20/05/2019
Olah Raga Cara Efektif Pencegahan Stroke Berulang Di Usia Muda - Stroke menjadi salah satu penyakit yang juga cukup membahayakan nyawa seseorang. Jumlah penderita stroke yang terus meningkat setiap tahunnya membuat stroke tergolong sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia. Namun, para ahli percaya stroke dapat dicegah dengan mengurangi risiko penyebab tersumbat atau pecahnya pembuluh darah. Kita harus sadar diri bahwasannya semakin bertambahnya usia seseorang, pada umumnya semakin banyak penyakit yang berpotensi untuk di derita. Penyakit yang kerap ditemui pada lansia antara lain: hipertensi (darah tinggi), artritis (radang sendi), Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), diabetes (kencing manis) dan dan tentunya stroke.
Stroke dapat menyerang siapa saja tanpa pandang usia. Ada 2 macam faktor risiko yang dapat meningkatkan seseorang terkena Stroke, yaitu faktor Risiko yang dapat diubah dan yang tak dapat diubah. Faktor Risiko yang tidak bisa diubah antara lain : Umur, jenis kelamin (wanita lebih rentan), keturunan, dan riwayat keluarga yang pernah terserang stroke / pennyakit jantung koroner. Faktor Risiko yang dapat diubah sebagian besar dipengaruhi oleh gaya hidup, diantaranya : kebiasaan merokok, kurang aktivitas, alkohol, narkoba, obesitas, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan dyslipidemia.
Jenis Stroke secara umum dibagi menjadi 2
Stroke Iskemik: Darah yang membeku menyumbat pembuluh darah. Jenis ini biasa terjadi pada orang lanjut usia.
Stroke Hemorhagic : Terjadi ketika pembuluh darah di dalam otak bocor atau pecah sehingga darah mengalir ke dalam otak atau ke permukaan otak. Jenis stroke ini lebih mematikan.
Stroke memerlukan penanganan yang cepat dan tepat untuk mencegah dan menghindari terjadinya kecacatan, bahkan kematian. Deteksi dini penyakit stroke pun penting untuk diketahui. Penyakit stroke terjadi secara mendadak dan gejala awal stroke sering ditandai dengan gejala sakit kepala yang mirip gangguan kesehatan lainnya sehingga besar kemungkinan seseorang mengabaikannya. Guna mencegah risiko stroke berat yang melumpuhkan, masyarakat perlu waspada.
Pengetahuan tentang tanda dan gejala awal stroke yang dimiliki masyarakat awam masih sangat minim. Mereka tidak mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk deteksi dini. Deteksi dini dilakukan guna meminimalisasi risiko yang didapatkan pasien. Masa yang tidak boleh terlewati pasien stroke agar mendapat penanganan lebih dini hanya tiga jam setelah stroke menyerang.
Pemberian edukasi sederhana yang fokus pada pengetahuan tanda dan gejala awal stroke diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi masyarakat untuk segera melakukan kontak pelayanan gawat darurat sehingga dapat menurunkan jeda waktu yang lama dalam penanganan stroke akut.
Salah satu cara mendeteksi dini penyakit stroke yang mudah diterapkan masyarakat adalah dengan metode FAST (face, arm, speech, time), yakni mengetahui secara dini keberadaan gejala gangguan pada otot wajah, gangguan bicara, kelemahan anggota gerak, serta memberikan cara deteksi gejala awal stroke yang mudah dimengerti dan diaplikasikan masyarakat.
Antisipasi pencegahan stroke yang bisa Anda lakukan dari sekarang bisa anda baca di
Olah Raga Cara Efektif Pencegahan Stroke Berulang Di Usia Muda