22/02/2026
Tangis Anwar Satibi (38) pecah saat mengingat kondisi putranya, NS (12), yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh ibu tirinya.
Di sela isak, Anwar tak kuasa menahan emosi ketika menceritakan detik-detik ia mendapati anaknya dalam kondisi meng*naskan.
"Ya kan faktanya saya pulang dari Kota Sukabumi seperti itu, sudah sakit.
Faktanya pas saya ke Kota Sukabumi anak sehat, baik-baik saja.
Setelah pulang, pas malam pertama sahur," kata Anwar dengan suara bergetar Menurutnya, sehari-hari NS tinggal di pesantren.
Saat kejadian, ia sedang libur untuk persiapan berpuasa bersama keluarga.
Anwar mengaku men*nggalkan anaknya selama dua hari dua malam karena bekerja memasang g1gi di Kota Sukabumi.
Ia pulang setelah mendapat telepon dari istrinya.
"Saya ditelepon, 'pulang yah, si Raja teu damang, tos ngalantur, panas'. Itu kata istri saya," ujarnya.
Namun setibanya di rumah, Anwar terkejut melihat kondisi anaknya. Kulit NS disebut sudah melepuh di sejumlah bagian tubuh dan terdapat beberapa luk4 leb4m.
"Pas sampai di rumah saya kaget kondisi anak saya sudah pada mel*puh. Saya tanya kenapa? Dia (istri) jawab, ini kan sakit panas, makanya melepuh," tuturnya.
Awalnya Anwar mengira luk4 tersebut akibat demam biasa. Ia bahkan sempat berniat membeli salep. Siang harinya, NS dibawa ke rumah sakit. Di tengah proses itu, seorang kerabat datang dan menanyai NS.
"Ditanya lah, ngaku dikasih minum air p*nas (oleh ibu tirinya). Makanya itu ada di dalam video saya sempat brutal," kata Anwar.
Ia menyebut kulit anaknya mel*puh di bagian kaki, punggung, hingga tangan. NS kemudian dibawa ke RS Jampangkulon dan mendapat penanganan pada Kamis (19/2) dari pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Tak ingin berspekulasi, Anwar mend*rong dilakukan autopsi terhadap anaknya. Ia mengaku tak ingin menuduh tanpa bukti.
Makanya kenapa saya mendorong ingin mengadakan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh, saya ingin tahu, ingin memastikan.
Tidak mau menuduh sembarangan, nanti kena fitnah," ujarnya.
Dugaan peng*niayaan yang menimpa NS pun menyeruak ketika ia ditanya Isep Dadang Sukmana (62), salah satu pembina ponpes yang dekat dengan anak tersebut.
Dengan napas terakhirnya, NS sempat menyebut bahwa luka b*kar dari air p4nas itu disebabkan oleh ibu tirinya.
"Dalam pengakuan itu sama mamanya. Langsung bapaknya juga marah di situ (rumah sakit). Saya tidak menuduh siapa-siapa tapi pengkuan anak sendiri seperti itu.
Mungkin ke bapaknya nggak berani bilang karena anak ini dekat dengan saya jadi dia terbuka," kata Isep
Sementara itu, Anwar mengungkap, dugaan keker*san terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi. Sekitar satu tahun lalu, ia sempat melaporkan dugaan peng*niayaan ke polisi.
"Pas terjadi peng*niayaan yang saya laporkan satu tahun lalu di polres. Jadi ini sudah pernah terjadi, cuma dimediasi.
Dia (ibu tiri korban) sujud ke saya jangan lapor, mamah mau taubat," ucapnya sambil menirukan perkataan sang istri dari pernikahannya yang keenam kali.
Ia menyebut saat itu anaknya dip*kul menggunakan benda. Meski sempat dimediasi, laporan tersebut diakuinya belum dicabut.
"Ini ujian buat saya," katanya sambil menyeka air mata.
Sebelumnya diberitakan, Satreskrim Polres Sukabumi tengah mendalami kasus kemat*an tr4gis seorang bocah laki-laki asal Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi.
Korban men1nggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi luk4 leb4m di beberapa bagian.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa tim medis tengah melakukan autopsi untuk memastikan penyebab pasti kemat1an korban.
"Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi," jelas Hartono, Jumat (20/2/2026) pagi.