08/07/2025
✅ Garut Dihantui Stunting dan IPM Rendah, BGN Ingatkan Hal Ini
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana mengatakan, Garut masih dihantui angka stunting yang tinggi. Catatan Pemerintah Kabupaten Garut, angka stunting tahun 2023 meningkat menjadi 24,1 persen dari 23,6 persen.
Untuk tahun 2024, turun menjadi 14,2 persen. Hal ini menjadi perhatian bersama antara BGN dan Pemkab Garut untuk mempercepat program pemenuhan gizi.
“Karena kita tahu di Jawa Barat, Garut ini termasuk yang kita perhatikan karena angka stunting tinggi, putus sekolah tinggi, IPM cukup rendah, sehingga ini harus menjadi dorongan untuk kita bersama,” ujar Dadan Hindayana dalam rilisnya, Senin (7/7/2025).
Ia pun menantang Garut menjadi pionir dalam mewujudkan target 100 persen pemenuhan gizi nasional.
Bangun Sekretariat Bersama dan Ekosistem Ekonomi Salah satu caranya dengan meningkatkan kolaborasi.
Untuk itulah, ada rencana membentuk satu sekretariat bersama antara BGN dan Pemkab Garut untuk memperkuat koordinasi lintas organisasi. Menurutnya, upaya pemenuhan gizi juga harus dibarengi dengan penguatan ekosistem ekonomi lokal.
“Dengan bersinergi dalam pemenuhan gizi, ekonomi wilayah akan meningkat, lahan akan lebih optimal, dan segala potensi sumber daya lokal dapat ditingkatkan, melengkapi potensi pariwisata yang kini sudah berkembang. Seraya akan menjadi Garut semakin hebat,” ujarnya optimistis.
Ia juga menambahkan, selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan potensi ekonomi daerah akan menjadi pengungkit kesejahteraan warga.
Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan, Pemkab Garut akan segera menyiapkan ruang komunikasi untuk mempermudah koordinasi dengan BGN dalam waktu dekat.
“Kami berharap kerja sama ini menjadi dasar bagi kami agar terus bergerak untuk lebih semangat lagi dalam memberikan program yang signifikan bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Garut,” ujar Abdusy. https://bandung.kompas.com/read/2025/07/07/213300878/garut-dihantui-stunting-dan-ipm-rendah-bgn-ingatkan-hal-ini