08/11/2022
HUBUNGAN KEMAMPUAN MOTORIK DAN BICARA ANAK
Anda mungkin berpikir mengapa seorang terapis tumbuh kembang anak perlu memperhatikan tentang perkembangan motorik. Jawabannya adalah: Terapis tumbuh kembang anak sangat memperhatikan tentang perkembangan otak dan apa yang diucapkan dari mulut. Ada begitu banyak hubungannya dengan kemampuan motorik dari yang disadari khalayak umum. Mari saya jelaskan bagaimana kemampuan motorik, kemampuan wicara dan berbahasa, dan juga kemampuan kognitif sangat berhubungan.
Motivasi dan perkembangan anak
Menurut pakar psikologi Esther Thelen (1941-2004), agar seorang anak bisa mengembangkan kemampuan motorik, mereka harus termotivasi untuk melakukan sesuatu. Motivasi dimulai dari memahami atau melihat sesuatu di lingkungannya yang memicu anak untuk menyentuhnya, merasakannya, menciumnya atau bahkan memakannya! Mari kita lihat beberapa contoh prilaku bayi dan hasil pengembangan bahasanya.
Sebagai contoh, bayangkan seorang bayi yang sedang tiduran di ranjangnya. Kalau kita menaruh mainan gantung di atas tempat tidur, mereka akan melihatnya dan kadang mendengar suara musik darinya. Mainan ini menarik sehingga sang bayi akan terpicu untuk melakukan sesuatu. Ia akan menggerakan tangan dan kakinya untuk mencoba mengambilnya tapi tidak berhasil. Setiap hari ia akan melakukan kegiatan yang sama dengan harapan akan menyentuhnya suatu saat.
Lalu suatu hari ketika ia menggerakkan lengan dan kaki, ia secara tidak sengaja menangkap kakinya dengan tangannya dan menemukan bahwa ia bisa menaruh kakinya ke dalam mulut! Ia lalu mengeksplorasi kakinya dengan tangan dan mulut, dan belajar bahwa ia memiliki 5 jari kaki. Anda mungkin melihat hal itu dan berkata “Wah, adik menangkap kaki! Bagaimana rasa kakimu?”. Selama berhari-hari anda akan melihat sang bayi melakukan hal yang sama sampai suatu hari ia berhenti.
Sebagai orang tua, anda mungkin berpikir mungkin bayi anda bosan. Asumsi ini benar. Ia sudah menguasai gerakan kaki dan lengan di kecepatan dan jarak yang benar untuk kegiatan itu sehingga sudah tidak menarik baginya.
Dengan kemampuan baru mengontrol gerakan-gerakan tersebut, bayi anda sekarang bisa melakukan hal lain dan mengeksplorasi lebih jauh. Ketika ia mulai berguling, maka sudut pandangnya akan berbeda. Ia tidak lagi melihat mainan gantung di atas ranjang ketika sedang bertumpu pada perutnya. Tetapi ia akan melihat hal yang berbeda seperti benda-benda yang ditaruh di ranjangnya. Lalu ketika ia mulai merangkak ia akan mulai melihat benda-benda di atas lantai. Benda-benda tersebut akan memotivasinya untuk menggerakkan tubuh, lengan, kaki sampai suatu hari, mereka akan cukup dekat untuk menyentuh atau mengambilnya.
Berbicara dengan bayi anda
Dari setiap tahap perkembangan motorik, bayi anda akan memiliki sudut pandang yang berbeda dan anda akan berbicara kepada anak anda menggunakan bahasa yang sesuai untuk tahapan itu. Ketika mereka tiduran di ranjang dan hanya bisa melihat mainan gantung, anda tidak mungkin membicarakan kucing yang sedang tidur di atas lantai. Ini dikarenakan bayi anda tidak bisa melihat kucingnya dan tidak akan masuk akal baginya kalau anda membicarakan tentang si kucing sedangkan yang bisa ia lihat hanya mainannya. Begitu juga anda tidak mungkin menunjuk seekor burung yang sedang terbang di angkasa kalau bayi anda sedang telungkup di atas lantai – ia tidak bisa melihatnya.
Jadi bisa disadari bahwa bahasa yang anda gunakan sangat dipengaruhi oleh apa yang anak anda bisa lakukan secara fisik. Kegiatan fisik yang mereka lakukan dan bahasa yang anda gunakan akan membuat koneksi ke otak, membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir.
Perkembangan Tipikal Vs Non-Tipikal
Paragraf di atas menggambarkan perkembangan yang tipikal. Ketika anda memberikan kesempatan bagi anak untuk eksplorasi maka anak anda akan belajar mengenai lingkungannya. Ini berarti anda adalah orang tua yang responsif – sensitif terhadap usaha anak anda berkomunikasi dan merespon di saat yang tepat. Selamat! Tetapi ada juga orang tua lain yang sudah melakukan apa yang benar, anak mereka belum mencapai tahapan perkembangan yang sesuai usia. Sebagian anak mungkin usia lebih besar, sudah bisa berjalan dan berlari tetapi kemampuan berbicara belum sesuai usianya.
Ada anak-anak tanpa kondisi medis bawaan atau diagnosa keterlambatan perkembangan, seperti autisme, palsi serebral atau disabilitas intelektual tetapi kemampuan wicara dan berbahasanya tidak berkembang. Dengan memperhatikan kemampuan motorik sang anak bisa memberikan petunjuk tentang mengapa ada keterlambatan wicara dan bahasa.
Tipe-tipe perkembangan motorik
Ada dua macam kemampuan motorik; motorik kasar dan motorik halus. Kemampuan motorik kasar adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan-gerakan besar menggunakan otot-otot besar dari tubuh. Sebagai contoh, kita menggunakan otot-otot besar dari kaki untuk berjalan, berlari dan melompat. Kemampuan motorik halus adalah kemampuan seseorang dalam melakukan gerakan-gerakan kecil dengan menggunakan otot-otot kecil dalam tubuh, seperti menggunakan ujung jari kita untuk memasang kancing atau memegang pensil untuk menulis. Kemampuan motorik halus membutuhkan lebih banyak kendali agar kegiatan yang dilakukan oleh otot-otot itu akurat.
Gerakan motorik kita terbentuk di pola yang berurutan. Ada dua macam pola – yaitu pola Cephalocaudal dan Proximodistal. Pola Cephalocaudal adalah urutan pertumbuhan yang dimulai dari bagian atas tubuh ke bagian bawah tubuh. Sebagai contoh, otot leher seorang bayi akan menjadi kuat dan stabil terlebih dulu sebelum pundak dan badan dari tubuhnya. Urutan yang sama juga terjadi di area kepala, jadi bagian atas kepala (mata dan otak) berkembang lebih cepat daripada bagian bawah (rahang).
Pola Proximodistal adalah dimana urutan pertumbuhan dimulai dari bagian tengah tubuh dan bergerak melebar menuju anggota badan lainnya. Sebagai contoh, otot-otot yang mengendalikan bagian torso dan lengan-lengan akan berkembang dahulu sebelum bagian tangan dan jari.
Interaksi antara gerakan motorik kasar dan gerakan motorik halus
Bagian tengah dari tubuh adalah tulang belakang dan inilah yang menyokong postur kita. Seorang anak butuh postur yang stabil untuk bisa mengeksplorasi lingkungannya. Dengan menggunakan otot-otot besarnyalah seorang anak akan bisa eksplorasi dan belajar tentang kata-kata yang digunakan untuk menggambarkan bagaimana rasa sebuah mainan, seberapa besar atau halusnya mainan tersebut. Dengan mengeksplorasi memanjat sebuah kursi, seorang anak akan mengerti konsep tinggi/rendah atau tinggi/pendek. Atau merasakan kegembiraan ketika mereka meluncur di perosotan. Hanya dengan melakukan hal-hal inilah baru mereka bisa tahu dan mengerti apa arti dari pengalaman-pengalaman ini.
Sewaktu seorang anak membangun kemampuan motorik kasar, mereka juga mulai membangun kemampuan motorik halus yang lebih jauh letaknya dari bagian tengah tubuh, seperti jari-jari tangan dan kaki. Apakah anda pernah mempertanyakan mengapa seorang anak tidak belajar berjalan dan berbicara pada saat yang sama? Ini dikarenakan berjalan menggunakan otot-otot besar dan berbicara mengunakan otot-otot kecil.
Kemampuan wicara dan kemampuan motorik halus
Jadi apa hubungan antara berbicara dengan gerakan motorik halus dari tangan? Ingatlah bahwa ada dua macam pola perkembangan; yang satu dari bagian tengah tubuh ke bagian luar tubuh, dan pola perkembangan dari bagian atas ke bagian bawah. Otak berkembang terlebih dahulu sebelum pengendalian otot-otot mulut untuk berbicara. Ketika seorang anak mengeksplorasi menggunakan otot-otot besarnya, informasi yang ia dapatkan dari otot-otot tersebut membantu bagian atas tubuh mereka (otak) untuk berkembang. Ini alasannya mengapa anak-anak mengerti dahulu sebelum mereka bisa mengucapkan kata-kata tersebut.
Ketika anda mendengarkan suara-suara pertama yang bayi hasilkan, mereka babble atau mengoceh “mamama”, “papapa”. Ocehan-ocehan ini dibuat dengan menggunakan posisi yang sama dari lidah, mulut dan bagian lain yang membuat kita berbicara. Seiring bertambahnya kekuatan dan pengendalian otot-otot di bawah mulut, anda akan bisa melihat bahwa suara yang dihasilkan anak-anak akan lebih rumit. Sebagai contoh, mereka akan bisa menghasilkan suara /K/. Untuk seorang anak menghasilkan suara /K/, mereka butuh pengendalian lidah untuk mundur, bagian belakang lidah menyentuh langit-langit mulut, dan mengontrol aliran udara agar otot-otot di paru-paru bekerja tepat agar pita suaranya bisa terlipat untuk menutup, membuka secara cepat dan mengeluarkan sedikit helaan udara keluar selagi lidah bergerak maju dan anda kemudian mendengar /K/. Sangatlah rumit untuk menjelaskan bagaimana semua otot-otot itu berfungsi dan akan lebih mudah untuk mendemonstrasikannya. Melalui menggambarkan semua gerakan otot-otot kecil ini, anda bisa melihat bagaimana pengendalian ini sangatlah penting untuk pengembangan wicara, bahasa dan kognitif.
Ingatlah: perkembangan anak tidaklah linier (berbanding lurus)
Sebagai sedikit peringatan – walaupun saya menggambarkan kemajuan motorik, bahasa dan kognitif yang linier, perkembangan anak secara keseluruhan tidaklah linier atau berbanding lurus. Semua area perkembangan berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam berbagai hal yang dipengaruhi oleh banyak factor. Jadi perkembangan setiap anak bisa berbeda. Jika anda khawatir tentang perkembangan anak anda, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis profesional.
References:
Sanders, J.O., Qiu, Z., Lu, X., Duren, D.L., Liu, R.W., Dang, D., Menendez, M.E., Hans, S.D., Weber, D.R., & Cooperman, .R., (2017). The uniform pattern of growth and skeletal maturation during the human adolescent growth spurt.