23/02/2026
RRI.CO.ID,Denpasar -Kejahatan siber menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penegakan hukum modern karena pelakunya relatif sulit dilacak dan diidentifikasi. Kompleksitas ini muncul dari perpaduan kecanggihan teknologi, batas yurisdiksi antarnegara, serta perbedaan kapasitas sumber daya penegak hukum di berbagai wilayah.
Penelitian yang dipublikasikan dalam Computer Law & Security Review menunjukkan bahwa underreporting secara signifikan menghambat pemetaan pola kejahatan siber dan identifikasi jaringan pelaku. Tanpa data yang cukup, strategi pencegahan dan penindakan menjadi kurang efektif.
Salah satu faktor utama adalah anonimitas yang difasilitasi oleh teknologi penyembunyi jejak. Pelaku kerap menggunakan VPN, proxy server, jaringan Tor, hingga dark web untuk menyamarkan alamat IP asli sehingga lokasi fisik mereka hampir mustahil dipastikan secara akurat.
Baca Selengkapnya
https://rri.co.id/denpasar/hukum/kriminalitas/2190987/mengapa-pelaku-kejahatan-siber-sulit-untuk-dilacak?nocache=true
RRI.CO.ID,Denpasar -Kejahatan siber menjadi salah satu tantangan terbesar dalam penegakan hukum modern karena pelakunya relatif sulit dilacak dan diid...