Herb Life

Herb Life Halaman Ini Berisi Tentang Kesehatan

04/09/2022

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil Saat Tidur
facebook twitter share to email
Sesak napas atau napas pendek menjadi keluhan yang sering dialami ibu hamil. Meski umumnya tidak berbahaya, sesak napas terutama saat tidur sangat mengganggu. Oleh karena itu, mengetahui cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur akan memberikan rasa aman selama hamil.

Sesak napas yang dialami di awal kehamilan bisa disebabkan oleh peningkatan kadar progesteron. Kondisi ini membuat kebutuhan tubuh untuk bernapas menjadi meningkat. Selain itu, tubuh juga menyesuaikan diri karena harus berbagi oksigen dengan bayi, sehingga napas menjadi pendek.

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil Saat Tidur - Alodokter

Jika terjadi di trimester akhir kehamilan, hal ini kemungkinan disebabkan oleh tekanan pada diafragma akibat ukuran rahim yang semakin membesar.

Cara Mengatasi Sesak Napas pada Ibu Hamil saat Tidur
Pada umumnya, ibu hamil sulit menemukan posisi tidur yang nyaman seiring bertambahnya usia kehamilan. Jika keluhan sulit tidur terjadi karena sesak napas, ibu hamil bisa melakukan hal berikut:

1. Mengganti posisi tidur

Ketika rasa sesak muncul saat tidur telentang, cobalah berganti posisi tidur dengan berbaring miring. Posisi tidur yang disarankan untuk ibu hamil adalah miring ke kiri.

Posisi ini disarankan karena dapat meningkatkan aliran darah ke plasenta, sehingga janin akan memperoleh nutrisi dengan optimal. Selain itu, posisi ini dapat mencegah rahim menekan organ hati yang terletak di bagian kanan perut.

2. Meninggikan kepala

Agar napas lebih lega, posisikan kepala lebih tinggi dengan meletakkan beberapa bantal. Menggunakan bantal untuk menopang tubuh bagian atas dapat mengurangi tekanan pada paru-paru, sehingga Anda lebih mudah bernapas.

3. Menggunakan bantal hamil

Berbaringlah miring sambil menekuk kaki. Lalu, gunakan bantal untuk mengganjal punggung, bawah perut, dan di antara kaki.
Saat ini juga telah tersedia bantal hamil yang bentuknya didesain untuk mengganjal area tersebut, sehingga Anda tidak perlu menggunakan banyak bantal.

Tidur bersandar pada bantal dapat memperluas ruang di rongga perut, sehingga memudahkan Anda untuk bernapas.

Selain berbagai cara mengatasi sesak napas pada ibu hamil saat tidur di atas, tarik napas secara perlahan dan dalam begitu Anda mengalami sesak, sehingga Anda bisa menghirup lebih banyak oksigen.

Sesak napas pada ibu hamil biasanya berangsur reda menjelang waktu kelahiran. Hal ini karena posisi bayi semakin turun ke pinggul, sehingga mengurangi tekanan pada diafragma.

Selain disebabkan oleh kehamilan, sesak napas juga bisa disebabkan oleh kondisi medis yang lebih serius seperti asma, anemia, dan preeklampsia. Oleh karena itu, Anda disarankan rutin memeriksakan kehamilan, untuk mencegah terjadinya komplikasi selama masa kehamilan.

Konsultasikan lebih lanjut ke dokter jika sesak tidak membaik setelah melakukan beberapa cara di atas, atau jika sesak napas disertai nyeri dada, batuk terus menerus, detak jantung tak beraturan, atau bengkak di area tubuh tertentu, seperti tangan dan kaki.

04/09/2022

Bolehkah Bayi Makan Jeruk?
facebook twitter share to email
Selain mudah didapat, jeruk juga kaya akan nutrisi. Tak heran, jeruk menjadi salah satu buah favorit banyak orang, mulai dari orang dewasa hingga anak-anak. Namun, bagaimana ya dengan bayi? Bolehkah bayi makan jeruk? Untuk tahu jawabannya, simak penjelasannya di artikel ini ya, Bun.

Pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) bisa dilakukan sejak bayi berusia 6 bulan. Salah satu pilihan menu MPASI yang mudah diberikan dan baik bagi kesehatan bayi adalah buah-buahan. Namun, ada beberapa jenis buah untuk MPASI yang harus diberikan dengan sangat hati-hati, salah satunya adalah jeruk.

Bolehkah Bayi Makan Jeruk? - Alodokter

Fakta Seputar Pemberian Jeruk pada Bayi
Sebenarnya, bayi boleh-boleh saja kok makan jeruk. Jeruk bahkan mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan Si Kecil, seperti vitamin C, potasium, folat, dan thiamin. Selain itu, kandungan air pada jeruk juga tinggi, sehingga bisa membantu menjaga tubuh bayi tetap terhidrasi.

Hanya saja, Bunda perlu memperhatikan waktu pemberian pertamanya. Pemberian buah jeruk pada bayi sebaiknya menunggu hingga sistem pencernaannya sudah bisa berfungsi dengan baik dan saat ia sudah terbiasa dengan berbagai MPASI lainnya. Umumnya, fase ini terjadi saat bayi sudah menginjak usia 1 tahun.

Alasannya adalah karena jeruk merupakan buah yang bersifat asam. Jika diberikan terlalu dini, pencernaan Si Kecil dikhawatirkan masih sangat sensitif, sehingga belum bisa menoleransi rasa asam pada jeruk.

Bila demikian, bayi berisiko mengalami sakit perut dan refluks asam lambung. Selain itu, rasa dan kandungan asam di jeruk juga bisa meningkatkan risiko terjadinya iritasi atau kemerahan di sekitar mulut.

Nah, selama bayi belum boleh diberikan jeruk, Bunda bisa menggantinya dengan sayur atau buah lainnya yang juga kaya akan vitamin C, seperti ubi, semangka, stroberi, dan pepaya.

Tips Aman Memberi Jeruk pada Bayi
Saat Si Kecil sudah memasuki usia 1 tahun, Bunda sudah mulai bisa memperkenalkan jeruk padanya. Nah, agar pemberian jeruk pada bayi tetap aman dan manfaatnya dapat diperoleh secara maksimal, Bunda bisa menerapkan beberapa tips di bawah ini:

Perkenalkan jeruk pada bayi secara perlahan dan dalam jumlah kecil terlebih dahulu.
Buang serabut putih dan biji jeruk sebelum diberikan pada bayi.
Sajikan jeruk dalam potongan-potongan kecil, guna mencegah bayi tersedak.
Selalu awasi bayi saat ia sedang makan, termasuk saat makan jeruk.
Jika Si Kecil awalnya terlihat tidak menyukai jeruk karena rasanya yang asam, teruslah berikan jeruk hingga ia terbiasa mengonsumsinya. Bunda juga bisa menyajikan jeruk dengan cara lain, misalnya dengan membuat jus jeruk atau mencampur jeruk dengan yoghurt.

Walaupun bukan termasuk makanan yang berisiko tinggi menyebabkan alergi, Bunda harus tetap memperhatikan apakah terdapat reaksi atau gejala alergi pada Si Kecil.

Jika setelah mengonsumsi jeruk Si Kecil menunjukkan gejala berupa kulit di sekitar mulut memerah, gatal-gatal, muntah, mengi, atau bahkan kesulitan bernapas, segeralah bawa ia ke dokter ya, Bun.

04/09/2022

4 Cara Menurunkan Demam dengan Cepat
facebook twitter share to email
Ada banyak cara menurunkan demam dengan cepat yang bisa Anda lakukan di rumah. Namun, sebelum menerapkan cara-cara tersebut,Anda perlu mengetahui penyebab munculnya demam terlebih dulu.

Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh berada di atas suhu normal. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, selama suhu tubuh tidak mencapai 40°C atau lebih. Meski demikian, demam tentunya bisa menghambat berbagai aktivitas Anda.

4 Cara Menurunkan Demam dengan Cepat - Alodokter

Umumnya demam bisa disebabkan oleh infeksi, baik bakteri atau virus, maupun karena kondisi medis lain. Namun, jangan khawatir sebab ada cara menurunkan demam dengan cepat yang bisa Anda lakukan.

Bagaimana Cara Menurunkan Demam dengan Cepat?
Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menurunkan demam dengan cepat:

1. Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Selama demam, Anda disarankan untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Sebab, selama demam mungkin Anda akan kehilangan banyak cairan melalui keringat. Anda bisa mengonsumsi air putih, jus buah, atau produk cairan elektrolit untuk memastikan cairan tubuh tetap terpenuhi.

Selain menurunkan demam dengan cepat, mencukupi asupan cairan juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh, khususnya di saluran cerna. Dengan demikian, tubuh akan cepat pulih dari kondisi yang menyebabkan terjadinya demam.

2. Konsumsi makanan bernutrisi
Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi juga sangat disarankan selama Anda demam. Sebisa mungkin konsumsi makanan yang tinggi akan kandungan vitamin, mineral, dan antioksidan untuk mendukung sistem imun tubuh melawan sumber penyakit.

Semakin baik sistem imun tubuh, maka semakin cepat Anda akan pulih dari demam. Namun, hindari mengonsumsi makanan yang sekiranya sulit dicerna karena selama demam, biasanya sistem pencernaan akan sedikit melemah.

3. Kompres air hangat
Anda juga bisa menggunakan kompres air hangat untuk membantu menurunkan demam dengan cepat. Rendam kain bersih yang lembut menggunakan air hangat pada suhu 29–30⁰C. Setelah itu, peras dan letakkan di dahi Anda.

Anda juga disarankan untuk menggunakan pakaian tipis dan nyaman, selain itu sebisa mungkin atur suhu ruangan bersuhu sedang.

4. Konsumsi obat
Bila beberapa cara sebelumnya tidak memberikan perubahan, Anda bisa mengonsumsi obat untuk menurunkan demam. Jika dibandingkan dengan tiga cara sebelumnya, obat umumnya bisa menurunkan demam dengan lebih cepat.

Beberapa jenis obat yang bisa Anda konsumsi untuk menurunkan demam dengan cepat antara lain asetaminopen (paracetamol) atau ibuprofen. Namun, pastikan Anda mengonsumsi obat-obatan tersebut sesuai dengan dosis yang disarankan.

Oleh karena itu, konsultasikan kondisi Anda dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan saran dosis yang sesuai.

Demam biasanya bukanlah kondisi yang berbahaya dan akan reda dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, Anda perlu waspada jika ada beberapa gejala lainnya yang mengikuti demam tersebut, seperti:

Demam tinggi hingga 40°C dan tidak turun selama dua hari
Leher terasa kaku
Sulit bernapas
Nyeri hebat pada beberapa bagian tubuh
Sakit kepala hebat
Sensitif terhadap cahaya
Muntah terus-menerus
Sakit perut
Nyeri saat buang air kecil
Kejang
Bagaimana Cara Mencegah Demam?
Mengingat demam sering kali terjadi karena infeksi, maka cara terbaik untuk mencegah demam adalah dengan menghindari risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh infeksi dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

Rutin mencuci tangan dengan baik dan benar menggunakan sabun dan air mengalir, atau hand sanitizer saat tidak tersedia akses air dan sabun
Hindari menyentuh area hidung, mulut, dan mata
Tutup mulut dan hidung ketika Anda bersin atau batuk
Sebisa mungkin hindari berbagi pakai peralatan pribadi, seperti gelas, alat makan, atau perlengkapan mandi
Jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter saat Anda demam jika cara menurunkan demam dengan cepat di atas tidak berhasil, atau jika demam Anda diikuti dengan berbagai gejala yang telah disebutkan di atas. Dokter akan memeriksa dan memberikan pengobatan sesuai dengan keadaan Anda.

04/09/2022

Selamat Datang Di Halaman Kami...

Address

Bekasi Residence
Bekasi
17510

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Herb Life posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram