Mbah Bayu

Mbah Bayu Konsultasi Spiritual

18/02/2026

Perjalanan mustika Wilayatul Alam, Waliyullah Mbah Burhan Godong Demak (kekuasaan)

Dulu saya bagian dari hidupnya, kemanapun beliau pergi saya selalu menjadi khodimnya (ikut serta). Pada tahun 1997- 1999, saya pernah khidmat dan berguru kepadanya, menjadi tukang pijet dan pengantar kebutuhannya.

Saban malam saya selalu menemani dalam pengajian maupun saat sendiri. Banyak ilmu dan karomah yang beliau tunjukkan kepadaku. Salah satunya. Ada dua orang suami istri. Keduanya datang sambil menangis penuh isak, menceritakan jeratan hidupnya yang penuh hutang. Dari sini Mbah Burhan bertanya;

" Berapa hutangmu lek" tanyannya.

Beliau menjawab.

"Banyak Mbah, kisaran 90 jtan."

Lalu Mbah Burhan menuding tangannya ke arah pot bunga yang berada di pojok ruangan.

"Ambil saja uangnya disitu. Bayar semuanya biar hidupmu tenang" jelasnya.

Lalu bapak tadi bergegas ke pot tadi dan ternyata didalamnya ada segepok uang sejumlah yang ia butuhkan. Padahal saban hari saya berada disitu, membersihkan pot ini tanpa terlihat secuilpun ada benda lain didalamnya, apalagi uang.

Pernah juga ada seorang pedagang kaya datang kepadanya dengan sedikit memaksa, beliau meminta syareat untuk diambilkan mustika merah delima. Pada waktu itu Mbah Burhan, mengindahkan tanpa menjawab permintaannya. Namun orang itu mulutnya gak bisa diam, terus meracau dan meminta tiada henti. Melihat ulahnya Mbah Burhan dengan wajah memerah (menahan amarah) langsung menarik tangannya dari atas ke bawah. Disitu ratusan batu kecil berwarna merah saling berjatuhan tiada henti.

"Koe jupukno sewaregmu, ojo mrene meneh" yang artinya "Silahkan ambil ses**amu dan jangan lagi kamu datang kemari".

Pada suatu malam dimana mbah Burhan, membutuhkan pijatanku, malam itu beliau bercerita agak nyeleneh dan sulit dicerna akal sehat. Konon kata beliau. Dulu nabi Hidir As, pernah berkunjung kemari dengan paras menyerupai pak Tani (tukang garap sawah) beliau membawa satu tumpuk padi yang masih ada tangkainya dan memintaku untuk membelinya.

"Yang bikin aku pusing dia meminta uang yang ada dilaciku semuanya. Sudah uangku tinggal 19.900rb, katanya. Diminta semuanya lagi. Belum lagi besok berasku habis. Pasti saya akan kena omel istri" jelasnya. Sambil sedikit tertawa kecil.

Nah setelah beliau menaruh padinya keteras depan, langsung pergi tanpa permisi. Tapi anehnya setiap langkah kakinya selalu membekas (ada tapaknya). Aku langsung memanggilnya, wahai nabi Hidir? Eh malah beliau melempar kantong kecil kepadaku dan langsung pergi kabur. Sambil Mbah Burhan tertawa renyah.

Ternyata dalam kantong ada dua tepak kecil, satu berisi 7 butir padi dan satunya lagi berupa 7 butir batu. Nah yang batu buatmu saja. Terangnya. Sambil menyodorkannya kepadaku.

Betapa terkejutnya diriku tanpa tedeng aling- aling langsung memberikannya kepadaku. Sambil masih gemetaran karena sama sekali tidak menyangka sebelumnya. Dengan perasaan campur aduk, saya beranikan diri bertanya.

"Maaf Simbah, ini kegunaannya buat apa?" Beliaupun menjawab.

"Dulu mustika ini kerap berpindah tangan dari satu pejabat ke pengusaha lain, dipinjam buat kekuasaan tahta, jabatan, usaha ataupun kharisma yang dia inginkan. Entah sudah berapa puluh orang yang minjam" dengan polosnya Mbah Burhan, menceritakan perjalanan mustika ini.

"Mustika ini bila kamu bacakan kuncinya (asma' kuncinya) siapapun akan tunduk dan nurut" sambil tertawa lirih. "Pokoknya kamu cekel (pegang) mustika ini tapi ingat jangan buat melet wanita" lalu beliau tertawa terkekeh- kekeh.

Kalau diceritakan mungkin akan panjang sekali.

Dan inilah penampakan mustika Wilayatul Alam Waliyulloh Mbah Burhan Godong Demak.

Bagi yang ingin memiliki bisa langsun ke..

Wa : 081280320803

PUSAKA DAMPHAR PASIR INTANPada tahun 2000, tepatnya setelah mengalami prosesi panjang zadabiyyun (hanya cinta kepada All...
16/02/2026

PUSAKA DAMPHAR PASIR INTAN

Pada tahun 2000, tepatnya setelah mengalami prosesi panjang zadabiyyun (hanya cinta kepada Allah) lewat bimbingan seorang Mursyid (Thoreqoth Naqsabandy Qodiriyyah) dan saat itu setelah kenormalanku sudah stabil (kembali ke sifat Qodirun). Maka suatu hari saya dipanggil sang guru.

Di tugaskan mengambil 2 benda di salah satu bangunan kuno di daerah Pasir Ipis Ciledug.

Malam itu dengan perbekalan tirakat puasa lepas (tidak makan dan tidur) selama beberapa minggu, sebelumnya. Dan prasarana minyak khususiyyah yang diberikan langsung oleh sang Guru.

Berangkatlah malam itu seorang diri, namun ditengah perjalanan (Sindang Laut) saya bertemu temanku Herman, beliau akhirnya kubawa boncengan (satu) motor menuju Pasir Ipis.

Sampai disana saya langsung menuju areal bangunan, sedangkan temanku kusuruh menjaga motor di samping pohon mangga.

Malam itu terasa sangat mencekam, ditambah lagi aroma buhur dan minyak khusus yang kutumpahkan di areal bangunan, membawa aura wingit dan bikin bulu kuduk siapapun jadi merinding.

Tepatnya pukul 02 dini hari, bumi yang kududuki terasa gempa, ternyata tidak jauh dari tempatku, se ekor ular naga berukuran sangat besar tiba- tiba menyerangku. Dengan perbekalan ilmu yang di ajarkan oleh Mursyidku.

Malam itu tanpa sedikitpun rasa takut, saya berkata kepada naga jadi- jadian.

"Hai makhluk Allah. Kita sesama hambaNya. Jangan sesekali engkau menyakiti hamba lain. Ingat azab Allah, sangat pedih!"

Mendengar kata- kataku sang Naga langsung menghindar dan dari geliat badannya menyembul 1 meja marmer yang kala itu bersinar sangat terang dan satu batu Yaman berlafadz Allah, muncul disampingku hingga marmer tadi menindihku.

Mungkin temanku Herman, yang kutugaskan menjaga motorku, melihat kejadian ini sehingga tatkala diriku tertindih marmer dan minta tolong, beliau sudah kabur dan tidak ada di tempat.

Singkat cerita.

Setelah marmer dan batu Yaman herlafadz Allah, kuserahkan kepada guruku.

Suaru hari guruku memanggilku. Beliau berkata dengan tegas!

" Dris batu marmer ini riwayatnya masya Allah. Milik dari Dewi Ong Tien, sebagai tempat duduknya dan sering digunakan untuk sholatnya kanjeng Sunan Gunung Jati. Namun sayang marmer ini di curi oleh gerombolan VOC, pada masa kekuasaan pangeran Matangaji dan digunakan manfaat (karomahnya) buat berjudi dan menarik simpati atau pembeisnis lain sehingga marmer ini sampai kini memiliki sifat duniawi yang sangat besar. Dimana kamu taruh marmer ini buat menarik investor atau buat main judi, atau bersifat duniawi lain. Akan selalu hokki".

Boleh dibuktikan. Jelas guruku. Menutup pembicaraan kita berdua.

Dan inilah penampakan dari pusaka Dampar Pasir Intan.

Silahkan bagi para kolektor yang berminat, kami siap membuktikan tuah manfaatnya.

Wa : 081280320803

14/02/2026

Mustika Anti Tembak.

Mustika ini pernah di pinjem oleh seorang Jendral bintang 2. Namun pada saat itu beliau masih menjabat Lantamal AL. Yang akan di berangkatkan ke Congo Africa.

Sampai disana beliau terkena tembakkan dari salah satu pas**an, tapi alhamdulillah setelah di cek. Tidak terluka sedikitpun.

Sifat mustika ini hanya bisa dibuktikan sewaktu keadaan genting atau terpojok.

Buktikan kesaktiannya..

Silahkan jika ada yang berminat.
Wa : 081280320803

10/02/2026

Mustika Mani Gajah (Kibuyut Trusmi)

Mustika ini milik kakekku sendiri, dulu sewaktu saya masih SD, beliau kerap pergi berminggu- minggu meninggalkan rumah dan saat pulang kembali, wajah dan badannya mendadak kurus dan pucat. Hampir setiap (satu atau dua) bulan, meninggalkan keluarga lain kerap dijalankannya.

Pada saat beliau wafat usiaku masih 8 thn, dan saat pemikiranku sudah mulai remaja, suatu hari ibuku bercerita tentang masa hidup kakekku, ternyata saat kecil dulu beliau kerap pergi meninggalkan keluarga lain, tiada lain untuk menjalankan tirakat ke beberapa tempat makbaroh waliyullah untuk mendoakan agar anak cucunya menjadi orang soleh dan berguna.

Dari kisah ini saya nyeletuk saat itu.

" Apa kakek punya mustika?" Jelasku.

Ibuku menjawab:

"Banyak sekali kakekmu memiliki mustikan dan semuanya diserahkan pamanmu Ja'far" terangnya.

Disaat saya sudah menginjak dewasa dan sepulang dari pesantren, pamanku Ja'far, jatuh sakit dan karena pada saat itu rumah pusaka kakekku sudah sebagian hancur ditelan usia. Akhirnya pamanda Ja'far, saya bawa ke kontrakkanku untuk mengurusinya.

Dari sini kesembuhan pamanku semakin hari semakin membaik hingga (dua) bulan kemudian beliau ingin pulang kembali kerumah pusaka (milik kakekku).

Sebagai sifat ponakan, sesekali saya menengoknya tatkala ada waktu senggang. Suatu hari pamanku kambuh lagi penyakitnya (deabet) dan beliau berkata.

"Itu banyak mustika milik kakekmu. Bawa semuanya kerumahmu. Silahkan kamu rawat atau jual, semua sudah menjadi milikmu sebagai keturunannya. Tapi pesan kakekmu dulu. Kalau mustikaku dijual, tolong sebagian besar kasihkan ke anak yatim" jelasnya.

Dua tahun kemudian pamanku meninggal dunia. Kini mustika ini sudah hampir 25 tahun lamanya berada dirumahku tanpa saya pakai satu kalipun manfaatnya. Dulu mustika ini wadahnya memakai bumbung bambu, namun karena sudah lapuk, maka saya ganti dengan wadah.ceramic, ciri khas dari semua mustika kepunyaanku.

Disini ada 2 paket mustika, sama- sama milik ki Buyut Trusmi.

- Mustika khusus buat dagang
- Mustika khusus buat mahabbah (asihan)

Silahkan jika ada yg berminat.
Wa : 081280320803

26/01/2026

Mengulas mustika Wilayatus Syahid (Syeikh Dimiyati Al Bateni)

Pada tahun 1995, saya bersama kakakku datang ke Banten, tepatnya di ponpes Roudhotul 'Ulum, milik Syeikh Dimiyati Al Bantani. Dalam acara mengikuti beat Thoreqot Syadaliyyah. Dari perjalanan ini (satu) tahun kemudian 1996, saya datang kembali dengan kakakku kesana, namun setelah bertemu, Syeikh Dimiyati, memintaku untuk bermuqim dulu selama (7) bulan di pondoknya.

