07/03/2016
Salam sehat :)
Teknik Branding Produk yang bisa diterapkan
Mengapa Branding begitu penting? Karena selain sebagai identitas produk, brand juga akan menumbuhkan loyalitas konsumen. Biasanya bila seseorang sudah cocok dan akrab dengan suatu brand, dia tidak akan mudah berpaling pada brand lain.
Selain itu, bagi sebagian orang, brand juga seringkali dianggap sebagai identitas dirinya. Namun, kecocokan tentu tak hanya berasal dari nama, tetapi juga kualitas produk, pelayanan yang memuaskan, dan harga yang reasonable. Semakin banyak konsumen yang merasa puas dengan kualitas produk, maka semakin tinggi nilai jual sebuah brand.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membangun brand image adalah
1. Simpel dan bermakna
Berdasarkan salah satu hasil survei marketing, masyarakat berusia muda cenderung lebih memilih menggunakan produk dengan nama brand asing atau pun yang terkesan asing. Namun, tak berarti nama-nama yang terkesan lokal juga tak dilirik, lho. Terpenting, pilihlah nama yang simpel, agar mudah diucapkan dan diingat. Selain itu, ada baiknya memilih nama brand yang memiliki arti tertentu. Bila tak ingin repot, kita juga bisa menggunakan nama sendiri menjadi nama brand, seperti yang dilakukan brand-brand ternama, seperti Yves Saint Laurent dan lainnya.
2. Gunakan logo
Ciptakanlah sebuah logo visual yang sesuai dengan produk dan brand produk . Logo ini dapat membantu brand yang diciptakan agar terkesan lebih mewah dan istimewa.Dengan logo juga menjadi identitas dari bisnis yang sedang kita kebmabngkan dan Dengan logo, kita dapat membentuk sebuah komunikasi melalui tanda yang mudah dimengerti dan diingat oleh setiap orang tanpa batasan bahasa. Inilah yang nantinya akan menjadi identitas bisnis .
3. Menyasar target pasar yang tepat
Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan target market, yakni siapa sasaran utama bisnis kita?. Bila memilih target market menengah ke atas, tentu image yang mesti dibentuk adalah sebuah produk mewah. Seringkali para pelaku usaha kecil menengah (UKM)) bingung menentukan target sasarannya. Seringkali mereka terjebak ingin memuaskan klien yang mewah, sekaligus ingin melayani klien yang ekonomis dengan harga menengah. Tidak ada produk dewa yang bisa tepat untuk semua golongan. Karena, kedua pasar ini sulit digabungkan.
Ketika kita ingin mengejar target pasar kelas atas, kita harus berani pasang harga tinggi dengan kualitas sangat baik. Sementara sebaliknya, jika ingin mengejar konsumen yang amat kritis untuk mendapatkan harga murah, maka juallah produk dengan harga murah, namun kualitas bisa diturunkan. Jika kita berusaha berada di tengah-tengah, butuh kejelian yang lebih, karena si target pasar yang kelas atas, umumnya gengsi untuk membeli barang murah, karena terbiasa dengan brand-brand bermerek. Sementara yang kelas menengah ke bawah, cenderung mencari yang mereknya biasa, asal murah. Tentukan pasar Anda siapa, dari sana akan lebih mudah meneruskan promosi dan nilai tambah produk Anda ketimbang saingan.
4. Promosi sesuai sasaran
Setiap pengusaha tentu ingin produknya menjadi pembicaraan dan dipuji banyak orang. Tetapi, bagaimana bisa dibicarakan bila tak ada yang mengenal produknya? Trik yang selalu digunakan oleh para marketer adalah dengan teknik promosi. Bukan sembarang promosi, melainkan promosi yang tepat sasaran. Pilih orang-orang yang berpengaruh di kelompoknya untuk mengenal produk kita. Beri dia sampel gratis atau ajak dia mencoba produk kita. Bila ia menyukainya, dengan mudah produk kita akan dikenal luas. Selain itu, kita juga perlu menggelar event khusus untuk memperkenalkan brand yang sedang kita bangun.
Kartu nama, flyer,spanduk juga menjadi sarana promosi yang tepat. Kita dapat membangun brand image terhadap prooduk yang sedang kita kembangkan kemanapun kita melangkah. Mis melalu stiker yang ditempel di kendaraan, Tas, atau bahkan T shirt yang kita pakai. simple nya kemana kita bergerak, brand yang sedang kita rintis juga harus terus bergerak mengikuti langkah kita
5. Mendompleng ketenaran
Cara ini juga bisa digunakan, dan cukup mudah agar produk kita segera dilirik konsumen adalah membuat produk kita digunakan oleh selebriti atau public figure saat acara pesta atau event sosial lainnya. Karena biasanya apa yang dikenakan oleh public figure akan segera menjadi perhatian banyak orang. Di sinilah kesempatan kita untuk memperkenalkan brand sekaligus membentuk brand image. Ini bahkan akan lebih efektif dari sekadar memajang produk di etalase toko.
6. Pengenalan produk
Sebagai produk dengan brand baru tentu belum banyak dikenal orang. Pada saat merilis produk tersebut ke pasar, ada baiknya Anda menjelaskan secara detail kepada para calon customer tentang produk tersebut, dari bahan baku, proses pembuatan, hingga manfaatnya. Jangan lupa, paparkan juga keunikan dan keunggulan yang kita dimiliki.
7. Berteman dengan media
Hmmmm tau doong media memiliki efek sangat besar untuk memengaruhi penilaian masyarakat? Jadi, jangan hanya duduk berdiam diri dan berharap media akan mencari . Kirimkan press release dan contoh produk atau undangan untuk menghadiri peluncuran produk. Bila perlu, juga bisa meminjamkan beberapa produk untuk mendapat review khusus dari media.
8. Pelayanan khusus
Sebuah brand berkualitas biasanya selalu memiliki customer VIP. Berikan pelayanan khusus, karena mereka inilah yang biasanya menjadi orang pertama yang bersedia membeli produk kita
Kita bisa menjalin komunikasi dengan cara selalu mengirimkan informasi tentang desain atau produk terbaru. Entah itu dengan kartu member, milis khusus, atau SMS info. Buat mereka merasa dihargai.
9. Bangun sinergi
Ikutlah program afiliasi atau kerja sama dengan produk atau brand lain. Misal, dengan membeli produk kita, maka pembeli akan mendapatkan potongan harga untuk produk B dari brand lain. Atau cara lain, bergabunglah dalam event-event dan ajukan diri sebagai sponsor. Makin sering ikut event, maka makin cepat brand kita dikenal.
Kita juga dapat membuat event sendiri dengan bersinergi bersama produk atau brand lain, mulai dari event event kecil, misal jika produk kita adalah fashion, kita dapat membuat program event mis Fashion show, dll jika produk kita adalah produk bayi, bisa buat lomba bayi sehat, lomba photo baby dll
10. Saingan? No Problem
“Persaingan itu diperlukan untuk kita selalu bisa berinovasi dan menguntungkan konsumen,” persaingan membuat kita dan si pesaing berlomba-lomba memperbaiki kekurangan dari produk atau jasa. Jika kita menyasar kepada konsumen kelas atas, maka kita harus mencoba untuk bermain dan menambahkan di nilai tambah (added value) produk.
Nilai tambah ini, bisa didapat dari tiga hal, yakni lewat content (performa produk), context (presentasi atau kemasan, layanan, desain interior, atau suasana), dan infrastructure (kemudahan akses).
Misal, jika kita memiliki salon, sementara ada pesaing di lingkungan yang sama, nah kita bisa mencoba menambahkan nilai tambah pada suasana atau hadiah kepada pelanggan. Ciptakan suatu keunikan dari produk atau jasa yang kita tawarkan yang tak ada di produk pesaing.
Jangan lupa untuk terus mengevaluasi ulang hasil promosi dan branding yang sudah kita lakukan secara berkala. Perhatikan cara yang kitalakukan, apakah sudah sesuai target market atau belum, agar brand yang kita bangun dapat terus bergerak dan semakin dikenal banyak orang.
Happy Branding
salam
Irma Sustika