19/12/2022
Wahai wanita,
Jangan buru-buru berprasangka buruk kepada sahabat kita
Sebagaimana aku, pernah berprasangka buruk kepada yang mengingatkan diriku
Semoga tulisan ini bisa diambil pelajaran…
Semoga Allah Menjaga kita dari segala keburukan, aamiin
Seringkali kita sebagian wanita ketika didekati lelaki
Dia menjadi orang yang tergesa menilai “baik”
Menganggap bagus padahal belum kenal betul
Sampai-sampai dia mengabaikan pendapat dan penilaian buruk sahabatnya kepada lelaki yang sedang mendekati kita tersebut
Kita meremehkan penilaian buruk mereka dan bahkan tak jarang mencurigai nasehat mereka pada kita
Kita hanya menilai lelaki…
Dari sosmednya yang isinya agama, lalu kita takjub seolah statusnya adalah realita
Dari penampilan dan mulutnya yang pandai bicara
Kita juga hanya melihat dari katanya, melihat dari teman dan komunitasnya… padahal teman yang baik bukan jaminan diapun menjadi orang yang baik
Dan ini sering terjadi…
Banyak wanita yang mudah terbuai dengan tipu daya lelaki
Dan mungkin saya pun pernah bersikap demikian, semoga sahabat yang membaca ini berkenan memaafkan 🙏🏻🙏🏻
Apa yang terjadi ?
Berjalannya waktu bahkan dengan cepat terbuka kebenaran…
Setelah menikah engkau akan merasakan deritanya
Namun betapa sulit melepas, karena rasa malu, rasa takut dan berharap ada keajaiban datang merubah sifatnya
Namun kenyataanya,
Semakin hari dia justru akan semakin menjadi jadi
Dia akan menjadikan istrinya yang kaya sebagai ATM berjalan baginya
Dia berani mengambil dan bahkan mengakui harta yang bukan miliknya
Yaah lelaki luntang lantung ini akan penuh tipu daya
Memanfaatkan istrinya demi memenuhi segala kebutuhannya
Mencuri pun menjadi sesuatu yang halal baginya
Nasehat saya,
Istikharahlah dan dilakukan dengan sungguh-sungguh dan jangan tegesa-gesa
Kemudian, perbanyaklah meminta nasehat dari banyak pihak…
Cek betul latar belakang lelaki yang hendak menikahimu
Dan jangan antipati dengan berita tentang calonmu itu, tampung semua informasi dari berbagai sisi
Jika dia terduga luntang lantung maka hati-hati
Sebagin yang sifat malas bekerja / luntang lantung ini adalah penderita NPD yang berbahaya (insya Allah akan dibahas dalam waktu dekat)
Semoga nasehat ini bermanfaat
Baarakallahu fiikunna
Ferihana Ummu Umamah
Catatan penting : Jangan buru-buru menuduh saudarimu sebagai tukang ghibah, karena ghibah dalam hal ini adalah boleh sebagaimana dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam
عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ رضي الله عنها قَالَتْ : أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْتُ : إِنَّ أَبَا الْجَهْمِ وَ مُعَاوِيَةَ خَطَبَانِ, فَقَالَ رَسُوْلُ الله : أَمَّا مُعَاوِيَةُ فَصُعْلُوْكٌ لاَ مَالَ لَهُ. وَأَمَّا أَبُوْا الْجَهْمِ فَلاَ يَضَعُ الْعَصَا عَنْ عَاتِقِهِ. وَفِيْ رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ : وَأَمَّا أَبُوْا الْجَهْمِ فَضَرَّابُ لِلنِّسَاءِ
Dan dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: Saya mendatangi Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, maka aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah, keduanya telah meminangku?”
Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab,
“Adapun Mu’awiyah dia seorang faqir tidak memiliki harta, sedangkan Abul Jahm, tongkatnya tidak pernah lepas dari bahunya.” Dan dalam riwayat Muslim (lainnya), “Sedangkan Abul Jahm sering memukul wanita.” Kalimat tersebut merupakan penjelasan dari riwayat “Ia tidak melepaskan tongkat dari bahunya.”
Dan dikatakan bahwa maknanya: sering mengadakan bepergian (safar)”
(Riyadhus Shalihin No 1541)