14/09/2016
KETAHUI & CEGAH GEJALA INFEKSI VIRUS ZIKA
Meskipun belum merebak di Indonesia, virus Zika tetap harus diwaspadai penyebarannya. Virus Zika sendiri pernah menjangkiti Indonesia pada tahun 1977, 1981 di Klaten, 1983 di Lombok, 2012 di Jakarta, 2015 di Jambi. Lembaga Penelitian Biologi Molekuler Eijckman juga membenarkan adanya kasus infeksi Zika di Indonesia pada tahun 2015.
Virus ini pertama kali ditemukan di sebuah hutan bernama Zika di Uganda pada tahun 1947. Pengidap pertamanya diketahui adalah monyet. Baru pada tahun 1952, virus ini teridentifikasi menginfeksi manusia di Uganda dan Tanzania. Cara penularan virus ini adalah melalui nyamuk aedes aegypti, jenis nyamuk yang juga menularkan demam berdarah dan chikungunya. Endemik paling banyak adalah daerah tropis yang curah hujannya tinggi. Kasus terbanyak ditemukan di Afriak, Amerika Latin, Asia Tenggara, dan Kepulauan Pasifik.
Sebenarnya gejala infeksi virus Zika ini lebih ringan dari demam berdarah, namun tetap harus diwaspadai. Ada kecurigaan bahwa virus ini dapat menyebabkan penyakit Guillane-Barre Syndrome serta dapat menyebabkan microsefali pada janin selama masa kehamilan. Mikrosefali adalah kelainan pertumbuhan otak pada bayi. Kasus ini banyak ditemukan di Brazil. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Center for Disease Control and Prevention) jika seseorang terinfeksi virus ini gejalanya terlihat setelah 3-7 hari setelah digigit. Biasanya gejala yang tampak ringan seperti demam, ruam, nyeri sendi, mata merah, nyeri otot, dan kadang-kadang muntah. Gejala dapat berlangsung dua hari sampai satu minggu. Gejala tersebut mirip dengan demam berdarah dan chikungunya, bedanya adalah zika menyebabkan mata merah.
Untuk menghindari infeksi virus ini, kita harus sebisa mungkin mencegah gigitan dan berkembangbiaknya nyamuk aedes aegypti. Terutama bila nyamuk tersebut dalam tubuhnya mengandung virus Zika. Gunakanlah obat nyamuk, pakaian yang melindungi sebagian besar tubuh dan sebaiknya berwarna terang, tidur menggunakan kelambu. Selain itu, membersihkan ember, pot bunga, bak, serta tempat-tempat lain yang berpotensi jadi tempat hidup nyamuk berperan besar mengurangi risiko terinfeksi.
Selain perlindungan dari luar tubuh, kita bisa menjaga imunitas tubuh. Menurut WHO, pada kondisi normal, orang dengan daya tahan tubuh yang kuat bisa terjangkiti virus ini dan tidak menampakkan gejala apapun. Daya tahan tubuh yang kuat akan memicu penyembuhan diri sendiri. Namun, bagi wanita hamil tetap disarankan memeriksakan kehamilannya apabila dicurigai tergigit nyamuk tersebut. WHO sendiri mengatakan saat seseorang terinfeksi tidak memerlukan pengobatan khusus. Paling penting ia harus banyak beristirahat, minum cukup cairan, mengobati rasa sakit dan demam menggunakan obat-obatan umum. Jika gejala memburuk, harus segera mencari pertolongan tenaga medis. Tidak disarankan minum obat-obatan seperti aspirin dan obat anti peradangan non-steroid.
Untuk menjaga daya tahan tubuh setiap hari terutama di musim penghujan, masa dimana akan berkembang biaknya nyamuk aedes aegypti, disarankan untuk mengonsumsi Goodhealth Colostrum Milk 2.25% IgG setiap hari. Kandungan antibodi IgG dalam kolostrum akan membantu melindungi anda dan terutama anak-anak dari kemungkinan virus demam berdarah, chikungunya, maupun zika. Kolostrum sangat baik bagi yang sehat maupun yang sakit. Kandungan IgG dalam kolostrum akan sangat membantu proses penyembuhan apabila sudah terinfeksi demam berdarah, chikungunya, dan mungkin juga zika.
Sediakan Goodhealth Colostrum 2.25% IgG dirumah sebagai salah satu pertolongan pertama, terutama untuk demam. Goodhealth Colostrum 2.25% IgG dapat membantu menurunkan demam dengan cepat.