17/07/2022
MUSCAB IDI Boyolali, Teguhkan Semangat Persatuan Organisasi
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Boyolali menggelar Musyawarah Cabang (MUSCAB) sekaligus memilih ketua untuk masa periode 2022-2025, di Aula Lantai 4 RSI Boyolali, Sabtu (16/7). Ketua panitia Muscab IDI Cabang Boyolali, dr. Antonius Christanto, Sp.THT-KL, M.Kes menyampaikan bahwa pihaknya setiap 3 tahun sekali mengadakan Muscab. โSeharusnya kami melakukan Muscab IDI Cabang Boyolali ini tahun lalu, akan tetapi karena Pandemi Covid 19, kita baru dapat melakukan acara tersebut pada hari ini,โ katanya.
Angota IDI Boyolali sendiri tercatat ada 280, namun yang aktif ada sekitar 155. Meski ada organisasi seprofesi lain (PDSI), IDI Cabang Boyolali tetap meneguhkan semangat kebersamaan dan persatuan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, dr. Puji Astuti, M.M dalam sambutannya. โKita sebagai anggota IDI intinya tetap satu. Artinya dengan kita rukun itu ternyata bisa menjadikan sesuatu lebih baik,โ katany.
dr. Puji menegaskan agar kita tidak perlu mengikuti suasana di luar yang memang ada perpecahan, tetapi dirinya meyakini bahwa IDI Boyolali tetap satu dan tetap guyub. Apalagi saat ini tantangan dokter semakin berat, sehingga dibutuhkan kolaborasi dan saling bertukar energi dalam kebersamaan. โSehingga bisa semakin guyub dan berkarakter untuk membawa IDI Boyolali semakin menjadi lebih baik,โ harapnya.
Sementara, ketua IDI Wilayah Jawa Tengah, dr. Djoko Handojo, M.Si Med, Sp. B, Sp. B (K) Onk, FICS, dalam sambutannya menegaskan bahwa IDI tengah memperjuangkan 2 hal, yaitu perlindungan hukum dokter dan kesejahteraan. Perlindungan hukum kepada segenap dokter yang melakukan pekerjaannya. โKami ingin, rekan-rekan sejawat ini memiliki imunitas dalam menjalankan pekerjaannya sebagai dokter,โ katanya.
dr. Djoko berharap, jika ada sesuatu hal, jangan langsung di hukum. Karena di IDI, ada etika dan disiplin yang harus ditegakkan. Sehingga jika ada anggota IDI yang melanggar, kita akan memberinya sanksi sendiri. โHarapannya, agar para dokter tetap dapat menjalankan tugasnya dengan nyaman dan mendapat perlindungan terbaik,โ jelasnya.
Begitu p**a dengan kesejahteraan. dr. Djoko menjelaskan, yang saya maksud di sini adalah kesejahteraan untuk masyarakat. Artinya, kualitas kesehatan menjadi tuntutan agar masyarakat mencapai kesejahteraannya. โKarena itu, para dokter harus didukung untuk terus meningkatkan pengetahuan, kemampuan dan ketrampilannya,โ jelasnya.
Acara tersebut juga dihadiri oleh Bupati Kabupaten Boyolali, M. Said Hidayat. Dalam sambutannya, ia berpesan agar situasi pemilihan Ketua IDI Cabang Boyolali ini adem-adem saja dan tidak perlu bertikai. Setelah selesai pemilihan, harus Kembali ke keluarga besar besar IDI Kabupaten Boyolali. Meskipun di luar sana ada organisasi dokter lain (PDSI), Bupati menyampaikan bahwa IDI Boyolali adalah IDI yang metal.
โHanya ada satu IDI, IDI yang metal. Jadi IDI yang siap melangkah bersama, menata bersama dengan penuh totalitas, untuk membangun kabupaten Boyolali mewujudkan situasi masyarakat yang semakin sehat ke depan,โ jelasnya.
Dalam MUSCAB tersebut, dr. Didik Suprapto terpilih kembali menjadi ketua IDI untuk periode 2022-2025.