20/05/2022
*BUANG MENTAL GRATISANMU*
Pernah sesekali saya melihat ada orang yg ngotot bilang bahwa ilmu itu datangnya dari Tuhan, kenapa kok musti bayar?
Yes..! Diakui atau tidak, ada berbagai macam seminar, workshop, pelatihan, buku atau tools2 marketing yg dijual dgn harga mahal. Namun karena dijual dgn harga mahal itulah malah kadang ada yg menyinyirinya..
"Ilmu dapetnya dari Tuhan GRATIS kok dijual. Dijualnya MAHAL p**a..!"
Pasti Anda pernah melihat orang berkata begitu, atau jangan2 kita sendiri yg berpikir seperti itu..
Oke anggep aja pernyataan seperti itu benar.. Sekarang coba akan saya berikan contoh yg lain dulu..
» Anda dan saya tentu tahu, bahwa yg namanya AIR itu kan diberikan GRATIS sama Tuhan, contohnya air hujan dan air laut. Namun ketika ada orang yang mau mengambil air, mengolah, memproses, dan mengemas air mineral dan dijual dgn harga mahal, kok ya Anda tetap mau beli. Coba sesekali bilang ke penjualnya : "Air itu dikasih sama Tuhan itu gratis, kok ini kamu jual mahal sih?"
» Contoh lagi, Anda dan saya pasti juga tahu kalo tanah/pasir itu juga dikasih sama Tuhan juga gratis. Lewat guguran lava dan dialiran sungai tanah/pasir itu bisa kita ambil gratis. Namun ketika ada orang yg mau menambang, memgambil dan menyediakan tanah/pasir yg dijual utk kepentingan membangun bangunan, kok ya anda mau membelinya. Mbok ya sesekali bilang sama yg jual tanah/pasir itu gini : "Tanah/pasir ini kan dikasih gratis sama Tuhan, kok sampeyan jual mahal sih?"
» Sama halnya dgn tanah/pasir. Anda tentu tahu yg namanya batu itu juga dikasih gratis sama Tuhan. Dilereng gunung sana ada banyak bongkahan batu2 besar yg dimuntahkan dari gunung. Tapi ketika ada orang yg menambang, mengambil, memproses dan memotong2nya menjadi batuan alam kecil yg bs utk mempercantik rumah ato taman, kok ya anda mau membayarnya mahal. Sesekali mbok ya bilang sama yg jual batu itu : "Mas, batu itu dikasih sama Gusti Alloh kan gratis, kok sampeyan jual mahal to?"
» Ada juga contoh. Anda juga pasti ngerti kalo tiap orang itu dikasih DARAH sama Tuhan itu gratis. Tetapi ketika ada pihak yg bisa mengambil, memproses, merawat dan dgn bantuan teknologi bs membuat darah itu bisa digunakan ke orang lain, ketika anda butuh darah juga kok mau membayar mahal? Mbok sesekali bilangin : "Mbak, sampeyan tuh jangan cari untung gitu, wong darah itu dikasih sama Tuhan itu gratis, lha ini kok sampeyan jual mahal per kantongnya..!"
» Contoh satu lagi, anda tentu tahu d**g kalo kita itu bisa bernafas karena dikasih oksigen sama Tuhan itu gratis dan gak perlu bayar sama sekali. Namun ketika ada orang yg bisa memproses, mengemas udara dan memurnikannya menjadi oksigen, dan dijual di rumah sakit, kok ya pas dioksigen di rumah sakit itu mau membayar oksigen dgn sejumlah uang, kok gak protes : "Udara sama.oksigen itu kan dikasih sama Tuhan gratis, mbok ya jangan dijual mahal kayak gini.."
Sampai disini semoga udah ngerti yg saya maksudkan..
Balik lagi ke masalah Ilmu dari Tuhan yg GRATIS itu kenapa kok ya dijual mahal..
Ketika ada orang yg mempelajari sesuatu. Mencoba berulang kali dgn trial and error yg pasti butuh waktu dan uang. Yg mungkin juga sudah mengkombinasikan dgn ilmu yg lainnya, sehingga menjadi sebuah formula ilmu yg baru, dimana ilmu yg baru itu dirumuskan, diformulasikan, dituliskan, dan disampaikan kembali agar kita tinggal 'menyantapnya' saja, tinggal meniru atau mempraktekkannya saja tanpa perlu pake trial error - trial error an segala. Apa iya kita masih ngomong, kalo Ilmu itu dapetnya GRATIS dari Tuhan kok dijual mahal?
Nah, buanglah mental gratisanmu itu. Cobalah untuk menghargai ilmu (atau apapun) yg sudah dirumuskan atau diformulasikan oleh orang lain.
Cobalah kita untuk menghargai dan menghormati mereka yg sudah bersusah payah dan menghabiskan waktu untuk menyusun ilmu2 baru tersebut.
Dengan begitu kita tidak akan pernah memiliki pemikiran yg sempit bahwa segala ilmu itu karena pemberian dari Tuhan, maka jangan dijual dgn mahal.