Banjarnegara GILAR GILAR

Banjarnegara GILAR GILAR Banjarnegara is a city in Central Java, Indonesia and the seat of Banjarnegara Regency. It is 55 km from the Dieng Plateau region and a centre for ceramic

08/02/2015

Setuju ? Lulus ujian harus dengan tes keperawanan / keperjakaan?misalkan aturan ini berlaku di Banjarnegara.

13/12/2014

mencumbu rupa hari kehilangan hujan tergugu sesak menggerayangi batin Banjarnegara. Kini namanya mulai gempar kembali. Ujian Engkau hadirkan bgitu dahsyatnya. Sekejap ratusan nyawa hilang .raga terkubur dimana?
Ada dosa apa di negeriku damai.indah berdawai.warga riang permai.???
Mari kita observasi diri. Maut menjemput tanpa duga. Tanpa tanda atau isyarat.

Doa kalian brperan penting untuk mereka yg neninggal.

Tabahkan warga kami .12 12 14
Banjarnegara

29/10/2014

Kota DAWET AYU siap-siap akan kehadiran para DRAGstar INDONESIA.SALAXspeed mempersembahkan: This it is the FINAL BATTLE "KAPOLRES CUP DRAG BIKE 201"Tgl : 9 November 2014Sirkuit jln. Ahmad Yani Alun-alun kota BANJARNEGARA.Kelas OPEN :1. Bbk 4T Std 1302. Bbk 4T TU 1303. Bbk 4T TU 2004. Bbk 2T Std 1165. Bbk 2T TU 1306. Sport 2T Std 1557. Sport 2T TU 1558. Sport 2T TU 1409. Satria FU STD10. Satria FU TU 15511. Sport 4T TU 200(non DOHC)12. Matic TU 20013. Braket 8"14. Braket 9"Kelas KARES. Banyumas :15. Bbk 4T Std 130 16. Bbk 4T TU 13017. Bbk 4T TU 20018. Bbk 2T Std 11619. Sport 2T Std 15520. Satria Fu STDKelas KAB. Banjarnegara :21. Sport 2T Std 15522. Satria FU StdDengan hadiah total seri 2 unit sepeda motor. Contact person: PapRons :085326300600-2B1379F027racing :082242422669-238DFDF9Persembahan SALAXspeed the hot organizerSuport by IMI JATENG* CMS the star off racing * SUZUKI Istana motor Banjarnegara* BMS racing mufler* Racertees * Racemarch201 * GM helmet* PULL helmetSpecial suport 21+trimaskentir

29/10/2014

Pernahkah ketika kita makan masih ada 2 atau 3 butir nasi yg masih tersisa di piring kita?jika rata2 dari kita makan 3 kali sehari dan tiap kali makan ada 2 butir nasi tersisa maka 2x3 butir = 6 butir.dan jika jumlah penduduk di negara kita (Indonesia)katakanlah yg makan nasi ada 200 jt orang maka berapakah nasi yang tiap harinya terbuang secara sia2?Well, coba kita kalkulasikan.200.0000.000 x 6 butir= 1.200.000.000 butirjika kita persepsikan dalam 1kg ada setidaknya 50.000 butirmaka 1.200.000.000 : 50.000 = 24.000 kg = 24 ton.jadi, setidaknya di Negara Ini ada 24 ton nasi yang terbuang percuma tiap harinya.Jika, 1 kg cukup utk makan 10 orang,maka setidaknya 24 ton cukup untuk makan 240.000 orang.Padahal ada banyak saudara kita di seberang atau di belahan dunia sana yg masih kelaparan Jika kita mau memanjangkan kalam lebih jauh lagisetidaknya ada 7 Milyar penduduk bumi dan anggaplah yg makan nasi persentasenya ada 50%maka 3,5 Milyar kali 6 butir nasi ada berapa?'-----------------Dalam realitanya di lapangan mungkin jumlah bisa jauh lebih besar lagi.Mari,Mulai dari yg sedikit,mulai dari diri sendiri,kita sama2 rubah kebiasaan kita dengan tidak menyisakan sebutir nasi pun di piring kita.salam damai :):)

25/10/2014

Di Arab Saudi, pengangguran di beri tunjangan Rp. 4,8 Juta/bulan selama setahun.

Indonesia?

13/10/2014

Innalillahi wainnailaihi rojiun telah berpulang kerahmatullah bp Drs. Mujiono guru PKn SMK Cokroaminoto 1 Banjarnegara smoga khusnul khotimah

critane bpk" kuwe wong Sokanandi,pahale nng PLN.....mtore Supra X 125 warna abang,plat-e R 6464 DW.....critane kuwe d bu...
11/10/2014

critane bpk" kuwe wong Sokanandi,pahale nng PLN.....mtore Supra X 125 warna abang,plat-e R 6464 DW.....critane kuwe d bunuh alias d antem raine nganggo kayu....

09/10/2014

Maraknya Prostitusi di Banjarnegara

Banjarnegara, memang namanya tidak begitu terkenal di negeri ini. Namun begitu, banyak potensi menarik yang terdapat di kota yang terletak di lembah pegunungan Dieng ini. Selain potensi sumber daya alam dan manusianya, potensi bisnis juga sangat menguntungkan mengingat kondisi masyarakatnya (terutama kaum muda/remajanya) yang cenderung konsumtif. Namun sayang, tidak begitu banyak investor yang mau mendirikan bisnisnya di Banjarnegara. Apa masalahnya? Tanya saja pada mereka karena saya tidak tahu.

Berbicara soal bisnis, Banjarnegara memiliki bisnis yang tidak kalah dengan kota-kota besar di Indonesia yaitu bisnis hiburan. Salah satunya adalah "KARAOKE". Selain menyuguhkan wahana karaoke, secara tidak langsung tempat-tempat karaoke ini juga dijadikan tempat prostitusi yang sudah bukan rahasia lagi. Dengan dilayani oleh seorang PL (Pemandu Lagu) pengunjung akan dimanjakan dengan berbagai layanan yang menarik (tergantung berapa isi dompetnya), pilih atas apa pilih bawah? Untuk para PLnya sendiri juga beragam mulai dari ABG usia sekolah hingga TANTE-TANTE, tinggal pilih menurut selera.

Tak hanya bisnis karaoke saja, meskipun tidak memiliki lokalisasi resmi seperti Doli di Surabaya atau, bisnis prostitusi di Banjarnegara juga berkembang sangat pesat. Mulai dari pedesaan hingga dikawasan kota, prostitusi telah mewarnai Banjarnegara. Pelakunya juga beragam, mulai dari ABG, Mahasiswa hingga tante-tante. Untuk tarifnya sendiri juga beragam mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah setiap pakai, tergantung layanan, durasi waktu dan tempatnya.

Praktek prostitusi di Banjarnegara juga pernah dimuat di harian SUARA MERDEKA beberapa waktu yang lalu dengan judul "Dari Sekolah, Terminal hingga ke Hotel". Penasaran dengan judulnya saya baca dari awal sampai akhir ternyata isinya mengenai praktek prostitusi di Banjarnegara. Sungguh miris memang membaca berita tersebut karena kota kecil yang nampak indah dan agamis ternyata memiliki sebuah noda yang cukup membekas.

Yang menarik dari berita tersebut adalah bahwa para pelaku selalu bermain rapi. Mereka menggunakan kode-kode tertentu yang hanya diketahui oleh kalangan mereka. Pelaku melakukan transaksi melalui sambungan telepon dan tidak melakukan prakteknya di Banjarnegara karena mereka tidak ingin kegiatannya diketahui oleh orang-orang terdekatnya. Wonosobo dan Purbalingga adalah tujuan mereka untuk praktek.

Masih dari SUARA MERDEKA, Satu berita juga sangat mengagetkan dengan judul "Kota Kecil Banyak Penderita HIV/AIDS" yang menunjuk pada Banjarnegara. Data dari Dinas Kesehatan setempat selama kurun waktu 2003-2013 tercatat ada 101 penderita, bahkan kepala dinas tersebut mengatakan "Bisa jadi yang tidak diketahui justru lebih banyak karena orang masih malu dan takut dikucilkan".

Mungkin itulah dampak dari pergaulan bebas para remaja di Banjarnegara serta banyaknya tempat-tempat hiburan malam yang ada seperti bisnis karaoke yang saya sebutkan diatas. Seharusnya pemerintah setempat tidak memberi ijin pendirian bisnis hiburan malam tersebut. Bisnis lain lah yang seharusnya diberi ijin. Misalnya wisata, pemerintah seharusnya mengembangkan pariwisata alam yang memang menjadi potensi Banjarnegara bukan malah wisata malam yang akhirnya merusak moral anak bangsa. Inilah PR bagi masyarakat Banjarnegara, bagaimana agar mampu membentengi anak mudanya dari pergaulan bebas seperti miras, narkoba dan sebagainya yang akhirnya berujung pada seks bebas dan penularan HIV/AIDS makin meluas.

Sapa sing kenal???
05/10/2014

Sapa sing kenal???

Gunung Sikunir, Dieng, Jawa TengahGunung Sikunir punya ketinggian 2.350 meter diatas permukaan laut. Disini, kamu bisa m...
05/10/2014

Gunung Sikunir, Dieng, Jawa Tengah

Gunung Sikunir punya ketinggian 2.350 meter diatas permukaan laut. Disini, kamu bisa menikmati indahnya suasana Matahari terbit plus sensasi dingin angin dataran tinggi Dieng.

Tidak perlu khawatir bersusah payah untuk sampai ke puncaknya. Karena puncak Gunung Sikunir hanya berjarak 8 km dari Dieng. Untuk mencapai puncak gunung ini kamu bisa berjalan kaki dari Dieng sekitar pukul 03.30 dini hari. Selain menyambut Matahari terbit, Gunung Sindoro juga bisa kamu lihat dari puncak Sikunir.

Empat Siswa SD Diduga Keracunan makananBANJARNEGARA – Empat siswa SDIT Permata Hati Desa Petambakan Kecamatan Madukara d...
04/10/2014

Empat Siswa SD Diduga Keracunan makanan

BANJARNEGARA – Empat siswa SDIT Permata Hati Desa Petambakan Kecamatan Madukara diduga keracunan makanan, Rabu (1/10). Mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Hj Anna Lasmanah untuk menjalani perawatan medis. Hingga kemarin tiga siswa masih dirawat, sedangkan satu siswa pulang atas permintaan sendiri.
Salah seorang siswa yang dirawat di Ruang Soka mengatakan, Hilmi mengatakan, saat di sekolah dia makan soto katering. Sekolah tersebut memang menyediakan katering bagi para siswanya. Sepulang sekolah, dia dijemput oleh ayahnya. Namun oleh ayahnya, tidak langsung pulang menuju ke rumah, akan tetapi ke kantor Samsat terlebih dahulu.
Sampai rumah di Desa Kaliurip Kecamatan Madukara, sekitar pukul 16.00 WIB dia muntah-muntah. Saat beranjak mandi, di kamar mandi kondisinya kian lemah. Bahkan dia sempat pingsan sekitar 30 menit. Oleh orang tuanya, dia segera dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Orang tuanya tidak menyalahkan siapapun terkait adanya dugaan keracunan makanan ini. Menurut dia, katering yang disediakan oleh rekanan dari sekolah ini berkualitas, Buktinya, sejak dia sekolah hingga kini duduk di kelas IV, baru ada kejadian semacam ini.
Pengusaha katering yang menyediakan makanan, Freyana Kusuma mengatakan, siswa SD yang dirawat di RSU kemungkinan besar tidak keracunan makanan. Sebab pihaknya 473 menyediakan katering sebanyak porsi untuk SD, TK, PAUD, BKK dan TNI.
Menurut dia, makanan catering tersebut pertama kali didistribusikan ke PAUD Permata Hati, namun tidak ada yang mengalami gejala serupa seperti yang dialami oleh empat siswa SD IT Permata Hati.
Kapolres Banjaregara, AKBP Muslimin Ahmad melalui Kasubag Humas, Iptu Suryono mengatakan, ada berbagai kemungkinan terkait dugaan keracunan makanan, Menurut dia, anak yang diduga mengalami keracunan ini bisa saja membeli jajan di luar atau ketika itu daya tahan tubuhnya sedang lemah.
Menurut dia, biasanya pada kasus keracunan, orang yang terkena dampaknya sekitar dua pertiga dari jumlah orang yang mengonsumsi makanan. Kemungkinan-kemungkinan ini perlu dikaji agar ke depannya tidak terjadi kejadian serupa. “Sebagai bahan evaluasi demi kebaikan kita bersama,” ungkapnya.
Sekretaris RSU Hj Anna Lasmanah, Budi Wahyono mengakui, ada siswa SD IT Permata Hati yang dirawat. Namun dari empat siswa yang dirawat, sebagian sudah ada yang pulang. “Sudah ada yang pulang, siswa yang dari Parakancanggah,”jelasnya. Seorang ustdzah (guru) yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ada siswa SD IT Permata Hati yang dirawat dirumah sakit. Putri ustadzah tersebut yang masih balita dirawat karena sakit dan satu ruangan dengan Hilmi. Namun ustadzah tersebut mengaku tidak mengetahui persis kejadian ini. Sedangkan Kepala Sekolah, Slamet Riyadi belum bisa dikonfirmasi mengenai hal ini. Saat Radar Banyumas menghubungi ponselnya, tidak diangkat. (drn/din)

Teknik Otomotif, Daya Tarik Baru SMA Negeri 1 WanadadiBANJARNEGARA – Mulai tahun pelajaran 2014/2015 ini, SMA Negeri 1 W...
02/10/2014

Teknik Otomotif, Daya Tarik Baru SMA Negeri 1 Wanadadi

BANJARNEGARA – Mulai tahun pelajaran 2014/2015 ini, SMA Negeri 1 Wanadadi menyelenggarakan pendidikan Ekstrakurikuler Teknik Otomotif. Pilihan yang didasari pada ketentuan Kurikulum 2013 ini, ke depannya diharapkan menjadi daya tarik bagi lulusan SMP sederajat yang ada di wilayah sekitar sekolah untuk melanjutkan sekolah. Demikian dijelaskan oleh Kepala Sekolah SMA N 1 Wanadadi, Dwi Yuliati Mulyaningsih, S. Pd., MM, beberapa waktu lalu di sekolahnya.

“Pendidikan Ekstrakurikuler Teknik Otomotif diselenggarakan bekerja sama dengan SMK N 1 Bawang yang memang menguasai bidang ini. Pendidikan ini langsung diampu oleh dua orang guru SMK dengan harapan hasilnya pun tidak kalah mahirnya dengan siswa-siswa SMK” katanya.
Jumlah siswa SMA N 1, lanjutnya, ada 856 siswa yang terbagi dalam 27 rombel. Mayoritas siswa, lanjutnya, berasal dari desa-desa yang ada di Kecamatan Wanadadi, Banjarmangu, Rakit, Punggelan, Bawang, dan Timbang, Kabupaten Purbalingga. Di wilayah ini, lanjutnya, ada dua SMK di Rakit dan di Punggelan.
“Latar belakang kewilayah ini mendasari kami menyelenggarakan teknik otomotif sebagai pilihan ekstrakurikuler” katanya.
Selain itu alasan kami memilih Teknik Otomotif, lanjutnya, adalah pertama didasari pada pertimbangan sederhana bahwa hampir semua orang, tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, baik yang tinggal di kota maupun di desa sekarang ini telah memiliki sepeda motor. Kedua, yang namanya mesin, lanjutnya, pasti ada waktunya mengalami masalah. Ketiga, otak-atik motor, lanjutnya, adalah kegiatan yang mengundang minat anak muda.
“Latar belakang ini pas dengan kondisi siswa-siswi setingkat SMA yang memang berusia muda. Terbukti di awal semester ini peserta kegiatan ini mencapai jumlah maksimal. Ada 60 siswa putra-putri kelas X yang mengikuti ekstrakurikuler teknik otomotif” katanya.
Pilihan Teknik Otomotif ini, lanjutnya, juga mempertimbangkan bahwa jika siswa-siswi kami ingin mengembangkan keterampilan ini sebagai bisnis seusai tamat sekolah nanti mudah menjalankkanya.
“Saya kira untuk membuka bengkel sepeda motor tidak membutuhkan ruang yang luas. Dan pekerjaan ini bisa dilakukan di kota maupun di pedesaan dimana mayoritas siswa berasal” katanya.
Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si., yang mengunjungi bengkel otomotif menyampaikan apresiasinya sebab kegiatan ini memberi bekal keterampilan hidup bagi siswa. Sedangkan berkait dengan pilihan, lanjutnya, itu menjadi kewenangan sekolah seperti halnya SMA N 1 Bawang yang memilih perikanan dan pertanian.
“Keterampilan hidup ini dapat menjadi bekal siswa saat terjun di masyarakat. Seandainya belum dapat melanjutkan sekolah, siswa dapat berkarya dengan ilmu yang dimilikinya. Lebih baik daripada memasuki dunia kerja tanpa bekal keterampilan” katanya. (**--eko br)

Address

Banjarnegara

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Banjarnegara GILAR GILAR posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram