PT. Medquest Jaya Global

PT. Medquest Jaya Global “Growth Through Innovation and Technology"
Providing innovative healthcare solutions.

Protein Tau & Alzheimer: Kunci Biologis yang Membuka Arah Diagnosis DiniPenelitian ilmiah menunjukkan bahwa penumpukan p...
26/01/2026

Protein Tau & Alzheimer: Kunci Biologis yang Membuka Arah Diagnosis Dini

Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa penumpukan protein tau abnormal di otak membentuk kusut neurofibrilar yang mengganggu komunikasi antar sel saraf. Proses ini berperan besar dalam perjalanan Penyakit Alzheimer, gangguan neurodegeneratif progresif yang masih menjadi tantangan serius sistem kesehatan global.

Protein tau secara fisiologis menjaga stabilitas mikrotubulus neuron. Saat terjadi hiperfosforilasi, tau kehilangan fungsinya, membentuk agregat, dan bersifat neurotoksik. Dampaknya terlihat pada penurunan fungsi kognitif yang berlangsung bertahap, terutama pada populasi usia lanjut.

Pemahaman mendalam tentang patologi tau mendorong lahirnya inovasi penting di bidang medis, khususnya:
• Diagnosis dini, melalui pendekatan biomarker
• Terapi berbasis mekanisme penyakit, yang menargetkan proses di tingkat sel saraf

Saat ini, deteksi protein tau dilakukan melalui beberapa metode klinis:
• Pencitraan Positron Emission Tomography untuk Tau (Tau-PET)
• Analisis Cairan Serebrospinal (Cerebrospinal Fluid/CSF)
• Pengembangan biomarker tau berbasis darah, yang lebih praktis dan minim invasif

Di sisi pencegahan, pendekatan gaya hidup tetap relevan. Pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, serta pengelolaan faktor risiko kardiometabolik berkontribusi menjaga kesehatan otak jangka panjang.

Kemajuan riset tau memberikan harapan baru bagi dunia kesehatan, membuka peluang kebijakan berbasis bukti dan layanan diagnostik yang lebih presisi di masa depan.

———
Menurut Anda, seberapa penting kesiapan fasilitas kesehatan di Indonesia dalam mengadopsi pemeriksaan biomarker tau untuk skrining dini Alzheimer? Berikan pandangan Anda di kolom komentar!
———

Baca bahasan selengkapnya melalui:
🔗 medquest.co.id/blog ➡ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Talasemia adalah penyakit kelainan darah bawaan yang memengaruhi produksi hemoglobin, protein penting pembawa oksigen da...
22/01/2026

Talasemia adalah penyakit kelainan darah bawaan yang memengaruhi produksi hemoglobin, protein penting pembawa oksigen dalam sel darah merah. Ketika hemoglobin tidak terbentuk optimal, tubuh berisiko mengalami anemia hingga komplikasi serius pada tulang, jantung, dan tumbuh kembang.

Kondisi ini banyak ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Data menunjukkan jutaan orang di dunia merupakan pembawa sifat talasemia tanpa gejala. Inilah alasan mengapa kesadaran dan deteksi dini menjadi kunci penting.

Talasemia terbagi menjadi Alpha-Thalassemia dan Beta-Thalassemia, dengan tingkat keparahan mulai dari Trait/Minor (pembawa sifat), Intermedia, hingga Mayor. Pada talasemia mayor, pasien membutuhkan transfusi darah rutin seumur hidup. Namun dengan penanganan optimal, kualitas hidup tetap dapat terjaga.

Langkah paling efektif untuk memutus rantai talasemia adalah screening atau skrining talasemia, terutama sebelum pernikahan atau pada individu dengan riwayat keluarga. Diagnosis yang cepat dan akurat membantu mencegah lahirnya generasi dengan talasemia mayor.

