05/07/2021
“Kamu ternyata miskin ya. Nggak punya apa-apa,” keluh seorang istri.
“Dulu aku pernah bilang, kamu adalah hartaku satu-satunya. Pas dibilang gitu, kamu malah happy.”
☺ ☺ ☺
Yang lebih repot adalah pasangan yang punya harta tapi pelit.
PPKM = Pasangan Pelit Kok Mau? Hehehe!
Kali kita bahas soal harta ya.
Nggak mau harta? Nggak perlu harta? Yang jelas, keluargamu, agamamu, dan bangsamu akan terbantu jika dirimu punya harta. Betul apa betul?
Harta nggak dibawa mati? Yang jelas, kalau hartamu banyak, dirimu bisa meninggalkan warisan, wasiat, dan wakaf (3W) yang banyak. Bagus tho?
Sungguh, meninggalkan ahli waris dalam keadaan cukup, itu LEBIH BAIK daripada mereka lemah dan minta-minta. Hei ini dalil, bukan kata orang.
Begini. Harta dan anak adalah ujian. Ada kalimat ini di Kitab Suci. Tapi, bukan berarti kita dilarang punya harta dan anak. Ini peringatan BUKAN larangan.
Menyikapi harta, yang penting jelas dari mana-nya dan ke mana-nya. Karena nanti kita akan ditanya dari mana harta itu didapatkan dan ke mana harta itu dibelanjakan.
Btw, kemarin saya dan mitra-mitra urunan beli satu ventilator. Hampir setengah M harganya. Dalam hitungan jam, alhamdulillah langsung tercukupi. Kami salurkan ke DD.
Mungkin inilah salah satu fadilah harta, bisa berkontribusi untuk orang banyak, di antaranya membantu pengadaan ruang IGD dan tabung oksigen yang saat ini sangat kurang.
Pepatah Korea mengingatkan kita, "Lakukan kebaikan sekecil apapun, karena engkau tidak tahu kejadian apa yang akan membuatnya menjadi besar."
Tapi ingat lho, harta itu ujian. Terus kenapa? Kata teman saya, “Ujian saat ini adalah harta, tahta, dan paket data. Hehehe.”
Pada akhirnya, berapapun harta kita saat ini, semoga kita mampu menyikapinya dengan bijak, sesuai yang Allah kehendaki. Aamiin.