14/09/2024
Lutut merupakan sendi terbesar dan paling kompleks dalam tubuh manusia yang memiliki peran penting dalam pergerakan tubuh. Bagian ini juga menopang berat tubuh seseorang, bahkan bebannya bisa jadi lebih berat dari tubuh seseorang. Beban berlebih inilah yang berpotensi membuat cedera lutut. Selain itu, benturan maupun penggunaan lutut secara berlebih juga dapat membuat lutut menjadi cedera.
Cedera pada lutut memerlukan penanganan yang cepat dan tepat. Sebab cedera lutut yang dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan penderitanya mengalami keterbatasan gerak, bahkan berisiko menyebabkan komplikasi di kemudian hari, termasuk terjadinya osteoarthritis atau pengapuran tulang.
Cedera lutut bisa saja berupa tarikan, kekakuan, perubahan posisi, robekan, maupun patah pada salah satu komponen pembentuk sendi lutut yang penting untuk pergerakan manusia. Peran penting ini juga secara tidak langsung menjadi alasan rentannya lutut mengalami cedera. Beberapa jenis cedera lutut yang paling sering terjadi adalah sebagai berikut ini :
1. Cedera ACL
Dalam bahasa awam, kondisi ini dikenal juga dengan keseleo. Cedera ACL bisa berupa peregangan maupun robek, hingga patahnya jaringan ikat yang merupakan salah satu komponen sendi lutut ini.
Selain ACL, ketiga ligamen lain penyokong sendi lutut juga bisa mengalami cedera. Atlet merupakan kelompok yang lebih berisiko mengalami cedera ini, karena berbagai gerakan yang mereka lakukan dapat menambah beban pada ligamen lutut.
2. Kerusakan Meniskus (Meniscus Tear)
Sebagai bantalan untuk meredam guncangan pada sendi lutut, bagian ini memang akan menjadi aus seiring dengan pertambahan usia.
Kondisi ini juga umum dialami oleh mereka yang masih muda dan aktif berolahraga, khususnya mereka yang melakukan gerakan berputar, atau memutar lutut dengan menjadikannya sebagai tumpuan, seperti yang dilakukan oleh atlet basket saat melakukan gerakan pivot. Maupun menerima tackle saat bermain sepak bola.
3. Dislokasi Tempurung Lutut
Dislokasi tulang patella atau berpindahnya lokasi tempurung lutut bisa saja terjadi secara sebagian maupun keseluruhan. Kondisi yang memungkinkan bergesernya posisi tulang lutut adalah adanya tenaga yang besar pada sendi ini, seperti ketika mengalami kecelakaan kendaraan bermotor, jatuh, maupun karena berolahraga.
4. Bursitis
Di antara sendi lutut terdapat bantalan berisi cairan sendi yang disebut dengan bursa. Keberadaan bursa memungkinkan pergerakan sendi lutut, khususnya antara tendon dan otot, lebih leluasa. Peradangan pada bagian ini, yang dikenal dengan istilah bursitis, umumnya disebabkan oleh infeksi.
5. Kram Otot Lutut
Adanya peregangan yang terlalu lebar atau dalam akan membuat otot di sekitar sendi lutut tertarik dan menegang. Cedera lutut ini akan membuat penderitanya merasa nyeri dan kesulitan bergerak, yang juga akan menurunkan fungsi serta kelenturan sendi lutut.
6. Patah Tulang Lutut
Meski patah tulang juga bisa terjadi pada tulang femur maupun tibia, tulang patella lebih rentan mengalami patah tulang. Salah satu jenis cedera lutut tersering ini biasa terjadi karena adanya cedera, baik karena benturan langsung ke lutut saat mengalami kecelakaan kendaraan bermotor maupun saat berolahraga.
Kebanyakan cedera lutut tidak memerlukan penanganan secara khusus, hanya dengan perawatan mandiri maupun penggunaan brace lutut serta fisioterapi. Meski demikian, ada juga beberapa kasus cedera lutut yang memerlukan operasi sebagai satu-satunya penanganan.
Beberapa pertolongan pertama untuk mengatasi cedera lutut yang dimaksud adalah sebagai berikut ini :
- Mengistirahatkan lutut yang mengalami cedera, segera hentikan semua aktivitas yang sedang dilakukan dan usahakan untuk tidak banyak berpindah tempat (berjalan) supaya beban lutut tidak makin berat.
- Mengompres dingin pada lutut yang cedera untuk meredakan pembengkakan dan nyeri yang terjadi, setiap 3-4 jam sekali selama 20 menit.
- Melilitkan perban elastis pada lutut yang mengalami cedera untuk meredakan pembengkakan, sekaligus mencegah cedera lutut makin parah.
- Meninggikan posisi lutut yang cedera saat berbaring dengan mengganjal menggunakan bantal.
- Mengonsumsi obat antinyeri untuk meredakan nyeri sekaligus peradangan yang terjadi.