Maka hari itu juga saya di tinggal oleh kakakku dan mulai mengabdi kepadanya. Tapatnya pada bulan Dzulhijjah 1417, atau bulan April 1997. Kakakku datang kembali setelah hampir delapan bulan saya berada disana, beliau mengabarkan bahwa ibuku sakit keras dan ingin berjumpa denganku.

Sehabis jamaah sholat asyar, saya menghadap ke Syeikh Dimiyati, untuk ijin pulang dikarenakan ibuku ingin bertemu denganku. Beliau awalnya diam saja. Namun setelah beberapa menit kemudian, beliau hanya bilang:

"Tunggu disini dulu!"

Lalu beliau pergi ke kamarnya. Dan setelah datang kembali, beliau langsung menarik tanganku (seperti orang mau ijab qobul) dan entah apa yang beliau bacakan saat itu, terlalu lirih dan sangat pelan sekali. Lalu beliau mengeluarkan wadah dari saku bajunya dan menyerahkannya kepadaku.

Dari sini beliau langsung menulis pada secarik kertas dan berkata padaku:

"Ini wasilah syahid, cukup kamu pegang dan bacakan tulisan ini (sambil beliau memberi kertas yang barusan di tulisnya) minumkan airnya atau bisa juga lewat pijatan halus pada ibumu atau siapa saja yang membutuhkan pertolongan bathinmu, insya Allah banyak di ijabah".

Setelah saya pulang diantar kakakku dan menemui ibuku, beliau lagi terbaring sakit dan badanya sangat kurus sekali. Setelah melihatku datang, beliau langsung memelukku dengan tangisan rindu, namun lemah sekali suaranya.

Setelah suasana mulai tenang, saya bikinkan air doa sesuai anjuran dari Syeikh Dimiyati, dan sesudahnya diminumkan ke ibuku. Kurang dari setengah jam, ibuku mendadak bangun dan ingin makan. Padahal kata kakakku sudah hampir puluhan hari beliau terbaring lemah dan hanya minum air saja, itupun harus dibantu oleh anak- anaknya.

Dari wasilah mustika ini akhirnya esoknya ibuku sudah bisa duduk dan berbincang ria dengan anak- anak lain. Nah dari kisah ini akhirnya mustika ini selalu kupakai disaat ada orang yang datang butuh ikhtiarku.

Mustika Wilayatus Syahid manfaat Multifungsi.

Bagi yang berminat bisa langsung japri/wa : 081280320803

24/01/2026

Mustika anak Yatim.
Mengapa ini disebut mustika anak Yatim? Inilah kisahnya.

Pada tgl 10 Januari kemarin kami mengadakan milad ke- 11 rutinitas anak yatiman dan pada malam itu disaat lagi dipanggung, dari kejauhan terlihat cahaya kemilau jatuh dari atas tepat berada di samping rumahku. Berhubung saat itu diriku lagi sibuk, maka ku indahkan kejadian tadi hingga selesainya acara.

Mungkin karena masih sibuk dan banyak tamu, akhirnya kejadian semalam benar- benar lupa dari ingatan. Baru (dua) hari kemudian disaat menjemur sarung, tepat dibawah pohon kelengkeng, saya melihat batu ini dan setelah ku ambil ternyata di dalamnya ada 2 batu. Disini aku baru ingat akan kejadian malam milad kemarin.

Nah kemarin malam saya di mimpiin didatangi wanita muda sangat cantik jelita, beliau mengaku bernama Rengganis, memberi batu ini dengan menyebutkan asma' nya:

Bismillahirrohmanirrohiim. Sir banyu putih, rijki soko segoro agung. Timbakno ingkang dadi mulio, saking kersaning gusti Allah.

