RS BUNDA MULIA member of Sritina

RS BUNDA MULIA member of Sritina SEHAT RS.

Bunda Mulia member of Sritina Cikarang barat merupakan Rumah Sakit yang mampu Memberikan pelayanan profesional dengan prinsip pembiayaan yang efektif dan efesien, serta Menjadikan Rumah Sakit yang menjadi pilihan utama masyarakat serta menjadi mitra bagi pemerintah dalam pelayanan kesehatan yang berada di wilayah cikarang barat

“ KESEHATAN ANDA ADALAH KEBAHAGIAN KAMI ”

MENSTIMULASI JENIS KECERDASAN ANAK Menilai kecerdasan anak tidak bisa hanya berdasarkan skor standar semata, seperti tes...
29/11/2016

MENSTIMULASI JENIS KECERDASAN ANAK


Menilai kecerdasan anak tidak bisa hanya berdasarkan skor standar semata, seperti tes IQ, hal itu amatlah terbatas. Namun, perlu mengukur dari definisi kecerdasan yang berbeda.

Dr. Howard Gardner, Profesor bidang pendidikan di Harvard University, Amerika Serikat mengemukakan, definisi kecerdasanyang berbeda untuk mengukur potensi manusia secara lebih luas, baik pada anak maupun orang dewasa. Ia membagi 8 jenis kecerdasan, dan dikenal sebagai Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences). Dan kita semua punya 8 area kecerdasan itu dalam taraf berbeda.

Menurut Dr. Halit Hulusi, Senior Educational Psychologist di Birmingham Educational Psychology Service, Inggris, dengan delapan area kecerdasan ini, berarti beragam cara dapat dilakukan orangtua untuk mengembangkan kecerdasan anak-anaknya. Namun, tentu saja tidak setiap anak bisa menjadi brilyan di semua bidang, tetapi Anda dapat membantunya mengoptimalkan semua potensi di setiap area kecerdasannya.

1. Kecerdasan Linguistik (Word Smart). Kecerdasan yang melibatkan kemampuan berbahasa. Seorang anak dengan kecerdasan linguistik menonjol umumnya senang mendengarkan cerita, senang bercerita, senang bermain peran, dan permainan yang berhubungan dengan kata-kata.
Stimulasi: Ajak anak main tebak-tebakan, misalnya tentang ciri-ciri binatang. “Ada binatang, suaranya guk guk, warna bulunya putih. Kamu sayang sekali padanya. Binatang apa itu, ya?”
Anak bisa menjadi penulis, wartawan, pengacara, penyiar radio, pembawa acara atau ahli di bidang pemasaran.
Coba! Duduk berhadapan dengan anak, lalu berceritalah tentang apa yang telah dilakukannya hari ini bergantian dengan Anda.

2. Kecerdasan Logika-Matematika (Number Smart). Kecerdasan yang melibatkan kemampuan menganalisis masalah secara logis, menemukan atau menciptakan rumus-rumus atau pola matematika, dan menyelidiki sesuatu secara ilmiah. Anak-anak dengan kecerdasan logika-matematika yang tinggi memperlihatkan minat besar pada kegiatan eksplorasi, cerewet bertanya tentang berbagai fenomena, dan menuntut penjelasan logis dari setiap pertanyaannya.
Stimulasi: Mulailah berhitung. Manfaatkan jari tangan, orang yang sedang berbaris, atau apa saja. Arahkan perhatian anak pada angka dan pola yang ada di sekitarnya. Gunakan manik-manik berwarna untuk membuat pola sederhana yang dapat ditiru anak. Misalnya, susun biru-merah-kuning-hijau, lalu biarkan anak melanjutkan dengan pola yang sama.
Anak bisa menjadi ilmuwan, dokter atau ekonom.
Coba! Buat semacam gerai toko dengan memanfaatkan barang-barang di rumah, termasuk mainannya. Ajak anak bermain peran sebagai pedagang dan pembeli.

3. Kecerdasan Visual-Spasial (Picture Smart). Kecerdasan yang melibatkan kepekaan mengobservasi dan kemampuan berpikir dalam gambar. Kecerdasan ini memungkinkan anak membayangkan bentuk-bentuk geometri atau tiga dimensi dengan lebih mudah. Biasanya, anak menyukai kegiatan bermain puzzle, menggambar, bermain balok, mencari jalan paling tepat, serta menghabiskan waktu luang untuk melamun.
Stimulasi: Biarkan anak bereksplorasi saat ia menggambar. Gunakan kapur, plastisin, cat air atau krayon dengan berbagai alat bantu seperti sikat, gunting, tangan dan kaki, bahkan sayuran untuk menggambar atau mencetak gambar. Ajak anak berdiskusi tentang hasil karyanya, termasuk tekstur, warna dan ukurannya.
Anak bisa menjadi arsitek, seniman, ahli mesin, animator, desain komputer grafis, atau fotografer.
Coba! Ajak anak memilih sebuah gambar, misalnya dari majalah lama, Gunting secara acak, lalu minta dia menyusunnya sehingga menjadi gambar yang utuh kembali.

4. Kecerdasan Musikal (Music Smart). Kecerdasan yang melibatkan kemampuan berpikir atau mencerna musik, menggunakan musik sebagai sarana berkomunikasi, menginterpretasikan bentuk dan ide musikal, serta menciptakan pertunjukan dan komposisi yang ekspresif. Anak yang memiliki kecerdasan ini sensitif terhadap suara, struktur musik dan ritme. Ia kemungkinan bagus saat menyanyi atau memainkan instrumen musik.
Stimulasi: Bangkitkan minat anak untuk mengenali dan merespon aneka suara yang dia dengar sehari-hari, misalnya suara bel pintu atau suara telepon. Anda juga bisa memperdengarkan suatu irama tepuk tangan, lalu lihat apakah anak dapat mengulang irama tepukan Anda tadi? Atau, dia berminat membuat irama tepuk tangan untuk Anda tiru.
Anak bisa menjadi komposer, penata musik, musisi, atau guru musik.

Coba! Buat alat musik sederhana dengan benda-benda yang ada di rumah. Misalnya ember plastik dan sendok kayu sebagai drum dan alat pemukulnya.

http://www.ayahbunda.co.id/balita-psikologi/menstimulasi

konsultasi lebih lanjut silahkan menghubungi
RS Bunda Mulia 021-8900579 (ext 101 bagian pendaftaran)
untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Anak Unggulan kami.

Bund, anakku ter addicted sama Gadget, Gimana dooonk??Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan perluny...
28/11/2016

Bund, anakku ter addicted sama Gadget, Gimana dooonk??

Asosiasi dokter anak Amerika Serikat dan Kanada menekankan perlunya anak usia 0-2 tahun sama sekali tidak terpapar gadget. Sementara anak 3-5 tahun dibatasi satu jam per hari dan dua jam untuk anak 6-18 tahun. Namun faktanya, anak-anak justru menggunakan gadget 4-5 kali lebih banyak dari jumlah yang direkomendasikan.

Bahkan, penggunaan ponsel pintar, tablet, dan peranti game elektronik sudah dimulai sejak usia sangat dini. Dokter anak asal Amerika Serikat Cris Rowan mengatakan, perlu ada larangan untuk penggunaan gadget pada usia terlalu dini, yakni anak di bawah 12 tahun. Alasannya, sudah banyak penelitian yang membuktikan dampak negatif gadget pada mereka. Berikut di antaranya:

1. Pertumbuhan otak yang terlalu cepat
Di antara usia 0-2 tahun, pertumbuhan otak anak memasuki masa yang paling cepat dan terus berkembang hingga usia 21 tahun. Stimulasi lingkungan sangat penting untuk memicu perkembangan otak, termasuk dari gadget. Hanya saja, stimulasi yang berasal dari gadget diketahui berhubungan dengan defisit perhatian, gangguan kognitif, kesulitan belajar, impulsif, dan kurangnya kemampuan mengendalikan diri.

2. Hambatan perkembangan
Saat menggunakan gadget, anak cenderung kurang bergerak, yang berdampak pada hambatan perkembangan. Satu dari tiga anak yang masuk sekolah cenderung mengalami hambatan perkembangan sehingga berdampak buruk pada kemampuan berbahasa dan prestasi di sekolah.

3. Obesitas
Penggunaan gadget yang berlebihan diketahui bisa meningkatkan risiko obesitas. Anak-anak yang diperbolehkan menggunakan gadget di kamarnya mengalami peningkatan risiko obesitas sebanyak 30 persen. Padahal, diketahui bahwa obesitas pada anak meningkatkan risiko stroke dan penyakit jantung sehingga menurunkan angka harapan hidup.

4. Gangguan tidur
Tidak semua orangtua mengawasi anaknya saat menggunakan gadget sehingga kebanyakan anak pun mengoperasikan gadget di kamar tidurnya. Sebuah studi menemukan, 75 persen anak-anak usia 9-10 tahun yang menggunakan gadget di kamar tidur mengalami gangguan tidur yang berdampak pada penurunan prestasi belajar mereka.

5. Penyakit mental
Sejumlah studi menyimpulkan, penggunaan gadget yang berlebihan merupakan faktor penyebab meningkatnya laju depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku pada anak.

6. Agresif
Anak-anak yang terpapar tayangan kekerasan di gadget mereka berisiko untuk menjadi agresif. Apalagi, saat ini banyak video game ataupun tayangan yang berisi pembunuhan, pemerkosaan, penganiayaan, dan kekerasan-kekerasan lainnya.

7. Pikun digital
Konten media dengan kecepatan tinggi berpengaruh dalam meningkatkan risiko defisit perhatian, sekaligus penurunan daya konsentrasi dan ingatan. Pasalnya, bagian otak yang berperan dalam melakukan hal itu cenderung menyusut.

8. Adiksi
Karena kurangnya perhatian orangtua (yang dialihkan p**a oleh gadget), anak-anak cenderung lebih dekat dengan gadget mereka. Padahal, hal itu memicu adiksi sehingga mereka seakan tak bisa hidup tanpa gadget mereka.

9. Radiasi
WHO mengategorikan ponsel dalam risiko 2B karena radiasi yang dikeluarkannya. Apalagi, anak-anak lebih sensitif terhadap radiasi karena otak dan sistem imun yang masih berkembang sehingga risiko mengalami masalah dari radiasi gadget lebih besar dari orang dewasa.

10. Tidak berkelanjutan
Sebuah penelitian membuktikan, edukasi yang berasal dari gadget tidak akan lama bertahan dalam ingatan anak-anak. Dengan demikian, pendekatan pendidikan melalui gadget tidak akan berkelanjutan bagi mereka.

http://health.kompas.com

Rapat Minggon di Desa Kalijaya tanggal 21 November 2016, diselingi Edukasi tentang "Apa saja sih yang harus dilakukan un...
21/11/2016

Rapat Minggon di Desa Kalijaya tanggal 21 November 2016, diselingi Edukasi tentang "Apa saja sih yang harus dilakukan untuk menghindari penyakit Kolesterol, Asam Urat dan Diabetes"

Selalu ada tanggapan "oohhh...begitu ya Dokter, trus gimana Dokt cara pencegahannya?".

"Pencegahannya?baik, kami akan jawab tapi bapak ibu mencatat yaa, nanti lupa kalau tidak dicatat cara-caranya, maklum kita semua sudah lengotan alias lupaan...hehee.." ujar Dr. Dina sang narasumber dari RS. Bunda Mulia sambil bercanda.

heheee...iya betul, banyak masyarakat yang belum paham tentang cara pencegahan atau setidaknya mulai mengurangi kandungan " 3 sekawan" tadi di dalam darah.

Tetapi tidak hanya itu dari Kami Tim Humas - Marketing pun memberikan informasi mengenai JAMKESDA, KIS, BPJS, bagaimana caranya agar program Pemerintah dapat terlaksana dengan baik dan bersinergi antara masyarakat dan Rumah Sakit kami, RS Bunda Mulia

Antusias, respon yang baik, penerimaan yang sangat mulia dari Pihak Aparat Desa Kalijaya beserta jajarannya terutama Bpk. Dede selaku Kepala Desa Kalijaya, (terimakasih Pak Dede)

semoga tali silahturahmi RS. Bunda Mulia dan Masyarakat Desa Kalijaya khususnya bisa terus terjalin.
aamin..

Ini adalah Team Hebat RS. Bunda Mulia (Humas - Marketing)Semangat Terus Berkarya menciptakan impian Bersama..Thanks to O...
09/11/2016

Ini adalah Team Hebat RS. Bunda Mulia (Humas - Marketing)
Semangat Terus Berkarya menciptakan impian Bersama..
Thanks to Our Team Creative RSBM
Hermin Panji, I-Hat Sholihat, Hendrikus Ipir, Indah Uci Anda semua Hebat..

09/11/2016

Selamat pagi, semoga hari ini banyak membawa Berkah untuk kita semua dan diberikan kelancaran dalam menjalankan seluruh tugas dan aktivitas, aamin

  “ KESEHATAN ANDA ADALAH KEBAHAGIAN KAMI ”
08/11/2016



“ KESEHATAN ANDA ADALAH KEBAHAGIAN KAMI ”

     Rasanya sangat menyenangkan ketika kita bisa berbagi banyak hal dengan masyarakat terutama di bidang kesehatan.    ...
08/11/2016


Rasanya sangat menyenangkan ketika kita bisa berbagi banyak hal dengan masyarakat terutama di bidang kesehatan.

Semoga dapat terus Menjadi saluran Berkat untuk orang lain dan keluarga besar RS. Bunda Mulia

Terimakasih untuk semua Tim yang terlibat dan peserta yang Hebat..

Address

Jalan IMAM BONJOL No. 80
Cikarang
17530

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when RS BUNDA MULIA member of Sritina posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram

Category