12/05/2022
Beechamp VS Pasteur
Louis Pasteur (1822-1895) merupakan seorang ahli kimia dan mikrobiologi asal Perancis. Dalam dunia kedokteran, Pasteur dikenal luas sebagai Bapak Teori Kuman Modern.
Pasteur beranggapan bahwa suatu penyakit yang ada pada manusia berasal dari kuman yang berasal dari luar tubuh. Kuman itu bisa macam-macam, dari mulai bakteri hingga virus. Singkatnya, kuman adalah sesuatu yang buruk yang dapat memicu penyakit.
(http://maronewellness.com/pasteur-vs-bechamp-an-alternative-view-of-infectious-disease/)
Terus bagaimana dengan kuman tersebut? Ya harus dibunuh, sehingga nggak menimbulkan penyakit dan juga infeksi.
Kalo anda pernah dengar Pasteurisasi yang melibatkan pemanasan susu mentah dengan suhu tinggi untuk membunuh kuman yang ada di dalamnya, nah si Pasteur-lah yang mengajarkan teknik tersebut.
Uniknya, pada jaman yang sama dengan Pasteur, juga di Perancis, ada ahli biologi yang justru punya pola pandang berbeda dengan Pasteur. Namanya Pierre Jacques Antoine Bechamp (1816-1908)
Tidak seperti Pasteur, yang melahirkan mentalitas membunuh kuman dengan penuh rasa takut untuk memerangi penyakit, Béchamp pada dasarnya memahami keseimbangan dan pentingnya lingkungan tubuh yang kita ciptakan dengan makanan sehingga sistem internal tubuh kita mendukung atau tidak mendukung penyakit.
Bechamp mengatakan bahwa tubuh manusia yang benar-benar sehat akan otomatis kebal terhadap kuman yang berbahaya. Sebaliknya, tubuh yang tidak sehat akan menjadi ‘sarang’ bagi kuman.
“Penyakit itu datangnya bukan dari luar tubuh, tapi dari dalam tubuh manusia. Kuman akan masuk manakala tubuh kita tidak memiliki daya tahan yang baik,” ungkap Bechamp.
Selanjutnya Bechamp menambahkan, “Kuman mencari habitat alami mereka yaitu jaringan yang sakit dan bukan menyebabkan penyakit.”
Pemikiran Bechamp adalah bahwa kita akan sulit jika melawan penyakit sehingga yang paling mungkin dilakukan adalah kita menciptakan kondisi badan yang sehat agar penyakit tidak berkembang dalam tubuh kita.
“Kuman itu bersifat oportunistik, dan mereka ada dimana-mana bahkan ada di dalam tubuh kita yang terkadang menciptakan hubungan simbiosis pada organ tubuh,” ungkap Bechamp.
Dalam penelitian yang dilakukannya, Bechamp menemukan hanya ketika jaringan inang dalam tubuh manusia menjadi rusak atau terganggu, kuman-kuman tersebut mulai bermanifestasi menjadi gejala penyakit, misalnya mual, pusing dan sebagainya.
Jadi gimana cara mencegah penyakit?
Melalui pola hidup sehat, dari mulai menjaga kesehatan, mengatur pola makan, menjaga kebersihan, berolah raga, istirahat yang cukup hingga kebutuhan menghirup udara yang segar. “Jadi bukan membunuh kumannya,” ungkap Bechamp.
Konsepnya, jika seseorang memiliki sistem kekebalan yang baik, kuman sebagai penyebab penyakit nggak akan menyerang orang tersebut. Sebaliknya jika sistem kekebalan tubuhnya anjlok, maka mereka akan rentan sebagai korban infeksi kuman.