Kini, upaya pencegahan didukung teknologi diagnostik modern seperti Hemex’s Gazelle™, perangkat point-of-care testing (POCT) berbasis elektroforesis otomatis untuk deteksi Beta-Thalassemia. Pengujian cepat, akurat, dan dapat dilakukan di berbagai fasilitas layanan kesehatan menjadi fondasi layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Kesadaran hari ini adalah investasi kesehatan masa depan.
———
💬 Menurut Anda, seberapa penting screening talasemia dilakukan sejak dini di Indonesia? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: medquest.co.id (“Talasemia: Penyakit Kelainan Darah Bawaan & Cara Mencegahnya”).

Baca bahasan selengkapnya melalui:
🔗 medquest.co.id/blog ➡ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Flu Singapura atau Lonjakan ISPA? Ini Fakta MedisnyaBelakangan, banyak orang tua khawatir melihat anak mengalami demam, ...
20/01/2026

Flu Singapura atau Lonjakan ISPA? Ini Fakta Medisnya

Belakangan, banyak orang tua khawatir melihat anak mengalami demam, ruam di tangan dan kaki, serta sariawan. Gejala ini kerap dikaitkan dengan Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau yang dikenal sebagai flu Singapura.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjelaskan bahwa kondisi tersebut berkaitan erat dengan peningkatan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang lazim terjadi saat musim hujan. Faktor cuaca lembap, kualitas udara yang menurun, serta paparan polusi memperbesar risiko gangguan saluran napas, terutama pada anak-anak.

Data tahun 2025 menunjukkan lonjakan ISPA di berbagai wilayah, termasuk Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DKI Jakarta. ISPA sendiri mencakup infeksi pada saluran napas atas hingga bawah, dengan penyebab tersering berasal dari virus. Penularannya terjadi melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara.

Gejala ISPA umumnya berupa pilek, batuk, nyeri tenggorokan, demam, hingga sesak napas. Pada sebagian besar kasus, kondisi ini dapat pulih dengan perawatan suportif dan pemantauan yang tepat.

Memahami perbedaan ISPA dan HFMD membantu kita tetap tenang, lebih waspada, serta mengambil langkah pencegahan yang rasional demi kesehatan keluarga.

Menurut Anda, informasi kesehatan apa yang paling sering menimbulkan kebingungan di masyarakat dan perlu diluruskan bersama?
———
Menurut Anda, langkah pencegahan apa yang paling efektif untuk menurunkan risiko ISPA di lingkungan sehari-hari?
———
Baca bahasan selengkapnya melalui:
🔗 medquest.co.id/blog ➡ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Setiap kantong darah membawa harapan. Namun sebelum darah ditransfusikan, ada satu tahapan krusial yang menentukan kesel...
19/01/2026

Setiap kantong darah membawa harapan. Namun sebelum darah ditransfusikan, ada satu tahapan krusial yang menentukan keselamatan pasien: pemeriksaan imunohematologi pra transfusi.

Di Indonesia, kebutuhan darah terus meningkat setiap tahun. Di sisi lain, risiko inkompatibilitas transfusi masih menjadi tantangan serius. Ketidakcocokan darah dapat memicu reaksi transfusi, mulai dari demam hingga kondisi yang mengancam nyawa. Karena itu, akurasi pemeriksaan sebelum transfusi adalah standar yang tidak bisa ditawar.

Pemeriksaan pra transfusi meliputi uji golongan darah dan rhesus, uji saring antibodi ireguler menggunakan Indirect Antiglobulin Test (IAT), serta uji silang serasi (uji kompatibilitas). Seluruh rangkaian ini bertujuan memastikan darah donor benar-benar cocok dengan pasien, aman, dan siap menyelamatkan nyawa.

Inovasi teknologi kini berperan besar dalam meningkatkan mutu layanan transfusi. Salah satunya adalah teknologi sistem imunohematologi otomatis dengan metode Erythrocyte Magnetized Technology (EMT) memungkinkan pemeriksaan yang lebih presisi, minim intervensi manual, serta menurunkan risiko human error. Proses menjadi lebih efisien, hasil lebih jelas, dan keputusan klinis lebih meyakinkan.

Transfusi darah bukan sekadar ketersediaan kantong darah, melainkan tentang keamanan, keandalan, dan kepercayaan. Ketika pemeriksaan dilakukan dengan standar tinggi dan teknologi yang tepat, setiap tetes darah dapat benar-benar memberi harapan tanpa risiko yang tidak perlu.
———
💬 Menurut Anda, seberapa penting peran otomatisasi dan akurasi alat imunohematologi dalam meningkatkan keselamatan transfusi darah di fasilitas kesehatan? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: medquest.co.id (“Pra Transfusi Darah: Pentingnya Pemeriksaan Imunohematologi”).

Baca bahasan selengkapnya melalui:
🔗 medquest.co.id/blog ➡ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

16/01/2026

Selamat Memperingati Hari Isra Mi'raj 27 Rajab 1447 H

Ketahui selengkapnya mengenai Medquest dengan mengunjungi website kami melalui link berikut:
✅ medquest.co.id

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Indonesia bahkan termasuk negara ...
13/01/2026

Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyakit menular paling mematikan di dunia. Indonesia bahkan termasuk negara dengan beban TB tertinggi secara global. Fakta ini membuat screening TB menjadi bagian penting dalam medical check up visa, terutama bagi Anda yang akan tinggal, belajar, atau bekerja di luar negeri.

Medical check up visa adalah pemeriksaan kesehatan untuk memastikan pemohon visa berada dalam kondisi sehat dan tidak membawa penyakit menular. Pemeriksaan ini umumnya mencakup tes laboratorium, rontgen dada (thoraks), serta tes Tuberkulosis (TB). Beberapa negara seperti Korea Selatan, United Kingdom (UK), dan Australia secara tegas mensyaratkan pemeriksaan TB bagi pemohon visa dari negara dengan risiko tinggi.

Screening TB bukan sekadar persyaratan administratif. Deteksi dini membantu melindungi individu, komunitas global, dan sistem kesehatan negara tujuan. Sejalan dengan rekomendasi World Health Organization (WHO), metode Tes Cepat Molekuler (TCM) seperti Xpert® MTB/RIF Ultra mampu mendeteksi Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan resistensi rifampisin (RIF) secara cepat dan akurat, bahkan dalam waktu kurang dari 80 menit.

Langkah ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan eliminasi TB, dimulai dari diagnosis yang tepat, cepat, dan berbasis bukti. Setiap pemeriksaan yang dilakukan adalah kontribusi nyata menuju mobilitas global yang lebih aman dan sehat.
———
💬 Menurut Anda, seberapa siap kita menjadikan screening TB sebagai standar kesadaran kesehatan sebelum perjalanan internasional? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: medquest.co.id (“Pentingnya Screening Tuberkulosis (TB) untuk Medical Check Up Visa”).

Baca bahasan selengkapnya melalui:
🔗 medquest.co.id/blog ➡ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Sebelum memulai terapi Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI), setiap pasien Chronic Myeloid Leukemia (CML) dengan mutasi BCR–A...
07/01/2026

Sebelum memulai terapi Tyrosine Kinase Inhibitor (TKI), setiap pasien Chronic Myeloid Leukemia (CML) dengan mutasi BCR–ABL perlu menjalani pemeriksaan hepatitis B. Langkah ini penting untuk menghindari reaktivasi virus hepatitis B (HBV) yang dapat memicu peradangan hati dan mengganggu efektivitas terapi.

Reaktivasi HBV terjadi ketika virus yang awalnya tidak aktif kembali berkembang. Berbagai studi menunjukkan bahwa penggunaan TKI dapat meningkatkan risiko ini, terutama pada fase awal terapi. Pemantauan yang tepat memberi peluang lebih besar untuk mencegah komplikasi dan menjaga keberlanjutan terapi.

Pasien dengan HBsAg positif atau riwayat infeksi HBV (Anti-HBc positif) termasuk kelompok berisiko lebih tinggi. Mereka memerlukan evaluasi menyeluruh, mulai dari serologi lengkap (HBsAg, Anti-HBc, Anti-HBs), pemeriksaan viral load DNA HBV, hingga pemantauan fungsi hati. Pada pasien berisiko tinggi, profilaksis antivirus seperti entecavir atau tenofovir dapat diberikan untuk mencegah reaktivasi.

Skrining HBV di awal terapi menjadi dasar penting dalam manajemen CML. Dengan deteksi tepat dan pemantauan rutin, terapi TKI dapat berjalan lebih aman, efektif, dan berkelanjutan.

———
💬 Menurut Anda, apakah skrining hepatitis B sudah menjadi bagian standar sebelum memulai terapi pada pasien kanker di fasilitas pelayanan kesehatan?
———

Baca bahasan selengkapnya melalui:
🔗 medquest.co.id/blog ➡ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Malaria masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Penularannya dapat terjadi bukan hanya melalui nyamuk Anopheles, tet...
06/01/2026

Malaria masih menjadi tantangan besar di Indonesia. Penularannya dapat terjadi bukan hanya melalui nyamuk Anopheles, tetapi juga lewat transfusi darah ketika donor membawa parasit Plasmodium tanpa gejala. Inilah alasan mengapa proses skrining menjadi fondasi penting dalam menjaga keselamatan pasien.

Unit Transfusi Darah (UTD) umumnya menggunakan Rapid Diagnostic Test (RDT). Pemeriksaan ini cepat dan praktis, namun sensitivitasnya berkurang pada parasitemia rendah. Pada kondisi inilah risiko parasit lolos deteksi bisa muncul.

Untuk memastikan keamanan darah, metode yang lebih sensitif dibutuhkan. Teknologi Nucleic Acid Testing (NAT)—seperti 𝗣𝗿𝗼𝗰𝗹𝗲𝗶𝘅 𝗣𝗹𝗮𝘀𝗺𝗼𝗱𝗶𝘂𝗺 𝗔𝘀𝘀𝗮𝘆—hadir sebagai solusi yang lebih akurat. Uji ini mendeteksi RNA ribosom 18S dari seluruh spesies Plasmodium dengan sensitivitas dan spesifisitas yang sangat tinggi berdasarkan uji klinis internasional. Pendekatan ini membantu memastikan darah donor benar-benar aman sebelum diberikan kepada pasien, terutama kelompok rentan seperti anak dan pasien kritis.

Langkah kecil berupa skrining yang tepat memberi dampak besar: keselamatan pasien terjaga, risiko penularan ditekan, dan upaya eliminasi malaria makin kuat.

Keamanan darah adalah investasi untuk masa depan kesehatan yang lebih baik.

———
👉 Menurut Anda, pemeriksaan apa yang paling dibutuhkan fasilitas kesehatan agar transfusi darah semakin aman dari risiko malaria? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: medquest.co.id.

Ketahui selengkapnya mengenai Medquest dengan mengunjungi website kami melalui link berikut:

✅ medquest.co.id ➡️ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Keamanan darah donor dimulai dari proses screening yang cermat. Nucleic Acid Technology (NAT) atau teknologi deteksi asa...
02/01/2026

Keamanan darah donor dimulai dari proses screening yang cermat. Nucleic Acid Technology (NAT) atau teknologi deteksi asam nukleat menjadi inovasi penting untuk memastikan darah bebas dari transfusion-transmitted infections (TTI) atau infeksi yang ditularkan melalui transfusi.

NAT bekerja dengan mengenali materi genetik virus (DNA dan RNA) sejak fase paling awal infeksi. Sensitivitas ini membantu fasilitas kesehatan menurunkan potensi risiko virus masuk ke suplai darah.

Perkembangan NAT semakin kuat sejak kasus kontaminasi hepatitis C dan HIV pada era 1980-an. Teknologi ini membuktikan bahwa deteksi dini menjadi kunci keselamatan pasien.

Salah satu metode NAT yang banyak digunakan adalah Transcription-Mediated Amplification (TMA). TMA bekerja pada suhu konstan dalam satu tabung melalui tiga tahap: target capture, amplifikasi, dan deteksi. Pendekatan ini efektif, cepat, dan minim risiko kontaminasi.

Keunggulan utama TMA:
* Proses isothermal yang lebih efisien
* Sistem satu tabung yang mengurangi langkah mekanis
* Deteksi sangat sensitif terhadap materi genetik virus
* Waktu pemeriksaan lebih singkat dan hasil lebih konsisten

Teknologi seperti NAT dan TMA memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan transfusi. Setiap unit darah yang aman berarti satu peluang hidup yang lebih besar bagi pasien.

Inovasi ini adalah bentuk komitmen kita untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang makin berkualitas dan berdaya saing.
———
👉 Bagaimana pandangan Anda mengenai peran teknologi NAT dalam memperkuat kualitas skrining darah di fasilitas kesehatan? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: Grifols.

Ketahui selengkapnya mengenai Medquest dengan mengunjungi website kami melalui link berikut:
✅ medquest.co.id ➡️ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Banyak masyarakat mengira bahwa biaya saat membutuhkan darah adalah “harga darah”. Faktanya, darah dari pendonor selalu ...
01/01/2026

Banyak masyarakat mengira bahwa biaya saat membutuhkan darah adalah “harga darah”. Faktanya, darah dari pendonor selalu gratis. Yang dikenakan biaya adalah ongkos pengolahan darah—mulai dari pemisahan komponen, pemeriksaan laboratorium, hingga penyimpanan sesuai standar keamanan.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menjelaskan bahwa semua proses ini wajib melalui prosedur ketat agar darah aman diberikan kepada pasien. Sebagian besar biaya pengolahan bahkan sudah ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, terutama untuk layanan rumah sakit.

Palang Merah Indonesia (PMI) juga menegaskan bahwa darah tidak bisa langsung digunakan begitu didonorkan. Ada tahapan uji kelayakan dan pengolahan di laboratorium untuk memastikan kualitas serta keamanan.

Melalui Unit Pelayanan Darah (UPD), darah diproses menjadi berbagai komponen, termasuk salah satunya adalah plasma darah yang dapat diolah menjadi produk turunan seperti albumin.

Saat ini Indonesia masih mengirim plasma darah ke luar negeri untuk fraksionasi yang mengakibatkan biaya pengolahannya menjadi lebih mahal, tetapi pemerintah menargetkan kemandirian produksi derivatif plasma pada 2026. Langkah ini diharapkan menekan biaya pengolahan dan membuat akses layanan semakin terjangkau.

Setiap kantong darah adalah perjalanan panjang yang berujung menyelamatkan nyawa. Upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian menunjukkan harapan besar bagi layanan darah yang lebih efisien dan berkelanjutan.
———
👉 Menurut Anda, apa yang paling penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang donor darah? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: Liputan6.

Ketahui selengkapnya mengenai Medquest dengan mengunjungi website kami melalui link berikut:
✅ medquest.co.id ➡️ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan tren kenaikan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam tiga tahun t...
31/12/2025

Data Dinas Kesehatan Kota Semarang menunjukkan tren kenaikan kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) dalam tiga tahun terakhir. Pada 2024, jumlahnya mencapai 691 kasus. Kenaikan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting yang justru menunjukkan semakin luasnya upaya deteksi dini.

1. Layanan Tes HIV Semakin Banyak
Jumlah fasilitas yang menyediakan tes HIV terus bertambah. Ada 79 layanan tes yang tersebar di puskesmas, rumah sakit, Balkesmas, dan klinik PKBI. Aktivitas skrining lapangan juga semakin intensif sehingga lebih banyak warga dapat mengetahui status kesehatannya lebih cepat.

2. Populasi Kunci Mengalami Peningkatan
Kelompok laki-laki yang berhubungan seks dengan laki-laki (LSL) menunjukkan peningkatan jumlah. Kondisi ini membuat kegiatan penemuan kasus menjadi lebih efektif, terutama karena kini 21 puskesmas membuka layanan malam untuk pemeriksaan dan pengobatan HIV.

3. Layanan VCT Mobile Semakin Aktif
Voluntary Counseling and Testing (VCT) mobile rutin digelar di lokasi berisiko seperti tempat karaoke, spa, panti pijat, hotel, dan kos-kosan. Mobilisasi ini memperkuat deteksi dini dan mempercepat akses layanan.
———
👉 Menurut Anda, strategi apa lagi yang perlu diperluas agar deteksi dini HIV semakin optimal di masyarakat? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar!
———
Sumber: idntimes.

Ketahui selengkapnya mengenai Medquest dengan mengunjungi website kami melalui link berikut:
✅ medquest.co.id ➡️ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Donor darah dimulai dari asesmen awal untuk memastikan darah aman disumbangkan. Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan ...
30/12/2025

Donor darah dimulai dari asesmen awal untuk memastikan darah aman disumbangkan. Palang Merah Indonesia (PMI) menegaskan bahwa banyak anak muda—terutama Gen Z—gagal lolos karena kadar hemoglobin (Hb: hemoglobin) yang rendah dan tekanan darah yang tidak stabil.

Batas Hb minimal adalah 12,5 g/dL untuk perempuan dan 13 g/dL untuk laki-laki. Nilai terlalu tinggi pun tidak direkomendasikan. Kondisi seperti anemia dan riwayat penyakit tertentu sering menjadi alasan penolakan. Pemeriksaan Hb membantu menentukan apakah calon pendonor siap atau perlu memperbaiki kondisi kesehatannya terlebih dahulu.

PMI terus mengedukasi Gen Z agar menjaga pola makan dan gaya hidup sehat sehingga memenuhi syarat donor. Manfaat donor darah juga besar untuk pendonor: tubuh merangsang regenerasi sel darah merah dan membantu menjaga kebugaran.

Melalui program di sekolah dan kegiatan Palang Merah Remaja (PMR), PMI berharap kebiasaan donor darah tumbuh sejak muda dan menjadi budaya positif yang berkelanjutan. Setiap kantong darah memiliki potensi menyelamatkan nyawa, dan kontribusi kecil ini memiliki dampak yang luar biasa.

Bagaimana pengalamanmu saat donor darah? Pernahkah kamu tidak lolos asesmen awal?
———
👉 Bagaimana pengalamanmu saat donor darah? Pernahkah kamu tidak lolos asesmen awal? Yuk ceritakan di kolom komentar!
———
Sumber: Liputan6.

Ketahui selengkapnya mengenai Medquest dengan mengunjungi website kami melalui link berikut:
✅ medquest.co.id ➡️ atau klik link yang ada di bio!
💾 Simpan postingan ini dan follow untuk update kesehatan berikutnya!

Address

Menara Salemba, Floor 6, Jalan Salemba Raya No. 5-5A, Paseban, Kec. Senen, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
Central Jakarta
10440

Opening Hours

Monday 08:00 - 17:00
Tuesday 08:00 - 17:00
Wednesday 08:00 - 17:00
Thursday 08:00 - 17:00
Friday 08:00 - 17:00

Telephone

+622129260000

Website

http://linkin.bio/medquest

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when PT. Medquest Jaya Global posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Practice

Send a message to PT. Medquest Jaya Global:

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram