15/07/2013
Penyakit Autoimun terbantu dengan 4Life Transfer Factor
Penyakit Autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan (sistem imun) tubuh pada kulit dimana sel darah putih atau antibodi tubuh melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular. Sistem imun tubuh terdiri atas sel darah putih, antibodi, dan substansi lainnya yang berfungsi untuk melawan infeksi atau protein asing. Sistem imun tubuh memiliki kemampuan untuk membedakan sel tubuh sendiri dan sel asing. Namun, pada individu yang terkena penyakit autoimun, sistem imun kehilangan kemampuan untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga sistem imun akan menyerang sel tubuh sendiri.
Mengapa Penyakit Autoimun Sulit Disembuhkan?
Sebagian besar kita pasti sudah tak asing lagi dengan istilah penyakit autoimun. Istilah yang digunakan untuk mendiagnosa jenis-jenis penyakit, seperti: Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Rheumatoid Arthritis (RA), Sindrom Sjögren, Sindrom Churg-Strauss, Tiroiditis Hashimoto, Penyakit Graves, Diabetes Mellitus Tipe 1 (IDDM) dan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Sebenarnya, terdapat lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Penyakit ini selalu menempatkan penderita pada kondisi kronis, melemah dan terancam jiwanya. Data menunjukkan, penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada perempuan di berbagai kelompok umur.
Manusia memiliki sistem imunitas atau sistem kekebalan, yang memungkinkan tubuhnya mampu melawan benda asing atau antigen, sehingga ketika sakit tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Namun, pada penderita penyakit autoimun, yang terjadi justru sebaliknya―sistem imunitas tidak mampu melindungi tubuhnya―dan justru menyerang dirinya sendiri.
Gejala Penyakit Autoimun
Gejala-gejala penyakit autoimun seperti pusing, mudah kelelahan, sering merasa kebingungan (non perasaan spesifik), demam, cepat marah dan cemas, kadang sering fluktuasi, terjadi masalah dalam lambung, atau gejala-gejala yang menunjukkan gangguan autoimmune. Penyakit Autoimun sering sekali berkolaborasi dengan penyakit lain seperti penyakit Diabetes mellitus Tipe I, Rheumatoid arthritis, Dermatomyositis, Vaskulitis, Wegener granulomatosis, dan sindrom Sjogren.
Penyakit autoimun menyerang organ yang bervariasi. Salah satu organ yang dapat diserang pada kasus autoimun adalah kulit. Penyakit autoimun pada lapisan dasar epidermis ditandai dengan kerusakan pada jaringan ikat dan formasi vesikula pada lapisan subepidermis.
Ada 80 grup Penyakit autoimmune serius pada manusia yang memberikan tanda kesakitan kronis yang menyerang pada hampir seluruh bagian tubuh manusia. Gejala-gejala yang ditimbulkan mencakup gangguan nervous, gastrointestinal, endokrin sistem, kulit dan jaringan ikat lainnya, mata, darah, dan pembuuh darah. Pada gangguan penyakit tersebut diatas, problema pokoknya adalah terjadinya gangguan sistem immune yang menyebabkan terjadinya salah arah sehingga merusak berbagai organ yang seharusnya dilindunginya.
Bagaimana Mendiagnosa Penyakit Autoimmune?
Diagnosa penyakit autoimmune didasarkan pada gejala individu yang didapatkan melalui pengamatan kondisi fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium. Diagnose dini penyakit autoimmune sangat sulit dilakukan. Beberapa gejala dari penyakit autoimmune, seperti kecapaian, adalah tidak spesifik. Test laboratorium mungkin sangat membantu, tetapi seringkali tidak mencukupi didalam mengkonfirmasi suatu diagnostik. Jika individu menderita gejala semacam sakit persendian dan hasil laboratorium positif tetapi non spesifik, maka penderita tersebut akan didignose dengan nama yang membingunggkan (undifferentiated) sebagai awal atau tidak terbedakan sebagai penyakit jaringan ikat (connective tissue disease) (NIH, 1998).
Apa Contoh Penyakit Autoimmune itu ?
1. Rheumatoid Arthritis
Pada penderita rheumatoid arthritis, sistem kekebalan secara significant melakukan taget kerusakan di daerah liningsynovium yang membungkus persendian. Peradangan bagian sinovium ini biasanya simetris (kejadiannya sama sebangun dari kedua organ tubuh), menyebabkan sakit, bengkak, dan kaku pada persendian. Penyakit rheumatoid arthritis dibedakan dari osteoarthritis yang lebih umum ditemukan kasusnya disertai arthiris “wear-and-tear” degenerative. Akhir-akhir ini fokus therapi dilakukan dengan mengurangi peradangan dari persendian dengan menggunakan obat-obat anti peradangan atau immunosuppressive. Kadang-kadang sistem immune juga merusak paru, pembuluh darah atau mata. Jarang muncul pasien yang memiliki gejala penyakit autoimmune lainnya, seperti peradangan Sjogren’s, gatal dan bersisik. Pada beberapa kasus pengobatan oral sering dilakukan (NIH, 1998 ; Roitt, 1991).
2. Multiple Sclerosis
Multiple sclerosis adalah penyakit dimana sistem immune merusak jaringan ssyaraf dari sistem syaraf pusat. Umumnya, kerusakan pada sistem syaraf pusat terjadi intermitten, sehingga memungkinkan penderita dapat melakukan aktivitas kehidupan normal. Pada kejadian yang ekstrem, gejalanya tampak permanen sehingga penderita akan mengalami kebutaan, kelumpuhan, dan kematian premature. Beberapa terapi dengan menggunakan obat semacam beta interferon sangat membantu bagi penderita dengan gejala intermitten (NIH,1998).