Rupanya mustika ini kalau dilihat dari bahasanya untuk wasilah kerejekian. Adapun hitungannya beliau tidak menyebutkan sama sekali.

Bagi yang berminat bisa langsung japri.
Wa : 081280320803

22/01/2026

Mustika Pribadi Ibu Ratu Kidul.

Dunia ghoib itu susah di prediksi,dulu saya ngefans banget dengan yang namanya cincin Pryrus putih. Apalagi setelah melihat langsung bentuknya dari temanku pak Ahmad, yang saban hari selalu memakainya di jemari manis.

Suatu hari saya bertanya kepadanya:

"Beli disiapa cincin pyrus putih ini?" Tanyaku.

Beliau hanya menjawab ringan:

"Dikasih ibu Ratu Kidul" terangnya...

Mengetahui asal usulnya akhirnya saban malam saya selalu menutup diri dikamar, bertirakat dengan menyambungkan diri dengan kanjeng ibu Ratu Kidul.

Tepatnya malam ke- 7 beliau datang dan memberi 2 paket kendit (kantong) dan saat saya menerimanya. Dalam hatiku berkata.

" Kok beda dengan punya pak Ahmad temanku".

Mungkin beliau tahu isi hatiku saat itu hingga sebelum beliau pergi, sang ibu berkata:

"Kamu jodohnya mustika. Karena dibaliknya ada manfaat buat membantu orang lain. Sedangkan temanmu (mungkin yang dimaksud beliau adalah pak Ahmad) jodohnya perhiasan, karena dari perhiasan ini bisa membantu keluarganya dalam memberi nafkah" jelasnya.

Inilah penampakkan dua mustika asihan dan duniawiyyah.

Bagi yang ingin memiliki bis langsung japri.

21/01/2026

Mengenal Tasbeh Pangeran Panjunan.

Pada zaman Walisongo, ada salah satu Waliyulloh yang sangat masyhur namanya Syeikh Abd, Rahman atau Pangeran Panjunan. Beliau adalah pengrajin ceramik dan Gucci, tempat acecoris kerathon dan tempat minum para bangsawan. Beliau juga pembuat tasbih dan aneka batu cincin dari bahan Composite, campuran tanah liat dan serbuk batu gunung yang diambil dari bukit jaran (Bobos).

Kisah kerajinan beliau sangat masyhur sampai mancanegara hingga sampai saat ini namanya masih dikenang dengan sebutan (daerah Panjunan).

Pada suatu hari kanjeng Sunan Kalijaga, memesan tasbih darinya untuk dihadiahkan kepada para santrinya saat itu, maka pangeran Panjunan membuatnya dengan teliti lewat bahan terbaik, namun sayang dalam versi lain, sebelum tasbih itu dibagikan, semua terhanyut akibat banjir bandang sewaktu beliau sedang melaksanakan bertapa di pinggir sungai kalijaga.

Dari kisah ini ada beberapa tasbih garapan pangeran Panjunan masih terselamatkan dan disulam ulang dengan benang nilon akibat aus di telan waktu dan batunya sebagian pecah atau rusak. Nah dari salah satu keturunannya masih menyimpan beberapa butiran tasbih yang dirangkai berjumlah 33 butir.

Dari beberapa koleksinya saya membelinya 1 tasbih darinya dan memang hawanya berbeda sewaktu digunakan untuk berdzikir, apalagi kalau sudah membaca asma' kunci dari dzikiran pangeran Panjunan sendiri masa itu. Anda akan terasa ditemani oleh bangsa tak kasat mata mengikuti dzikir bersama dengan kita.

Bagi yang berminat bisa langsung japri.
Wa : 081280320803

08/01/2026

MENGULAS KEDIGJAYAAN KI BUYUT MANGUNTAPA.

Legenda ki Buyut Manguntapa, menjadi cerita rakyat bagi masyarakat Pesawahan dan sekitarnya, beliau tokoh sakti yang mengabdi pada keluarga susuhan Sunan Gunung Jati. Pada masa 90- an, nama Ki Buyut Manguntapa, sangat masyhur dibelahan Indinesia seiring tayangan kolosal sandiwara Nini Pelet diputar seluruh radio Nusantara.

Lalu dimanakah pesarean ki Buyut Manguntapa, berada?.

Disini banyak versi, sebab dibeberapa daerah, mereka juga mengklaim, memiliki makam dari sang tokoh legendaris, seperti di Tasik dan Indramayu. Hanya saja bila kita meruntut pada sejarah, ki Buyut Manguntapa, pada masa hidupnya lebih banyak bertapa di gunung Ciremai, dan paling dekat dengan areal tersebut adalah Pesawahan.
Desa Singkup, Kec, Pesawahan, Kab, Cirebon, salah satu kaki bukit gunung Ciremai, disini terdapat pesarean (makam) ki Buyut Manguntapa, yang setiap saat banyak peziarah datang berkunjung. Tempat ini sangat wingit bagi pemula pecinta olah bathin tapi di s**ai bagi pecinta ilmu Hikmah yang hatinya sudah tidak memiliki rasa takut.

Kenapa tempat ini sangat wingit?

Karena diatas pesarean ki Buyut Manguntapa, ada satu hutan yang sama sekali tidak pernah di jamah manusia, disana ada satu goa sebagai pemuja pesugihan.
Kembali ke cerita awal, dulu pada tahun 2009, saya dan kang Rosyadi, pernah bertirakat lama disana, pada waktu itu areal pemakaman belum tersalurkan aliran listrik hingga bila malam tiba, suasana bak hutan belantara. Hanya cahaya lampu tanah yang kami bawa, itupun sesekali mati bila tertiup angin kencang.
Sebelum saya dan kang Rosyadi, datang, disana sudah ada (dua) orang yang lagi menjalankan tirakat, mereka datang dari Demak Jateng. Namun malam itu salah satu dari mereka terjadi kesurupan dengan berprilaku seperti se ekor harimau. Pagi harinya keduanya ampun- ampunan dan langsung pulang kampung. Konon mereka tidak kuat dengan gangguan bangsa goib yang ada disekitar pesarean.

Hari- hari berikutnya hanya kami berdua yang saban malam selalu berdzikir ditemani cahaya kecil dari lampu minyak tanah. Suasana disini memang berbeda dengan tempat wingit lain, suara kuntilanak yang setiap saat terdengar nyaring, auman harimau yang kerap menggema diantara pepohonan hutan. Belum lagi penampakkan mayit dan dedemit yang selalu datang silih berganti menampakkan diri.
Penampakkan semacam ini bagi kami berdua sudah tidak berarti sama sekali, mereka sama- sama makhluk Allah, yang memiliki kelemahan dan rasa takut juga. Yang saya khawatirkan saat itu adalah datangnya ular berbisa dari hutan yang bisa membahayakan nyawa kami berdua.

Setelah mengarungi lebih dari 7 malam, perubahanpun mulai terasa, mereka para penunggu pesarean banyak memberi mustika, dari yang bersifat asihan hingga tahta. Namun bukan ini yang kami cari!
Tepatnya dimalam ke- 21, sosok arif, bijak dan penuh kharisma, datang menjumpai kami, mereka seperti orang yang sudah berumur 80 tahunan, beruluk salam dengan lembut, mengajak dzikir bersama, mengajarkan ilmu bangsa ke Tauhidan dan memberikan beberapa cindramata, beliau inilah yang kami tunggu, di datangi langsung oleh tokoh legendaris ki Buyut Manguntapa.

Banyak pengalaman yang kami terima dari penuturannya, banyak ilmu bathin yang kami serap dari keluasan ilmunya. Banyak pengenalan mustika yang masya Allah, dari pembedarannya, salah satunya adalah mustika tingkat tertinggi Sulthonul Alam, dari jalur Derajat. Mustika ini sebagai wasilah Penakluk semua bangsa ghoib.

Inilah penampakkan mustika Sulthonul Alam Derajat. Ki Buyut Manguntapa.

Bagi yang berminat dengan mustika ini bisa langsung japri..

07/01/2026

Mustika mengait di dalam batu.
Mustika ini bersifat alami, bukan dari hasil tirakat maupun puasa lain, tapi diawali dari petunjuk bisyaroh (mimpi) yang menjadi satu kenyataan.

Kisah ini terjadi pada tahun 2011, dimana saat itu saya sedang menjalankan Hizib Iqbal, suatu malam saya bermimpi bertemu seorang pangeran tampan rupawan, beliau mengaku sebagai putra Mbah Kuwu Cakra Buana, bernama Pangeran Arya Kemuning. Dalam mimpiku beliau menunjuk pada satu aliran sungai yang saya tahu itu adalah Cipaniis, diantara pusaran air terlihat cahaya merah menyala hingga menutupi aliran sungai.

"Itu hadiah buatmu" jelasnya.

Pagi harinya saat terbangun, mimpi semalam tak sedikitpun kupercaya, mungkin itu sebatas kembang tidur. Namun malam kedua saya bermimpi yang sama, berada di pengairan Cipaniis kembali dan bertemu dengan Pangeran Arya Kemuning.

Lagi- lagi saya mengindahkannya dan tidak sedikitpun menjadi beban atau tuntutan diri dan malam ke (tiga) saya tidak bermimpi. Namun pagi harinya saya dipanggil kakakku untuk datang menemuinya.

Tanpa ada beban pagi itu saya pergi kesana. Setelah menemui beliau, kakakku bercerita kalau tadi malam di mimpikan bertemu pangeran Arya Kemuning, menyerahkan mustika untukmu, jelasnya.

Merasa tidak enak hati, hari itu juga ditemani sahabatku kang Agus, saya kesana, mencari lokasi bisyaroh yang saya terima dan setelah kutemukan pusaran air yang sesuai dalam mimpi. Ternyata diantara bebatuan lain, terdapat mustika ini. (Persis dengan penampakkan dalam mimpi).

Dari kejadian ini ( 4 ) hari kemudian, saya dimimpikan lagi bahwa mustika itu sifatnya untuk wasilah penyerang musuh. Alasan dalam mimpi yang kuterima, beliau selama ini melihatku sebagai seorang spiritual yang pastinya ada saja yang tidak s**a hingga memiliki niat mencelakakan diri lewat bathin. Nah dengan wasilah ini bisa dijadikan tameng dan penyerangan, khsususnya.

Pada tahun 2013, saya terkena hujatan luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat dan para penghujat dan sewaktu mustika ini digunakan, banyak orang yang menghinaku menjadi tumbang, baik dalam ekonomi, keluarga maupun pangkat kedudukannya.

Mustika ini sungguh sangat mengerikan dalam membalikkan penghinaan dan pembenci, apalagi yang sampai berani menyerang secara bathin, dampaknya puluhan tahun sulit berdiri dalam kemapanan, yang ada selalu tertipu dan terhina.

Bagi yang berminat dengan mustika ini bisa langsung japri.

05/01/2026

Perjalanan Spiritualku bersama Dewi Ratu Lanjar.

Jiwa muda dan tirakat lepas (tanpa makan minum) itulah kesenangan perjalanan hidupku ditahun 2008, dimana waktu itu tidak ada sedikitpun rasa takut sewaktu ditempatkan di areal wingit, kecuali hanya satu, selalu ingin bertemu dengan tokoh yang dituju. Kisah ini terjadi pada bulan Asyuro atau Desember 2008.

Pada masa kekosonganku, dimana bulan itu pabrik yang kusandarkan untuk mencari nafkah sedang libur , maka tak kusia- siakan waktuku untuk bertandang ke pantai Slamaran Pekalongan Jawa Tengah, yang konon pada bulan Asyuro banyak membawa berkah bagi para tirakat.

Setelah ijin ke juru Kuncen H. Hasan, malam itu saya ditemani oleh beliau tabur bunga dan mengadakan umbu rampe dipantai Slamaran, dua malam dan seterusnya saya datang sendiri ke tempat ritual, mendekatkan diri kepada Allah, lewat wasilah penghubung Dewi Lanjar.

Seperti pada tirakat umumnya, saban malam hingga subuh, saya tidak mengalami hal- hal aneh, namun di hari ke 5, saat tertidur di komplek milik H. Hasan, saya di mimpikan bertemu Dewi Lanjar, beliau membawaku ke dalam istananya dengan menaiki kereta kencana. Namun sayang baru saja memasuki istana yang begitu megah, saya dibangunkan oleh Juru Kuncen, katanya saya menggigau terus.

Malam ke- 6 hujan deras sejak sore tiada berhenti, ingin rasanya ke pantai, namun ombak laut lagi pasang. Akhirnya kita melaksanakan dzikiran di komplek tempat kita menginap. Malam itu entah faktor apa? Pikiran dan hatiku selalu resah.

Ingin sekali malam itu datang ke kepantai, namun rasa was- was karena hujan belum juga reda, menjadikanku tetap bertahan di komplek. Tepat pukul 03 dini hari, hatiku tidak kuat lagi untuk pergi kesana.

Dengan tekad baja akhirnya saya keluar dari bilik komplek menuju pesisir pantai. Sampai disana gemuruh suara ombak memecah keheningan malam. Ternyata air laut benar- benar lagi pasang.

Setelah mengamati suasana akhirnya saya mencari tempat agak jauh dari pesisir dan mulai melaksanakan rutinitas dzikiran. Namun baru saja kita melepaskan diri dari hal- hal duniawi dan menata satu kekhusu'an kepada Allah, tiba- tiba dari arah depan terdengar suara bergemerincing sangat keras, seperti deretan rantai besi saling bergesekkan. Lambat laun terlihat cahaya kemilau terang benderang dan akhirnya saya hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata- kata tatkala dari kejauhan air laut, muncul satu kereta beserta sais dan seorang ratu mendatangiku.

Semakin dekat akalku laksana terkunci sesaat, hanya bisa bengong dan terus menatap siapa yang mendatangiku. Lalu setelah dekat sang Ratu melemparkan beberapa buah kelapa kehadapanku sambil tersenyum dan setelah itu beliau berbalik arah menyelam kembali ke dalam pantai.

Setelah aku tersadar dengan apa yang terjadi barusan, ternyata dihadapanku sudah ada 2 buah kelapa muda yang semuanya memiliki ruas tangkai (tumbuh daun), dengan langkah tergesa- gesa kedua kelapa tadi aku bawa ke komplek dan disana rupanya juru kuncen H. Hasan, sudah menungguku.

"Sudah ditemui ibu Ratu" jelasnya.

"Kok dia tahu?" Terang bathinku.

Lalu saya dibawanya masuk dan beliau bertanya seputar dua kelapa tadi. Setelah semuanya saya ceritakan. Beliau langsung masuk ke dapur dan mengambil sebilah golok.

"Coba tepas kedua kelapa itu!" Jelasnya.

Lalu aku mengikutinya dan ternyata disetiap buah kelapa terdapat beberapa mustika.

Setelah juru kuncen mengambil beberapa mustika, beliau berkata padaku:

" Kamu sungguh beruntung ini mustika Bluluk (kelapa) yang sifatnya buat duniawi/ kerejekian dan penakluk bangsa manusia dan ghoib. Ini kalau bukan mustika sudah harganya miliaran. Karena batunya bernama Cat Eye, namun karena ini jenis mustika, maka urat batunya hilang berganti dengan manfaat atau faedah".

Inilah penampakkan mustika Bluluk atau Kelapa.

Bagi yang berminat bisa langsung japri

31/12/2025

Address

Jalan Syech Bayanillah
Cirebon
1542

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mbah Bayu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram