Mbah Bayu

Mbah Bayu Konsultasi Spiritual

08/01/2026

MENGULAS KEDIGJAYAAN KI BUYUT MANGUNTAPA.

Legenda ki Buyut Manguntapa, menjadi cerita rakyat bagi masyarakat Pesawahan dan sekitarnya, beliau tokoh sakti yang mengabdi pada keluarga susuhan Sunan Gunung Jati. Pada masa 90- an, nama Ki Buyut Manguntapa, sangat masyhur dibelahan Indinesia seiring tayangan kolosal sandiwara Nini Pelet diputar seluruh radio Nusantara.

Lalu dimanakah pesarean ki Buyut Manguntapa, berada?.

Disini banyak versi, sebab dibeberapa daerah, mereka juga mengklaim, memiliki makam dari sang tokoh legendaris, seperti di Tasik dan Indramayu. Hanya saja bila kita meruntut pada sejarah, ki Buyut Manguntapa, pada masa hidupnya lebih banyak bertapa di gunung Ciremai, dan paling dekat dengan areal tersebut adalah Pesawahan.
Desa Singkup, Kec, Pesawahan, Kab, Cirebon, salah satu kaki bukit gunung Ciremai, disini terdapat pesarean (makam) ki Buyut Manguntapa, yang setiap saat banyak peziarah datang berkunjung. Tempat ini sangat wingit bagi pemula pecinta olah bathin tapi di s**ai bagi pecinta ilmu Hikmah yang hatinya sudah tidak memiliki rasa takut.

Kenapa tempat ini sangat wingit?

Karena diatas pesarean ki Buyut Manguntapa, ada satu hutan yang sama sekali tidak pernah di jamah manusia, disana ada satu goa sebagai pemuja pesugihan.
Kembali ke cerita awal, dulu pada tahun 2009, saya dan kang Rosyadi, pernah bertirakat lama disana, pada waktu itu areal pemakaman belum tersalurkan aliran listrik hingga bila malam tiba, suasana bak hutan belantara. Hanya cahaya lampu tanah yang kami bawa, itupun sesekali mati bila tertiup angin kencang.
Sebelum saya dan kang Rosyadi, datang, disana sudah ada (dua) orang yang lagi menjalankan tirakat, mereka datang dari Demak Jateng. Namun malam itu salah satu dari mereka terjadi kesurupan dengan berprilaku seperti se ekor harimau. Pagi harinya keduanya ampun- ampunan dan langsung p**ang kampung. Konon mereka tidak kuat dengan gangguan bangsa goib yang ada disekitar pesarean.

Hari- hari berikutnya hanya kami berdua yang saban malam selalu berdzikir ditemani cahaya kecil dari lampu minyak tanah. Suasana disini memang berbeda dengan tempat wingit lain, suara kuntilanak yang setiap saat terdengar nyaring, auman harimau yang kerap menggema diantara pepohonan hutan. Belum lagi penampakkan mayit dan dedemit yang selalu datang silih berganti menampakkan diri.
Penampakkan semacam ini bagi kami berdua sudah tidak berarti sama sekali, mereka sama- sama makhluk Allah, yang memiliki kelemahan dan rasa takut juga. Yang saya khawatirkan saat itu adalah datangnya ular berbisa dari hutan yang bisa membahayakan nyawa kami berdua.

Setelah mengarungi lebih dari 7 malam, perubahanpun mulai terasa, mereka para penunggu pesarean banyak memberi mustika, dari yang bersifat asihan hingga tahta. Namun bukan ini yang kami cari!
Tepatnya dimalam ke- 21, sosok arif, bijak dan penuh kharisma, datang menjumpai kami, mereka seperti orang yang sudah berumur 80 tahunan, beruluk salam dengan lembut, mengajak dzikir bersama, mengajarkan ilmu bangsa ke Tauhidan dan memberikan beberapa cindramata, beliau inilah yang kami tunggu, di datangi langsung oleh tokoh legendaris ki Buyut Manguntapa.

Banyak pengalaman yang kami terima dari penuturannya, banyak ilmu bathin yang kami serap dari keluasan ilmunya. Banyak pengenalan mustika yang masya Allah, dari pembedarannya, salah satunya adalah mustika tingkat tertinggi Sulthonul Alam, dari jalur Derajat. Mustika ini sebagai wasilah Penakluk semua bangsa ghoib.

Inilah penampakkan mustika Sulthonul Alam Derajat. Ki Buyut Manguntapa.

Bagi yang berminat dengan mustika ini bisa langsung japri..

07/01/2026

Mustika mengait di dalam batu.
Mustika ini bersifat alami, bukan dari hasil tirakat maupun puasa lain, tapi diawali dari petunjuk bisyaroh (mimpi) yang menjadi satu kenyataan.

Kisah ini terjadi pada tahun 2011, dimana saat itu saya sedang menjalankan Hizib Iqbal, suatu malam saya bermimpi bertemu seorang pangeran tampan rupawan, beliau mengaku sebagai putra Mbah Kuwu Cakra Buana, bernama Pangeran Arya Kemuning. Dalam mimpiku beliau menunjuk pada satu aliran sungai yang saya tahu itu adalah Cipaniis, diantara pusaran air terlihat cahaya merah menyala hingga menutupi aliran sungai.

"Itu hadiah buatmu" jelasnya.

Pagi harinya saat terbangun, mimpi semalam tak sedikitpun kupercaya, mungkin itu sebatas kembang tidur. Namun malam kedua saya bermimpi yang sama, berada di pengairan Cipaniis kembali dan bertemu dengan Pangeran Arya Kemuning.

Lagi- lagi saya mengindahkannya dan tidak sedikitpun menjadi beban atau tuntutan diri dan malam ke (tiga) saya tidak bermimpi. Namun pagi harinya saya dipanggil kakakku untuk datang menemuinya.

Tanpa ada beban pagi itu saya pergi kesana. Setelah menemui beliau, kakakku bercerita kalau tadi malam di mimpikan bertemu pangeran Arya Kemuning, menyerahkan mustika untukmu, jelasnya.

Merasa tidak enak hati, hari itu juga ditemani sahabatku kang Agus, saya kesana, mencari lokasi bisyaroh yang saya terima dan setelah kutemukan pusaran air yang sesuai dalam mimpi. Ternyata diantara bebatuan lain, terdapat mustika ini. (Persis dengan penampakkan dalam mimpi).

Dari kejadian ini ( 4 ) hari kemudian, saya dimimpikan lagi bahwa mustika itu sifatnya untuk wasilah penyerang musuh. Alasan dalam mimpi yang kuterima, beliau selama ini melihatku sebagai seorang spiritual yang pastinya ada saja yang tidak s**a hingga memiliki niat mencelakakan diri lewat bathin. Nah dengan wasilah ini bisa dijadikan tameng dan penyerangan, khsususnya.

Pada tahun 2013, saya terkena hujatan luar biasa dari berbagai lapisan masyarakat dan para penghujat dan sewaktu mustika ini digunakan, banyak orang yang menghinaku menjadi tumbang, baik dalam ekonomi, keluarga maupun pangkat kedudukannya.

Mustika ini sungguh sangat mengerikan dalam membalikkan penghinaan dan pembenci, apalagi yang sampai berani menyerang secara bathin, dampaknya puluhan tahun sulit berdiri dalam kemapanan, yang ada selalu tertipu dan terhina.

Bagi yang berminat dengan mustika ini bisa langsung japri.

05/01/2026

Perjalanan Spiritualku bersama Dewi Ratu Lanjar.

Jiwa muda dan tirakat lepas (tanpa makan minum) itulah kesenangan perjalanan hidupku ditahun 2008, dimana waktu itu tidak ada sedikitpun rasa takut sewaktu ditempatkan di areal wingit, kecuali hanya satu, selalu ingin bertemu dengan tokoh yang dituju. Kisah ini terjadi pada bulan Asyuro atau Desember 2008.

Pada masa kekosonganku, dimana bulan itu pabrik yang kusandarkan untuk mencari nafkah sedang libur , maka tak kusia- siakan waktuku untuk bertandang ke pantai Slamaran Pekalongan Jawa Tengah, yang konon pada bulan Asyuro banyak membawa berkah bagi para tirakat.

Setelah ijin ke juru Kuncen H. Hasan, malam itu saya ditemani oleh beliau tabur bunga dan mengadakan umbu rampe dipantai Slamaran, dua malam dan seterusnya saya datang sendiri ke tempat ritual, mendekatkan diri kepada Allah, lewat wasilah penghubung Dewi Lanjar.

Seperti pada tirakat umumnya, saban malam hingga subuh, saya tidak mengalami hal- hal aneh, namun di hari ke 5, saat tertidur di komplek milik H. Hasan, saya di mimpikan bertemu Dewi Lanjar, beliau membawaku ke dalam istananya dengan menaiki kereta kencana. Namun sayang baru saja memasuki istana yang begitu megah, saya dibangunkan oleh Juru Kuncen, katanya saya menggigau terus.

Malam ke- 6 hujan deras sejak sore tiada berhenti, ingin rasanya ke pantai, namun ombak laut lagi pasang. Akhirnya kita melaksanakan dzikiran di komplek tempat kita menginap. Malam itu entah faktor apa? Pikiran dan hatiku selalu resah.

Ingin sekali malam itu datang ke kepantai, namun rasa was- was karena hujan belum juga reda, menjadikanku tetap bertahan di komplek. Tepat pukul 03 dini hari, hatiku tidak kuat lagi untuk pergi kesana.

Dengan tekad baja akhirnya saya keluar dari bilik komplek menuju pesisir pantai. Sampai disana gemuruh suara ombak memecah keheningan malam. Ternyata air laut benar- benar lagi pasang.

Setelah mengamati suasana akhirnya saya mencari tempat agak jauh dari pesisir dan mulai melaksanakan rutinitas dzikiran. Namun baru saja kita melepaskan diri dari hal- hal duniawi dan menata satu kekhusu'an kepada Allah, tiba- tiba dari arah depan terdengar suara bergemerincing sangat keras, seperti deretan rantai besi saling bergesekkan. Lambat laun terlihat cahaya kemilau terang benderang dan akhirnya saya hanya bisa terdiam tanpa bisa berkata- kata tatkala dari kejauhan air laut, muncul satu kereta beserta sais dan seorang ratu mendatangiku.

Semakin dekat akalku laksana terkunci sesaat, hanya bisa bengong dan terus menatap siapa yang mendatangiku. Lalu setelah dekat sang Ratu melemparkan beberapa buah kelapa kehadapanku sambil tersenyum dan setelah itu beliau berbalik arah menyelam kembali ke dalam pantai.

Setelah aku tersadar dengan apa yang terjadi barusan, ternyata dihadapanku sudah ada 2 buah kelapa muda yang semuanya memiliki ruas tangkai (tumbuh daun), dengan langkah tergesa- gesa kedua kelapa tadi aku bawa ke komplek dan disana rupanya juru kuncen H. Hasan, sudah menungguku.

"Sudah ditemui ibu Ratu" jelasnya.

"Kok dia tahu?" Terang bathinku.

Lalu saya dibawanya masuk dan beliau bertanya seputar dua kelapa tadi. Setelah semuanya saya ceritakan. Beliau langsung masuk ke dapur dan mengambil sebilah golok.

"Coba tepas kedua kelapa itu!" Jelasnya.

Lalu aku mengikutinya dan ternyata disetiap buah kelapa terdapat beberapa mustika.

Setelah juru kuncen mengambil beberapa mustika, beliau berkata padaku:

" Kamu sungguh beruntung ini mustika Bluluk (kelapa) yang sifatnya buat duniawi/ kerejekian dan penakluk bangsa manusia dan ghoib. Ini kalau bukan mustika sudah harganya miliaran. Karena batunya bernama Cat Eye, namun karena ini jenis mustika, maka urat batunya hilang berganti dengan manfaat atau faedah".

Inilah penampakkan mustika Bluluk atau Kelapa.

Bagi yang berminat bisa langsung japri

31/12/2025
MINYAK KELAPA NUNGGALSejak zaman Sanghyang hingga kini, buah kelapa Nunggal (tunggal) masih diburu kalangan Spiritual ka...
29/12/2025

MINYAK KELAPA NUNGGAL

Sejak zaman Sanghyang hingga kini, buah kelapa Nunggal (tunggal) masih diburu kalangan Spiritual karena manfaatnya yang begitu besar, khususnya dalam hal pengasihan maupun penarik langgan (kerejekian).

Di era sekarang, tidak sedikit dari suami yang memanfaatkan sarana yang satu ini buat berpoligami, tanpa istri tua marah. Sedangkan wanita nakal kebanyakan memanfaatkannya buat pencari dana besar dari si hidung belang.

Manfaat minyak kelapa Nunggal tidak usah di ragukan, asal dipakai dan dijalankan apa adanya, tanpa dipikirkan atau dihayalkan (dituju) yang menjadikan tertutupnya hizab kita, fainsya Allah, banyak membawa kemudahan dan faedah besar lainnya.

Hanya saja minyak kelapa Nunggal, tidaklah banyak stock dikarenakan sulitnya mendapatkan buah yang hanya ada satu pada pohon kelapa.

Membahas minyak kelapa Nunggal, sarana ini disebut piranti nikah bagi bangsa Ghoib, karena mereka menganggap minyak kelapa nunggal (asli) bagian dari benda/piranti yang sangat dimuliakan.

Bagi ahli bathin, minyak kelapa Nunggal, piranti asihan dan pendongkrak duniawi terbaik sepanjang masa dan bagi anak muda, wasilah ini laksana anak panah yang membuat siapapun menjadi s**a.

NB.
- Minyak Kelapa Nunggal, tidak memiliki pantangan sama sekali dan bisa dipakai oleh siapapun tanpa terkecuali, baik dari jalur putih maupun hitam.
- Power kekuatan minyak ini tidak mengalami susut atau berkurang, setiap waktu akan stabil, kecuali dari badan kita sendiri yang drop karena sebab lain.
- Kami garansikan 1 bulan penuh setelah barang diterima, bila dirasa tidak memiliki manfaat sama sekali, 100% mahar akan kami kembalikan utuh, kecuali sudah diatas masa garansi (lebih dari sebulan pemakaian)

Minyak kelapa nunggal kami bikin 2 jenis, Umum dan Khusus.

Minyak kami bikin sesuai dengan prosedur ilmu hikmah dan bisa di cek ke asliannya.

Konsultasi pribadi dan produk..
Wa : 081280320803

27/12/2025

KISAH BATU LUMBUNG SUNAN KALIJAGA

Dimusium Kasepuhan Cirebon, terdapat artefak asli milik kanjeng sunan Kalijaga, berbentuk batu lumbung (batu berlobang) yang dulu digunakan buat menghaluskan bumbu atau kunyit.

Namun batu lumbung milik sunan Kalijaga yang berada di musium, berbeda dengan kebiasaan lumbung milik rakyat kala itu, lumbung ini dulunya adalah pusaka pusar bumi, dimana lumbung ini ditempatkan, sifatnya menyuburkan pertanian, penderes rejeki dan kemakmuran rakyat. Bahkan dulu pada masa paceklik melanda kota Cirebon, Mbah Kuwu Cakra Buana, meminta kepada sunan Kalijaga, untuk meminjamkan lumbung tersebut agar ditaruh disamping kerathon.

Sejak adanya lumbung tersebut, kota Cirebon diguyur hujan besar hingga tanaman subur kembali dan rakyat menjadi makmur penuh kemudahan, khususnya digampangkan dalam urusan rijki.

Kisah ini menjadi inspirasiku, bagaimana sebuah batu menjadi wasilah agung pada masa itu sehingga sifat paceklik dan penderitaan rakyat bisa di tangani oleh sebuah batu lumbung, milik sunan Kalijaga?

Hampir 10 harian saya meneliti sejarah ini dan beberapa kali saya mendatangi musium, bertemu dengan raja Kasepuhan P. Nusantara dan pembesar istana lain, seperti Ca Unus, Ca Iwank dan lainnya. Bertanya banyak hal tentang artefak yang berada di dalam musium, walau hatiku tetap saja tidak bisa dibohongi. Ingin mengetahui lebih detail tentang sejarah batu lumbung, namun hal itu tidak bisa di uraikan secara fulgar didepan mereka.

Suatu malam saya melaksanakan dzikiran rutin di masjid sang Cipta Rasa Kasepuhan, namun malam itu tiba- tiba terpikir dalam benakku akan batu Lumbung milik sunan Kalijaga. Maka lewat temanku orang kerathon, malam itu saya ditemani masuk lingkup istana dan istirahat di joglo depan masjid alit.

Dari sini saya mulai dzikiran dan entah dari mana asalnya, tiba tiba ada cahaya merah kebiruan melesat dan mengitari areal joglo yang saya tempati, lalu cahaya tadi terbang ke arah timur dan masuk ke dalam musium.

Dua malam dari kejadian itu saya bermimpi datang ke musium dan mendekati batu lumbung, disana seolah- olah kanjeng sunan Kalijaga masih hidup dan memberikan wejangan amalan kepada semua yang hadir, diantara amalan yang diberikan......................

Karena asiknya mendengarkan tausiyyahnya tanpa sadar istriku membangunkanku karena aku terus menggigau, katanya. Dari sinilah aku baru tahu ternyata disampingku sudah ada beberapa mustika lumbung.

Inilah penampakkan mustika LUMBUNG.

25/12/2025

Mustika yang ikut ke bapak dan kakeknya.
(Sanghyang Parikesit dan Sanghyang Angka Wijaya)

Dunia ghoib memang sulit dinalar akal, dicari tambah menjauh, dibiarkan tambah mendekat. Itulah yang terjadi pada mustika Pandawa, keduanya tanpa terduga datang sendiri dan tergeletak tidak jauh dari mustika Arjuna dan Semar.

Untuk jelasnya saya beberkan sedikit tentang kedatangan kedua mustika Pandawa.

Pada malam senin, kedua mustika alam Sanghyang Arjuna dan Semar, sudah kami dapatkan (bisa dibaca di artikel sebelumnya). Nah malam selasanya badanku agak ambruk mungkin kelelahan, malam itu diriku lebih banyak tidur.

Antara pukul 02 dini hari, kamarku laksana ada angin besar (mirip suara baling helikoter) saya terbangun dan diantara dinding kamar, terlihat aneka cahaya melesat kesana kemari dan akhirnya jatuh diantara kedua mustika alam Sanghyang Arjuna dan Semar.

Mungkin karena badanku lagi drop hingga saya melanjutkan tidur kembali tanpa menggubris mustika- mustika yang baru datang.

Ditengah terlelapku saya bermimpi di datangai para Pandawa, bernama Parikesit dan Angka Wijaya, memberikan satu buntalan terbuat dari kantong kulit dan saat mereka memperlihatkan isi di dalamnya, ternyata mustika yang barusan datang.

"Aku tindak nunut" artinya. "Aku ikut" sambil menuding pada mustika alam Sanghyang Arjuna dan Semar. Lalu beliau memperlihatkan secarik daun lontar yang memiliki aksara Hanacara, yang mungkin sebagai asma' kuncinya.

Bagi yang berminat dan mau memaharkan mustika Pandawa, kami beri mahar murah...

Wa : 081280320803

24/12/2025

Sulitnya menaklukkan mustika Alam, Sanghyang Arjuna dan Sanghyang Semar. (Pandito ratu/ penakluk dan Pandito raja/ asihan)

Pada tgl 17 Desember kemarin, saya ditemani team TJI, datang ke kota Dieng dalam acara menjemput istri. Hari itu kita berlima mendatangi alokasi candi, khususnya Arjuna dan Semar (candi tertua) setelah saya cek aura, maghma daya kekuatan dan berat tidaknya perlawanannya nanti, saya mulai meritualkan setiap asma' bangsa mereka (sanghyang).

Setelah memahami kunci bathin dan penyambung hubungan antara saya dan bangsa mereka, baik dari sifat alam, sifat sanghyang, sifat kekuatan dan sifat penyambung asma', malamnya saya mulai meritualkan di rumah istri.

Malam itu salah satu dari mereka datang membawa mustika sambil meminta syarat minyak yang sangat mahal. Disini saya hanya diam tanpa menjawabnya dan terus mengunci dan meminta dengan s**arela mustika miliknya. Namun mereka pergi tanpa memberi apa yang kita inginkan.

Malam kedua saya kerja kembali dan mereka datang dengan meminta syarat seperti kemarin, disini saya memakasakan untuk meminta dengan tulus mustika pribadinya dengan tebusan bangsa asmaiyyah (hizib Al Fatihah). Namun lagi- lagi mereka pergi tanpa memberi. Kesal dengan ulahnya, saya langsung menarik mustika tadi hingga lepas dari tangannya. Disini langsung saya kunci dengan hizib Basmallah dan Iqbal, awalnya mustika ini diam tanpa perlawanan, namun setengah jam kemudian, mustika- mustika ini beterbangan dan melesat ke tempatnya semula (Candi Dieng)

Hari jumat kemarin saya mulai memesan minyak pada temanku toko Al Jufry Panjunan, dan hari sabtu saya mengambilnya setelah sampai rumah di Cirebon. Malam minggu saya mulai kerja kembali dengan prasarana yang mereka inginkan, malam itu kedua tokoh terkemuka datang yaitu Prabu Arjuna dan Semar, dengan pakaian kebesarannya, membawa kotak indah terbuat dari kaca dan ukiran emas, didalamnya terdapat dua wadah mustika yang sangat dihormatinya. Namun lagi- lagi mereka minta syarat tambahan berupa menyembeleh ayam Cemani sebagai pengorbanan (bersungguh-sungguhnya saya) untuk memiliki mustika tersebut.

Syarat ini saya indahkan dan sebagai gantinya, saya mengusulkan minyak Gahru kepadanya, mereka pun setuju. Hari minggu saya siapkan semua prasarananyang mereka inginkan dan tadi malam say kerja kembali sampai fajar, alhamdulillah kedua paket mustika datang dengan dibawa secara kebesaran kerumah tanpa syarat lain.

Ternyata mustika sanghyang hanya seperti ini bentuknya. Tapi sulitnya minta ampun untuk bisa dimiliki.

Bagi yang ingin memiliki/memahari bisa langsung ke...

Wa : 081280320803

Mustika Kandang Istilah mustika kandang bagi sebagian pencari benda bertuah sudah terbiasa di ucapkan, biasanya yang dim...
14/12/2025

Mustika Kandang
Istilah mustika kandang bagi sebagian pencari benda bertuah sudah terbiasa di ucapkan, biasanya yang dimaksud oleh mereka menjurus kebenda anti- antian seperti Rante Babi, Batara Karang dan Merah Delima brai (anti cukur). Benda ini secara harfiyyah (pembuktian) memang tajrib, bisa di uji coba anti cukur, anti tembak atau anti bakar. Tapi tatkala benda ini dimaharkan atau dibawa keluar daerah/lain negara, pasti jebol alias tuahnya tidak bisa dibuktikan sebagai anti cukur atau tembak. Kenapa bisa begitu?

Inilah jawabannya?

Diambil dari kitab Ajisaka (seratan para Walisongo) dijelaskan:

Mustika bertuah yang memiliki anti- antian, disebut sebagai Qowwil Ardh (penguat bumi) sifatnya menjaga keselamatan dari bencana, kerusakan dan wabah penyakit. Memiliki tuah anti Cukur, anti tembak atau anti panas dan mustika ini akan mengikuti pada bangsa manusia yang dianggap bertanggung jawab (sebatas titipan alam) untuk sekedar dipelihara sebagai paku bumi alam.

Adapun perwatakan dari mustika anti- antian, dalam pembedaran kitab Al ahikmah, termasuk golongan dari bangsa Ahmar. Sifatnya mengikuti majikannya.

Apabila mustika anti- antian sudah dimiliki oleh manusia, maka dia akan menolak (tiga) hal.

- Hilang kekuatannya tatkala akan dimaharkan atau dibawa keluar daerah untuk di uji coba.
- Akan kembali ke tempat semula apabila mustika ini dimaharkan (balik kandang)
- Tidak mau jauh dari majikan (pemilik)

Lalu ada yang bertanya "Tidak bakal gagal kalau mustikanya bersifat alami?"

Disini saya akan menjelaskan secara hukum kitab (tarekh). Patokan tertinggi dari kedudukan mustika dimiliki oleh nabi Sulaiman AS. Yaitu berupa cincin Merah Delima. Namun suatu hari mustika ini dicuri oleh Ifrit hingga nabi Sulaiman AS, pernah terusir dari kerajaannya.

Kenapa sekelas nabi saja pernah kalah oleh tipu daya Ifrit sewaktu mustikanya jauh dari dirinya? Jawabanya. Karena Allah memberi kekuasaan dan kekuatan lewat wasilah mustika tadi, seperti kekuasaannya tongkat nabi Musa As dan Cisnya nabi Hidir As. Yang mampu membelah laut atau memancarkan cahaya hingga tembus ke langit.

Kembali ke pembedaran mustika anti- antian. Dalam seratan Jawi, hampir semua Waliyulloh pada masa Walisongo, memiliki mustika bersifat anti- antian, seperti Sunan Kalijaga, yang memiliki mustika Merah Delima Cupu Manik Astagina, Sunan Ampel Denta, memiliki keris Sengkelat, yang bisa meredam sifat panas. Sunan Kudus, yang memiliki Tasbih Jaljalut (salah satu butirannya terbuat dari mustika Merah Delima) dan sifatnya siapapun yang dipandang olehnya akan tunduk. Mbah Kuwu Cakra Buana, memiliki golok Cawang, yang di ujungnya terdapat sejodoh mustika Merah Delima penghancur apapun yang dikehendakinya. Dan masih banyak Wali lain yang memiliki mustika tersebut. Semua mustika itu hanya tunduk dan patuh pada majikannya, tapi tidak berfungsi bila dipakai orang lain.

Seperti halnya keris Sengkelatnya Sunan Ampel, tatkala diberikan kepada raja Blambangan, kekuasaan dan kekuatan keris ini tidak bertuah ditangan sang raja, baru setelah menebusnya dengan tapa brata selama (4) tahun, fungsi dan kekuatannya bisa dibuktikan olehnya. Juga pedang Muqothil milik Sunan Gunung Jati, pedang ini sebagai eksekusi kanjeng Sunan Syeikh Siti Jenar, lewat pelantara Sunan Kudus.

Awalnya Sunan Kudus memakai pedang lain dan kanjeng Sunan Syeikh Siti Jenar, tidak bisa mati walau lehernya sudah terlepas dari raganya. Baru setelah sunan Gunung Jati, menyerahkan pedanf Al Muqhotil dengan ijinnya, Syeikh Siti Jenar, benar- benar wafat.

Lalu apa yang terbaik untuk memiliki mustika? Inilah jawaban dari Seratan Jatendra, yang disebut Suwuk atau agem- ageman (memiliki benda bertuah).

Dalam seratan Jatendra dijelaskan.

1. Mencari mustika jangan terfokus ke sifatnya (anti- antian) tapi carilah manfaatnya agar bisa menyatu denganmu, karena Allah menjadikan setiap masa (zaman) akan mengikuti kaumnya. Seperti mustika anti tembak, misalnya. Tidak usah kamu berharap anti tembaknya jikalau negaramu masih aman. Sebab mustika ini akan aktif dengan sendiri sesuai sifatnya tatkala dirimu terancam. Maka anti- antian tadi akan melekat pada sifat mustika untuk menjaga majikannya.

2. Setiap mustika memiliki kedudukan, baik dari Alam Wilayah, alam Sulthan, Alam Azrak dan alam sebawahnya. Carilah mustika ini sebagai wasilahmu jin dirimu dipercaya khalayak luas, di tunduki bangsa astral dan diberikan kekuatan atas ijin sang Maha Cipta. Peganglah mustika ini tatkala kamu lagi membutuhkan, jangan sebatas mencari ketenaran (keuntungan) semata. Setiap mustika akan aktif sesuai sifatnya tatkala pemilik lagi membutuhkannya.

3. Jadilah mustika wasilah luhurmu. Karena dibalik mustika ini Allah sudah menanamkan kelebihan (manfaat) maka peliharalah dengan dzikir dan makna syukur, segalanya akan dimudahkan atas ijinNya.

Semoga bermanfaat..

13/12/2025

MENYIBAK ZAMAN KESAKTIAN PARA SANGHYANG
Banyak orang zaman sekarang tidak percaya dengan kisah sanghyang dan para Dewa. Mereka menganggapnya tahayul atau sebatas cerita kembang tidur. Katanya para Dewa tidak memiliki rowi (sejarah dan nasab) yang tepat alias fiktif belaka. Pemahaman semacam ini kami BANTAH lewat hukum dan nasabiyyah (silsilah). Untuk lebih jelasnya simak penjelasan sebagai berikut.

Dari nabi Adam dan Siti Hawa AS, Allah membagi (dua) jalur lewat keturunan nabi Syit AS, yaitu jalur Anwas dan Anfus.

Jalur Anwas, menghasilkan para Nabi dan Wali, jalur ini disebut "Mim babi Dien " (pembuka keagamaan/ ke Tauhidan). Sifat dari jalur ini membawa risalah kenabian dan berpegang pada koidah hukum (mengikat)

Adapun jalur Anfus, menghasilkan " Mim babi Khariq wal Qudroh" (melampai batas/memiliki kemampuan spiritual). Didalamnya di isi ahli Tauhid yang berpegang pada kitab Samawiyyah (ke Tuhanan). Diantaranya para Dewa atau Sanghyang hingga sampai jalur keturunan para raja (kesaktian dan tahta).

Dari (dua) jalur diatas memiliki fungsi berbeda tapi saling mengisi satu sama lain. Anwas, tugasnya menjaga agama Allah dan Anfus, menjaga keselamatan alam.

Membahas kehidupan para Dewa atau Sanghyang hingga sampai keturunan Pandawa, Allah memberinya waktu selama 1400 tahun, menetap di alam bumi, mereka tercipta dari keturunan nabi Adam AS, lewat jalur Tsamud, yang bernama Raden Nur Cahya.

Dari R. Nur Cahya, melahirkan R. Nurasa atau yang masyhur disebut Semar. Dari sini kehidupan baru para pesakti Dewa dan Sanghyang, terlahir ke bumi, diantara keturunannya hingga ke Pandawa.

Sanghyang Wenang, Sanghyang Tengil, Sangyhang Tunggal, Dewa Batara Guru, Dewa Wishnu, Dewa Srikati, Dewa Yangtrustili, Dewa Marigana, R. Manuwasa, R. Sutopo, R. Sekutrem, R. Syahri, R. Pulosoro, R. Habiyoso. Pandu Dewanata Astina, R. Arjuna.

Dari keturunan R. Arjuna, melahirkan jalur sebawahnya Ongka Wijaya, Parikesit, Hudayana, Jaya Darma, Jaya Amijaya, Genderayana, Sumo Wijitra, Citrasuma, Pancadria, Angling Dria, Raja Sela Jalu, Sri Mapumpung, Gandhi Hawan Kahuripan, Resi Gentayu Jenggala, Lembu Amiluhur, P. Tebu, Rowis Rengga Jenggolo, Raden Lalijan Padjajaran.

Dari R. Lalijan Padjaharan, melahirkan keturunan semua Raja Nusantara, diantaranya Arya Bengah Majapahit (melahirkan raja Majapahit)- Ciung Wanara (melahirkan raja Padjajaran)- Nyimas Ratu Maharaja Sakti (melahirkan raja Blambangan).

Dari kisah para Dewa dan Sanghyang, meninggalkan banyak artefak dan candi di negeri Nusantara, diantaranya, Candi Prambanan, Dieng, Bopo, Mendut dan lainnya.

Dari kisah peninggalan inilah membawa banyak keselamatan paku bumi bagi umat manusia, mereka menaburkan ribuan mustika dan pusaka pilih tanding ke setiap sudut alam untuk menjaga kesejahteraan ummat. Salah satunya di negara alengka Dieng Jawa Tengah.

Kenapa Candi Dieng disebut alengka? (Alam Dewa)

Karena hanya daerah inilah mega (awan) dibawah pebukitan bukit Dieng. Siapapun yang pernah kesini

pasti bisa melihat mega atau awan dibawah kita. Dan inilah salah satu mustika wujud mustika para Dewa.

