekarang mungkin kita harus mulai mengubah arah kita terhadap pertanian, dengan secara bertahap kembali kepada pupuk organik yang sumberdayanya tidak terbatas, sehingga kita tidak lagi akan mengeluh dan ketergantungan terhadap pupuk sintetis yang kian mahal.
>Lihat ulasan lainnya di pupuktani.com.