25/11/2025
Alasan Mengapa Jembatan I Barelang Batam Diruqyah Dua Kali?
Jembatan I Barelang di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau telah diruqyah dua kali.
Ruqyah pertama pada Jumat 19 Juli 2024 dan kedua pada Jumat 21 November 2025.
Semua dilakukan pagi hari pukul 07.30 – 08.30 WIB supaya tidak mengganggu arus kendaraan yang melintas.
Rangkaian ruqyah ini lahir dari keprihatinan mendalam Ustaz Muhammad Candra P. Pusponegoro Rizqi Marzaqah Al Hana atas meningkatnya kasus bunuh diri yang terjadi di jembatan tersebut sejak paruh pertama 2024.
Ruqyah dan doa digelar sebagai ikhtiar spiritual untuk mencegah tragedi serupa terulang.
Maraknya Kasus Bunuh Diri
Hingga pertengahan 2024, beberapa percobaan bunuh diri dilaporkan terjadi di Jembatan I Barelang, sebagian berakhir tragis.
Situasi ini membuat kawasan itu dianggap angker (keramat) dan menimbulkan kecemasan di masyarakat.
RoS mencatat, sepanjang 2024 terjadi 7 kasus bunuh diri di Jembatan Barelang (6 meninggal, 1 selamat).
Sementara Januari–Oktober 2025 tercatat 4 kasus (2 meninggal, 1 selamat, 1 belum terkonfirmasi).
Total 11 kasus dalam dua tahun menjadi pengingat pentingnya upaya pencegahan.
Bisikan Gaib yang Mengganggu
Ketua Yayasan An Nubuwwah Batam, Ustaz Muhammad Candra Rizqi Marzaqah Al Hana, yang memimpin ruqyah pertama, menyebut banyak pasien depresi di kliniknya Bengkel Manusia Indonesia mengaku mendengar bisikan halus yang seakan mengajak mereka melompat dari jembatan—padahal sebagian belum pernah datang ke lokasi tersebut.
Menghapus Kesan Angker & Menenangkan Warga
Ruqyah juga bertujuan menghilangkan aura negatif di jembatan, menenangkan jiwa masyarakat, sekaligus memulihkan kembali aktivitas UMKM yang sempat goyah akibat tragedi-tragedi sebelumnya.
Ruqyah Kedua: Siram 5.000 Liter Air Doa
Pada Jumat 21 November 2025, ruqyah akbar kembali digelar. Bedanya, kali ini tim menggunakan truk tangki berisi 5.000 liter air ruqyah untuk menyiram seluruh trotoar Jembatan I Barelang, kanan dan kiri.
Aksi ini dilakukan karena kasus bunuh diri tetap tinggi. Sampai November 2025, tercatat 11 kasus sejak awal 2024.
Beberapa alasan mengapa ruqyah kedua penting dilakukan:
1. Kasus Masih Terus Terjadi
Meski sudah diruqyah pada 2024, insiden bunuh diri dan percobaan bunuh diri tetap berlanjut.
2. Ikhtiar Batin Menghilangkan Aura Negatif
Koordinator RoS, Muhammad Ikhsan, menjelaskan ruqyah ini adalah upaya membersihkan energi negatif dan rasa putus asa yang menyelimuti jembatan.
3. Bisikan dan Tarikan Gaib
Ustaz Candra kembali menegaskan adanya pasien yang mengaku mendapat bisikan halus agar melompat—bahkan ada yang pernah terjun, selamat, lalu menceritakan adanya tarikan kuat ke arah jembatan saat pikirannya kacau.
4. Bertepatan dengan Peringatan WSPD
Ruqyah kedua digelar sebagai bagian dari peringatan World Su***de Prevention Day (WSPD) setiap 10 September untuk pengingat pentingnya kesehatan mental dan spiritual.
5. Simbol Rahmat dan Ketenteraman
Penyiraman 5.000 liter air ruqyah dianggap sebagai simbol pembersihan, harapan, dan doa untuk keselamatan masyarakat Batam.
Lebih dari Sekadar Ruqyah
Selain penyiraman, aksi ini juga diisi dengan:
- Kampanye kesehatan mental
- Pembagian PIN antibunuh diri
- Pemasangan spanduk antibunuh diri
Ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan tidak hanya spiritual, tetapi juga menguatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental.
Potret Global Titik Bunuh Diri, Studi Perbandingan dengan Jembatan I Barelang Batam
Dua kali ruqyah yang digelar di Jembatan I Barelang—pertama pada Juli 2024 dan kedua pada November 2025—bukanlah tindakan spontan dan seremoni.
Melainkan bentuk kepedulian mendalam terhadap meningkatnya kasus bunuh diri di jembatan ikon Batam tersebut. Fenomena ini ternyata bukan hanya terjadi di Indonesia.
Di berbagai belahan dunia, banyak lokasi—khususnya jembatan dan tempat wisata alam—yang juga dikenal sebagai titik rawan bunuh diri hingga memakan ribuan korban.
Beberapa di antaranya bahkan menjadi studi kasus internasional tentang bagaimana sebuah lokasi dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang.
Berikut sejumlah tempat di dunia yang memiliki riwayat serupa dan sering dijadikan perbandingan dalam upaya pencegahan:
1. Nanjing Yangtze River Bridge, China
Panjang: 1.576 meter
Korban bunuh diri (1968–2006): ± 2.000 orang
Tinggi dari permukaan air: ± 24 meter
Perbandingan dengan Jembatan I Barelang (Batam):
Tinggi dari permukaan air: ± 38 meter
Panjang: 642 meter
2. Golden Gate Bridge, San Francisco (USA)
Dibuka: 27 Mei 1937
Panjang: 2.727 meter
Tinggi: ± 230 meter
Korban bunuh diri: ± 1.500 orang
3. Sunshine Skyway Bridge, Tampa Bay (USA)
Dibuka: 1987
Sering dijadikan lokasi syuting iklan dan film
Kasus bunuh diri hingga 2009: 207 orang
4. Air Terjun Niagara (Kanada, Amerika)
Korban bunuh diri per tahun: 15–20 orang
Kejadian tercatat sejak 1856
Angka tertinggi pada 1995: 2.780 kasus
5. Hutan Aokigahara, Gunung Fuji (Jepang)
Terletak di kaki Gunung Fuji
Kasus bunuh diri 2003: 100 orang
Kasus bunuh diri 2010: 247 orang
6. Jembatan Mapo, Seoul, Korea Selatan
Dikenal sebagai “Jembatan Bunuh Diri” atau “Jembatan Kematian” yang kemudian diubah menjadi “Jembatan Kehidupan” dengan pemasangan pesan motivasi dan dukungan kesehatan mental di sepanjang tepi jembatan.