- Mustika Alam Sanghyang Guru (penyerangan)

- Mustika Alam Sanghyang Wisnu (kesaktian)

Bagi yang berminat dengan mustika ini bisa langsung ke...

Wa : 081280320803

09/12/2025

Menyelusuri jejak mustika prabu Siliwangi dipertapaan Jati Djajar Jawa Barat.

Mustika Khususul Khusus Asihan
Mustika Khususul Khusus Kerejekian
Mustika Khususul Khusus Penguat Kebathinan

Belajar olah bathin, belum sempurna bila tidak mendapat mustika dari para tokoh sakti. Inilah doktrin seorang guru tatkala saya dan teman seperguruan lain belajar olah kanugaran kepada Kyai Lathif.

Silat Aroby, bagian pencak gerak yang menggabungkan olah pernafasan, gerakan badan dan tirakat (menjauhi nafsu amarah melalui tidak makan sama sekali). Setiap orang di tempa penataan bathin dan tingkah lakunya agar bersih dari syahwat, amarah dan lapar. Jalur silat ini sampai kepada Sayyidina Ali bin AbinTholib. Sifat dari gerakan silat Aroby,
mematahkan serangan musuh, menjatuhkan lawan dengan sekali serang, menata olah bathin hingga mencapai unsur Ilafi (memiliki maghma/ mampu menarik benda ghoib ke sifar lahiriyyah) dan menjauhi sifat duniawi menuju kedekatan diri kepada Allah (tirakat).

Dulu setiap anak didik di wajibkan suluk (mendekatkan diri kepada Allah lewat jalur menyendiri) dan cara ini menjadi pro kontra kepada para santri saat itu. Kenapa!

Karena Suluk, bagian Tajrid (mengasingkan diri dari keluarga, sanak saudara dan dunia luar). Lewat jalur tirakat ditempat paling sepi.

Pembelajaran ini dikhususkan agar semua murid ditempa dalam hidupnya supaya tidak memiliki sifat sombong dan selalu merendah diri atas keagungan ilmu Allah.

Kisah ini terjadi p**a padaku, setelah mendapat mandat dari sang Guru Kyai Lathif, saya dan (dua) anak didik lain ditugaskan melaksanakan makna Suluk (menyepi dalam pendekatan diri kepada Allah). Disini saya pergi ke Pajajar Galuh, sedangkan dua temanku entah pergi ke tempat mana, pokoknya semua memiliki tugas masing- masing.

Dalam melaksanakan pembelajaran Suluk, sang Guru, mengajarkan (empat) penguasaan ilmu kepada murid- muridnya.
Olah pernafasan disertai asma' Ilahiyyah. Tugasnya agar Asma' Allah melekat pada bathin kita.
Penyemayatan asma' Ilahiyyah. Tugasnya menempelkan asma' Allah, pada rongga badan yang menjadi ilafi dan idhofi.

Menanggalkan nafsu akal dengan mengisi tatanan bathin, supaya jasad dan j***m tidak terganggu dengan hal- hal bersifat andai- andai (nafsu akal)
Mengisi organ tubuh, aliran darah tulang sumsum, dengan asma' Ilahiyyh (semua anggota badan di isi dengan asma' Allah/ melebur dengan keagungan ilmu Allah)
Tambahan lain, disaat menjalankan Suluk, wajib tidak makan.(berpuasa lepas) dan tidak boleh bicara atau tertidur.

Kisah ini bagi semua santri akan mengalami (dua) prosesi, di ganggu bangsa ghoib dan diberi aneka mustika sebagai pembuktian tirakat tadi.

Dulu semasa belajar silat Aroby, semua murid akan merasa bangga, dimana pembelajaran Suluk, sudah bisa menghasilkan mustika (diberi mustika oleh bangsa Ruhaniyyah). Dan biasanya sang Guru, akan mengajarkan lebih luas ilmu Suluk, sampai ke tingkat berhubungan langsung dengan bangsa Ruh atau sampai ke tingkat pemilah, antara bangsa Jin, lelembut, ghoib hitam dan putih hingga ke bangsa Waliyullah.
Inilah salah satu mustika dari tempat pertapaan Prabu Siliwangi, Padjajar Galuh.

Bagi yang mau bertanya bisa coment dibawah ini atau lewat inbox/ WA (privacy). Bagi yang berminat dengan mustika ini kami maharkan dengan harga terjangkau khusus hari ini.

Mahar per paket Rp. 2jt.

Siapa cepat dia dapat

Wa : 081280320803

Address

Jalan Syech Bayanillah
Cirebon
1542

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Mbah Bayu posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram