4Life Transfer Factor Jakarta Depok Bogor Bekasi Serpong dan sekitarnya

  • Home
  • Indonesia
  • Depok
  • 4Life Transfer Factor Jakarta Depok Bogor Bekasi Serpong dan sekitarnya

4Life Transfer Factor Jakarta Depok Bogor Bekasi Serpong dan sekitarnya 4Life Transfer Factor (Sistem Imun Terbaik bagi Kesehatan)
Mampu Mencegah dan Menyembuhkan Berbagai Macam
Penyakit Kronis

19/08/2015

Dah lama gak update ☺

15/07/2013

Penyakit Autoimun terbantu dengan 4Life Transfer Factor

Penyakit Autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan (sistem imun) tubuh pada kulit dimana sel darah putih atau antibodi tubuh melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular. Sistem imun tubuh terdiri atas sel darah putih, antibodi, dan substansi lainnya yang berfungsi untuk melawan infeksi atau protein asing. Sistem imun tubuh memiliki kemampuan untuk membedakan sel tubuh sendiri dan sel asing. Namun, pada individu yang terkena penyakit autoimun, sistem imun kehilangan kemampuan untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga sistem imun akan menyerang sel tubuh sendiri.

Mengapa Penyakit Autoimun Sulit Disembuhkan?

Sebagian besar kita pasti sudah tak asing lagi dengan istilah penyakit autoimun. Istilah yang digunakan untuk mendiagnosa jenis-jenis penyakit, seperti: Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Rheumatoid Arthritis (RA), Sindrom Sjögren, Sindrom Churg-Strauss, Tiroiditis Hashimoto, Penyakit Graves, Diabetes Mellitus Tipe 1 (IDDM) dan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Sebenarnya, terdapat lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Penyakit ini selalu menempatkan penderita pada kondisi kronis, melemah dan terancam jiwanya. Data menunjukkan, penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada perempuan di berbagai kelompok umur.

Manusia memiliki sistem imunitas atau sistem kekebalan, yang memungkinkan tubuhnya mampu melawan benda asing atau antigen, sehingga ketika sakit tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Namun, pada penderita penyakit autoimun, yang terjadi justru sebaliknya―sistem imunitas tidak mampu melindungi tubuhnya―dan justru menyerang dirinya sendiri.



Gejala Penyakit Autoimun

Gejala-gejala penyakit autoimun seperti pusing, mudah kelelahan, sering merasa kebingungan (non perasaan spesifik), demam, cepat marah dan cemas, kadang sering fluktuasi, terjadi masalah dalam lambung, atau gejala-gejala yang menunjukkan gangguan autoimmune. Penyakit Autoimun sering sekali berkolaborasi dengan penyakit lain seperti penyakit Diabetes mellitus Tipe I, Rheumatoid arthritis, Dermatomyositis, Vaskulitis, Wegener granulomatosis, dan sindrom Sjogren.

Penyakit autoimun menyerang organ yang bervariasi. Salah satu organ yang dapat diserang pada kasus autoimun adalah kulit. Penyakit autoimun pada lapisan dasar epidermis ditandai dengan kerusakan pada jaringan ikat dan formasi vesikula pada lapisan subepidermis.

Ada 80 grup Penyakit autoimmune serius pada manusia yang memberikan tanda kesakitan kronis yang menyerang pada hampir seluruh bagian tubuh manusia. Gejala-gejala yang ditimbulkan mencakup gangguan nervous, gastrointestinal, endokrin sistem, kulit dan jaringan ikat lainnya, mata, darah, dan pembuuh darah. Pada gangguan penyakit tersebut diatas, problema pokoknya adalah terjadinya gangguan sistem immune yang menyebabkan terjadinya salah arah sehingga merusak berbagai organ yang seharusnya dilindunginya.

Bagaimana Mendiagnosa Penyakit Autoimmune?

Diagnosa penyakit autoimmune didasarkan pada gejala individu yang didapatkan melalui pengamatan kondisi fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium. Diagnose dini penyakit autoimmune sangat sulit dilakukan. Beberapa gejala dari penyakit autoimmune, seperti kecapaian, adalah tidak spesifik. Test laboratorium mungkin sangat membantu, tetapi seringkali tidak mencukupi didalam mengkonfirmasi suatu diagnostik. Jika individu menderita gejala semacam sakit persendian dan hasil laboratorium positif tetapi non spesifik, maka penderita tersebut akan didignose dengan nama yang membingunggkan (undifferentiated) sebagai awal atau tidak terbedakan sebagai penyakit jaringan ikat (connective tissue disease) (NIH, 1998).

Apa Contoh Penyakit Autoimmune itu ?

1. Rheumatoid Arthritis

Pada penderita rheumatoid arthritis, sistem kekebalan secara significant melakukan taget kerusakan di daerah liningsynovium yang membungkus persendian. Peradangan bagian sinovium ini biasanya simetris (kejadiannya sama sebangun dari kedua organ tubuh), menyebabkan sakit, bengkak, dan kaku pada persendian. Penyakit rheumatoid arthritis dibedakan dari osteoarthritis yang lebih umum ditemukan kasusnya disertai arthiris “wear-and-tear” degenerative. Akhir-akhir ini fokus therapi dilakukan dengan mengurangi peradangan dari persendian dengan menggunakan obat-obat anti peradangan atau immunosuppressive. Kadang-kadang sistem immune juga merusak paru, pembuluh darah atau mata. Jarang muncul pasien yang memiliki gejala penyakit autoimmune lainnya, seperti peradangan Sjogren’s, gatal dan bersisik. Pada beberapa kasus pengobatan oral sering dilakukan (NIH, 1998 ; Roitt, 1991).

2. Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit dimana sistem immune merusak jaringan ssyaraf dari sistem syaraf pusat. Umumnya, kerusakan pada sistem syaraf pusat terjadi intermitten, sehingga memungkinkan penderita dapat melakukan aktivitas kehidupan normal. Pada kejadian yang ekstrem, gejalanya tampak permanen sehingga penderita akan mengalami kebutaan, kelumpuhan, dan kematian premature. Beberapa terapi dengan menggunakan obat semacam beta interferon sangat membantu bagi penderita dengan gejala intermitten (NIH,1998).

Penyakit Autoimun terbantu dengan 4Life Transfer FactorPenyakit Autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi sis...
15/07/2013

Penyakit Autoimun terbantu dengan 4Life Transfer Factor

Penyakit Autoimun adalah penyakit yang disebabkan oleh reaksi sistem kekebalan (sistem imun) tubuh pada kulit dimana sel darah putih atau antibodi tubuh melawan jaringan tubuh sendiri atau protein ekstraselular. Sistem imun tubuh terdiri atas sel darah putih, antibodi, dan substansi lainnya yang berfungsi untuk melawan infeksi atau protein asing. Sistem imun tubuh memiliki kemampuan untuk membedakan sel tubuh sendiri dan sel asing. Namun, pada individu yang terkena penyakit autoimun, sistem imun kehilangan kemampuan untuk membedakan sel tubuh dengan sel asing sehingga sistem imun akan menyerang sel tubuh sendiri.

Mengapa Penyakit Autoimun Sulit Disembuhkan?

Sebagian besar kita pasti sudah tak asing lagi dengan istilah penyakit autoimun. Istilah yang digunakan untuk mendiagnosa jenis-jenis penyakit, seperti: Systemic Lupus Erythematosus (SLE), Rheumatoid Arthritis (RA), Sindrom Sjögren, Sindrom Churg-Strauss, Tiroiditis Hashimoto, Penyakit Graves, Diabetes Mellitus Tipe 1 (IDDM) dan Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Sebenarnya, terdapat lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Penyakit ini selalu menempatkan penderita pada kondisi kronis, melemah dan terancam jiwanya. Data menunjukkan, penyakit ini merupakan penyebab utama kematian pada perempuan di berbagai kelompok umur.

Manusia memiliki sistem imunitas atau sistem kekebalan, yang memungkinkan tubuhnya mampu melawan benda asing atau antigen, sehingga ketika sakit tubuh bisa menyembuhkan dirinya sendiri. Namun, pada penderita penyakit autoimun, yang terjadi justru sebaliknya―sistem imunitas tidak mampu melindungi tubuhnya―dan justru menyerang dirinya sendiri.



Gejala Penyakit Autoimun

Gejala-gejala penyakit autoimun seperti pusing, mudah kelelahan, sering merasa kebingungan (non perasaan spesifik), demam, cepat marah dan cemas, kadang sering fluktuasi, terjadi masalah dalam lambung, atau gejala-gejala yang menunjukkan gangguan autoimmune. Penyakit Autoimun sering sekali berkolaborasi dengan penyakit lain seperti penyakit Diabetes mellitus Tipe I, Rheumatoid arthritis, Dermatomyositis, Vaskulitis, Wegener granulomatosis, dan sindrom Sjogren.

Penyakit autoimun menyerang organ yang bervariasi. Salah satu organ yang dapat diserang pada kasus autoimun adalah kulit. Penyakit autoimun pada lapisan dasar epidermis ditandai dengan kerusakan pada jaringan ikat dan formasi vesikula pada lapisan subepidermis.

Ada 80 grup Penyakit autoimmune serius pada manusia yang memberikan tanda kesakitan kronis yang menyerang pada hampir seluruh bagian tubuh manusia. Gejala-gejala yang ditimbulkan mencakup gangguan nervous, gastrointestinal, endokrin sistem, kulit dan jaringan ikat lainnya, mata, darah, dan pembuuh darah. Pada gangguan penyakit tersebut diatas, problema pokoknya adalah terjadinya gangguan sistem immune yang menyebabkan terjadinya salah arah sehingga merusak berbagai organ yang seharusnya dilindunginya.

Bagaimana Mendiagnosa Penyakit Autoimmune?

Diagnosa penyakit autoimmune didasarkan pada gejala individu yang didapatkan melalui pengamatan kondisi fisik dan hasil pemeriksaan laboratorium. Diagnose dini penyakit autoimmune sangat sulit dilakukan. Beberapa gejala dari penyakit autoimmune, seperti kecapaian, adalah tidak spesifik. Test laboratorium mungkin sangat membantu, tetapi seringkali tidak mencukupi didalam mengkonfirmasi suatu diagnostik. Jika individu menderita gejala semacam sakit persendian dan hasil laboratorium positif tetapi non spesifik, maka penderita tersebut akan didignose dengan nama yang membingunggkan (undifferentiated) sebagai awal atau tidak terbedakan sebagai penyakit jaringan ikat (connective tissue disease) (NIH, 1998).

Apa Contoh Penyakit Autoimmune itu ?

1. Rheumatoid Arthritis

Pada penderita rheumatoid arthritis, sistem kekebalan secara significant melakukan taget kerusakan di daerah liningsynovium yang membungkus persendian. Peradangan bagian sinovium ini biasanya simetris (kejadiannya sama sebangun dari kedua organ tubuh), menyebabkan sakit, bengkak, dan kaku pada persendian. Penyakit rheumatoid arthritis dibedakan dari osteoarthritis yang lebih umum ditemukan kasusnya disertai arthiris “wear-and-tear” degenerative. Akhir-akhir ini fokus therapi dilakukan dengan mengurangi peradangan dari persendian dengan menggunakan obat-obat anti peradangan atau immunosuppressive. Kadang-kadang sistem immune juga merusak paru, pembuluh darah atau mata. Jarang muncul pasien yang memiliki gejala penyakit autoimmune lainnya, seperti peradangan Sjogren’s, gatal dan bersisik. Pada beberapa kasus pengobatan oral sering dilakukan (NIH, 1998 ; Roitt, 1991).

2. Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis adalah penyakit dimana sistem immune merusak jaringan ssyaraf dari sistem syaraf pusat. Umumnya, kerusakan pada sistem syaraf pusat terjadi intermitten, sehingga memungkinkan penderita dapat melakukan aktivitas kehidupan normal. Pada kejadian yang ekstrem, gejalanya tampak permanen sehingga penderita akan mengalami kebutaan, kelumpuhan, dan kematian premature. Beberapa terapi dengan menggunakan obat semacam beta interferon sangat membantu bagi penderita dengan gejala intermitten (NIH,1998).

FAQ - Transfer FactorApakah yang dimaksud dengan TRANSFER FACTOR (TF) ?TF bukan Vitamin, Mineral, Enzim, Herbal, Kolostr...
15/03/2013

FAQ - Transfer Factor


Apakah yang dimaksud dengan TRANSFER FACTOR (TF) ?

TF bukan Vitamin, Mineral, Enzim, Herbal, Kolostrum, Obat, Steroid, atau Hormon. TF adalah molekul-molekul kecil yang dapat ditemukan ditubuh semua mamalia (manusia, sapi, monyet, dsb) dan unggas. TF terdapat dalam kolostrum (kolostrum adalah susu awal yang terdapat 1 – 3 hari setelah induk/ibu melahirkan). Fungsi dari TF adalah untuk membawa informasi-informasi penting kepada system imun (system yang digunakan untuk menjaga/melawan bakteri-bakteri atau virus-virus).


Bagaimana cara kerja TRANSFER FACTOR ?

* TRANSFER FACTOR membawa informasi untuk mendidik system imun akan bahaya setiap potensial penyakit atau penyakit yang sedang diderita.
* TRANSFER FACTOR mempersenjatai system immune dan juga menggerakan mereka untuk melawan setiap bakteri / virus berbahaya.
* TRANSFER FACTOR membantu system immune manusia untuk menyimpan memory-memory yang didapat untuk melawan setiap virus dan bakteri yang pernah menyerang tubuh kita, dan akan menggunakan memory tersebut untuk menghadapi virus dan bakteri yang sama di masa depan.
* TRANSFER FACTOR sebagai modular system immune. Artinya bila system immune manusia terlalu aktif (e.g. autoimmune disorder), maka TRANSFER FACTOR akan menenangkan sehingga kembali normal. Sebaliknya ketika tubuh kita kekurangan system immune, maka TRANSFER FACTOR akan meningkatkan sehinggal kembali normal.


Bagaimana TRANSFER FACTOR ditemukan ?

Pada tahun 1949 seorang dokter bernama Dr. H. Sherwood Lawrence melakukan penelitian bahwa suatu immune dapat di donorkan melalui pengekstrasian sel darah putih. Oleh karena itu dia melakukan pada 2 pasien TBC; pada waktu itu ia menemukan bahwa sel darah putih (limfosit) pada seorang pasien yang telah sembuh dari TBC dapat dipindahkan kepada pasien yang masih terjangkit TBC. Namun, donor darah hanya dapat terjadi antar individu dengan jenis darah yang sama, oleh karena itu, ia memutuskan untuk memisahkan limfosit menjadi beberapa fraksi. Juga ia menemukan fraksi-fraksi dengan moleku yang sangat kecil dimana mereka dapat mentransfer sensitivitas tuberkulin ke orang lain. Molekul-molekul ini ia beri nama “Transfer Factor”.


Mengapa TRANSFER FACTOR diambil dari kuning telur ayam dan kolostrum sapi ?

Kolostrum adalah cairan pra-susu yang dikeluarkan oleh induk mamalia dalam 6-48 jam pertama setelah melahirkan. Dalam suatu penelitian menyebutkan bahwa setiap anak sapi yang baru lahir dan tidak mendapatkan susu sapi dari induknya akan mati. Hal ini membuat para peneliti berkeyakinan bahwa induk sapi mentrasferkan informasi system immune ke tubuh anak sapi, dimana informasi system immnue tersebut ada di susu sapi. Hal ini juga yang terjadi pada setiap unggas dimana unggas-unggas tersebut akan memberikan immune ke anaknya.

Selain itu, sapi mempunyai kolostrum lebih banyak dibanding dari manusia. TF juga bersifat not species specific, yang berarti ia bisa ditransferkan ke sesama mamalia; bisa ditransferkan ke manusia walaupun sumbernya bukan dari manusia. Sapi juga lebih banyak mengenal virus, bakteri, jamur, hama, debu, dsb; dikarenakan lingkungan tinggal sapi lebih kotor dibanding dari manusia sehingga sistem imunnya lebih kuat dibanding dengan manusia.


Bila TF didapat dari kolostrum sapi, bagaimana dengan orang-orang yang alergi terhadap susu “Lactose Intolerant”, apakah berbahaya bila mereka mengkonsumsi TF ?

Tidak. Hal ini dikarenakan TF tidak mengandung susu, gula susu (Lactose). Sistem esktraksi yang canggih milik 4Life research yang bisa membuat seperti itu. Yang terdapat didalam TF hanyalah murni “Immune IQ” saja.


Adakah kemungkinan TF tertular oleh kuman sapi gila (mad cow disease) ?

Tidak. Dikarenakan para ahli telah mengesahkan bahwa kuman BSE (Bovine Spongiform Encephalopathy) tidak masuk ke saluran mammari kolostrum. Pemeriksaan juga dilakukan pada semua sapi yang terjangkit penyakit sapi gila, ditemukan tidak ada satupun susu dari sapi tersebut yang terjangkit dengan penyakit sapi gila ini. Para ilmuwan juga mendapatkan bahwa efek jangkitan kuman pada tahap terakhir berada pada otak dan tulang belakang sapi; hal ini menyimpulkan tidak ada susu dari sapi gila tersebut yang terjangkit kuman penyakit sapi gila.


Apakah Quality Control dan mutu dari hewan-hewan yang digunakan 4life baik ?

Ya. Dikarenakan TF diperoleh melalui proses mikrofiltrasi khusus yang dipatenkan. Kolostrum diambil dalam 24 – 48 jam pertama setelah induk sapi yang baru melahirkan menyusui anak sapi yang baru lahir. Waktu itulah yang paling baik dalam pengambilan kolostrum sebagai bahan pengekstrasian TF.

Kolostrum tersebut kemudian dipasteurisasi (menggunakan mesin mikrofiltrasi dan dikeringkan menjadi bubuk. Proses selanjutnya adalah microbial testing dan bilogical assay pada bubuk tersebut untuk memastikan kandungannya. proses yang sama juga dilakukan pada kuning telur (setelah dipisahkan dari putih telurnya). Proses ini kemudian dipatenkan secara international dengan nomor 4.816.563 dan 6.486.534.


Apakah saya perlu mengkonsumsi Transfer Factor, sedangkan saya juga mengkonsumsi suplemen kesehatan lain: vitamin herbal, enzim, dll ?

Ya. Karena fungsi antara suplemen kesehatan (vitamin, herbal, enzim, dll) berbeda dengan TF. Suplemen kesehatan tersebut hanya memberikan zat-zat pada sel, sedangkan TF memberikan informasi kepada sistem imun untuk mengenal dan mengalahkan musuh-musuhnya.


Apakah saya bisa mengkonsumsi TF ? Sedangkan saya juga sedang mengkonsumsi obat dokter ?

Ya. Dengan penjelasan dari TF itu sendiri; TF tidak bertentangan dengan obat dokter. Sebaliknya, mempercepat proses penyembuhan dikarenakan TF mendidik system imun, dimana system imun tersebut yang akan membantu obat untuk mengalahkan virus-virus / bakteri-bakteri penyebab penyakit.


Bagaimana dengan wanita hamil, apakah aman mengkonsumsi TF ?

Ya. Tidak ada laporan dari pengguna selama ini pada pengkonsumsi TF ketika mereka sedang hamil. Namun, tetap dianjurkan berkonsultasi dengan dokter pribadi terlebih dahulu. TF advance plus tidak dianjurkan dikonsumsi oleh wanita hamil.

Adakah kondisi tertentu yang menyebabkan seseorang dilarang mengkonsumsi TF ?


Ya. Kondisi dimana orang tersebut sudah mendapatkan transplantasi organ ke dalam tubuhnya: jantung, kornea, hati. Hal ini dikarenakan sifat TF tersebut, yaitu sifat mengenali benda asing didalam tubuh bahwa yang bukan berasal dari tubuh asli dianggap sebagai musuh. Hal ini menyebabkan TF akan menyerang organ transplantasi tersebut, dikarenakan TF akan menganggap organ tersebut sebagai musuh dan harus dimusnahkan.


Adakah usia-usia tertentu yang tidak boleh mengkonsumsi TF ?

Tidak. Dikarenakan TF adalah produk alami; sehingga aman dikonsumsi dari bayi hingga orang dewasa.


Pada saat kapan kita harus mengkonsumsi TF ?

Setiap hari. Dikarenakan tubuh kita memproduksi sel-sel imun baru setiap harinya; namun sistem-sistem imun tersebut belum mendapatkan bekal informasi untuk melawan musuh. Oleh karena itu, kita perlu memberikan pendidikan terhadap sistem imun baru tersebut menggunakan TF.


FACT - Transfer Factor

01. Bukan Obat, Herbal, Steroid, Kolostrum, Hormon, Cell Food, Mineral & Magnet. Tetapi Karunia Tuhan yang dibuktikan oleh Science.

02. Aman dikonsumsi bahkan oleh bayi prematur yang baru berumur 1 hari pun, karena ia bagaikan Air Susu Ibu.

03. Tertinggi dalam meningkatkan sistem imun sebesar 437%.

04. Zero toxicity (tidak ada racun) dan tanpa polusi.

05. Halal (sertifikat IFANCA).

06. Mempunyai sertifikat anti-doping. Produk yang bisa meningkatkan energi tanpa steriod, sangat cocok untuk Atlit.

07. Made in USA.

08. High technology dengan Nano Technology.

09. Dipakai di seluruh rumah sakit dan klinik di Rusia( Rusian Academic Medical Science / RAMS).

10. Good Manufacturing Practice / GMP (standar yang digunakan di Amerika. Kalau di Indonesia dikenal dengan ISO).

11. GRAS (Generally Recognized As Safe).

12. Physicians Desk Refference / PDR (buku rujukan non-obat bagi para dokter di Amerika).

13. Satu-satunya produk yang mampu mendidik sistem imun (immuno suppressor & immuno Modulator).

14. Rantai asam amino yang tertinggi di seluruh dunia dengan 44 rantai. Sangat bagus bagi regenerasi sel yang rusak.

15. Meningkatkan Immunoglobin A sebesar 73%.

16. Bisa dikonsumsi semua usia dan kelamin, bahkan bisa dikonsumsi oleh bayi prematur yang baru berumur 1 hari.

17. Bermanfaat juga untuk hewan peliharaan.

18. Bersifat Detoxifikasi.

19. Sangat bagus untuk penyakit Metabolik / Komplikasi.

20. Anti-Aging (peremajaan sel dan menghambat penuaan).

21. Meningkatkan Kecerdasan Anak.

22. Anti-inflamasi (menyembuhkan pembengkakan di daerah tubuh manapun).

23. Dapat dikonsumsi dengan obat dokter

24. Dosis Bebas

25. Tidak didapat dari asupan makanan sehari-hari

26. Transfer Factor berasal dari Sistem Imun untuk Sistem Imun

27. 300mg Transfer Factor = 75-100 liter kolostrum dan kuning telur

28. Dinamis seperti anti-virus yang semakin lama semakin bagus produknya. Bebeda dengan herbal atau produk lain yang kualitasnya semakin menurun karena polusi

29. Nyaman dikonsumsi karena berbagai macam bentuk (kapsul, tablet hisap, cair, gel, spray)

30. Produk yang sedang tren dan unggul dalam sistem imun

31. Produk yang diramalkan bakal ada disetiap rumah

32. Produk yang bakal mencapai penjualan $Triliun per tahunnya.

20/02/2013

Penyakit alzheimer merupakan penyakit neurodegeneratif atau penurunan fungsi saraf otak. Daya ingat penderita merosot drastis hingga tak bisa mengurus dirinya. Meskipun penyakit ini kebanyakan diderita usia lanjut, tapi tidak menutup kemungkinan orang…

20/02/2013

Alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap benda asing tertentu yang disebut alergen. Alergen sebenarnya adalah zat yang tidak berbahaya bagi tubuh. Alergen masuk ke tubuh bisa melalui saluran pernapasan, dari makanan, melalui…

ILMU & SINERGI : Sebuah Cerita yang Mengubah Segalanya  Cerita sistem kekebalan tubuh atau sistem imun ini berbeda dari ...
20/02/2013

ILMU & SINERGI : Sebuah Cerita yang Mengubah Segalanya

Cerita sistem kekebalan tubuh atau sistem imun ini berbeda dari apa pun yang pernah Anda baca. Ini BUKAN cerita tentang buah-buahan, sayuran, vitamin, mineral, atau jamu/herbal. Ini adalah cerita tentang sesuatu yang jauh lebih berharga untuk kesehatan sistem kekebalan tubuh (immune system) ... cerita tentang Molekul.



Anda akan melihat perbedaan produk 4Life Transfer Factor dalam mendukung sistem imun. Perusahaan-perusahaan lain telah menyaksikan 4Life membuat inovasi satu demi satu dalam bidang ilmu sistem imun. Mereka berusaha untuk mengimbangi 4Life. Namun, tidak ada satu perusahaan pun yang dapat menyaingi. 4Life Transfer Factor lebih dari sekedar inovatif dan dipatenkan. Tetapi 4Life Transfer Factor juga tidak terbantahkan sebagai produk terbaik di dunia untuk sistem imun.


4Life Transfer Factor memberikan dukungan terbaik yang Anda butuhkan. Mari kita lihat mengapa Anda membutuhkannya ...


Mengapa Anda Harus Peduli Tentang SISTEM KEKEBALAN TUBUH atau SISTEM IMUN

Anda menyadari apa yang terjadi (biasanya dalam hitungan menit) pada tubuh kita ketika sistem imun kita tidak dapat melindungi tubuh dari serangan virus, kuman, bakteri, jamur, sel kanker?


Sebagian besar ancaman yang menyerang sistem imun kita tidak terlihat oleh kita, namun dampak dari serangan itu lebih dari yang bisa kita bayangkan. Kematian adalah ancaman terburuk dari kelalaian kita dalam menjaga dokter pribadi kita atau sistem imun.


Sel imun atau sel kekebalan ada dimana saja pada tubuh Anda; termasuk kulit, kelenjar getah bening, dan darah. Dari masalah kecil ketika kulit Anda terluka hingga masalah besar dalam melawan efek dari radikal besar, sel imun tubuh Anda memerlukan informasi yang dinamis dari 4Life Transfer Factor untuk kesehatan optimal sistem imun Anda.


Meskipun saat ini banyak produk di pasar yang memberikan nutrisi untuk sel-sel kekebalan tubuh, tetapi tidak dapat melakukan apa yang dilakukan oleh 4Life Transfer Factor kepada sistem imun Anda, yaitu: Pendidikan dan Arah (education and direction).

Ketika sistem imun tubuh Anda bekerja dengan baik, Anda dapat beraktifitas lebih optimal. Tapi, ketika fungsi sistem imun Anda terganggu oleh kurang tidur, polusi lingkungan, pola makan yang buruk, atau gaya hidup dengan tingkat stres yang tinggi - sistem imun Anda tidak dapat berbuat apa-apa untuk menjaga kesehatan Anda... Anda akan merasakan sendiri akibatnya.


ANDA HARUS PEDULI KEPADA SISTEM IMUN ANDA, KARENA
SISTEM IMUN ANDA YANG SELALU MEMELIHARA ANDA


4Life telah mendedikasikan lebih dari satu dekade untuk menyediakan produk yang mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang optimal.


Mengapa? Karena 4Life ingin setiap orang dimanapun berada bisa memiliki dan merasakan sistem imun tubuhnya memberikan yang terbaik untuk kesehatan mereka. 4Life tidak tertarik pada hal-hal yang remeh temeh... 4Life tertarik pada tingkat yang tak tertandingi, belum terpetakan, dan sesuatu yang belum terbayangkan dalam kesehatan (wellness).


Misi produk 4Life adalah memperlihatkan kepada setiap orang di seluruh dunia betapa kesehatan itu dapat benar-benar bisa dirasakan.

Ilmu & Sinergi : Sebuah Cerita yang Mengubah Segalanya
20/02/2013

Ilmu & Sinergi : Sebuah Cerita yang Mengubah Segalanya

Cerita sistem kekebalan tubuh atau sistem imun ini berbeda dari apa pun yang pernah Anda baca. Ini BUKAN cerita tentang buah-buahan, sayuran, vitamin, mineral, atau jamu/herbal. Ini adalah cerita tentang sesuatu yang jauh lebih berharga untuk kesehatan…

19/02/2013

SISTEM KEKEBALAN TUBUH Sistem imun merupakan hal yang rumit sekaligus menakjubkan. Beruntunglah, Sang Pencipta memberikan bayi suatu pertolongan. Kita sadar betapa pentingnya pemberian ASI (Air Susu Ibu) bagi kemampuan sistem imun. Dalam kondisi dunia…

Sadari LEbih Awal Gejala Kanker Payudara...Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.Kan...
18/02/2013

Sadari LEbih Awal Gejala Kanker Payudara...

Kanker payudara adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara.
Kanker bisa mulai tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak maupun jaringan ikat pada payudara.

Penyebab
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seorang wanita menjadi lebih mungkin menderita kanker payudara.

Faktor Risiko
Beberapa faktor risiko yang berpengaruh adalah :
1. Usia.
Sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia diatas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada wanita berusia diatas 75 tahun.
2. Pernah menderita kanker payudara.
Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1%/tahun.
3. Riwayat keluarga yang menderita kanker payudara.
Wanita yang ibu, saudara perempuan atau anaknya menderita kanker, memiliki risiko 3 kali lebih besar untuk menderita kanker payudara.
4. Faktor genetik dan hormonal.
5. Pernah menderita penyakit payudara non-kanker.
6. Menarke (menstruasi pertama) sebelum usia 12 tahun, menopause setelah usia 55 tahun, kehamilan pertama setelah usia 30 tahun atau belum pernah hamil.
7. Pemakaian pil kb atau terapi sulih estrogen.
8. Obesitas pasca menopause.
9. Pemakaian alkohol.
10 Pemakaian alkohol lebih dari 1-2 gelas/hari bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
11. Bahan kimia.
Beberapa penelitian telah menyebutkan pemaparan bahan kimia yang menyerupai estrogen (yang terdapat di dalam pestisida dan produk industri lainnya) mungkin meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara.
12. DES (dietilstilbestrol).
Wanita yang mengkonsumsi DES untuk mencegah keguguran memiliki risiko tinggi menderita kanker payudara.
13 Penyinaran.

Gejala dan Tanda
Gejala awal berupa sebuah benjolan yang biasanya dirasakan berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya, tidak menimbulkan nyeri dan biasanya memiliki pinggiran yang tidak teratur.

Pada stadium awal, jika didorong oleh jari tangan, benjolan bisa digerakkan dengan mudah di bawah kulit.
Pada stadium lanjut, benjolan biasanya melekat pada dinding dada atau kulit di sekitarnya. Pada kanker stadium lanjut, bisa terbentuk benjolan yang membengkak atau borok di kulit payudara.
Kadang kulit diatas benjolan mengkerut dan tampak seperti kulit jeruk.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan adalah benjolan atau massa di ketiak, perubahan ukuran atau bentuk payudara, keluar cairan yang abnormal dari puting susu
(biasanya berdarah atau berwarna kuning sampai hijau, mungkin juga bernanah), perubahan pada warna atau tekstur kulit pada payudara, puting susu maupun ar**la (daerah berwana coklat tua di sekeliling puting susu),
payudara tampak kemerahan, kulit di sekitar puting susu bersisik, puting susu tertarik ke dalam atau terasa gatal, nyeri payudara atau pembengkakan salah satu payudara.
Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Pencegahan
Banyak faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan. Beberapa ahli diet dan ahli kanker percaya bahwa perubahan diet dan gaya hidup secara umum bisa mengurangi angka kejadian kanker.

Diusahakan untuk melakukan diagnosis dini karena kanker payudara lebih mudah diobati dan bisa disembuhan jika masih pada stadium dini.

Sadari, pemeriksan payudara secara klinis dan mammografi sebagai prosedur penyaringan merupakan 3 alat untuk mendeteksi kanker secara dini.

Penatalaksanaan
Biasanya pengobatan dimulai setelah dilakukan penilaian secara menyeluruh terhadap kondisi penderita, yaitu sekitar 1 minggu atau lebih setelah biopsi.
Pengobatannya terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon.

Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker di tempat pengangkatan tumor dan daerah sekitarnya, termasuk kelenjar getah bening.

Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Terapi dengan Transfor Factor Plus dapat juga mengobati penyakit ini.

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI)

SADARI

* Berdiri di depan cermin sambil kedua tangan diletakkan di sisi tubuh.
Angkat kedua lengan dan amati dengan seksama kulit di payudara apakah ada kerutan, lekukan, perubahan ukuran atau bentuk.
Lihat apakah ada perubahan bentuk simetri pada kedua payudara.
Amati juga apakah puting susu masuk ke dalam atau ada cairan aneh yang keluar dari puting.
Sekarang letakkan kedua tangan di samping pingul lalu amati payudara Anda. Setelah itu letakkan kedua tangan di belakang kepala dan lakukan hal serupa.

* Periksa kedua payudara sambil berdiri di bawah shower ketika mandi. Lakukan hal yang serupa pada saat berbaring.
Taruh satu tangan di belakang kepala, sementara tangan yang satu melakukan gerak pijatan memutar searah jarum jam di daerah jaringan payudara, puting, dan jaringan di bawah ketiak.
Ulangi cara ini pada payudara yang sebelah. Bila Anda melakukannya saat mandi, sabun dan air membuat kulit licin hingga mampermudah pemeriksaan.

* Periksa apakah ada benjolan yang tidak lenyap atau tidak berubah. Benjolan yang abnormal bisa muncul tiba-tiba dan menetap.
Benjolan ini berbeda-beda bentuk dan kekerasannya dan kadang terasa keras dengan tepi yang tidak teratur.
Kadang benjolan itu berupa penebalan jaringan tanpa garis batas yang jelas. Ingat, benjolan kanker biasanya tidak terasa sakit.


Setiap bulan lakukan pemeriksaan sendiri terhadap payudara agar bila ada benjolan baru bisa segera diketahui.
Bila Anda sudah menopause lakukan pemeriksaan payudara pada tanggal yang sama setiap bulan.
Bila Anda belum menopause, waktu terbaik untuk untuk memeriksa payudara 7-10 hari setelah terakhir haid. Benjolan kanker payudara biasannya tidak sakit.
Amati dan raba payudara Anda apakah ada benjolan atau pembengkakan. Bila ada yang tidak beres, segera ke dokter.

American Cancer Society menganjurkan perempuan menjalani pemeriksaan klinis payudara sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan rutin, setiap tiga tahun sekali untuk perempuan berusia 20-39 tahun dan setiap tahun untuk perempuan di atas 40 tahun.

Address

Depok
16400

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when 4Life Transfer Factor Jakarta Depok Bogor Bekasi Serpong dan sekitarnya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Share

Share on Facebook Share on Twitter Share on LinkedIn
Share on Pinterest Share on Reddit Share via Email
Share on WhatsApp Share on Instagram Share on Telegram