20/11/2022
*Bekam : Berbasis Wahyu, Tidak Menolak Ilmu*
=========================
| • Bekam itu dianjurkan berdasarkan pesan wahyu melalui lisan Baginda Rasulullah. Bukan berdasarkan ujicoba manusia, apalagi hanya hipotesa yg perlu bukti ilmiyah sehingga baru diakui. Dalam konteks bekam, pembuktian ilmiah hanya utk menguatkan kebenaran wahyu, bukan utk menunjukkan bukti kebenaran wahyu.
| • Perlu dibuat catatan penting bahwa wahyu tidak hanya Al-Qur'an. Sunnah Rasulullah juga wahyu sbgmana dijelaskan dlm ayat :
وما ينطق عن الهوى إن هو إلا وحي يوحى
_"Tidak ia (Nabi Muhammad) berucap berdasarkan hawa nafsu melainkan itu adalah wahyu yg disampaikan kepadanya"_. Kira-kira itu terjemahan bebasnya.
| • Jika bekam berdasarkan wahyu, mengapa harus diatur oleh undang-undang dan aturan buatan manusia? Bukankah wahyu, lebih tinggi dari pemikiran manusia? Ini selalu ditanyakan oleh sebagian praktisi bekam yg tidak mau diatur oleh sistem kesehatan yg diakui secara resmi. Mereka hanya menjalankan semangat bekam yg dianjurkan oleh Rasulullah tanpa mau mengikuti kaidah ilmu kedokteran yg menjelaskan tata cara pelaksanaan bekam yg baik.
| • Memang benar bahwa wahyu diatas segalanya. Tapi Islam bukan sebuah agama yg anti ilmu pengetahuan. Islam merupakan agama yg komprehensif (syamil) mencakup seluruh aspek kehidupan. Aturan dlm satu aspek kehidupan tidak bisa dipisah dari aturan pada aspek kehidupan yg lain. Semua saling terkait. Islam sangat memperhatikan aspek kesucian dan kebersihan, maka dalam aspek kesehatan dan pengobatan aspek kebersihan dan kesucian tidak bisa diabaikan. Begitu juga dalam aspek bisnis, pendidikan dan sebagainya. Maka dalam praktik bekam, aspek kebersihan, sterilisasi, pembuangan sampah / limbah bekam dll menjadi hal yang sangat penting diperhatikan.
| • Demikian juga memperhatikan mashlahat dan mudharat yg menjadi sebuah kaidah dlm Islam, tidak mungkin bisa dijauhkan dari praktik bekam. Dalam hal ini, seorang pembekam harus mengenal berbagai macam penyakit dan pantangannya, mempelajari masalah darah dan hal-hal terkait dgnnya dan sebagainya. Dan memahami tubuh manusia dari aspek anatomi dan fisiologi-nya adalah sangat penting. Dimana semua ini dipelajari? Dibagian pendidikan yg memfokuskan diri pada bidang pengobatan / kedokteran.
| • Mempelajari semua aspek diri (tubuh dan jiwa bahkan ruhiyah) manusia bertujuan untuk menghindari mudarat (bahaya) atau resiko yg berakibat buruk pada diri manusia tsb. Kaidah mengatakan :
لا ضرر ولا ضرار
_"Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan juga tidak boleh membahayakan orang lain"_.
Oleh karena itu, Islam sangat memperhatikan aspek keselamatan dalam berbagai aspek, apalagi dlm aspek pengobatan yg bersentuhan dgn fisik dan jiwa manusia. Oleh sebab itu, Nabi menegaskan :
من تطبب ولم يعلم منه الطب فهو ضامن
_"Siapa yg menjalankan pengobatan tapi ia tidak dikenal sbg pengobat (tabib / terapis), maka ia bertanggungjawab (jika terjadi bahaya / cedera dsb)"_. Bahkan salah satu dari lima prinsip maqashid hukum dalam Islam disebutkan : _hifzhun nafs_ (menjaga diri manusia) disamping _hifzhud din, hifzhul aql, hifzhun nasl_ dan _hifzhul maal_.
| • Sampai disini, masihkah kita membenturkan bekam sbg salah satu bagian thibb nabawi dgn aturan dan kaidah-kaidah ilmu kedokteran? Apakah Islam tidak mengajarkan ilmu kedokteran / pengobatan sehingga hanya cukup dgn melakukan pengobatan tanpa harus memperhatikan keselamatan diri manusia ?
| • Sebagai penutup, mari kita pahami Islam itu secara komprehensif dan secara utuh tanpa memisahkan satu aspek kehidupan dengan aspek kehidupan lainnya. Meskipun tujuan kita dalam pengobatan adalah berusaha utk mengembalikan kondisi normal tubuh manusia sehingga ia bebas dari sakit dan penyakit tapi aspek akidah, aspek ibadah, aspek kebersihan, aspek moral, aspek logika dan sebagainya, merupakan hal penting untuk diperhatikan dan tidak boleh diabaikan. Demikian itu merupakan prinsip kaffah yg disebutkan oleh Allah dlm Al-Qur'an :
يا أيها الذين آمنوا ادخلوا في السلم كافة
_"Wahai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara utuh"_. _Wallahu a'lam_.
| • Semoga bermanfaat. Mohon doa terbaik dari sahabat semua.
=======
Medan, 13 Desember 2021
*Musdar Bustamam Tambusai*
(Founder of MATAIR Int, Salah satu Pendiri/Penasehat, Dewan Pakar PAHI)