07/03/2022
"Manusia bukan perilakunya, manusia lebih dari perilakunya"
Setiap manusia membangun peta pikirannya sepanjang hidup. Peta ini akan digunakan untuk merespon dunia luar sehingga akan menentukan perilakunya. Sedangkan perilaku adalah aktualisasi dari peta pikiran yang sifatnya sementara. Seiring bertambahnya waktu, jika seorang manusia terus mengupdate peta pikirannya, maka lambat laun perilakunya pun akan berubah mengikuti perubahan nilai-nilai, keyakinan - keyakinan yang ada peta pikirannya. Hal ini lah yang menyebabkan seseorang bisa berubah drastis. Dari penjelasan ini sangat jelas bahwa manusia BUKAN PERILAKUNYA.
Berdasarkan teori metafisika yang saya ketahui, manusia sesungguhnya makhluk cahaya (ruh) yang memiliki sifat keilahian yang menempati jasad, sehingga sangatlah mungkin sifat keilahian itu teraktualisasi dalam kehidupannya. Contohnya, banyak sekali manusia di dunia ini yang peduli terhadap orang kelaparan, terkena musibah dan bahkan bukan hanya peduli terhadap manusia, tetapi manusia pun bisa peduli pada hewan kelaparan kucing-kucing, anjing-anjing tanpa tuan, hewan yang hampir punah atau keseimbangan lingkungan di bumi ini.
Wallahu alam
jiwa