05/01/2026
PERILAKU AGRESIF PADA ANAK? KENALI PENYEBAB DAN CARA MENGATASINYA!
Ayah Bunda, pernahkah Anda melihat si Kecil tiba-tiba membentak, memukul, atau melempar mainan saat keinginannya tidak terpenuhi? Perilaku agresif pada anak memang wajar muncul, terutama pada usia 2 tahun ketika kemampuan bahasa anak belum berkembang maksimal. Namun, perilaku agresif yang muncul terus-menerus, dengan frekuensi tinggi dan intensitas yang kuat, bisa menjadi tanda adanya masalah emosional atau sosial yang perlu diperhatikan.
Artikel ini akan membahas apa itu perilaku agresif pada anak, jenis-jenisnya, faktor penyebab, serta cara menanganinya agar Ayah Bunda dapat membimbing si Kecil dengan tepat.
A.) Apa Itu Perilaku Agresif pada Anak?
Secara sederhana, perilaku agresif adalah tindakan menyakiti atau menyerang orang lain maupun benda secara sengaja. Perilaku ini bisa bersifat verbal maupun nonverbal, contohnya: membentak, mengejek, memukul, menendang, atau merusak benda di sekitarnya.
Perilaku agresif pada anak bisa muncul dalam berbagai bentuk, di antaranya:
- Agresi Proaktif: Dilakukan untuk mencapai suatu tujuan tertentu, misalnya mengambil mainan teman dengan sengaja.
- Agresi Relasional: Digunakan untuk manipulasi sosial melalui kata-kata, misalnya mengucilkan teman atau menyebarkan gosip.
- Agresi Reaktif: Sebagai respons balas dendam ketika merasa disakiti atau terancam.
- Agresi Fisik: Menyebabkan luka atau kerusakan, contohnya memukul, menendang, atau melempar benda.
B.) Jenis-Jenis Perilaku Agresif pada Anak
Dengan mengetahui jenis agresi, tentu dapat membantu Ayah Bunda lebih tepat dalam menanganinya. Berikut penjelasan lebih rinci:
1. Agresi Verbal Tindakan melukai orang lain secara verbal, seperti membentak, menghina, memaki, atau mengejek.
2. Agresi Fisik Tindakan yang melibatkan kekerasan fisik, contohnya menendang, memukul, mendorong, atau merusak barang.
3. Kemarahan Perasaan tidak senang yang muncul karena sakit fisik, psikologis, atau frustrasi. Anak dapat menunjukkan kemarahan dengan menangis, memukul, atau tantrum.
4. Permusuhan Sikap negatif terhadap orang lain berdasarkan prasangka atau asumsi sendiri. Contohnya cemburu, dendam, atau sikap curiga.
C.) Faktor-Faktor yang Memicu Perilaku Agresif
Beberapa penelitian menyebutkan bahwa pola asuh dan lingkungan keluarga sangat memengaruhi munculnya perilaku agresif pada anak. Faktor utama meliputi:
1. Konflik Antara Orang Tua
Ketegangan atau pertengkaran antara orang tua dapat membuat anak bingung dalam memahami emosi dan situasi sosial. Akibatnya, anak bisa meniru atau mengekspresikan kemarahan melalui agresi terhadap teman sebaya.
BACA SELENGKAPNYA DISINI : https://klinikniumiu.com/perilaku-agresif-pada-anak-kenali-penyebab-dan-cara-mengatasinya/